Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
empatpuluh


__ADS_3

"tentu saja" jawab keduanya serempak, ketiganya pun tertawa bersama. tak lama Naura pun berpamitan kembali kekamarnya karna tak ingin menjadi nyamuk diantara keduanya.


"udah ah Naura balik kekamar dulu, disini jadi nyamuk. nanti kalo udah mau jalan bangunin Maura ya mbak" kata Naura pada sang kakak ipar yang menatapnya heran.


"pake alarm aja si nau" jawab Rita.


"iihh kalo pake alarm nanti Naura ngga bangun mbak" jawab Naura dengan memasang wajah cemberut, memang diantara ketiga kakaknya ialah yang paling susah dibangun kan. apalagi hanya menggunakan alarm, alarmnya bunyi sedangkan naura hanya bangun untuk mematikannya tapi lanjut lagi tidurnya.


Naura pun melangkahkan kaki keluar dari kamar sang kakak, kemudian turun kelantai bawah. tiba dianak tangga terakhir ia melihat sang ibu yang duduk termenung dengan TV menyala, pandangannya kosong seolah memikirkan sesuatu. ada rasa iba yang menyelimuti Naura, tapi Naura menepis rasa itu kemudian melangkah kakinya kembali memasuki kamar. Naura pun membaringkan badannya, tak lama ia pun terlelap dalam mimpinya.


kembali kekamar sepasang sejoli yang masih membahas kepindahan mereka didalam kamar, mulai ada rasa ragu yang menyelimuti Rita meninggalkan sang ibu mertua sendiri didalam rumah hanya dengan Maura adik ipar yang selama ini mereka anggap sudah berubah ternyata penyebab terjadinya kekacauan ini.


"kamu yakin akan melakukan ini mas?" tanya Rita pada sang suami.


"tentu saja, sudah hilangkan kekhawatiranmu. tanamkan ini yang terbaik" jawab Bayu menenagkan sang istri yang terlihat gelisah. tentu saja, bagaimana Rita tidak khawatir jika yang akan ditinggalkannya ada mertua kesayangannya sama halnya ibu kandungnya sendiri. tentu saja Rita merasa sangat sedih.


"tapi mas, aku bener tak tega dengan ibu, apa kita tidak terlalu keras" jawab Rita.


"sayang, dengarkan aku. kita tidak tau apa yang direncanakan ibu, tapi mas faham jika ibu melakukan ini untuk kebaikan kita. terutama untuk cucunya, percayalah pada mas sayang, lagipula sudah ada orang yang mas tugaskan membantu itu sekaligus untuk mengawasi mereka berdua dirumah ini. kamu jngan khawatir tidak akan terjadi apapun dengan ibu selama berdua dirumah ini dengan Maura" jawab Bayu menenangkan Rita.


sebenernya Rita bingung dengan kelakukan suami dan ibu mertua yang seolah menutupi suatu hal padanya, padahal tanpa diketahui oleh siapapun ibu mertua Rita melakukan semua ini demi Rita dan calon cucunya.

__ADS_1


ibu mertua Rita sudah mengetahui segala rencana maura yang sudah disusun, maka dari itu ia seolah membela Maura demi membuat mereka keluar dari rumah. terutama menjauhkan Maura dari Rita dan calon cucunya.


"udah sekarang mendingan kamu istirahat, nanti siang kita akan melakukan perjalanan sayang" jawab Bayu membarikan sang istri dikasur mereka.


"yaudah mas" jawab Rita dengan senyuman. mereka pun mengistirahatkan badan, Bayu mendekap sang istri tanpa mengganti pakaiannya hanya melepas dasi yang terpasang sejak pagi tadi.


mereka pun terlelap dengan cepat, karna memang mereka berusaha mengistirahatkan badan yang terasa lelah. cukup lama mereka tertidur, sampai suara azan Zuhur berkumandang dan membangun kan mereka.


"mas, bangun sudah Zuhur. sholat dulu" kata Rita membangunkan sang suami untuk melakukan kewajiban mereka sebagai muslim.


"iyaa sayang, sudah jam berapa?" tanya Bayu berusaha membuka matanya yang masih enggan untuk melihat sinar.


