Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus54.


__ADS_3

siang hari setelah makan siang, Bayu pun membahas soal mereka yang akan mengunjungi Maura disel. namun, Naura menolak ikut dikarenakan masih merasa tak bisa mengontrol emosi jika dihadapan Maura, ya tentu saja itu hanya alasan Naura sebenarnya.


"ayolah nau, kita jenguk Maura ya. apa kamu ngga kangen sama kakak mu itu?" tanya Rita pada Naura yang tiba-tiba terdiam.


"ngga kok, ngapain aku kangen sama orang kaya gitu" jawab Naura acuh tak acuh.


"yakin, kamu ngga kangen. coba sini tatap mata mbak" jawab Rita membuat Naura mengalihkan pandangannya.


"tuh kan kamu ngga berani natap mata mbak, udah yuk ikut ajalah" lanjut Rita memaksa Naura untuk tetap ikut.


"udahlah nau ikutin aja apa yang mbak kamu katakan, apa sudah ga sih" jawab Bayu yang sedari tadi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rita dan juga Naura.


"tapi aku gamau mas, kok kalian jadi maksa aku sih" jawab Naura dengan nada kesal.


"bukan begitu nau, tapi kami juga mau kekantor polisi karna melihat kamu itu rindu dengan Maura nau. udah deh ngga usah paket bantahan lagi, pokoknya kamu harus ikut mbak sama mas Bayu buat nemuin Maura disel" jawab Rita dengan tegas diakhir kalimat.


"udah non ikut aja, benar apa kata ibu. biar bagaimanapun Maura itu saudara dari non Naura, kalo bukan non yang menjenguk dia siapa lagi. bibi mohon jangan jadi orang pendendam non, bibi ngga mau non yang sudah bibi anggap sebagai anak jadi anak yang penuh dendam" kata bi Surti yang dari tadi pun ada disana mendengarkan perdebatan ketiga orang tersebut.


mendengar perkataan bi Surti, Naura pun menghela nafas berat dan menatap bergantian Rita dan juga Bayu yang menaganggukkan kepala padanya.


"baiklah kalo gitu, tapi ingat ya mbak cuma sebentar dan jangan lama-lama Naura ngga mau berurusan sama yang namanya kantor polisi lagi" jawab Naura dengan terpaksa akhirnya.


"iyaa nau, cuma sebentar kok. jangan khawatir, lagian itu kan kantor polisi jadi ngga mungkinlah Maura berbuat yang macam-macam pada kita. mbak jamin deh" jawab Rita dengan senyum mengembang menatap adik ipar dan juga suaminya bergantian.


"yaudah kalo gitu, aku kekamar dulu mau siap-siap" kata Naura yang langsung diangguki oleh Rita dan juga Bayu.


"tuh kan bener mas, aku yakin Naura itu pasti sebenarnya kangen sama Maura. apalagi mereka kan emang Deket banget, emang dasarnya aja Naura yang gengsian" kata Rita setelah Naura tak terlihat dari dari pandangan matanya.


"tapi kayanya bukan begitu deh Bu, saya merasa kan non Naura itu rasa kecewanya terlalu besar sampai-sampai dia tak mau sama sekali menemui Maura itu. namanya sayang wajar bukan Bu, karna mereka sodara, tapi rasa kecewa non Naura lebih besar dari pada rasa sayang itu. sayabgarap non Naura si ngga terlalu membenci Maura itu Bu" kata bi Surti yang ikut pembicaraan antara Bayu dan juga Rita.


"bi Surti bener sayang, sebenarnya mas juga ga enak kalo mas Naura kaya gini buat nemuin Maura. tapi mau gimana, polisi juga butuh keterangan kita kan. kita sama sekali belum memberikan keterangan loh pada polisi waktu itu" jawab Bayu yang dibenarkan oleh Rita.

__ADS_1


"ohh iyaa juga ya mas, malangnya nasib Naura ya mas. untung masih ada kamu yang bisa jadi kakak sekaligus ayah yang bisa membimbing dia, aku ga bisa bayangin kalo sampe Naura mikir kamu benci sama dia karna saudara dan juga ibunya yang udah buat keluarga kamu hancur berantakan" jawab Rita membuat Bayu menganggukan kepala.


"iyaa itu lah yang aku pikirkan, aku ngga mau sampai Naura menyangka aku membencinya. makanya sebisa mungkin aku akan bikin dia nyaman tinggal bersama kita sayang, segala keperluan dan juga kebutuhan dia mas akan penuhi" jawab Bayu yang dibenarkan oleh Rita dan juga bi Surti.


"iyaa bener banget mas, apalagi sekarang Naura Deket sama bi Surti. semoga bi Surti bisa menjadi teman yang baik sekaligus ibu untuk Naura, ya bi bantu kami ya bi" kata Rita pada bi Surti yang tersenyum dengan tulus.


"iyaa tentu saja Bu, saya pasti akan membantu dan juga mengarahkan non Naura pada jalan yang baik" jawab bi Surti disambut anggukan kepala oleh Rita dan juga Bayu.


"kalo gitu, kita siap-siap juga sayang. yuk, nanti keburu siang malah semakin panas jalannya" ajak Bayu pada Rita yang langsung melangkah menuju kamarnya. Rita pun mengikuti langkah sang suami setelah memberikan perintah pada bi Surti untuk membereskan sisa makanan dimeja makan.


