
"nak Rita dan nak Naura hanya membuang parasit yang akan mengganggu rumah tangganya, maaf ya mang Jojo kamu harus ikut terseret pindah kerumah besar. mang Jojo benar karna nak Rita kurang srek dengan bi Narti makanya Naura minta Rita untuk memindahkan kalian berdua kerumah besar, tapi mang Jojo bukan karna nak Rita juga ngga srek dengan mang Jojo tapi karna mang Jojo disana dibutuhkan untuk tukang kebun" kata bi Surti menginterupsi perdebatan keenam orang tersebut.
"maksud bibi apa, aku parasit begitu?" tanya bi Narti dengan nada marah.
"loh, apa aku ada bilang kamu parasit? ngga kan! oohh atau kamu berbuat menjadi parasit dalam rumah tangga keduanya, iya?" tanya bi Surti menatap tajam Narti yang langsung membelalakan mata mendengar perkataan bi Surti.
"maksud bibi apa berkata seperti itu, jangan mentang-mentang bibi dekat dengan keluarga ini bahkan sudah dianggap orangtua mereka bibi jadi seenaknya pada saya. status kita tetap sama bi disini, sama-sama pembantu." jawab bi Narti membuat bi Surti terkekeh kecil mendengar perkataan perempuan tersebut.
"tentu saja saya tau diri, bahkan sangat tau. tidak seperti kamu yang seperti serigala berbulu domba, asal kamu tau ya. bahkan nak Rita bisa saja langsung memecatmu bukan hanya memindahkan kamu kerumah besar, tapi dia sadar jika kamu dikeluarkan maka kamu tidak akan dapat pekerjaan lagi. jadi lebih baik kamu sadari diri, dan bekerjalah sesuai dengan tugasmu" jawab bi Surti membuat bi Narti mengepalkan tangan tak menyukai perkataan bi Surti.
"oohh jadi kamu kerja dirumah ini ada maksud tertentu ya Narti, ih ngga nyangka deh aku. wajah aja terlihat polos tapi ternyata hati mu sangat-sangat busuk, kamu seharusnya berterimakasih sama Bu Rita Narti karna mau menerima kamu kerja yang mantan seorang Narapidana" kata bi Lastri yang memang satu kamar dengan bi Narti. bi Lastri pun menutup mulutnya karna keceplosan membuka rahasia yang ditutupi oleh bi Narti dihadapan bi Surti, sementara bi Narti yang mendengar perkataan bi Lastri pun menatap tajam temannya itu.
"ooohh jadi kamu itu mantan narapidana, memang feelling mbak Naura ngga pernah salahm tunggu disini biar aku kasih tau pada nak Bayu dan juga nak Rita" kata bi Surti yang langsung berjalan keluar untuk menghampiri Rita dan juga Bayu, bi Narti yang sudah merasa panik pun mencegah bi Surti dengan menjulurkan kakinya sehingga bi surti sedikit terjatuh terkena kaki bi Narti yang sengaja dijulurkan olehnya.
"astagfirullah, apa apaan kamu Narti. sepertinya kamu sudah kelewat batas Narti, ngga seharusnya kamu memperlakukan bi Surti sepeti ini. biar gimana pun bi Surti ini lebih tua dari kamu" kata bi Lasmi yang membantu bi Surti kembali berdiri.
"aku kebangetan, dia yang kebangetan. ikut campur urusan aku, apa salahnya kalo mantan narapidana itu bekerja? beberapa hari disini aku juga ngga berbuat macam-macamkan. harusnya kalian bersimpati padaku yang ingin berubah menjadi lebih baik" jawab bi Narti dengan nada angkuh, tak ada rasa menyesal sama sekali dengan perlakuannya pada bi Surti.
"iyaa tapi ngga sepeti itu juga cara kamu memperlakukan bi Surti, nar. kalo bi Surti cidera gimana" jawab pak sarman suami dari bi Lasmi yang sedari tadi diam mendengarkan perdebatan ketiga orang tersebut.
"ada apa ini ribut-ribut" kata Rita yang tiba-tiba datang kedapur melihat keributan yang terjadi dihadapannya.
"ini, nak Rita,,,,,,,,," jawab bi Surti yang langsung terputus oleh perkataan dari bi Narti.
"gaada apa-apa Bu, ini tadi bi Surti jatuh kesandung meja" jawab bi Narti dengan senyum menatap Rita yang seolah memicingkan mata.
"apa benar begitu?" tanya Rita dengan tatapan tajam melihat beberapa pasang mata dihadapannya yang hanya menundukkan kepala.
__ADS_1
"be-benar Bu" jawab bi Lastri dengan gugup.
"baiklah, ibu kenapa lama sekali hanya mengambil boks makan?" tanya Rita pada bi Surti.
"tadi ibu ingin membasmi tikus kecil yang nakal nak, akhirnya ibu tersandung deh makanya sedikit lama" jawab bi Surti melirik Narti yang memelototkan mata mendengar perkataan wanita paru baya tersebut.
"tikus? emang ada tikus Bu? yang bener aja bu" jawab Rita seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita paru baya tersebut.
