Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus19.


__ADS_3

"iyaa min, makasih ya udah rawat rumah ini buat mbak" jawab bi Surti memeluk adiknya.


"iyaa mbak, sama-sama. lagi pula rumah ini adalah peninggalan orangtua kita, jadi aku akan tetep ikut merawatnya jika mbak tak ada" jawab minah setelah bi Surti melepaskan pelukannya. bi Surti pun tersenyum menatap Minah dan menganggukan kepala.


"ayookk silahkan masuk, biar saya tunjukkan dimana kamarnya. maaf ya kalo kamar disini ngga senyaman dikota" kata Minah pada keluarga Bayu.


"gapapa mbak, kami justru makasih karna sudah diperbolehkan menginap" jawab ibu Rita yang juga diangguki oleh Rita.


"iyaa sama-sama Bu. silahkan, ini kamar ibu sama bapak" kata bi Surti memberikan satu kamar untuk dipakai bapak dan juga ibu Rita.


"Alhamdulillah, kami masuk ya mbak" kata ibu Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Minah.


"silahkan Bu, mbak Rita sama mas nya mari saya tunjukkan kamarnya" kata bi Minah pada Rita dan juga Bayu, keduanya pun menganggukan kepala lalu mengikuti langkah kaki Minah menuju kamar yang terletak tak jauh dari kamar bapak dan juga ibu.


"ini mas, mbak kamarnya. silahkan kalo mau istirahat juga, kasihan dedeknya sudah capek banget pasti" lanjut Minah dengan tersenyum tulus menatap Rita yang juga tersenyum.


"iyaa terimakasih ya Bu, kami izin istirahat dulu" jawab Rita yang langsung mendapat anggukan kepala oleh Minah.


"iyaa silahkan, saya permisi" jawab minah meninggalkan Rita dan juga Bayu didepan kamar tersebut.


Rita dan juga Bayu pun memasuki kamar yang menjadi tempat mereka beristirahat.


"kamarnya masih sangat sederhana ya mas?" kata Rita pada Bayu yang masih memindai seluruh isi kamar.


"iyaa sayang, rumahnya memang sudah bagus si. tapi kamarnya kasurnya masih seperti ini, sayang sekali" jawab Bayu yang juga diangguki oleh Rita.


"mungkin bi Surti masih mengumpulkan uang untuk membeli peralatan rumah yang jauh lebih bagus mas" jawab Rita yang juga disetujui oleh Bayu.


"iyaa kamu benar sayang, didesa seperti ini bangunan sudah kokoh saja udah lumayan untuk mereka. gimana kalo kita belikan keperluan didalam kamar ini, mungkin semua kamar juga keadaannya masih seperti ini. jadi jika nanti ibu ingin tinggal disini semuanya sudah terlihat nyaman untuk ditinggali" jawab Bayu yang langsung disetujui oleh Rita.


"boleh aja mas, aku ga masalah kok. toh juga ngga selamanya kan ibu akan tinggal dengan kita, suatu saat ibu pasti akan memilih kehidupannya sendiri" jawab Rita membuat Bayu tersenyum dan menganggukan kepala.

__ADS_1


"yaudah kamu istirahat lah sama keena, mas akan menjaga kalian disini" jawab Bayu membuat Rita menyeritkan kening.


"kamu ngga tidur juga mas? besok kita mau keguci loh mas, apa ngga sebaiknya kamu juga istirahat mas" kata Rita.


"iyaa iyaa aku juga akan istirahat disebelah kamu kok" jawab Bayu yang langsung membuat Rita tersenyum senang.


"yaudah sini mas, kasurnya juga cukup kok untuk kita bertiga. tapi mungkin ya agak keras lah mas, namanya juga kasur kapuk" jawab Rita dengan terkekeh kecil sementara bayu hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Rita.


sebenarnya Bayu tak yakin jika dirinya bisa tidur menggunakan kasur yang menurutnya sangat keras tersebut, terlebih lagi mereka harus sempit-sempitan untuk tidur bertiga. ia berniat untuk mengganti sesegera mungkin dengan kasur yang baru yang lebih nyaman untuk bi Surti dan juga keluarganya tinggal.


Rita pun sudah mulai terlelap mengikuti jejak sang anak yang memang sudah tertidur sejak tadi, semantara bayu masih menyergap kan matanya melihat barang-barang dikamar tersebut yang sudah mulai usang hingga akhirnya ia pun tertidur dengan sendirinya.


pagi harinya tepat pukul sembilan pagi, semua anggota keluarga pun sudah berkumpul untuk sarapan yang sudah hampir kesiangan. karna biasanya mereka sarapan tepat pukul setengah tujuh atau jam tujuh pagi, namun karna istirahat mereka yang baru pukul tiga pagi. mereka pun bangun rata-rata pukul delapan pagi, hingga akhirnya pukul sembilan pun mereka baru melakukan sarapan.