"apa sebaiknya kita ga usah aja mas kantor polisi, nanti takutnya Naura merasa kita memaksa dia kesana dan peduli sama perasaannya lagi" kata Rita khawatir.


"gapapa kok sayang, mungkin Naura perlu mengeluarkan emosinya untuk terakhir kali pada Maura biar dia juga lega dan ngga ada beban dihatinya" kata Bayu dengan tenang mensejajarkan langkahnya dengan Rita.


"tapi,, apa mas yakin? aku takut Naura salah faham sama aku karna udah maksa dia untuk ikut" jawab Rita dengan kekhawatirannya.


"udah gapapa kok, yuk ajak keena juga ya" kata Bayu membuat Rita langsung menganggukan kepala.


mereka pun bersiap-siap, seteleh semua selesai mereka pun kembali kelantai bawah dimana ternyata Naura sudah menunggu duduk diruang keluarga bersama dengan bi Surti.


"gimana ya bi, saya takut keena rewel kalo ngga diajak bi" jawab Rita merasa tak tega meninggalkan keena.


"tapi kasian Bu kalo anak-anak diajak ke kantor polisi" jawab bi Surti yang dibenarkan oleh Naura.


"bener mbak, mendingan keena sama bi Surti aja dirumah. terjamin aman juga, lagian kita kan ngga akan lama. bi Surti juga gaada kerjaan kan siang ini?" kata Naura yang langsung dijawab anggukan oleh bi Surti.


"iyaa ngga ada non, gapapa ya Bu non keena sama saya aja dirumah" jawab bi Surti. Rita pun terpaksa menganggukan kepala.


"yaudah kalo gitu saya nitip keena ga bi, kami ngga akan lama kok. nanti kamu pasti langsung pulang" kata Rita membuat bi Surti tersenyum sementara Naura dan juga Bayu pun terkekeh kecil.


"yaa iya langsung pulang lah mbak, emang mau kemana lagi. mbak ini ada-ada aja deh" jawab Naura membuat Rita terkekeh kecil.

__ADS_1


"yaudah yuk jalan, bi nitip keena dulu ya sebentar" kata Bayu yang langsung diangguki oleh bi Surti.


"iyaa pak tenang aja, saya pasti akan jagain non keena dengan baik" jawab bi Surti dengan senyum tulus.


akhirnya Rita, Bayu dan juga Naura pun pergi meninggalkan keena bersama bi Surti. setelah mobil Bayu meninggalkan rumah, bi Surti pun langsung masuk kedalam rumah dan mengunci pintu utama agar aman.


sementara didalam mobil ketiga orang itu pun saling diam dengan pikirannya masing-masing.


" kamu gapapa kan nau ketemu sama Maura, ngga masalahkan?" tanya Bayu pada Naura yang menggelengkan kepala.


"gapapa kok mas, emangnya kenapa? yang harusnya nanya kaya gitu itu aku kali mas, kalian gapapa kalo harus ketemu sama Maura?" kata Naura menjawab pertanyaan Bayu dengan pertanyaan.


"yee kamu ditanya malah balik nanya, kalo mas si gapapa. tapi gatau kalo mbakmu ini, nanti tiba-tiba ngamuk lagi bisa berabe urusannya nanti" jawab Bayu membuat Rita terkekeh kecil.


"udah udah gapapa kok, lagian kan mbak yang ngajakin" jawab Rita dengan santai.


"yaa kalo mbak Rita ngga masalah ya aku juga ga masalah lah, yang pentingkan mbak Rita dulu bagimana kalo ketemu sama Maura" jawab Naura membuat Bayu menganggukan kepala.


"iyaudah kalo gitu Alhamdulillah, jadi ngga ada yang perlu mas khawatirkan" jawab Bayu dengan senyum mengembang.


"lagian apa yang perlu dikhawatirkan si mas, orang kita juga mau kekantor polisi kok. emang kita mau kemana, ngga akan bisa ngapa-ngapain juga kan Maura disana, udah santai aja si mas" jawab Rita dengan terkekeh mendengar perkataan Bayu.


"iyaa iyaa sayang, yaampun kok kayanya kamu ya yang semangat banget mah ketemu sama Maura. iya ga nau?" tanya Bayu pada Naura yang tertanya tengah melamun setelah perkataannya terakhir tadi.


"nau, eehh nau" kata Rita memanggil Naura hingga berulang kali.


"eehh iyaa apa mbak?" tanya Naura gelagapan.


"kamu ngelamun lagi kan? kamu sering banget ngelamun si nau, apa apa? apa ada masalah?" tanya Rita pelan menatap Naura dari kaca tengah mobil.


"ngga mbak, ngga ada kok" jawab Naura dengan singkat. setelah percakapan itu, semuanya pun hening dan tak kembali ada suara bersahutan. begitupun Rita yang kembali diam memikirkan perubahan sikap Naura yang tak seperti biasanya.

__ADS_1


________________________________________


maaf ya guys kalo up nya kelamaan, karna kadang reviewnya juga lama. dan itu udah terjadi di dua novelku ini dari dua hari yang lalu🙏


__ADS_2