Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
sembilanpuluhdua


__ADS_3

tiga puluh menit kemudian mereka pun sampai dirumah sakit dimana keena dilahirkan, selesai melakukan pendaftaran mereka pun harus antri untuk melakukan pengecekan pada bayi dan antri saat masuk keruang dokter untuk imunisasi.


menunggu lebih dari setengah jam, akhirnya semua proses pun selesai. keena yang sempat menangis saat jarum suntik menembus bagian kulit tangannya pun saat ini sudah mulai tenang dan tertidur karna sudah diberikan ASI ekslusif oleh Rita.


mereka berdua pun menunggu taksi online yang sudah Naura pesan dilobby rumah sakit, Rita mendorong stroler keena yang dimana bayi itu masih tertidur dengan pulasnya.


"kita jadi nih mbak ke mall?" tanya Naura dengan wajah binar.


"iyaa jadi, tapi jangan lama ya. ingat abis makan siang kita harus pulang" jawab Rita diangguki oleh Naura.


Naura pun merasa senang, akhirnya setelah apa yang mereka alami kali ini bisa merasakan bebas keluar dari rumah dengan tenang bersama kakak ipar dan juga ponakannya.


"tuh taksinya udah datang mbak, sini strolernya aku lipet dulu. mbak masuk duluan aja sama keena" kata Naura, Rita pun menggendong keena dan masuk kedalam taksi online lebih dulu. kemudian Naura dibantu sopir taksi online tersebut memasukkan stroler keena kedalam bagasi setelahnya ia pun kembali masuk kedalam taksi online tersebut mengikuti Naura.


"ke mall ya mbak? sesuai aplikasi" kata supir taksi online tersebut.


"iyaa pak, pelan-pelan aja ya pak" jawab Rita dengan senyum.


supir pun melajukan mobil kearah mall sesuai yang tertera pada aplikasi tersebut, tak sampai dua puluh menit mereka pun sampai didepan mall. Rita pun membayar ongkos taksi dan keluar dari taksi online tersebut didepan pintu masuk mall. sementara Naura menurunkan stroler keena Rita pun menunggu Naura sambil berjalan pelan memasuki mall, tak lama Naura pun menghampiri dan memberika strolernya pada Rita. Rita pun kembali membaringkan keena pada stroler tersebut.


"kita mau kemana dulu mbak?" tanya Naura pada Rita yang mendorong stroler keena.


"kemana ya? emmm kamu ada yang mau dibeli ga si?" tanya Rita, Naura pun mengangguk antusias.


"adalah mbak, yuk kesana" ajak Naura menunjuk salah satu tempat aksesoris wanita. disana Naura memilih banyak sekali aksesoris yang biasa dia pakai, tak lupa pula dia membelikan berbagai macam bandana untuk sang ponakan. setelah puas mereka berdua pun keluar dari toko aksesories tersebut.


"kemana lagi nih nau?" tanya Rita.


"beli baju yuk mbak, kayanya kita udah lama kan ga shoping?" tanya Naura dibalas anggukan oleh rita.


"eehh tapi kita beli baju untuk keena dulu ya nanti baru beli baju untuk kita, jangan pisah lah mbak takut" jawab Rita diangguki oleh Naura.


"beres mbak, yuk kita keatas aja belinya. disana lebih banyak pilihan toko baju bayi kayanya" ajak Naura, keduanya pun menaiki eskalator untuk menuju kelantai yang ditunjuk oleh Naura. setelah sampai keduanya pun masuk kedalam salah satu toko pakaian bayi yang lumayan terkenal.


"kamu ga salah nau ngajakin mbak ke toko ini, lumayan loh harganya?" tanya Rita bilas senyum oleh Naura.

__ADS_1


"ngga mbak, udah tenang aja" jawab Naura santai.


"tapi nau, jangan banyak-banyak ya. mbak takut ga sanggup bayar" jawab Rita, sementara Naura hanya terkekeh mendengar perkataan Rita.


"mbak, mbak kamu itu berapa tahun si jadi istri mas Bayu. selama ini mas Bayu kasih kamu uang berepa si mbak?" tanya Naura membuat Rita memicingkan mata.


"banyak si, cukuplah untuk satu bulan. eemm mungkin lebih dari cukup kali ya untuk orang kampung kaya aku" jawab Rita sambil memilih-milih pakaian yang sekiranya cocok untuk sang anak.


"nah kalo begitu gampang lah masalah bayar membayar mah mbak, gimana sih" jawab dengan enteng membantu Rita memilih beberapa pasang pakaian yang cocok untuk keena.


"tapi disini mahal loh nau, lihat ini baju sekecil ini aja harganya tujuh ratus ribu nau. lihat" kata Rita menunjukan salah satu pakaian anak dengan model dress kecil yang sangat lucu.


"itu kan dress mbak, wajarlah agak mahal. coba yang biasa aja, lagian keenakan baru satu bulan. beli yang wajar ajalah mbak" jawab Naura sembari terkekeh melihat Rita yang shok dengan harga baju-baju bayi dalam toko tersebut. bagaimana tidak, paling murah yang ada di toko itu adalah seratus lima puluh ribu satu potong.


"andai aku beli kepasar, harga segini udah dapat tiga atau empat pasang" gumam Rita yang masih terdengar oleh Naura yang terkikik geli mendengar gumaman kakak iparnya.


