Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus53.


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam keempat orang tersebut pun sampai dihalaman rumah mereka keempatnya turun dengan perasaan campur aduk, ada yang lelah, letih, kecewa dan juga ada yang dengan perasan dongkol. seperti Naura saat ini yang merasakan kecewa karna liburannya harus terhenti karna mood Rita yang sudah tak baik sejak pertemuannya dengan Maya di lobby hotel tadi.


Naura pun menghentakkan kakinya dengan kesal memasuki rumah yang sebelumnya sudah dibukakan oleh bi Surti yang memegang kunci rumah.


"kamu kenapa si nau, pulang-pulang hentakin kaya gitu kaya anak kecil aja" kata Bayu yang melihat tingkah menyebalkan Naura.


"aku tuh bete mas, padahal kita masih ada waktu buat jalan-jalan kok malah langsung pulang si. padahal aku masih mau beli itu loh yang lagi viral tiramisu itu" jawab Naura dengan mengerucutkan bibirnya.


"yaampun nau, yaudah si kamu kan tinggal jastip aja gitu aja kok repot si kamu nau" jawab Bayu membuat Naura memutar bola mata malas.


"jastip bedalah mas sama beli sendiri, kalo jastip palingan aku cuma bisa beli tiga sampai lima aja kalo beli sendiri kan aku bisa beli banyak sekaligus mas" jawab Naura yang merasa tak puas dengan saran yang diberikan oleh Bayu.


"yaudah kalo gitu kamu beli online aja, emang ga bisa?" tanya Bayu menyerikan kening.


"ngga bisalah mas, itu tuh bisanya beli langsung dioutletnya. lagian adanya itu ya memang cuma disana, ngga ada ditempat lain" jawab Naura dengan wajah kesal.


"terus kenapa tadi kamu menyetujui perkataan mbakmu yang meminta langsung pulang, kenapa kamu ga bilang dulu kalo mau beli oleh-oleh disana? kamu ini gimana si, giliran udah sampe sini aja kamu bingung" jawab Bayu dengan kesal dengan yang Naura lakukan.


"hissss, mas kan tau mbak Rita lagi badmood gara-gara wanita gatal itu. yang ada aku kena semprot sama mbak Rita kalo ga ngikutin apa kata dia, gimana si kamu mas" jawab Naura memasang wajah jutek.


"yaudah kalo gitu, kamu aja takut mbakmu marah. apalagi mas yang suaminya, yasudahlah nikmatin aja. lagian sebagai gantinya kamu mending pesen itu aja tuh caramer layer pake ojek online, sama aja kan" jawab Bayu dengan gampang membuat Naura mengerucutkan bibirnya.


"bedalah mas, aahh mas Bayu mah gaasik" jawab Naura merengek membuat bi Surti yang kembali dari kamarnya pun menghampiri sang nona yang sedang merajuk.


"ada apa si non?" tanya bi Surti yang sudah berada didekat kedua orang tersebut.


"bi, kan aku jadi ga bisa ngerasain tiramisu yang aku bilang itu loh bi. mana ngga mungkin aku kesana lagi" jawab Naura merengek seperti anak kecil pada bi Surti.


"kenapa ga mungkin non?" tanya bi Surti.


"yaa iyaalah bi, aku ngga mungkin kesana lagi karna kan aku harus mempersiapkan masuk kuliah bi. bahkan besok aku harus memberikan formulir pendaftaran ke universitas" jawab Naura membuat bi Surti berfikir kemudian menganggukan kepala.

__ADS_1


"ooohh gituu, emmm gampang itu. gimana kalo non Naura pergi aja bareng temen-teman non Naura yang kemarin itu, besok kan cuma nganter formulir nah pulangnya kalian kesana deh. gitu aja, jadi non bisa jalan-jalan dapet juga deh apa yang non mau. gampang kan?!" jawab bi Surti dengan gampang membuat Naura sedikit membelalakan mata.


"yang bener aja, masa cuma gara-gara itu aku harus balik lagi kesana si bi" jawab Naura dengan dahi menyerit.


"yaa terus mau non Naura gimana? tadi waktu Bu Rita minta langsung pulang non Naura dan juga setuju aja" jawab bi Surti diangguki oleh Bayu.


"iyaa bener tuh bi, emang serba salah ni anak kalo dikasih saran" jawab Bayu yang sedari tadi diam mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh bi Surti untuk menenagkan Naura.


"apaan si mas, ini semua tuh gara-gara mas Bayu yang gabisa bener cari tour guide. nyari kok yang gatel, minta digaruk" jawab Naura memandang kesal kearah Bayu yang seolah acuh tak acuh.


"yaa kali, mas mana tau kali nau. udahlah ikutin aja apa kata bi Surti, kalo ngga mau yaudah ga usah menyesalinya" jawab Bayu dengan santai,melangkah kan kaki menuju kamarnya dimana Rita dan sang anak tengah berada didalamnya.


Bayu pun masuk kedalam kamarnya melihat Rita yang tengah menyusui sang anak dengan posisi menghadap membelakanginya.


"sayang, kamu masih marah?" tanya Bayu pada Rita yang langsung dijawab gelengan kepala oleh sang istri.


"ngga mas, ngapain aku marah" jawab Rita dengan suara sedikit parau, Bayu yang mendengarnya pun menyeritkan kening karna merasa Rita tengah habis menangis.


