
sementara Maura didalam sel tahanan masih berusaha untuk bisa bebas dari dalam sana, ia berusaha mencari koneksi agar bisa bebas dengan mudah. akhirnya ia pun mendapatkan salah seorang napi yang memang memiliki bos bandar narkoba, mereka pun sangat akrab hingga akhirnya Maura diperkenalkan oleh napi tersebut kepada bosnya.
"bagaimana, apa kamu sudah siap bertemu dengan bosku? ingat, hanya dia satu-satunya cara jika kamu ingin terbebas dengan mudah dari sel ini. hanya dengan jaminan yang dia keluarkan kamu bisa bebas, asal kamu mau mengikuti segala perintahnya. bagian, kamu setuju kan?" tanya napi tersebut pada Maura yang langsung menganggukan kepala tanpa berfikir lagi.
"tentu saja aku mau, asal aku bebas dari tempat ini aku akan melakukan apapun yang orang itu suruh. sebagai bentuk balas budiku padanya, tapi bagaimana mungkin dia bisa membebaskan aku dengan mudah. apa kamu yakin?" tanya Maura yang masih meragukan napi tersebut.
"hahahah, apa kamu masih ragu padaku?" tanyanya sambil menghisap puntung rokok yang berada ditangannya.
"baiklah aku akan percaya padamu kali ini, tapi ingat jangan membohongi ku" jawab Maura disambut tawa kecil oleh napi tersebut.
"tenang saja, aku tak akan mungkin membohongimu. aku sudah sering kali masuk kedalam jeruji besi dan membantu mereka yang tak mau berada didalam sini, dan asal kamu tau setelah kamu bebas dan kamu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh bos tentu kamu akan tetap mendapatkan bayaran yang sesuai. dan ya pastinya lebih dari cukup untuk kamu hidup bermewah-mewahan" jawab napi tersebut mniat senyum mengembang dibibir Maura.
"apa kamu serius? kamu sedang tidak bercanda kan?" tanya Naura menatap napi tersebut dengan pandangan serius.
memang tahanan di sel tersebut digabung antara laki-laki dan juga perempuan, ntah bagaimana maksudnya.
"tentu saja, untuk apa aku berbohong. tak ada gunanya berbohong pada sesama napi asal kamu tau hahahah" jawabnya dengan nada ketus membuat Maura memutar bola mata malas.
"baiklah, terimakasih. tapi jika memang dia bisa membebaskan aku, kenapa kamu juga tak dia bebaskan?" tanya Maura yang membuat napi tersebut tertawa kecil.
"tenang, nanti juga aku akan bebas sama seperti mu. tapi tidak langsung, karna aku juga baru beberapa Minggu disini. santai sajalah, sekalian cari mangsa bagi mereka yang ingin bebas dengan cara instan" jawabnya menyunggingkan senyum semirik.
"oalaaahh begitu caramu mencari pekerja untuk bosmu" jawab Maura, seketika mereka berdua pun saling menganggukan kepala bersama.
"tentu saja, didalam sini banyak penjahat yang ingin uang banyak dan itu aku gunakan sebagai kelemahan. siapa sih manusia yang ga suka uang, iyakan?" jawabnya membuat Maura semakin menganggukan kepala.
__ADS_1
"iyaalah, sudah bebas pas keluar pun bekerja dan dapat uang. yaa meskipun ntah apa pekerjaannya yang penting mendapatkan uang" jawab Maura dengan tertawa memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"kamu sama saja dengan mereka, sama-sama menyukai uang. padahal kamu salah satu keluarga Adipura" katanya membuat Maura sedikit kaget karna ternyata orang tersebut mengetahui identitasnya.
"ba-bagaimana kamu bisa tau?" tanya Maura dengan berbisik.
"tentu saja aku tau, itu bukan hal yang susah untukku. tapi tenang aja, setelah kamu bebas kamu bisa membalas dendam dengan keluarga mereka. tenang saja, kamu bisa memakai rekan sesama pekerja mu nanti untuk membantumu" jawabnya membuat mata maut berbinar.
"apa kamu serius?" tanya Naura yang langsung disambut anggukan kepala oleh napi tersebut.
"tentu saja, aku tak akan bohong. tapi, itu pun jika mereka mau. tapi aku yakin mereka pasti mau kok" jawabnya membuat Maura menyunginggkan senyum lebar.
"kamu harus pastikan kalo mereka mau, karna aku akan tetap balas dendam dengan mereka tak terkecuali pada adikku sendiri." kata Maura dengan mata menyiratkan kemarahan.
"adik? adik kandung?"tanya lelaki tersebut membuat Maura menganggukan kepala.