"sudah Zuhur mas, ayok kita shalat dulu" ajak Rita. kemudian ia pun melangkah kan kaki menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, setelah itu bergantian dengan sang suami. mereka pun melakukan shalat empat rakaat dengan khusu'. setelah selesai shalat mereka pun bersiap untuk pergi dengan membawa dua koper, satu koper besar dan satu koper kecil yang berisi barang-barang bayi yang sudah ia beli untuk persiapan melahirkan.


"maafkan Bayu Bu, Bayu harus membawa Rita dan Naura pindah dari rumah ini" kata Bayu menghampiri ibu kandungnya yang menatap Bayu dengan mata berkaca-kaca.


"lakukan lan bay, ini yang terbaik untuk kita semua" jawab sang ibu.


"maafin Naura Bu, Naura akan ikut mas Bayu dan mbak Rita" kata naura yang sudah kembali berlinang air mata.


"sudahlah, mari makan siang dulu. ibu sudah masak untuk kita" kata ibu pada ketiga anaknya tersebut. ibu mertua terlihat tegar didepan ketiganya, meskipun sebenarnya ia sangat sedih akan berpisah dengan kedua anak dan menantunya itu.

__ADS_1


mereka pun makan siang dengan hening dengan pikiran mereka masing-masing, setelah selesai Rita pun membersihkan meja makan bersama ibu mertuanya sedangkan suami dan adik iparnya menunggu diruang tamu.


"ibu jaga diri baik-baik ya Bu, jangan lupa makan jangan lupa ibadah. seringlah mengabari Rita jika terjadi sesuatu Bu" kata Rita pada ibu mertuanya yang sedang mencuci piring.


"iyaa, kamu juga jaga calon anak kami dengan baik ya sayang. ibu selalu mendoakan dari sini, kabari ibu jika cucu ibu akan lahir ya" jawab ibu mertua dengan menahan tangisnya.


"pasti Bu" jawab Rita dengan senyum yang dipaksakan.


"ini sudah selesai Bu, mari kita temui Naura dan mas Bayu diruang tamu" ajak Rita pada ibu mertuanya. mereka pun jalan berdampingan menghampiri kakak beradik itu, kemudian berpelukan melepaskan kepergian tiga anak kesayangan sang ibu demi menyelamatkan calon cucunya.


"maafkan ibu" batinnya, ia pun meneteskan air mata mengiringi kepergian tiga anaknya. kemudian melangkahkan kaki kedalam rumah dengan Isak tangis yang sedari tadi ia tahan.


sedangkan didalam mobil ketiganya tidak ada yang berbicara, setelah keluar dari halaman rumah dan dalam perjalanan ketiga sibuk dengan pikirannya masing-masing begitupun dengan sang pengemudinya.


setelah empat puluh menit melakukan perjalanan mereka pun sampai dihalaman rumah minimalis yang terlihat asri karna ditumbuhi tanaman didepan rumahnya. mereka mulai memasuki rumah, kemudian mengucapkan salam.


"assalamualaikum" kata ketiganya serempak memasuki rumah minimalis tersebut. mereka pun duduk disofa ruang tamu yang cukup empuk itu, kemudian Bayu memberi tahukan kamar Naura yang berhadapan dengan kamarnya.


"kamar kamu yang ini ya nau, kamar mas dan mbak mu yang ini. masuk lah dan bereskan pakaianmu, disini tidak ada ac hanya ada kipas. mas harap kamu bisa betah" kata Bayu pada sang adik.


"iyaa mas" jawab Naura, kemudian melangkah kan kaki memasuki kamar seluas tiga kali empat meter tersebut dan melihat sekelilingnya. sangat berbanding terbaik dengan kamarnya dirumah sang ibu yang berukuran enem kali delapan meter. disini tidak ada ac sedangkan dirumah ibu nya setiap ruangan pasti memiliki AC terutama didalam kamar.

__ADS_1


Naura pun duduk dipinggiran kasur dan merebahkan badannya pada kasur yang cukup empuk tersebut. matanya menerawang kejadian semalam yang membuatkan harus meninggalkan ibu dan juga rumah yang ia tempati sejak kecil tersebut.


__ADS_2