
"nau, nau kita ngapain disini nau? yaampun disini mahal-mahal nau" kata Rita dengan berbisik merasa tak enak jika terdengar dengan pelayan ditoko terkenal tersebut.
"udah mbak pilih aja apa pun yang mbak mau, aku juga mau cari-cari apa yang mau aku beli ini. nanti kalo pakaian kita cari di G*** aja, ada yang aku incar" jawab Naura membuat Rita melongo dengar perkataannya.
"tapi nau, semua itu buat apa? selama ini juga yang kamu itu pakaian biasa kan?" tanya Rita penasaran sambil mengikuti Naura yang sibuk melihat-lihat apa yang akan ia beli.
"iyaa memang mbak, karna Naura masih SMA waktu itu. jadi Naura fikir, yasudahlah beli baju yang standar aja. tapi memang sesekali Naura beli yang seperti ini, cuma buat kalo ada undangan pesta sama temen si mbak" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.
"terus sekarang kenapa kamu mau beli barang-barang disini? kenapa ngga beli ditempat kamu biasa beli aja?" tanya Rita menyeritkan kening.
"begini mbak, aku kan udah kuliah ya. setelah aku fikir penampilan perlu lah ya, meskipun ngga dari ujung rambut sampai ujung kaki branded tapi seenggaknya salah satu nya boleh lah ya pake yang branded. makanya aku pengen beli beberapa pakaian branded untuk gonta ganti waktu kuliah nanti mbak" jawab Naura membuat Rita menggelengkan kepala.
"Naura, pakailah pakaian yang menurut kamu nyaman dipakai. bukan memakai pakaian yang terlihat ada harganya hanya untuk bergaya, apalagi agar terkesan waw dan menunjukkan jika kamu mampu untuk membeli barang seperti itu. ngga baik nau. didunia ini banyak orang yang terlihat suka, padahal menaruh rasa iri jika melihat orang lain yang lebih dari dirinya sendiri. kamu jangan lupakan itu" jawab Rita membuat Naura menoleh kearahnya.
"betul si mbak, tapi gapapa dong aku beli satu atau dua. kan ngga sering, ayolah mbak" jawab Naura membujuk Rita.
"terserah kamu si nau, toh kan pakai punya mu. tapi mbak ngga ya, kalo mbak mau nanti mbak mending minta sama mas Bayu" jawab Rita diangguki oleh Naura. Rita pun membantu Naura memilih beberapa barang yang sekiranya pas dibadannya. mulai baju, celana, sepatu, tas, ikat pinggang, sampai dompet.
Naura menghabiskan lebih dari tiga puluh juta rupiah untuk semua barang tersebut, setelah selesai membayar mereka pun melangkah kaki keluar dari store tersebut. kemudian Naura juga memasuki store G*** sesuai dengan apa yang ia katakan tadi, ia pun memilih beberapa pakaian yang sudah lama ia incar. setelah merasa cocok ia pun melakukan pembayaran dan keluar dari store tersebut.
saat ini ditangan Naura sudah ada empat buah paperbag, satu milik keena dan tiga milik Naura yang baru saja ia beli. mereka pun memasuki store H&M untuk membeli pakaian Rita dan juga Bayu, Rita giliran memilih sedangkan Naura hanya duduk menjaga keena yang tertidur di strolernya.
setelah puas memilih beberapa pakaian untuknya juga Bayu, Rita pun melakukan pembayaran dikasir yang tak jauh dari tempat Naura duduk. pembayaran pun selesai, mereka pun keluar dari store tersebut.
"mau beli apa lagi nih mbak?" tanya Naura.
"mbak mau beli perhiasan nau, yuk kita ketoko nya" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala.
"cape juga ya mbak jalan-jalan kaya gini" kata Naura yang mulai merasa letih sedari tadi berjalan dan berhenti hanya sesaat saat distore terakhir tadi.
"capek juga belanjaan kamu banyak nau" jawab Rita meledek.
"yee sama lah, mbak juga banyak" jawab Naura mengerucutkan bibirnya.
keduanya pun sampai disalah satu toko perhiasan yang ada didalam mall tersebut.
"ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya salah seorang pegawai ditoko tersebut.
__ADS_1
"saya mau cari perhiasan untuk bayi mbak, apa ada?" tanya Rita dengan senyum.
"ada Bu, mau yang satu paket atau mau yang biasa Bu?" tanya pegawai tersebut.
"satu paket ya mbak, yang paling bagus dan kadar mas murni ya mbak" jawab Rita membuat sang pegawai mengembangkan senyum lebar.
"baik Bu, tunggu sebentar ya" jawab pegawai tersebut berlaku meninggalkan Rita mengambil apa yang Rita inginkan, tak lama pegawai itu pun kembali dengan dua buah tempat kaca yang memperlihatkan sepaket perhiasan emas murni yang edisi kecil seukuran bayi.
"nah ini Bu keluaran terbaru dari tempat kami, hanya ada dua ini. meskipun hanya dua tapi permata mereka berbeda Bu, jadi tetap serupa tapi tak sama" kata mbak pegawainya.
"boleh saya lihat dulu mbak?" tanya Rita membuat pegawai tersebut mengangguk dan tersenyum.
