
"apa ada hal lain yang kamu sembunyikan, yang kita ngga tau mas?" tanya Rita dengan menatap tajam Bayu.
"eehh ng-ngga ada kok" jawab Bayu dengan terbata-bata.
"yakin ngga ada yang kamu sembunyikan dari aku mas?" tanya Rita dengan nada sedikit menekan.
"iyaa benar yakin kok sayang, ngga ada sama sekali yang aku sembunyikan dari kamu, kamu kan tau sendiri aku selalu mengatakan apapun padamu" jawab Bayu berusaha meyakinkan Rita.
"maksud kamu apa si nak menuduh Bayu menyembunyikan sesuatu?" tanya ibu Rita dengan menyeritkan kening.
"tingkah mas Bayu aneh Bu, sepertinya emosinya terlalu berlebihan pada ibu sari. jadi aku fikir ada yang Bayu sembunyikan sesuatu yang bersangkutan dengan ibu sari sampai mas Bayu hilang kendali seperti itu" jawab Rita dengan santai membuat Bayu membelalakan mata.
"sepertinya kamu yang berlebihan dengan sayang, apa kamu ngga bisa merasakan bagaimana sakitnya hati aku melihat wajah orang yang telah membuat kedua orangtuaku merenggang nyawa. aku rasa aku wajar berbuat seperti itu pada ibu sari" jawab Bayu dengan nada santai.
"tidak mas, kamu seolah lupa jika beliaulah orang telah merawat dan membesarkan kamu hingga seperti sekarang. yaa memang menggunakan segala fasilitas yang memang menjadi hak kamu, tapi kamu jangan lupakan kasih sayang beliau yang begitu tulus sebelum kembalinya Maura kedalam tengah-tengah kalian." jawab Rita menekan setiap kalimat yang berhasil ia keluarkan dari mulutnya.
__ADS_1
berharap jika sang suami terbuka mata hatinya yang telah berlebihan membenci ibu yang telah merawatnya sedari kecil.
"aku bukan kamu yang bisa begitu saja memaafkan orang yang telah menyakiti hatiku, asal kamu tau sayang kehilangan orang yang paling kita cintai itu jauh lebih sakit terlebih saat kamu tau jika yang membuatnya meregang nyawa adalah orang yang juga sangat kita sayangi" jawab Bayu dengan menatap tajam Rita.
"sangat, aku sangat tau mas. aku puh mengerti apa yang kamu rasakan, tapi apakah kamu tidak bisa menyingkirkan keegoisan kamu. ibu sari sudah tua mas, beliau harus tinggal disebuah perkampungan yang entah berada dimana seorang diri tanpa anak ataupun saudara. mas, suatu saat andai terjadi apa-apa dengan ibu apa kamu siap kehilangan wanita yang telah membesarkan mu, kehilangan sosok seorang ibu untuk yang kedua kalinya? apa kamu sanggup mas kehilangan ibu sebelum kamu mampu meminta maaf atas apa yang telah kamu lakukan padanya?" tanya Rita kembali membuat Bayu tersentak.
sementara ibu Rita yang mendengar perkataan anaknya kepada suaminya itu pun menggelengkan kepala tak percaya. karna begitu beraninya Rita berbicara tegas pada pemimpin rumah tangganya.
"ini bukan lagi soal siapa yang salah dan siapa yang benar mas, kejadian itu sudah puluhan tahun berlalu bahkan aku sangat yakin ibu sari telah sempat menyesali perbuatannya makanya dia begitu menyayangi kamu seperti anak kandungnya sendiri." lanjut Rita kembali membuat Bayu terdiam.
"makanya kan tadi aku tanya, adakah sesuatu yang masih mas Bayu sembunyikan. kalo tidak kenapa dia sampai semarah ini dengan ibu sari Bu, lagipula kenapa baru sekarang mas Bayu mencari tau semua ini. kenapa ngga dari dulu yang mungkin ya ibu sari masih terlihat bugar, coba lihat saat ini Bu. andai ibu diposisi ibu sari, apa ibu mau diperlakukan seperti itu disaat masa tua yang seharusnya ia jalani dengan kehidupan yang lebih baik?" tanya Rita pada ibu kandungnya yang langsung terdiam.
