
"tapi bapak-bapak, ini sudah larut malam masa kita mau memulangkan Maura yang notabennya gadis sepeti ini sendiri. apa ngga sebaiknya besok pagi saja?" jawab pak RT menengahi masalah yang menjadi kebimbangan dari Bayu sendiri.
"iyaa bapak-bapak. mohon maaf, lagipula Maura kesini juga bersama ibu saya. otomatis jika Maura pulang ibu saya pun akan ikut pulang, dan saya ngga tega jika harus membiarkan keduanya pulang kerumah selarut ini" jawab Bayu membuat para bapak-bapak tersebut berbisik.
"baik pak RT, mas Bayu kami akan membiarkan keduanya dirumah ini malam ini, tapi ingat ya mas Bayu besok pagi kami mau dia sudah keluar dari komplek kita ini" jawabnya dengan nada tegas.
"iyaa pasti pak, terimakasih" jawab Bayu yang diangguki oleh pak RT, pak Bagas yang sedari tadi mendengarkan pun merasa heran dengan bapak-bapak yang berada didepannya ini yang ikut campur urusan rumah tangga Bayu. ia pun melangkah mendekati bapak-bapak tersebut dan mengajak mereka menuju pos yang berada tepat didepan rumah Bayu.
"maafkan mereka ya mas Bayu, ibu, dan Maura. mungkin mereka hanya takut yang berlebihan saja" kaya pak RT melapangkan hati Bayu dan ibu nya.
"gapapa kok pak RT, saya juga cukup tau diri. memang seharusnya saya tidak kerumah ini dengan Maura, maaf saya ya pak RT sudah membuat keributan diwilayah ini" kata ibu Bayu merasa tak enak dengan pak RT.
"gapapa kok Bu, tapi setelah ini bagaimana? berarti ibu ngga akan bisa kembali kerumah ini lagi untuk menengok cucu ibu?" kata pak RT membuat ibu Bayu dan juga Bayu Sling berpandangan.
keduanya sama sekali tak kepikiran sampai kesana, betul kata pak RT. jika mulai saat ini ibu Bayu akan tidak bisa main kerumahnya karna sudah dilarang oleh warga, apalagi ibu selalu diantarkan oleh Maura jika ingin kesini. jelas saja warga melarang.
"iyaa juga ya pak RT, terus gimana menurut pak RT solusinya?" jawab Bayu membuat pak RT menganggukan kepala.
"menurut saya, lebih baik jika ibu mau kerumah ini biar Naura yang jemput. jika mas Bayu, saya yakin Maura pasti akan tetap ikut satu mobil dengan mas Bayu. lain halnya dengan Naura yang hanya menggunakan motor jika akan menjemput ibu nya" jawab pak RT diangguki oleh Bayu dan juga ibu nya.
"betul juga ya pak RT, saya ngga sama sekali kepikiran kesana loh pak RT" jawab Bayu dengan lesu.
"ngga usah gitu dong pak RT, masa kalo ibu kesini saya ngga boleh ikut. saya juga berhak dong main kerumah kakak saya sendiri" jawab Maura menentang perkataan pak RT, tentu saja. ia tak akan melewatkan kesempatan untuk berdekatan dengan Bayu menggunakan ibu nya yang sangat disegani oleh anak pertamanya tersebut.
"terserah mbak Maura jika mbak Maura mau mendapat amukan dari warga disini, silahkan datang lagi lain waktu kesini. tapi maaf, saya ngga bisa bantu mbak mau jika saat itu tiba" jawab pak RT dengan tegas.
"duh, jadi RT kok maunya diatur sama warga. gimana sih, ngga ada wibawanya banget" jawab Maura membuat Bayu dan juga sang ibu menatap tajam Maura yang berkata kurang ajar terhadap pak RT.
__ADS_1
"Maura, diam! lebih baik kamu ikuti apa yang dikatakan sama pak RT, ingat kamu dilarang lagi memasuki wilayah ini setelah malam ini dan besok pagi. ngerti kamu!!" bentak Bayu yang merasa geram dengan perkataan Maura.
"apa yang aku omongin itu bener mas, seharusnya pemimpin itu bisa memimpin warganya bukan malah mengikuti kemauan warganya yang ga jelas itu. kenapa malah aku yang disalahin" jawab Maura dengan acuh tak acuh mendengar perkataan Bayu.
"sudah sudah mas, ngga akan ada habisnya jika kita berdebat seperti ini. sudah malam, jika mau siskamling segeralah bergabung sama bapak-bapaj yang lain" kata Rita menengahi perdebatan.
"iyaa mas Bayu, yuk mari kita gabung sama yang lain" ajak pak RT pada Bayu yang langsung berpamitan pada sang istri dan juga anaknya
"mas kesana dulu ya sayang" kata Bayu pada Rita yang menganggukan kepala.
setelahnya Rita pun berjalan memasuki kamar berpapasan dengan Naura yang akan keluar lagi bersama ketiga temannya.
