
sore hari ketika aku sedang memasak menu makan malam, aku dikagetkan dengan tangan kekar yang berada di pinggangku.
"mass, kamu udah pulang?" tanyaku kaget ternyata tangan mas Bayu yang melingkar di pinggangku.
"iyaa tentu saja sayang, bagaimana kabar si kecil hari ini. apa dia rewel didalam?" kata mas Bayu menanyakan anak yang berada dalam kandunganku.
"tentu saja tidak lah mas, dia sangat anteng dan juga manis" jawabku masih sambil membolak balik masakan.
"baguslah kalo begitu, aku mandi dulu ya sayang kamu lanjutkan saja masaknya nanti kasih tau aku jika sudah matang" kata mas Bayu yang ku beri anggukan.
"iyaa mas" jawabku sambil tersenyum tanpa mengalihkan pandangan dari masakan yang masih terus aku olah.
mas Bayu pun terus melangkah kan kaki menuju kamar kami dilantai dua, aku pun juga masih melanjutkan masakku.
"itu ngga akan bertahan lama mbak, sebentar lagi perlakuan mas Bayu yang seperti itu akan pada ku bukan lagi padamu" kata Maura yang tiba-tiba berada tak jauh dariku.
__ADS_1
"oohh ya? baiklah terserah apa kata kamu okey mau. lakukan apa yang mau kamu lakukan, semoga berhasil" kataku sambil tersenyum menatap maura yang terlihat kesal dengan perkataanku.
"pasti aku akan berhasil mbak, jngan salah kan aku jika suatu saat mas Bayu benar bener berada dalam pelukan aku" katanya sambil mendekap tangan didepan dada.
"ya yaa yaa, sudah ku bilang bukan terserah apa kata kamu" jawabku masih dengan santai, aku berusaha tidak menampilkan kekhawatiranku atas perkataannya meski sebenernya akupun takut apa yang Maura katakan bener-bener terjadi, apalagi saat ini ada calon anakku juga mas Bayu dalam rahimku.
"jangan bersusah susah melakukan apa yang ngga akan mungkin terjadi mau, karna kamu tau sendiri bahkan ngga ada satu orang pun dirumah ini yang berada di pihak kamu. kamu tau kenapa? karna kamu itu memang bukan sainganku!" jawabku dengan tenang.
"ngga usah senang dulu mbak, meskipun ngga ada yang berada dipihakku tapi aku yakin bisa mengambil apa yang memang harusnya aku dapatkan. termasuk mas Bayu, jadi mending kamu siap-siap aja beresin pakaian kamu kedalam koper. karna sebentar lagi kamu pasti akan ditendang dari rumah ini!" jawab maura dengan yakin.
Maura yang sudah kesal dan tak bisa melawan kata-kataku pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya dengan langkah yang dihentak dengan keras, aku pun tersenyum miring melihat kelakuan Maura. ku lanjutkan masak yang sempat tertunda karna perdebatan dengan Maura.
"masak apa rit?" tanya ibu mertua yang baru saja masuk kedapur, untung saja perdebatan antara aku dan Maura sudah selesai sebelum ibu mertua datang. tapi ibu mertua dengar ga ya,- pikirku.
"eeemm ini Bu, aku masak tumis kangkung sama udang goreng tepung sama cumi balado Bu" jawabku dengan senyum mengembang.
__ADS_1
"waaahh kayanya enak rit, tambah goreng kerupuk rit jadi lebih enak pasti" kata ibu mertua, aku pun menganggukan kepala mengiyakan perkataan ibu mertua.
"iyaaa Bu nanti setelah ini selesai aku gorengin kerupuk ya" jawabku sambil tersenyum.
"oh ya Bayu sudah pulang?" tanya ibu mertua
"sudah Bu, ada dikamar. mungkin sudah selesai mandi" jawabku
"yasudah kalo gitu, ibu tinggal kekamar dulu ya sudah mau Maghrib. kalo udah selesai masaknya kalo sholat Maghrib dulu aja ya rit, goreng kerupuknya biar nanti aja selesai sholat" kata ibu mertua yang langsung aku angguki.
***************************************
mohon maaf ya para pembaca kalo terlampau jarang update😔 karna author harus jagain ibu mertua yang lagi dirawat dirumah sakit, mohon maaf sekali lagi ya😘
doain ibu mertua outhor biar cepet sehat kembali kerumah ya readers, terimakasih😘
__ADS_1