Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
limapuluhtujuh


__ADS_3

POV Rita


sebagai seorang wanita dan seorang istri, siapa sih yang tidak merasa cemburu ketika suami yang sangat aku cintai ternyata dicintai oleh orang lain. apalagi yang mencintai suamiku sendiri adalah adik angkatnya, yang sejak kecil memang mereka selalu bersama.


pernah terbesit dalam hatiku rasa khawatir dengan keadaan rumah tanggaku yang seperti ini, apalagi yang ku nilai mas Bayu terlalu santai menyikapi sikap adik angkatnya meskipun kadang ia bisa tegas tapi kadang pula sikapnya seperti tidak punya pendirian.


sebagai manusia, rasanya manusiawi jika memiliki rasa khawatir yang berlebih terlebih saat ini aku sedang dalam face setelah melahirkan dimana biasanya memiliki emosi dan rasa khawatir berlebihan. inilah yang sebenarnya menyebabkan aku selalu memiliki fikiran buruk ketika membahas soal sikap dan kelakuan Maura, terbesit rasa takut jika suatu saat ia berhasil membuat rumah tangga kami berantakan. bagaimana denganku, dengan anakku? astagfirullaahhh..


seperti malam ini, setelah bapak memberitahukan apa yang ia lihat sewaktu siang tadi aku pun membicarakan hal ini dengan mas Bayu dikamar tapi responnya sama sekali tidak membuatku puas.


"mas, bagaimana jika yang dikatakan bapak tadi benar mas?" tanyaku pada mas Bayu yang bersandar pada sandaran kasur kami.


"bagaimana apanya sayang?" tanyanya sambil menatapku dengan alis mengerut.


"mas, bagaimana jika benar kalo Maura memang membayar orang untuk menyelakaiku atau Naura atau bahkan anak kita? bagaimana mas?" tanyaku dengan rasa khawatir berlebih yang menyelimuti sejak pembicaraan tadi.

__ADS_1


"huuusstt, ngga mungkin lah sayang. maura ngga mungkin berbuat sejauh itu, mas pastikan ia ngga akan menganggu kamu, Naura apalagi anak kita. tenang aja ya sayang" jawabnya sambil mengelus bahuku.


"aku takut mas, aku sangat takut jika ia membuat bahaya anak kita. jika kita, aku masih bisa memaklumi. tapi jika anak kitaaa, aku ngga bisa membayangkan rasanya mas" jawabku dengan mata berkaca-kaca.


"udahlah sayang, kamu percaya ya sama aku. toh selama ini, usahanya selalu gagal untuk meruntuhkan pernikahan kita. kamu percaya sama aku kan?" kata mas Bayu meyakinkan aku.


"tap,,, tapi mass" kataku langsung diputus oleh mas Bayu.


"udahlah rit, aku akan usahakan Maura ngga akan menganggu kehidupan kita apalagi anak kita. kamu cukup percaya denganku" jawabnya dengan nada sedikit tinggi.


"mas!! kamu itu ngga ngerti gimana rasanya jadi aku! aku capek mas setiap saat dihantui rasa takut karna tindakan Maura, aku capek mas!! hampir tiga tahun mas aku menahan segala sikap buruk Maura, aku capek mas bersabar terus. aku risih hidup dalam ketakutan!!" jawabku membentak mas Bayu dengan cukup keras.


"baik kalo begitu, tolong izinkan aku tinggal dengan kedua orangtuaku mas" jawabku dengan menteskan air mata.


"apa maksud kamu?" tanya mas bayu dengan wajah bingung.

__ADS_1


"tolong izinkan aku tinggal dengan kedua orangtuaku dikampung mas, aku ga betah dengan bayangan Maura seperti ini" jawabku dengan bibir bergetar.


"kamu mau ninggalin aku rit?" tanyanya sekali lagi.


"bukan, bukan aku mau ninggalin kamu mas. tapi biarkan aku dan anak kita tenang ditempat yang aman, jujur aku mulai ga betah mas setiap hari selalu dalam keadaan was-was. aku lelah mas" jawabku dengan air mata yang terus mengalir.


"bukannya kita udah janji buat menjalani ini sama-sama rit? kenapa sekarang kamu menyerah? apa kamu udah bosan mendampingi aku sampai saat ini saja, coba katakan apa yang kurang aku lakukan untuk melindungi kalian? coba katakan rit!" kata mas Bayu dengan nada melemah.


"mas, harus kamu tau saat ini bukan hanya aku yang harus kamu lindungi tapi juga anak kita, ibu kamu dan juga Naura mas" jawabku menatap mas Bayu dengan mata sendu.


"aku tau rit, sangat tau. bukankah kita punya Allah, aku yakin Allah pasti akan membantu kita. tapi kenapa kamu mau menyerah rit? kenapa?" jawabnya.


"bukan menyerah mas, aku mau melindungi anak kita. itu aja!!" jawabku memohon.


"ngga, pokoknya aku ngga akan izinin kamu pergi dari aku. ngga akan rit, boleh kalo bapak sama ibu mau tinggal disini menemani kamu boleh. aku senang, tapi aku gamau kalo harus kamu yang pergi dari sini, aku ngga rela rit" jawab mas Bayu meneteskan air mata.

__ADS_1


aku pun menangis mendengar perkataan mas Bayu yang melarang ku ikut dengan kedua orangtuaku, aku merasa aman jika bersama mereka apalagi kami akan hidup didesa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. pasti akan sangat tenang dan nyaman untuk perkembangan keena.


mas Bayu pun membaringkan dirinya memunggungi ku yang masih menangis tersedu, jujur memang rasanya saat ini aku sedang diposisi sangat takut akan berbagai hal. berbeda saat aku hamil yang justru lebih berani, tapi kali ini aku benar-benar merasa takut terutama jika terjadi sesuatu pada anakku.


__ADS_2