Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus19.


__ADS_3

sebelum menonton cerita yang dipilihkan oleh Naura, Rita pun membahas hal berkaitan dengan ibu Bayu yang ingin menemui Maura yang berada didalam lapas sesuai dengan apa yang dikatakan oleh bi asih.


"nau, ibu hari ini mau mengunjungi Maura disel" kata Rita membuka pembicaraan ketika Naura telah mulai menghidupkan DVD yang menyambung pada tv diruang keluarga tersebut.


"ya biarin aja mbak, anggap aja sekarang kita sama ibu punya kehidupan sendiri. biar ngga ngerasa kesel terus sama ibu" jawab Naura dengan acuh tak acuh.


Naura tetap melanjutkan menyalakan DVD tersebut tanpa menghiraukan perkataan Rita kembali, ia pun duduk tepat disebelah Rita setelah menyelesaikan urusannya dengan DVD tersebut.


"kamu ada benarnya juga si nau, tapi gimana yaa" jawab Rita yang merasa bingung sendiri.


"kenapa lagi mbak? dari sini kan bisa tau siapa yang lebih terpenting antara kami dengan Maura, aku sudah tau pun sudah lebih dari cukup mbak. ngga mau malah menambah sakit hati lagi" jawab Naura dengan wajah tertunduk.


jujur saja, sebagai anak kandung dari sang ibu justru naura lebih merasa tersisih karna ibu Bayu lebih mementingkan Maura ketimbang Naura yang merupakan anak kandungnya dengan papa Bayu. apa lagi sebagai anak terakhir, tentu saja Naura sebetulnya sangat ingin dimanjakan oleh orang tuanya. namun, apa yang Naura rasakan kalo ini justru berbeda, Naura justru merasa tersisih sebagai anak terakhir yang kalah dengan seorang Maura.


"maafin mbak ya nau, maafin mbak yang gabisa berbuat apa-apa. kamu tenang aja, ada mbak dan mas Bayu disini yang ngasih kasih sayang lebih dari apa yang kamu bayangin" jawab Rita sambil memeluk Naura yang sudah mulai menitikan airmata.


"aku gapapa kok mbak, tenang aja. hari aku udah mulai terbiasa beberapa bulan ini, dan aku baik-baik kok" jawab Naura menghapus air mata yang jatuh dipipinya.


"aku tau kamu pasti bisa kok, sekarang kamu ngga usah mikirin apapun ya. kamu fokus aja sama kuliah kamu nanti, agar kamu bisa buktikan ke ibu jika kamu berhasil jadi anak yang membanggakan" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala dan tersenyum menatap sang kakak ipar.


"makasih ya mbak selama ini mbak juga udah berusaha buat ngebimbing aku menggantikan peran ibu yang sangat sudah untuk aku gapai, andai ngga ada mbak mungkin aku udah terjerumus kedalam pergaulan bebas karna eksternal keluarga kita" kata Naura memegang kedua tangan Rita dengan lembut.


"itu semua bukan karna mbak kok nau, karna memang kamu dasarnya anak yang baik jadi mbak yakin kamu bisa membatasi pergaulan kamu sendiri. mbak hanya mengingatkan semampu mbak" jawab Rita dengan senyum lembut menatap adik iparnya yang juga menatapnya dengan sayang.


"tetap terus seperti ini ya nau, kamu sudah mbak anggap seperti adik mbak sendiri. mbak sayang banget sama kamu nau" kata Rita memeluk adik iparnya dan meneteskan air mata.


"makasih ya mbak, aku juga sayang banget sama mbak" jawab Naura, keduanya pun berpelukan didalam ruang keluarga itu. mereka sama-sama saling menguatkan sebagai kakak dan adik, kebersamaan mereka membuat kemistri itu pun semakin menguat.


"yuk mulai nonton, mumpung keena lagi tidur tuh liat. masih anteng, cemilannya mana?? kamu belum keluarin ya?" kata Rita mengalihkan pembicaraan membuat Naura tertawa dan menganggukan kepala, karna dia betul-betul lupa mengambil cemilan untuk keduanya melakukan aktifitas yang mereka sukai itu.


"hehehe aku lupa mbak, sebentar aku ambil dulu deh kedapur" kata Naura langsung meninggalkan Rita yang berada didalam ruang keluarga menuju dapur mengambil beberapa cemilan dan juga minuman yang tersimpan didalamnya.


seteleh itu, Naura pun kembali menghampiri Rita dengan membawa tiga buah cemilan dan juga dua buah kaleng minuman buah untuk temen mereka menonton.


"cuma ada ini mbak dikulkas, kayanya kita harus belanja deh mbak buat isi kulkas. tadi aku liat juga didapur bahan masakan tinggal sedikit lagi" kata Naura pada Rita yang langsung menatap Naura.

__ADS_1


"iyaa sepertinya, coba panggil bi Surti dulu. suruh dia catat apa aja yang harus dibeli, nanti kita cari sama-sama kesupermarket. ajak sekalian bi Surtinya ya nau" kata Rita yang langsung diangguki oleh Naura.


"biii, bi Surti" teriak Naura memanggil bi Surti yang berada diruang dry clean.


bi Surti yang mendengar nonanya memanggil pun langsung menghampiri.


"iyaa non, ada yang bisa bibi bantu?" tanya bi Surti yang masih mengatur nafasnya.


"bibi lagi sibuk ga?" tanya Naura pada bi Surti.


