Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus27.


__ADS_3

kelima orang tersebut pun melakukan perbincangan kecil yang membuat kelima orang tersebut sesekali tertawa dengan keras sehingga mengundang perhatian bi Surti yang tengah mencuci sambil menyetrika diruangan yang bersebelahan dengan dapur.


bi Surti yang mendengar suara mereka hingga ketempat ia bekerja pun hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat keseruan majikannya dengan teman-temannya tersebut.


diruang tamu kelima orang tersebut masih saja terus mengobrol hingga akhirnya Nana membahas soal Maura yang padahal Naura sudah sama sekali tidak ingin mendengar apapun yang berkaitan dengan wanita tersebut.


"mbak, maaf jadi sekarang gimana dengan kasus maura? apa masih penyelidikan?" tanya Nana pada Rita yang tersenyum kecil dan menggelengkan kepala.


"loh kok malah geleng-geleng mbak?" tanya Salma yang penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Rita.


"mbak ngga tau lah na, sal karna kami pun belum memberikan keterangan apapun terkait dengan kasus yang mendera Maura. kemarin sempat mau kesana, tapi mas Bayu belum memberikan izin sih, lagian mas Bayu juga belum ada waktu yang tepat untuk memberikan keterangan kekantor polisi."jawab Rita membuat Naura juga menganggukan kepala mendengarkan apa yang dikatakan oleh kakak iparnya.


"oohh gituu, tapi semuanya pasti diselidiki kan mbak. apalagi kan semua bukti udah kuat, pasti lebih cepat proses penyelidikannya" kata Salma membuat keempat orang tersebut terdiam.


"kurang tau juga deh mbak, yang jelas si sekarang kita berdoa aja semoga Maura bisa berubah didalam penjara sana" jawab Rita yang langsung diangguki oleh empat orang remaja tersebut.


"iyaaa makanya ini juga buat pelajaran kalian, jika melakukan sesuatu itu pasti ada resikonya. jika seperti Maura, sayang sekali kan jika masa muda kalian dihabiskan didalam juruji besi. belum lagi pandangan orang jika kita menjadi narapidana, emm hukumsn sosial itu si menurut mbak yang membuat kita itu ngerasa seperti gimana yaa malu, ga percaya diri. gitu lah" jawab Rita yang langsung membuat keempat orang itu pun terdiam.


"bener si kata mbak Rita, aku setuju. malah banyak dari mereka yang justru melakukan kejahatan hanya demi uang, bahkan sayang sekali harusnya jika mereka melakukan semua itu hanya demi uang. emm bayarannya sangat mahal dalam diri kita sendiri dibanding dengan uang bayaran yang kita dapatkan di menurut aku" kata Nana diangguki oleh Salma dan juga dini.


"iyaa bener mbak, jika penjahat itu punya anak atau pasangan kan kasian juga dikasih uang haram" kata Naura membuat semuanya menganggukan kepala.


"iyaa, makanya kelak kalian harus berhati-hati jika mencari ikan untuk rumah tangga kalian. mbak pesan, carilah lelaki yang baik akhlaknya. karna jika akhlaknya sudah baik, insyaallah kedepannya lelaki tersebut bisa menjadi imam yang baik untuk kalian" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"amiinn" jawab keempatnya serempak, kemudian mereka pun tertawa karna kekompakan yang mereka lakukan.


"oiyaa mbak, kapan katanya Bu Sandra itu mau datang kesini?" tanya Naura pada Rita.


"ntah, katanya si nanti waktu jam makan siang. kenapa memangnya?" jawab Rita memberikan sebuah pertanyaan lagi pada Naura.

__ADS_1


"gapapa si, Naura cuma nanya aja" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.


"bersikaplah biasa aja ya nau jika dia ada, mbak ngga mau kamu menunjukkan rasa tidak nyaman kamu dengan kehadiran orang baru didepannya. biar gimana pun dia tamu dirumah ini" kata Rita memperingatkan Naura.


"iyaaiyaa mbak tenang aja deh, yang penting kita lihat dulu nanti orangnya bagaimana. kalo orangnya memang baik ya pasti dari awal dia datang kerumah ini ketauan sifatnya seperti apa sebagai tamu, iyakan mbak?" jawab Naura membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala mendengar respon adik iparnya.


"memang siapa yang mau datang si mbak?" tanya dini yang sedari tadi diam kini mengeluarkan suaranya.


"nyonya Sandra, pemilik rumah ini yang dulu dia mau kesini nengokkin bi surti sekaligus silaturahmi sama kami dirumah ini. kalian bisa kan bantu mbak?" tanya Rita pada ketiga orang didepannya.


"bantu apa mbak?" tanya Nana yang langsung menatap Salma dan juga dini.


"bantu mbak buat melihat dia sebaik apa yang dikatakan bi Surti atau tidak, karna rencananya mbak jika memang dia beneran baik seperti yang bi Surti bilang mbak akan mau berteman dengan dia tapi jika dia tidak sebaik yang bi Surti bilang ya terpaksa mbak ngga akan izinkan lagi dia menginjak rumah ini" jawab Rita yang langsung diangguki oleh ketiga remaja didepannya.