"waaaahh hebat, seorang nyonya Adipura ternyata bisa berselingkuh juga?tapi menurut yang aku dengar, nyonya Adipura adalah nyonya kedua. sementara nyonya pertama sudah meninggal, apa benar?" tanyanya mengorek informasi lebih dalam dari Maura.
"ntah lah, sepertinya begitu. karna sewaktu mereka datang terakhir kali, mereka menyebut jika ibuku lah yang membunuh nyonya Adipura pada saat itu namun tidak diketahui oleh siapapun hingga akhirnya ibu berhasil mengambil simpati dari tuan Adipura dan akhirnya mereka menikah" jawab maura dengan mata menerawang jauh.
"waahh begitu ceritanya, andai ini diketahui orang luar pasti akan jadi berita yang sangat menghebohkan. tapi, bagaimana nasib ibumu sekarang pasti seorang Bayu Adipura sudah tau kebenaran yang sebenarnya yang terjadi dalam keluarganya. apa yang dia lakukan pada ibumu?" tanya napi tersebut yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Maura.
"ntahlah, aku juga tak tau. tapi aku harap ibu baik-baik saja, biar gimana pun dia tetaplah ibuku" jawab Maura dengan menundukkan kepala.
"kalo begitu setelah kamu bebas nanti, kamu harus mencari tau dimana keberadaan ibumu. apa kamu aku bantu dengan koneksiku? tapi kamu harus membayarnya dengan hal yang pantas" jawab napi tersebut membuat Maura menyeritkan kening.
__ADS_1
"hal yang pantas apa maksudmu?" tanya Maura agak ragu dengan perkataan napi tersebut.
"kamu harus menjalankan beberapa misi yang akan diajukan oleh bos nantinya, jika kamu berhasil maka kamu akan dapat informasi lengkap tentang keluarga Adipura serta keberadaan ibumu. bagaimana? dengan begitu kamu lebih bebas melakukan balas dendam mu" jawab lelaki tersebut membuat Maura terdiam memikirkan tawaran yang sangat menguntungkan baginya, padahal Maura tak tau jika semua itu adalah tipu muslihatagat Maura bisa masuk lebih jauh kedalam lingkungan bandar narkoba tersebut.
"baiklah aku akan terima syarat darimu, tapi ingat semua informasi itu ingin aku dapatkan dan kamu tak boleh melanggarnya" jawab Maura menjulurkan tangan pada napi tersebut.
"baiklah tenang saja, semuanya pasti sesuai dengan apa yang kamu mau asal kamu bisa mengerjakan apa yang bos perintahkan dengan baik. apa kamu sanggup?" tanya napi tersebut yang langsung diangguki oleh Maura.
"baiklah, aku sanggup" jawab maura dengan singkat membuat napi tersebut menganggukan kepala sambil tersenyum semirik.
"baiklah, bersiaplah karna sebentar lagi utusan bos datang untuk menemuimu. kau harus berkata seusai dengan apa yang tadi kau katakan padaku. jika kamu tak sesuai, maka mau akan tau konsekuensinya" kata napi tersebut dengan tegas. maura pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban, sebenarnya Maura pun sedikit ragu dengan pekerjaan yang diberikan oleh lelaki tersebut tapi akal sehatnya dan dendam membuatnya merasa harus melakukan semua itu agar dapat bebas tanpa mengeluarkan uang sedikitpun. apalagi saat ini dia benar-benar tak memiliki siapapun, bahkan sang ibu yang dia harapkan akan membebaskannya justru ia sendiri tak tau dimana keadaannya.
tak lama seorang sipir memberi tahukan jika ada seseorang yang hendak menjenguk Maura. Maura pun menatap napi tersebut yang menganggukan kepala.
"silahkan, waktu kalian hanya limabelas menit" kata sipir tersebut memberikan waktu untuk keduanya.
"jadi kamu benar-benar ingin bebas dari tempat ini? kenapa? apakah kamu ada tujuan hingga ingin segera bebas dari tempat ini?" tanya lelaki tersebut yang maura sendiri pun tak tau siapa namanya.
"tentu saja, aku akan membalas dendam dengan mereka yang telah memasukkan ku kesini. apa kau benar bisa membantuku?" tanya Maura pada lelaki tersebut dengan suara pelan.
"tentu saja, tapi seperti yang kau ketahui semuanya tidak ada yang gratis. kamu harus bekerja untuk kami, bagaimana?" tanya yang langsung disetujui oleh Maura.
"baiah, aku mau. tapi apa perkerjaan untukku?.....
bersambung....
__ADS_1
________________________________________
pengen tau ngga nih, apa perkerjaan Maura? terus pantengin ya, outhor akan langsung update dua bab malam ini๐ tunggu ya๐