Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
sebelas


__ADS_3

Maura yang nampak semua itu merasa kesal dan marah, karna mas Bayu memperlakukan Rita dengan sangat baik sedangkan dengan dirinya bahkan mas Bayu sama sekali tak melirik.


"kamu pikir kamu itu siapa Melinda!!" hihihi


dia pun berdiri dari kursi nya kemudian berlari menaiki tangga meninggalkan ibu mertua juga Maura yang menatapnya dengan tatapan heran.


"ada apa dengan kak Maura itu Bu?" tanya Naura dengan alir yang bertaut, ibu mertua hanya menggedikkan bahu tanda tak mengerti.


tak lama Rita pun kembali ke meja makan, menatap ibu mertua dan adik iparnya dengan berbagai pertanyaan.


"ada apa Bu, nau?" tanya Rita dengan wajah heran.


"tidak apa-apa kak" jawab Naura yang diangguki ibu mertua.


"iyaa sayang tidak ada apa-apa, lanjutkan lah sarapanmu jngan sampai cucuku kelaparan didalam sana" kata ibu mertua dengan mengembangkan senyumnya.


"iyaa Bu" jawab Rita dengan mengembangkan senyum sangat manis.


mereka pun melanjutkan sarapan mereka yang sempat tertunda dengan hening.


sementara didalam kamar, Maura menggerutu karna rencananya yang semalam gagal serta pagi ini menonton adegan yang sangat romantis pasangan yang sangat ingin dia pisahkan tersebut.


"sial, sial, sial sudah gagal rencana semalam sekarang di pertontonkan hal yang buat gue semakin bikin kesal" gerutunya.


"gue harus siap kan rencana yang matang biar bisa memisahkan mereka, gimana pun caranya" gumam Maura pada dirinya sendiri.


sementara lagi dikantor mas Bayu, dimana dia baru saja sampai diruang kerjanya dan memijit pelipisnya. dia masih merasakan pusing akibat obat perangsang yang diberikan Maura pada dirinya.


"sial, Maura bener-bener nekat. untung saja gue bisa menahannya didepan ibu juga Rita saat sarapan tadi. apa jadi nya jika mereka melihat semua ini, akan aku berikan pelajaran lihat saja Maura nanti" gumamnya dengan dirinya sendiri.


tak lama sang sahabat datang dengan wajah ceria menertawakan mas Bayu dengan wajah cemberutnya.


"wey pagi-pagi udah kusut aja tuh muka" kata Andi dengan cengiran khasnya.


"apaan sih" jawab mas Bayu dengan ketus, Andi pun semakin terpingkal mendengar jawaban mas Radit.


"hahaha kenapa lu bro, asem amat tuh muka. ngopi, ngopi. mau?" katanya diselah tertawanya.


"ngga,ngga bro. kepala gue lagi pusing, gue teh anget aja deh" jawab mas Bayu pelan.

__ADS_1


"oke oke bentar gue suruh ob buat bikin" kata Andi yang diberikan anggukan oleh mas Bayu.


tak lama Andi pun kembali dari pentri dan kembali duduk dihadapan mas Bayu.


"kenapa sih, ga dapat jatah dari bini?" tanya Andi dengan tertawa garing.


"Maura kasih gue obat perangsang semalem, sial" kata mas mau dengan wajah kesalnya.


"hah, serius bro? terus-terus??" tanya Andi dengan penasaran.


"sialnya, gue sempat menyentuhnya meskipun ga sampai inti" jawab mas Bayu lagi dengan menggeram kesal.


"hahahaha betulkan apa firasat gue, sebaiknya lu hati-hati. karna gue rasa ini baru permulaan, apalagi dia sudah gagal dipercobaan pertamanya pasti masih ada percobaan berikutnya" kata Andi dengan masih tertawa tapi wajahnya tampak serius.


"iyaa lu bener gue harus semakin berhati-hati dengan dia, ternyata dia ga sepolos yang gue kira. dia lebih licik dari yang gue pikirkan" jawab mas Bayu dengan masih memijit kepalanua yg penting.


seorang OB pun masuk dengan membawa nampan yang berisi satu gelas kopi dan satu gelas besar teh hangat pesanan Andi juga mas Bayu.


"terima kasih" kata Andi dan mas Bayu berbarengan.


"sama-sama pak, permisi" pamit si OB pada mereka berdua.


"terus, apa rencana lu sekarang?" tanya Andi dengan mimik wajah mulai serius.


"ntah, gue juga belum tau gue harus apa" jawab mas Bayu.


"ah lu lamban Bayu, lakukan sesuatu sebelum semuanya makin panjang" kata Andi mengejek mas Bayu.


"lantas menurut lu, gue harus apa?" tanya mas Bayu pada Andi.