"kenapa kamu jadi terus membela ibu sari si rit? kenapa kamu terus memojokkan kamu seolah aku lah yang paling bersalah disini, justru aku disini yang paling disakiti Rita bukannya dia" jawab Bayu dengan nada yang mulai meninggi.
"bukan membela ibu mas, aku hanya ingin kamu tidak menyesal mas. bukannya kamu tau sendiri bahwa dalam agama kita ada tiga ibu yang harus kita hormati, ibu yang melahirkan, ibu yang menyusui, dan juga ibu yang telah merawat dan membesarkan kita. iyakan Bu? aku pernah bilang bukan mas, lihat salah satu dari itu. ada diposisi mana ibu sari terhadap kamu, kita sebagai suami istri harus saling mengingatkan mas. aku marah dengan Bu sari, iya. marah! kecewa? tentu! tapi jangan lah kotori hati kita dengan sebuah dendam masa lalu mas. lagi pula apa yang kamu lakukan saat ini ngga akan mengembalikan kedua orangtua kamu kan mas" jawab Rita masih berusaha menyentuh hati suami yang mulai keras.
__ADS_1
"lagi pula mas, sepertinya aku merasa kamu bukan lagi Bayu suamiku yang dulu. semenjak kamu menaiki posisi diperusahaan kamu, kamu berubah menjadi sosok yang sangat sangat tidak aku kenal." lanjut Rita membuat Bayu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"maksud kamu apa?" tanya Bayu dengan raut wajah heran.
"benarkan? kamu jadi gampang terbawa emosi, jadi gampang marah-marah. Bayu suamiku yang dulu adalah suami yang paling sabar dalam menghadapi apapun, bahkan dulu saat pertama kali kita mencoba melihat gerak gerik Maura pun kamu tetap sabar walaupun akhirnya kita harus mengalah keluar dari rumah itu" jawab Rita dengan berani menatap sang suami yang menatapnya dengan tatapan tajam.
"keadaan yang telah merubahku Rita, perusahaan membutuhkan sosok yang jauh lebih baik dari pada yang sebelumnya. andai aku tetap menjadi orang yang sangat penyabar makan kesabaranku akan disalah gunakan oleh orang lain" jawab Bayu membuat Rita seketika terkekeh.
"tidak jika kamu pandai menempatkan diri mas, sementara kamu? kamu mulai melakukan hal sesuka hati kamu agar hatimu lega dan puas bisa melakukan apa yang hatimu inginkan. iyakan? hati-hati mas semua itu adalah tipu daya setan untuk menjebakmu dalam lembah yang tak seharusnya" jawab Rita kembali menyanggah perkataan Bayu.
"sudah-sudah kenapa kalian jadi berdebat seperti ini, nak Bayu sebanarnya ibu juga heran melihat emosi kamu saat melihat ibu sari. benar apa yang dikatakan Rita, kamu sepertinya terlalu emosi jika melihat beliau. andai ada satu hal yang memang tidak bisa kamu sampaikan pada keluargamu setidaknya sampaikanlah pada istrimu nak agar ia tak terus berpikiran buruk tentang kamu" kata ibu Rita membuat Bayu terdiam dan memikirkan setiap perkataan yang keluar dari mulut wanita paru baya tersebut.
"tida ada Bu, sama sekali tidak ada. ntah apa yang Rita katakan saya pun tak mengerti karena saya memang tak menyembunyikan apapun" jawab Bayu sambil menatap istri dan juga mertuanya secara bergantian.
"sudahlah Bu, aku lelah. bahkan untuk berbicara pun aku sudah sangat lelah, aku permisi ke atas Bu" kata Rita melangkahkan kaki kelantai dua menuju kamarnya diiringi tatapan dari suami dan juga ibu kandungnya.
__ADS_1
bersambung......