"silahkan Bu" katanya menyerahkan dua buah kotak tersebut kehadapan Rita, Rita pun terlihat tertarik pada salah satu diantara keduanya. meskipun modelnya sama, tapi yang membedakan hanya batu permata yang ada pada anting, cincin dan juga kalung perhiasan tersebut.
"ini yang satu permatanya pink yang satunya agak kemerahan gitu ya mbak?" tanya Rita membuat pegawai tersebut menganggukan kepala.
"iyaa benar Bu, ini hanya ada dua dan kami ngga akan menjual yang seperti ini lagi. lemitied edition Bu" jawab pegawai tersebut dengan senyum mengembang.
"kira-kira berapa harga emas ini mbak?" tanya Rita.
"harganya dua puluh empat juta delapan ratus ribu rupiah Bu" jawab pegawai tersebut dengan lancar, tak sabar untuk dapat menggaet pelanggan yang akan membeli perhiasan kecil yang lemitied edition tersebut. karna dengan begitu ia pun akan mendapat bonus lebih dari pemilik toko perhiasan tersebut.
"iyaa Bu, namanya juga lemitied edition" jawab pegawai tersebut tak seramah tadi.
" menurut kamu bagusan yang mana nau?" tanya Rita pada Naura yang sedari tadi sibuk memilih perhiasan yang ia inginkan sembari mendorong stroler keena. Naura pun menghampiri Rita yang masih berhadapan dengan pegawai tersebut.
"kayanya yang ini cantik mbak, kalo pink kayanya biasa ya dan warna nya juga agak pucet. takut nanti lebih cepat kusam" jawab Naura diangguki oleh Rita.
"yaudah mbak saya ambil yang ini ya" jawab Rita menunjuk perhiasan lemitied edition yang berwarnakan kemerahan pada permatanya untuk keena.
"baik Bu, ada yang lain lagi?" tanyanya kembali ramah setelah Rita menentukan pilihannya. Rita pun mengalihkan pandangan pada Naura yang masih sibuk melihat perhiasan pada etalase ditoko tersebut.
"sepertinya adik saya juga mencari perhiasan yang bagus mbak, ada rekomendasi kah?" tanya Rita pada si pegawai tadi.
"ada mbak, tentu ada. sebentar saya taruh yang satu ini dulu kedalam, sekalian ambil yang terbaik ditoko ini untuk mbak itu" jawab pegawai tersebut meninggalkan Rita yang tersenyum dan menganggukan kepala.
"nau, kamu mau cari yang bagaimana?" tanya Rita pada Naura yang menggeleng dan menggedikkan bahu.
__ADS_1
"gatau mbak, aku gaada yang tertarik" jawab Naura.
"masa dari segitu banyaknya kamu gaada yang tertarik nau?" tanya Rita menyeritkan kening.
"ngga ada mbak" jawab Naura mengerucutkan bibirnya.
"nah, ini Bu perhiasannya. sama seperti yang kecil tadi, lemitied edition dan ini juga pasangan dari si kecil tadi loh Bu" kata pegawai tersebut pada rita yang langsung menoleh kearahnya.
"sini nau, lihat. cantik nau, elegan dan mewah" kata Rita memanggil Naura yang langsung menghampiri Rita.
"ini modelnya seperti yang kecil tadi, tapi permatanya biru laut sama biru safir ya mbak. bagus banget, aku suka." jawab Naura membuat Rita tersenyum.
"kalo yang ini berapa mbak?" tanya Rita pada si pegawai.
"yang biru laut empat puluh tujuh juta sembilan ratus ribu Bu, yang biru safir enam puluh tiga juta seratus ribu rupiah Bu" jawab si pegawai membuat Naura dan juga Rita membelalakan matanyanya, melihat respon kedua orang didepannya pegawai tersebut pun tampak tersenyum tipis.
"mahal banget mbak" kata Naura berbisik.
"iyaa nau, tapi bagus banget mbak juga suka. kamu suka yang mana?" tanya Rita bergumam yang masih didengar ditelinga si pegawai dan juga Naura.
"aku suka biru laut mbak, tapi mendingan mbak telpon mas Bayu dulu minta izin kalo mau beli perhiasan mahal begini mbak. belanjaan kita tdi aja udah hampir lima puluh juta mbak" jawab Naura membuat Rita memicingkan mata.
"belanjaan kamu kali bukan belanjaan mbak, mbak aja cuma belanja empat juta rupiah kalo ditotal" jawab Rita dengan ketuk membuat Naura terkikik kecil.
"sebentar ya mbak saya telpon suami saya dulu" kata Rita pada pegawai tersebut yang menganggukan kepala, Rita pun mengambil handphone yang berada didalam tasnya kemudian mendial nomer Bayu.
"assalamualaikum mas" kata Rita setelah sambungan telepon diterima oleh Bayu.
",,,,,,,,,"
"begini mas, aku mau izin beli perhiasan sama mas pake black card milik Naura. apa boleh?" tanya Rita dengan hati-hati.
",,,,,,,"
"black card aku yang kamu kasih patah waktu masih dirumah ibu mas, jadi kayanya gaaku bawa ada dilemari rumah itu" jawab Rita dengan pelan.
",,,,,,"
__ADS_1
"emm totalnya punya aku, Naura dan juga keena jadi sekitar seratus empat puluh jutaan mas kurang lebih" jawab Rita dengan hati-hati sambil menggigit bibir bawahnya.