"bibi lagi mencuci baju si mbak, tapi kan cucunya pake mesin jadi agak santai. apa non butuh sesuatu" tanya bi Surti dengan sopan.


"oohh ngga ada bi, ini loh tadi Naura kan ambil cemilan sama minuman buat nonton. terus liat kulkas bahan masakan udah mulai habis, nanti bibi catat ya terus kita sama-sama pergi belanja ke supermarket" jawab Naura membuat bi Surti seketika berbinar.


"serius non, Bu? bibi diajak kesupermarket?" tanya bi Surti yang tak yakin.


"iyaa bener lah lah bi, nanti kita sama-sama belanja. nanti bibi catat ya apa aja yang harus kita beli" jawab Rita membuat bi Surti langsung menganggukan kepala dengan mata berbinar.


"baik Bu, kalo gitu biar Surti catat sekarang ya Bu. mumpung lagi santai nunggu cucian" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala sambil tersenyum menatap asisten rumahnya tersebut.


sedangkan Rita dan juga Naura pun melanjutkan menonton mereka hingga waktu menunjukan pukul sembilan lewat lima belas menit, masih pagi tentu saja. dirumah itu Rita benar-benar seperti ratu yang hanya memasak dan mengasuh keena anaknya sedangkan semua pekerjaan rumah diselesaikan oleh bi Surti.


setelah selesai menonton pada jam tersebut, Rita pun kembali memanggil bi Surti menanyakan apa yang dia perintahkan sudah dilakukan atau belum.


"bi Surti" kata Rita yang menghampiri bi Surti didapur tanpa mengajak keena yang masih diruang keluarga bersama Naura.


"iyaa Bu" jawab bi Surti yang ternyata sedang menjemur pakaian yang baru saja ia cuci bersih.


"apa yang saya suruh sudah diselesaikan?" tanya Rita dengan suara lembut.


"sudah Bu, apa kita mau pergi sekarang?" tanya bi Surti yang memberhentikan sementara pekerjaannya.


"iyaa bi, sekarang aja ya biar ngga terlalu siang. nanti panas, kasihan keena nanti kepanasan" jawab Rita yang langsung diangguki oleh bi Surti.


"boleh Bu, nanti saya selesaikan ini dulu terus saya ganti baju ya Bu. tinggal sedikit lagi, tanggung Bu" jawab bi Surti yang langsung diber anggukan sebagai jawaban oleh Rita.

__ADS_1


"iyaa bi, kalo gitu nanti saya tunggu diruang tamu ya bi" jawab Rita yang langsung meninggalkan Bu Surti menuju ruang keluarga bermaksud mengambil keena.


"udah ketemu bi Surti mbak?" tanya Naura pada Rita yang duduk disebelahnya.


"udah kok, titip keena bentar ya mbak mau ganti baju sambil ambil tas dan handphone" kata Rita yang langsung diangguki oleh Naura.


"jangan lama-lama mbak" jawab Naura, Rita pun melangkah menaiki tangga menuju kamarnya. kemudian ia pun mengganti pakaiannya dan mengambil apa saja yang ia butuhkan, seperti ponsel, dompet dan juga tas yang sekiranya muat untuk membawa keperluan keena.


kemudian, Rita pun kembali keruang keluarga dan bergantian dengan Naura yang juga ingin mengganti pakaian dan mengambil tas serta dompetnya.


tak lama bi Surti pun menghampiri Rita yang hanya berdua dengan keena.


"sebentar ya bi, Naura masih siap-siap dikamar" kata Rita yang mengetahui kehadiran bi Surti.


"iyaa Bu" jawab bi Surti dengan senyum mengembang.


tak lama Naura pun datang, ketiga orang tersebut pun langsung pergi keluar rumah. taksi online yang dipesan Naura pun sudah menunggu tepat didepan gerbang rumah Rita.


"kamu udah pesan taksi online nau, kok mbak gatau" tanya Rita membuat Naura tertawa pelan.


"iyaalah mbak, tadi Naura pesen waktu jalan ke kamar. biar kita ngga nunggu-nunggu lagi" jawab Naura yang langsung diberi anggukan oleh Rita.


"yaudah yuk, Ayuk bi" jawab Rita mengajak kedua orang tersebut masuk kedalam taksi online yang sudah dipesan oleh Naura.


setelah semua masuk, taksi online pun pergi meninggalkan pekarangan rumah Rita menuju supermarket terdekat di lokasi rumah tersebut.


"nanti kita belanja untuk seminggu kedepan ya bi, biar Minggu depan lagi kita belanjanya. terus jangan beli sayur-sayuran, nanti untuk sayuran kita beli di tukang sayur yang lewat aja. ada kan bi?" tanya Rita pada bi Surti.


"ada kok Bu, tapi kenapa ngga beli sekalian disupermarket aja Bu?" tanya bi asih.


" nanti ngga fresh bi, mending kita beli harian aja biar lebih fresh" jawab Rita yang langsung diangguki oleh bi Surti.


tak lama mereka pun sampai di supermarket tersebut, ketiga nya langsung memasuki tempat tersebut setelah turun dari taksi online. bi Surti pun mengikuti kedua majikannya tersebut dengan senyum mengembang dan mata berbinar menatap bangunan didepannya.


"ayok bi, cari yang dibutuhkan. keperluan bibi sekalian juga gapapa kok bi, ambil apa yang bibi butuhkan juga ya" jawab Rita yang langsung diangguki oleh bi Surti.

__ADS_1


__ADS_2