"ikuti permainannya, dia licik dan Lo harus lebih licik dari dia" jawab Andi dengan tampang serius.


"iyaa tapi gimana caranya, gue masih pusing gara-gara obat laknat itu" jawab mas Bayu dengan ketus.


"gampang, lu perhatikan aja gerak-geriknya kalo dia dirumah bahkan kalo perlu lu sewa orang untuk mengikutinya kemanapun. jadi lu bisa tau semuanya kelakuan dia diluar rumah bahkan didalam rumah gimana. lu bisa pasang cctv dirumah disaat semua orang lagi lengah atau tidak ada dirumah. jangan sampai ada yang tau, terutama Maura sendiri" kata Andi memberikan ide pada mas Bayu.


"betul sekali, tapi semua itu butuh biaya. tabungan gue ga sebanyak itu untuk membuntuti dia diluar rumah. dan untuk pasang cctv untuk itu gue masih bisakah" jawab mas Bayu.


"gampang aja, lu tinggal suruh aja preman kampung untuk ngejalanin misi ini. toh dia gaakan minta lebih dari bajet yang mau lu keluarin yang penting hasilnya lu dapat" jawab Andi lagi memberi solusi.

__ADS_1


"iyaa lu bener ndi, gua akan cari jalan untuk lancar menjalan rencana ini" jawab mas Bayu dengan yakin .


"nah gitu dong, udahlah lu sendiri harus lebih pintar dri dia. ingat juga ada calon anak dan istri lu yang menjadikan lu tumpuan" kata Andi memberi semangat.


"iyaa lu bener ndi, thanks ya ndi Udeh kasih gue jalan keluar" jawab mas bayu


"Yoi, dah kerjain dah kerjaan lu nanti kita bicara lagi pas jam makan siang" kata Andi sambil menghabiskan kopinya lalu berlalu keluar ruangan mas Bayu tanpa menoleh kearah mas Bayu.


mas Bayu hanya menggelengkan kepa dengan tingkah sahabatnya tersebut, tengil menurutnya. tapi ketengilannya itu membuatnya terhibur.


Andi adalah salah satu Sabahat terdekat dari mas Bayu, saat dikantor dia yang menjadi tempat bercerita mas Bayu disaat suasana hatinya sedang tidak baik.


kadang memberikan wejangan dan nasihat serta solusi yang membuat mas Bayu terkagum dengan berpikir nya Andi, tapi disatu sisi juga kadang jengkel dengan ketengilan dari sahabatnya itu.


mas Bayu pun membuka lembar tiap lembar dari kertas yang manunpuk di mejanya. dia pun dengan serius mengerjakannya.


dirumah setelah selesai sarapan Rita seperti biasa membereskan semua yang kotor hingga langkah kaki memberhentikan dia dari kegiatannya membersihkan piring kotor tersebut.


"mau, sudah rapi. sudah mau berangkat kekampus" tanya Rita pada Maura.


"iyaaa, oh ya mba. mas Bayu tuh ganas yah kalo diranjang" kata Maura mengagetkan Rita.


"apa yang kamu bicarakan mau" tanya Rita dengan alis mengerut.


"lihat, ini kerjaan mas Bayu loh mba" jawab Maura memperlihatkan merah keunguan pada lehernya yang tertutupi baju turneknya.


Rita pun terbelalak melihat hal itu.


"tidak mungkin, kamu pasti mengada-ngada. mas Bayu semalam bersama ku, dia tidak mungkin menghianati aku" kata Rita dengan wajah yang mulai. berkaca-kaca.


Maura yang melihat itu langsung menyunggingkan senyum dibibirnya, merasa puas dengan apa yang sudah dia lakukan pada kakak iparnya ini. tapi dia tidak akan menyerah sampai keduanya berpisah.


"terserah jika mba Rita tak percaya, aku tak memaksa itu" jawab Maura dengan santai melenggang pergi meninggalkan Rita yang masih dengan keterkejutannya dan mata yang berkaca-kaca.


"tidak, tidak aku tidak boleh berpikiran buruk pada mas Bayu. aku harus mempertanyakan ini mengenai ini padanya nanti saat dia pulang. iyaa, jngan sampai dia bahagia melihatku percaya begitu saja dengan perkataannya" gumam Rita dalam hatinya.


meskipun dia merasakan sakit dihatinya melihat tanda itu dan perkataan Maura, tapi dia masih bisa berpikir waras untuk tidak begitu saja mempercayai Maura dengan perkataannya.


Rita pun bergegas menyelesaika. pekerjaannya dan kemudian kembali kedalam kamar untuk mengalihkan pikirannya dari perkataan Maura yang sedikit menyakitkan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2