"itu dipasar mbak, ini di mall. beda lah" jawab Naura dengan berbisik ditelinga Rita membuat Rita tersentak kaget.


"Ayuk mbak jangan lama-lama, kita harus keliling lagi kan" ajak Naura, setelah memilih beberapa potong baju akhirnya Rita membawa empat potong pakaian anak kekasir.


"satu juta tiga ratus empat puluh sembilan ribu sembilan ratus ya Bu" kata mbak kasir sembari tersenyum dan menyerahkan paperbag berisikan pakaian keena yang sudah dikemas.


"mbak cepet bayar" desak Naura yang melihat Rita malah terbengong mendengar perkataan si mbak kasir.


"oh iyaa, ini mbak" kata Rita menyerah kan ATM miliknya, si mbak kasir pun menerima ATM tersebut dengan menyunggingkan senyuman ramah. transaksi pun berhasil, mereka bergegas keluar dari toko tersebut. Rita memilih duduk sejak di kursi yang berada tak jauh dari toko tersebut.


"nau, nau lain kali ngajak mbak ke mall yang biasa aja nau biar mbak ga kaget liat harganya. sampe shok mbak, harga baju keena empat potong aja hampir satu setengah juta" kata Rita membuat Naura terkekeh.


"kenapa sih mbak sampe segitunya banget" jawab Naura yang masih terlihat santai.


"yaampun nau, jelas lah. duh kamu ini, bedalah ya kamu terlahir udah dari sananya kaya kali ya beda sama mbak" jawab Rita dengan kesal terhadap adik iparnya tersebut.


"tunggu deh mbak, emang selama ini mbak ngga dikasih kartu sama mas Bayu?" tanya Naura yang sedari tadi heran dengan kakak iparnya tersebut.


"kartu apa?" tanya Rita yang mulai penasaran. Naura pun mengambil sesuatu dari dalam tasnya, ia mengambil dompet dan membuka isi ya. menarik salah satu kartu yang terpajang disana.

__ADS_1


"kartu kaya gini" jawab Naura menunjukan black card pada Rita. Rita yang merasa tak asing dengan kartu seperti itu pun memicingkan matanya, kemudian ia berusaha mengingat ingat pernah atau tidak Bayu memberikan kartu seperti ini.


"gimana mbak? tadi sepertinya ATM mbak yang biasa kan" tanya Naura. Rita pun menjawab hanya dengan anggukan kepala karna fikirannya saat ini masih entah kemana.


"oh iyaa mbak ingat, kayanya mbak pernah dikasih kartu kaya gitu tapi,,,," jawab Rita terputus.


"tapi kenapa mbak?" tanya Naura penasaran.


"tapi patah kayanya nau" jawab Rita dengan lirih membuat Naura membelalakan mata mendengar ucapan Rita.


"apa, patah?!" teriak Naura membuat seluruh perhatian pengunjung mall tertuju pada nya dan juga Rita.


"heheh maaf, maaf ya" kata Naura menatap bergantian para pengunjung yang berlalu lalang. kemudian ia pun beralih menatap kakak iparnya yang terlihat polos, atau ntah bodoh baginya tersebut.


"mbak serius, blackcard nya patah?" tanya Naura yang masih tidak percaya.


"iyaa patah, tapi mbak lupa belum bilang sama mas Bayu. kayanya masih di lemari yang ada dirumah ibu deh" jawab Rita dengan santai, Naura pun tak melanjutkan lagi pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada kakak iparnya. ia pun memilih membeli sebotol minuman dingin digerai yang terletak tak jauh dari tempatnya beristirahat, setelah tenang ia pun kembali menghampiri Rita yang meminta minuman yang ia pegang.


"minta dong nau" kata Rita, Naura pun memberikan minuman miliknya pada Rita dan langsung diteguk Rita hingga habis.


"astagfirullah aku gatau harus ngomong apa sama kamu mbak, blackcard dong sampe patah" gumam Naura membuat Rita mengerucutkan bibirnya.


"memang kenapa sih, sama aja kan sama ATM yang aku pakai tadi?" tanya Rita dengan polosnya.


"jelas aja bedalah mbak, karna dengan benda ini. mbak bahkan bisa membeli seluruh pakaian yang ada ditoko tadi" jawab Naura, kini Rita yang kembali dibuay tersendak dengan air liurnya sendiri mendengar perkataan Naura.


"yang bener kamu nau, jangan bercanda" jawab Rita yang merasa tak percaya.


"ngapain aku bohong mbak, mbak mau bukti? yuk kita pakai punya aku sepuasnya, mbak mau beli apa lagi sekarang?"tanya Naura menantang.


"eehh ngga usah lah, mending kamu pakai buat beli keperluan kamu aja" jawab Rita.


"udah Ayuk" ajak Naura menggandengkan tangan Rita dan sebelahnya lagi mendorong stroler keena.


"kita mau kemana nau?" tanya Rita, sedangkan yang ditanya hanya diam memasuki salah satu toko merek terkenal L*** V*****. Rita pun terbelalak melihat Naura menariknya memasuki toko tersebut.

__ADS_1


_______________________________________


follow Ig outhor ya guys @adivahasanah ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™ jangan lupa komen, vote dan juga like ya๐Ÿ™ outhor juga terima keritik dan saran dari pembaca, terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2