"maaf ya, apa kadarnya sarapannya. ini saya buatkan masakan kampung" kata Minah membawakan hasil masakannya untuk dimakan bersama keluarga dengan majikannya, ia pun membawa turut serta anaknya yang masih berumur belasan tahun. sementara sang suami sudah lebih dulu ia berikan makan sebelum mengantarkan sarapan kekediaman bi Surti.


"gapapa Bu, ini pun sudah Alhamdulillah. kami sangat berterimakasih karna ibu sudah mau repot-repot membuatkan kamu sarapan. padahal kami bisa masak sendiri kok Bu" jawab ibu Rita yang juga diangguki oleh Rita.


"oalaah gapapa to Bu, lagian disini juga ngga ada bahan masakan Bu. kalo pun mau belanja juga lumayan jauh, harus kepasar. makanya hanya ada ini didalam kulkas saya, jadi ya maklum ya seadanya" jawab minah membuat semuanya tersenyum dan menganggukan kepala.


"Alhamdulillah, nikmatnya masakan Bu Minah. sama seperti masakan Bu Surti" jawab Naura setelah menghabiskan sepiring nasi penuh beserta lauk yang dihidangkan oleh Minah.


"ini hanya sederhana aja mbak, nanti saya baru mau kepasar untuk membeli segala kebutuhan dapur" jawab minah dengan tersenyum.


"Naura boleh ikut kan Bu?" tanya Naura dengan antusias.


"eehh gausah biar saya sendiri aja, ngga enak merepotkan. lagian pasarnya jauh dan harus naik angkot mbak" jawab minah merasa tak enak.


"gapapa kok Bu, saya juga mau ikut ya. kebetulan ada sesuatu yang ingin saya beli, iyakan mas?" jawab Rita sambil bertanya pada suaminya, ya Bayu sudah memberitahukan rencananya pada Rita untuk mengganti semua perabotan didalam rumah bi Surti. mulai dari kasur dan juga beberapa barang lainnya.


"adduuhh tapii, mbaknya gapapa. nanti anaknya nangis loh mbak" kata Minah membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.

__ADS_1


"gapapa kok Bu, kan ada ibu Surti dan juga ibu saya yang akan menjaganya." jawab Rita yang juga dijawab anggukan kepala oleh kedua ibu tersebut.


"iyaa gapapa min, ajak saja nak Rita kepasar. biar keena sama kami disini, iyakan Bu?" jawab bi Surti pada ibu Rita yang hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


"yasudah kalo kalian memaksa, tapi bener kalian gapapa naik angkot kepasar?" tanya Minah membuat Bayu dan juga Rita tersenyum.


"yaampun Bu min, kan kita kesini bawa mobil kenapa harus pake angkot. ya pake mobil lah Bu" jawab Naura dengan terkekeh sementara Minah hanya memelototkan mata mendengar jawaban dari Naura.


"pake mobil? yang didepan itu?" tanyanya dengan mata yang masih membelalak kaget.


"yaa iyaa Bu, masa odong-odong" jawab Naura terkekeh melihat respon Minah.


"bu-bukan begitu mbak, aduuhh tapi bisa-bisa nanti kita menjadi pusat perhatian kalo datang kepasar dengan menggunakan mobil mewah seperti itu mbak" jawab minah dengan nada bingung.


"memangnya kenapa Bu? kan nanti juga kita taruh diparkiran mobilnya, ngga mungkin kan kita bawa masuk mobil kedalam pasar" jawab Rita yang juga diangguki oleh Naura.


"iyaa nih Bu Minah, gimana sih. lagian sayang kalo itu mobil ngga kita pakai, iyakan mas?" jawab Naura yang langsung diangguki oleh Bayu.


"yasudah lah kalo kalian maksa, tapi memang apa si yang mau mbak Rita beli. kebutuhan si Dede?" tanya Minah membuat Rita tersenyum.


"hust Minah, kamu itu kepo aja urusan orang. sudah-sudah habiskan makanannya dulu terus kepasar nanti Selak keburu siang" kata bi Surti seketika membuat Minah terdiam dan melanjutkan makannya sementara Naura hanya terdiam mendengar Minah yang ditegur oleh bi Surti.


"nah sudah selesai, sebentar saya bereskan ini dulu ya. sekalian pamit sama suami, nak nanti kamu jagain bapak kamu dulu ya" kata Minah pada sang anak yang menjawab dengan senyum.


"kamu kelas berapa rud?" tanya Bayu pada anak Minah.


"kelas satu SMA pak" jawab Rudi anak Minah pada Bayu.


"oohh sudah SMA ya, saya kira masih SMP. karna ukuran badan kamu mungil untuk ukuran anak SMA" jawab Rita membuat Rudi tersenyum malu.


"iyaa Bu, banyak memang yang bilang saya seperti itu. tak apa, saya memang babbyface" jawabnya dengan narsis.

__ADS_1


"huuu, narsis mu rud-rud. udah sana kalian kalau mau kepasar, nanti keburu kesiangan. ini nanti biar aku yang bereskan" kata bi Surti yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita dan juga Naura.


bersambung....


__ADS_2