
"ibu sari yang terhormat, demi tuhan aku tak pernah minta untuk dilahirkan apalagi dari rahim wanita seperti ibu. kalo aku bisa memilih aku akan memilih lahir dari rahim ibu Surti, meskipun dari orang tak mampu tapi memiliki hati dan juga akhlak yang baik" jawab Naura dengan nada tegas membuat Rita dan juga beberapa orang yang berada diruang keluarga itu membelalakan mata mendengar apa yang dikatakan gadis remaja tersebut.
ibu sari pun terhenyak mendengar perkataan Naura yang sangat melukai harga dirinya sebagai seorang ibu, ia merasa tak terima posisinya sebagai ibu kandung disamakan dengan posisi bi Surti yang menurutnya hanya orang yang menumpang hidup dengan anaknya.
"Naura, nak tidak baik bicara seperti itu pada ibu kandungmu nak" kata bi Surti membuat Naura mengalihkan pandangan pada ibu angkatnya tersebut.
"apa yang salah dengan perkataan ku Bu? sebagai anak tentu saja aku ga bisa memilih dari rahim wanita mana, iyakan? andai aku bisa memilih aku pasti gaakan mau lahir dari rahim ibuku. bukan aku yang minta dilahirkan, tapi dia lah yang menginginkan kelahiran ku Bu" jawab Naura yang sudah berkaca-kaca kembali menatap setiap orang yang ada diruangan tersebut.
"berani sekali kamu berbicara seperti itu pada ibumu Naura, apa beginj caramu berbicara pada orangtua? kurang ajar!!" bentak ibu sari menatap nyalang Naura yang langsung kembali menatap ibu kandungnya dengan tatapan tajam.
"kurang ajar ibu bilang?! Bu, asal ibu tau. setelah apa yang ibu lakukan padaku dan juga mbak Rita dan mas Bayu disitulah rasa hormatku pada ibu sudah hilang, ibu tak berhak lagi mendapatkan rasa hormat dariku. seharusnya ibu bersyukur karna aku tak mengikuti jejak ibu untuk berbuat jahat terhadap sesama perempuan apalagi sampai menjadi musuh dalam selimut" jawab Naura yang langsung mendapatkan tamparan tepat dipipi kanannya.
"Bu"
"Bu" teriak Bayu dan juga Rita membelalakan mata melihat ibu sari yang menampar Naura dihadapan kedua orangtua Rita dan juga bi Surti.
"sudah puas Bu?" tanya Naura dengan memegang pipi kanannya yang terasa perih akibat dari tamparan yang diberikan oleh ibu kandungnya.
__ADS_1
"nau, ibu ibu ga sengaja nau!" kata bi sari membuat Naura terkekeh kecil sebagai respon.
"sudah lah Bu, semua perlakuan ibu padaku sudah menjelaskan seberapa tak berartinya aku buat ibu. selama ini mungkin aku selalu diam atas apa yang sudah ibu lakukan untukku dan juga untuk keluarga kecil mas Bayu dan mbak Rita, tapi mulai hari ini aku Naura Adipura putri tidak akan pernah menganggap ibu ada meskipun ibu berada tepat dihadapanku" jawab Naura membuat beberapa pasang mata melotot tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis tersebut.
"nau, tolong jangan terbawa emosi. mbak mohon cabut kata-katamu, biar bagaimana pun ibu tetaplah ibu kandung kamu nau. kamu akan menjadi anak durhaka jika berbuat seperti itu pada ibu" kata Rita memberikan pengertian pada adik iparnya.
"biar kan saja mbak, maaf aku tak memiliki hati seluas samudra seperti mbak. terlebih lagi tangannya sudah mendarat dengan sempurna di pipiku, andai mbak bisa merasakan sakit hatiku mbak. yang kemarin aja pun belum hilang sekarang sudah ditambah lagi. maaf mbak, aku hanya bisa menyelamatkan mentalku yang sudah dihajar habis-habisan dengan keadaan" jawab Naura membuat Rita kembali terdiam.