"ngga mas, kamu ga salah kok. rasa ketakutan ku aja yang sangat besar mas, aku takut kamu akan tergoda oleh perempuan lain" jawab Rita dengan lirih masih dengan posisinya.


"yaampun jadi kamu masih ga percaya sama aku sayang? aku setia loh sayang sama kamu, kamu lihat sendirikan bagaimana aku menjauhi Maura demi kamu" jawab Bayu yang merasa ketakutan Rita tak beralasan.


"yaa tapi memang aku merasakan seperti itu, aku memang yakin dan percaya sama kamu mas tapi aku ngga yakin dengan perempuan itu. kamu tau sendiri kan mas kalo orang seperti itu pasti dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Maura aja contohnya, aku taku mas aku masih takut!" jawab Rita dengan Isak tangis yang mulai terdengar.


Bayu pun terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Rita, Bayu sadar jika istrinya mengalami trauma saat ini. ia sangat tau betul jika Rita adalah istri yang sangat mempercayainya, ia hanya trauma setelah kejadian yang menimpa rumah tangganha saat itu. bahkan Rita pernah hampir kehilangan anak pertamanya, itulah yang menyebabkan Rita merasa trauma.


"iyaa sayang, mas ngerti. tapi kita kan udah jauh dengan dia sayang, kamu jangan khawatir ya. mas tau apa yang harus mas lakukan kok" jawab Bayu menenagkan Rita yang sudah melepas asi pada keena.


"maaf kalo ketakutanku begitu besar mas, tapi aku gabisa menahan segala gejolak itu. aku gabisa mas, rasanya perasaan yang saat itu hadir sekarang hadir lagi mas" jawab Rita yang tengah dipeluk oleh Bayu berusaha ditenangkan oleh suaminya tersebut.


"gapapa sayang, mas ngerti kok. kamu istirahat ya, mas akan jagain kamu. udah jangan sedih, mas ngga akan kemana-mana kok" kata Bayu yang langsung diangguki oleh Rita.

__ADS_1


bayu pun membaringkan Rita disebelah keena, kemudian memijat pelan kaki sang istri hingga akhirnya Rita pun terbuai dalam alam mimpi. bayu pun segera menyingkir dari hadapan Rita, dan berjalan menuju balkon untuk menghubungi seorang temannya.


"assalamualaikum bro!" kata Bayu seteleh telpon terhubung.


"waalaikumsalam bro, ada apa nih tumben telpon pagi-pagi begini? ngga ada kerjaan Lo!" jawab seseorang disebrang telpon tersebut.


"gue lagi libur, urusan perusahaan diurus sama Andi. oiya bro gue mau ngomong sama lu, ada waktu sebentar? lewat telpon aja" kata Bayu memulai inti dari apa yang ingin ia bicarakan.


"bisa-bisa, silahkan kalo mau bicara" jawabnya.


"begini, kemarin gue nginep dihotel Lo yang didaerah Deket c*****land itu. bener kan itu hotel punya Lo?" tanya Bayu pada orang tersebut


"iyaa bener, ada apa ya bro? apa pelayanannya kurang baik? gue akan tegor pekerja disana kalo gitu" jawab orang tersebut.


"bukan begitu bro Rudi, emm gue cuma mau minta data pegawai Lo yang namanya Maya. tapi gue gatau Maya siapa nama panjangnya, bisa Lo bantu gue?" tanya Bayu dengan ragu.


"bisa-bisa, ada apa si? kok tumben ngurusin pegawai gue?" tanya Rudi disebrang telpon tersebut.


akhirnya Bayu pun menceritakan apa yang dilakukan oleh Maya hingga membuat Rita merasa tak nyaman bahkan sampai tidak bisa mempercayainya begitu saja. setelah Rudi faham barulah Bayu meminta Rudi memberikan semua data yang ia ketahui.


"oohh gituu, coba deh nanti gua minta sama manager hotel itu untuk kasih gue data karyawan bernama Maya itu. nanti gua akan kirim lewat email Lo ya" jawab Rudi membuat senyum Bayu mengembang.


"okeedeh, makasih ya bro! untung gue inget kalo hotel itu milik Lo, makanya gue mau jalan pintas aja. karna ngga mungkin kan gua sewa orang cuma buat nyari informasi yang sebenarnya ngga penting, tapi demi istri ya gue rela lah jaga-jaga sampe lakuin hal sejauh ini" jawab Bayu membuat Rudi yang berada disebrang telpon itu tertawa lebar.


"benar-benar bucin, okedeh kalo gitu. nanti gue akan kirimin semuanya, dan gue akan cari tau juga soal perempuan itu. Lo tenang aja, serahin semuanya sama gue" jawab Rudi dengan semangat membantu temannya tersebut.


"okedeh, makasih ya bro!" kata Bayu mengakhiri panggilan telpon, kemudian Bayu pun kembali memasukkan ponselnya kedalam saku. ia pun kembali duduk disebelah sang istri dengan mengembangkan senyum nya.


________________________________________


maaf ya guys, kalo update hari ini agak acak acakan. gatau kenapa reviewnya lama banget di kedua novelku🙏 mohon maaf banget🙏🥺

__ADS_1


__ADS_2