"iyaa ada nak, masih kecil jadi licin" jawab bi Surti kembali berbohong.
"yaudah deh mending ibu kembali duduk dimeja makan, biar aku yang ambil boksnya. bi Lastri sama bi Lasmi tolong bantu ibu Surti ke meja makan didepan ya" kata Rita membuat kedua orang tersebut menganggukan kepala dan langsung memapah bi Surti yang terlihat kesakitan diarea pergelangan kakinya.
"bi Narti sama mang Jojo udah siap makan? yang lain udah nungguin didepan" kata Rita pada kedua orang tersebut yang langsung saling pandang.
"tapi Bu,,,,," kata pak sarman yang juga langsung terputus oleh bi Narti.
"kami siap Bu, sedikit lagi makanan kita abis. iyakan mang Jojo? ayok cepatin makannya mang" kata bi Narti yang langsung disambut anggukan kepala oleh mang Jojo.
"yasudah kalo udah selesai segera tunggu didepan gerbang, jangan lama-lama ya karna mas Bayu akan kekantor dan yang lainnya juga harus kuliah" kata Rita yang sudah mengambil empat boks makan untuk bekal Naura dan ketiga temannya.
"iyaa Bu" jawab keduanya serempak. Rita pun melangkah kan kaki menuju ruang makan depan dengan berjalan tegap, ia berpapasan dengan bi Lasmi dan juga bi Lastri yang jalan dengan menundukkan kepala
sementara diruang makan para pembantu bi Lastri dan bi lasmi pun mencecar berbagai pertanyaan pada bi Narti yang terlihat santai menikmati makanannya.
"eehh Narti, kamu jangan macam-macam loh dengan keluarga pak Bayu dan juga mbak Rita. jangan sampai apa yang bi Surti bilang itu benar, kalo tidak bisa tamatlah riwayat kamu" kata bi Lastri membuat bi Narti menatap tajam teman sekamarnya itu.
"maksud kamu apa, kamu juga menuduhku melakukan hal yang tidak-tidaj dengan keluarga ini?" tanya bi Narti menatap tajam bi Lastri yang langsung menundukkan kepala takut melihat wajah bi Narti yang terlihat menyeramkan jika marah.
__ADS_1
"Lastri hanya memberi tahukan Narti, bukannya menuduh. kamu tau sendiri kan jika keluarga pak Bayu ini konglomerat, kamu bahkan kita semua ini bukan lah apa-apa dan bukan tandingannya Narti. jadi lebih baik kamu jangan bersikap macam-macam dengan mereka, apalagi yang aku dengar dirumah itu hanya akan ada bi asih dan juga Naura dan ketiga temannya jadi kamu ngga boleh macam-macam atau sembarangan disana" kata bi lasmi memberikan pengertian pada bi Narti.
"apa pernah aku terlihat macam-macam dengan keluarga ini bi, ngga kan? aku itu ngga seperti apa yang bi Surti bilang, memang dia aja yang sirik sama aku bi" jawab Narti membuat kelima orang didepannya menggelengkan kepala.
"terserah kamu deh Narti, kami hanya mengingatkan saja. jangan sampai kamu berurusan dengan keluarga ini kalo kamu masih mau hidup bebas" kata bi lastri mengakhiri percakapan mereka.
sementara diruang makan depan tempat dimana para majikan berada mereka tengah menanyakan kondisi bi Surti yang terjatuh serta perihal yang sebanarnya terjadi.
"ibu gapapakan?" tanya Rita setelah menghampiri bi Surti yang sudah duduk dikursi.
"ibu gapapa nak, hanya sakit sedikit sepertinya sebentar lagi juga sembuh. kamu tenang aja" jawab bi Surti dengan tersenyum.
"sebanarnya kenapa si mbak, dan juga kenapa ibu bisa samoai jatuh" tanya Naura membuat bi Surti dan juga Rita saling pandang.
"mbak juga gatau nau, coba tanya sama ibu. soalnya tdi mbak kedapur ibu sudah dalam posisi jatuh si" jawab Rita membuat Naura mengalihkan pandangan menatap bi Surti.
Bayu yang mendengar perkataan Rita pun merasa ada hal yang tidak beres didalam rumahnya, dan ia akan mencari tau hal tersebut.
"panggilkan semua art dirumah ini sayang, biar mas tanyakan satu persatu pada mereka" jawab Bayu membuat Rita langsung menganggukan kepala dan berjalan kembali kedapur belakang dimana para art itu berada.
"kalian semua udah selesai sarapan?" tanya Rita pada keenam orang tersebut.
"udah bu" jawab semuanya serentak.
"baiklah, kalo udah mas Bayu menyuruh kalian semua berkumpul di meja makan yang didepan"jawab Rita membuat bi antri yang sedang minum pun tersendak sangking terkejutnya.
kelima orang yang lain pun saling pandang mendengar perkataan Naura, bingung harus berkata apa jika ditanyakan oleh Bayu atas apa yang terjadi oleh bi Surti. mereka yakin itu lah yang akan ditanyakan oleh Bayu.
__ADS_1
"ayok, kenapa malah pada bengong" ......
bersambung.......