"kamu tidur didepan nau?" tanya Rita pada Naura.
"iyaalah mbak, seperti awal. aku juga udah kunci lemari dan mengamankan segala milikku didalam kamar" jawab Naura membuat Rita menyeritkan kening heran.
"Naura takut barangnya ada yang diambil terus dijadikan barang bukti palsu mbak" jawab Nana dengan menahan tawa.
"maksudnya gimana?" tanya Rita dengan heran. mereka pun duduk diruang tamu dan Rita pun tak jadi masuk kedalam kamarnya.
"iyaa, Naura takut mbak kalo barangnya tiba-tiba ada yang hilang terus dijadikan barang bukti palsu yang akan melibatkan naura nantinya mbak" jawab Salma membuat Rita semakin tak mengerti.
"memang siapa yang akan melibatkan kamu nau?" tanya Rita membuat Naura menggidikkan bahu, ketiga temannya pun tak sanggup lagi untuk mehaan tawanya.
" haha Maura mbak" jawab dini membuat Rita terbelalak.
"kenapa kamu bisa berfikir kaya gitu nau?" tanya Rita dengan heran.
__ADS_1
"yaa siapa tau aja kan mbak, dia kan jahat. siapa tau nanti dia akan mencari kambing hitam untuk menutupi kejahatannya, nah selama ini kan aku yang suka berantem sama dia. ngga menutup kemungkinan aku yang akan dijadikan kambing hitam" jawab Naura dengan santai.
"apa kamu bilang?!" kata Maura yang mendengar setiap perkataan Naura, membuat Naura membalikkan bapak dan menatap bengis Maura yang berada didepannya.
"kenapa? betulkan gue! oh atau, Lo mau mengelak lagi, iya?" kata Naura.
"heh, apa maksud Lo nuduh gue kaya gitu? masalah Lo itu apa sama gue hah? apa karna ibu lebih milih sama gue makanya Lo sensi kaya gini ke gue?" jawab mau membuat Naura menatap tajam Maura.
"ngga usah kepedean deh, biar gimana pun gue tetetp anak kandung ibu. sedangkan Lo siapa? Lo itu bukan siapa-siapa!! gua cuma yakin, Lo bertahan dirumah itu karna ada sesuatu yang Lo rencanakan, iyakan?!" jawab Naura.
"jangan asal nuduh sembarangan, apa Lo punya bukti nuduh gue kaya gitu. hah?!" jawab Maura.
"sekarang, memang gue ngga punya. tapi nanti gue akan cari buktinya, setelah dapat. gue ngga akan segan-segan buat masukin Lo kedalam jeruji besi" jawab Naura dengan yakin.
"silahkan cari, Lo cuma manusia bodoh yang ngga akan bisa melakukan apapun. apalagi, Lo ngga punya apapun saat ini, apalagi uang" jawab Maura membuat Naura terbahak.
"gue? ngga punya uang? hahahaha, bahkan uang gue jauh lebih banyak dari Lo!" jawab Naura membuat Maura semakin kesal mendengar perkataannya.
"jangan bicara soal uang sama gue mau, karna bahkan harga diri Lo pun bisa gue beli kalo gue mau. tapi sayang, bahkan perempuan kaya Lo itu ngga punya harga diri!!" jawab Naura dengan tajam, ia pun meninggalkan Maura yang masih terdiam diruang tamu menatap kepergian Naura dengan wajah kesalnya. sedangkan ketiga teman Naura pun menertawakan Maura yang kalah kata dengan Naura.
"hahaha kasian banget sih, makanya jangan sok. duit ngga seberapa aja!!" kata Salma membuat Maura semakin kesal.
"mbak, sebaiknya mbak kembali kekamar. jangan lupa kunci pintu ya mbak, kalo ada apa-apa teriak aja. oke?" kata Nana membuat Rita menganggukan kepala.
Rita pun meninggalkan keempat orang itu masuk kedalam kamar, setelah Rita mengunci pintu ketiga teman Naura itu pun menyusul Naura yang sudah duduk ditukar bersama sang ibu dihalaman. mereka sibuk membersihkan sisa bekas makan yang masih berserakan.
"sini Bu, biar kami yang bersihkan. mendingan ibu masuk kedalam dan jagain Maura, karna didalam rumah hanya ada mbak Rita dan juga Maura Bu." kata Nana membuat ibu Bayu pun menganggukan kepala, karna kejadian ini ibu Bayu pun tak ingin terjadi hal yang tidak tidak terhadap cucu dan juga menantunya. ia akan berusaha membantu menjaga mereka meski hanya untuk malam ini.
__ADS_1
sementara Maura yang berada diruang tamu pun merasa kesal karna segala rencana yang sudah ia susun tidak ada yang berjalan lancar, apalagi setelah ia tak boleh lagi masuk kewilayah ini.ia pun memikirkan segala cara agar dapat menjalan rencananya yang akan ia susun ulang.