Naura pun melangkahkan kaki keluar dari ruang keluarga dan kembali memasuki kamarnya yang berada dirumah tersebut.
"ibu lihatlah, bukannya mengambil hati Naura. ibu justru memberikan luka yang baru untuknya, sebenarnya mau ibu apa hingga berbuat seperti ini pada kami ? apa ibu masih akan terus melakukan apa yang ibu inginkan tanpa memikirkan perasaan anak-anak ibu? sampai kapan Bu?" kata Bayu menatap ibu sari dengan tatapan yang sulit diartikan.
"ibu lihatkan? bahkan ibu sari yang sigap memberikan ketenangan untuk Naura Bu, bagaimana Naura tidak nyaman dengan Bu Surti jika selama ini hanya dia yang ada didekat Naura" jawab Bayu membuat bu sari pun menatap tak suka pada Bayu.
"semua ini juga karna kamu bay, andai kamu ngga menyingkirkan ibu dari kehidupan kalian Naura ngga akan dekat dengan siapapun kecuali ibu sebagai ibu kandungnya. seharusnya kamu sadar karena semua ini pun karna kamu!" jawab ibu sari menyalahkan Bayu yang membuatnya terpisah dengan anak kandungnya sendiri.
"bahkan sebelum ibu aku pindahkan kesana, Naura sudah ikut aku lebih dulu dan lebih nyaman denganku bu. apa ibu lupa beberapa bulan sebelum ibu pindah bahkan Naura sudah lebih dulu tinggal dengan aku" jawab Bayu menyanggah perkataan ibu sari.
__ADS_1
"itu pun juga kena kalian yang sudah mempengaruhinya untuk membenci ibu kandungnya sendiri, terutama istri kamu yang selalu berwajah seolah tak pernah salah dihadapan Naura. iyakan!" jawab ibu sari dengan santai membuat Bayu kembali naik pitam atas apa yang dikatakan oleh ibu tirinya tersebut.
"ternyata Naura benar, ibu memang tidak pernah bisa berubah dan tidak akan pernah belajar dari kesalahan ibu sendiri. sebaiknya ibu cepat kembali ketempat ibu seharusnya berada, aku akan telpon kan mengawak yang akan mengantarkan ibu" kata Bayu yang langsung mengeluarkan ponsel mahal miliknya.
"kamu tidak bisa begitu dong Bayu, mertuamu bebas kamu izinkan tinggal dirumah ini selama apapun kenapa ibu tidak bisa?!" jawab ibu sari membuat Bayu terkekeh.
"terserah aku, ingat ini hakku bukan urusan ibu. lagi pula mereka adalah orangtua dari istriku, apa salahnya mereka berada dirumahku sendiri" jawab Bayu dengan santai memainkan ponsel mencari nomer kontak pengawal yang akan mengirim ibu sari ke desa terpencil tersebut.
"halloo, Supri cepat kamu kesini. silahkan bawa kembali perempuan ini ketempat seharusnya, dia sudah membuat Naura tidak nyaman dengan kehadirannya" kata Bayu ketika orang disebrang telpon tersebut sudah mengangkat panggilan telpon darinya.
"baik pak, tinggi sebentar lagi saya akan kembali kerumah bapak" jawab Supri yang berada disebrang telpon.
"baik saya tunggu" jawab Bayu dengan singkat, Bayu pun langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak.
"Bayu, Bayu tega sekali kamu pada ibu yang sudah dengan tulus membesarkan kamu. ingat Bayu, jika bukan karna ibu kamu tak mungkin ada diposisi sekarang" jawab ibu sari membuat Bayu memicingkan mata.
"ibu, apa ibu lupa. dengan atau tanpa ibu aku tetap akan ada diposisiku sekarang, karna semua yang aku miliki adalah milik kedua orangtuaku. bukan milik ibu, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan ibu dalam kehidupan aku" .....
__ADS_1
bersambung.....