"bisa aja mbak, memang dia datang jam berapa?" tanya dini penasaran.


"nanti si jam makan siang kata bi Surti, kalian tenang aja nanti mbak akan kasih kalian hadiah sebagai ucapan terimakasih karna udah bantuin mbak dan main kerumah ini" jawab Rita membuat senyum ketiga remaja tersebut mengembang.


Nana yang melihat tatapan kedua orang sahabatnya itu langsung memelototkan matanya, malah membuat kedua sahabatnya itu menciut dan menunduk melihat tatapan tajam dari Nana.


"udah santai aja, kalian udah makan belum? kalo belum, habisin dulu ini cemilannya masih banyak didapur" kata Rita membuat ketiga sahabat Naura itu tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa tenang aja mbak, nanti juga habis semua itu dilalap orang-orang ini" jawab Naura dengan tertawa kecil.


"yaudah kalo gitu, jngan sampe ngga dihabisin ya. nanti ngga jadi mbak kasih hadiah kalian" ancam Rita pada keempat anak remaja tersebut, mereka pun tertawa dan menganggukan kepala.


" mbak naruh keena dulu ya kekamar kasian tidur kaya gini" kata Rita dengan senyum mengembang.


"udah disini aja si mbak, lagian ini kan juga besar Sofanya. kita pindah ke bawah deh biar lebih lega, lagian emang keena bisa polahan ya kalo tidur kan masih bayi" kata dini dengan dahi mengerut.

__ADS_1


"bukan begitu, karna ada kalian. berisik! biasanya si disini, cuma ya karna adaa kalian pasti nanti keena ngga bisa tidur dengan tenang" jawab Rita membuat keempat orang tersebut mengerutkan bibirnya, sementara Rita terkekeh pelan melihat respon keempat remaja tersebut.


"udahlah, mbak bercanda kali jangan dimasukin kehati ya" kata Rita dengan senyum mengembang.


"ngga mbak, cuma masuk ke ampela kok" jawab dini asal, membuat Rita terkekeh kencang hingga tak sengaja membangunkan keena yang terkaget mendengar suara tawa ritaa.


"naaahh kan, anaknya sendiri sampe kaget denger suara ketawa emaknya" kata Salma menertawakan Rita yang mulai panik karna anaknya nangis karna kegat dengan suaranya.


"hehehe dia tau suara emaknya beberapa oktaf diatas kita itu" jawab dini dengan terkekeh.


"iyaa, ada-ada aja mbak Rita ini. udah sana bawa masuk kerumah aja keenanya" kata Naura yang langsung dibalas anggukan kepala oleh Rita.


"iyaa kalian disini aja ya, nanti kalo ada yang datang kasih tau aja sama bi Surti" kata Rita berpesan sebelum melangkah kan kaki menuju kamarnya.


" iyaa mbak tenang aja" jawab Naura pelan.


setelah kepergian Rita keempat remaja tersebut pun melanjutkan obrolan mereka, sesekali tertawa dan sesekali keempatnya saling sikut menyikut kepada salah satunya. itulah kebiasaan anak remaja saat ini.


"oiyaa nau, kapan nih kita balikin formulir. bener loh kata mbak Rita tadi, harusnya kita udah ngembaliin formulir universitas itu" kata Salma dengan mencomot satu kue yang terhidang didepannya.


"gampang lah aku mah, nanti aja seminggu sebelum masuknya. aku masih malas loh datang kekampus, masih nyaman dirumah"jawab Naura mengambil segelas air minum yang ada dihadapannya. tenggorokannya terasa kering sejak tadi karna banyak mengobrol dengan ketiga sahabatnya dan juga Rita.


"iyaa nih Salma, lagian masih ada waktu dua minggu lagi ngga si liburan kita. udah santai aja sebelum nanti masa ospek kita disibukkan dengan banyak hal" jawab Nana membuat dini juga menganggukan kepala.


"laah emang kalian ga penasaran apa sama kampus kita sekarang? kita belum lihag-lihat seluruh bagian kampus loh, ngga lucu kan nanti pas masuk kita plonga-plongo gatau tempat mana yang harus kita tuju" jawab Salma memberikan alasan yang masuk akal.


"iyaa juga si, tapi nanti juga lama-lama kita tau. santai aja laah sal, ngga usah terburu-buru gitu. sebenarnya kenapa si kamu mau cepet-cepet balikin formulir daftar ulang, tumben banget biasanya juga kamu yang paling males" jawab dini membuat Nana dan juga Naura mengganggukan kepala membenarkan apa yang dini katakan.


"hehehehe kali kita bisa negecengin kating dikampus nanti loh" jawab Salma cepat dengan terkekeh membuat ketiga sahabatnya itu memutar bola mata jengah.

__ADS_1


"kebiasaan deh, inget apa yang dibilang mbak Rita. belajar dulu yang bener, kuliah dulu sampai lulus baru mikirin pacar-pacaran" kata Naura yang langsung diangguki oleh dini dan juga Nana.


"tau nih Salma, masih piyik juga" jawab Nana membuat Salma mengerucutkan bibirnya.


__ADS_2