Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus44.


__ADS_3

mobil Bayu pun meninggalkan pekarangan rumah mewah tersebut dengan empat orang penumpang didalamnya dengan Bayu sebagai satu-satunya lelaki sebagai supir.


"kita kemana nau?" tanya Bayu pada Naura yang berada tepat di belakangnya.


"kita kec****iland mas, disana tempatnya bagus, sejuk, nyaman juga untuk anak-anak" jawab Naura yang langsung diangguki oleh Bayu.


"ada penginapan terdekat kan?" tanya Bayu lagi langsung diangguki oleh Naura.


"iyaalah mas, aku udah pesen hotel disana dengan dua kamar. nanti bibi sekamar sama aku dengan double bed" jawab Naura dengan tersenyum.


"yasudah kalo semua udah kamu urus, jadi kita semua tinggal kesana aja" jawab Bayu langsung diangguki oleh Rita dan yang lainnya.


"bibi seneng ga jalan-jalan kaya gini sama kita?" tanya Naura pada bi Surti yang ada disebelahnya.


"tentu aja non, makasih ya Bu, pak udah ajak saya jalan-jalan" kata bi Surti dengan mata berbinar.


"sama-sama bi, kita refreshing hari ini. biar bibi juga ga pusing mikirin kerjaan rumah mulu" jawab Rita membuat bi Surti tertawa kecil.


"itu kan memang sudah tugas saya Bu, bisa jalan-jalan seperti ini itu namanya bonus" jawab bi Surti yang disetujui oleh Rita.


"betul banget bi, sesekali gapapalah ya. kita juga udah lama ngga rekreasi ya mas?" tanya Rita pada sang suami yang hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"iyaa mumpung sekarang mas Bayu lagi ambil libur mending kita pake buat jalan-jalan aja, aku juga bentar lagi masuk kuliah" jawab Naura.


"oiyaa nau, rencananya kapan kamu mau anterin formulir pendaftaran itu kekampus?" tanya Bayu pada Naura.


"rencananya si Selasa besok mas, udah Minggu terakhir kan besok aku libur. Senin depan udah mulai ospek" jawab Naura dengan singkat.


"oohh gituu, terus jadinya kamu ambil jurusan apa?" tanya Bayu lagi sambil fokus menyetir.


"sesuai rencana, aku akan ngambil design si mas" jawab Naura Bayu dan Rita menganggukan kepala.


"apa kamu ngga mau ambil jurusan bisnis management aja nau?" tanya Bayu membuat Naura menyeritkan kening.


"ngga ah mas, mau ngapain aku ngambil jurusan bisnis management? ga sesuai sama impian aku" jawab Naura dengan santai.


"kamu kan nanti bisa bantuin mas mengelola perusahaan nau" jawab Bayu membuat Naura terdiam.

__ADS_1


"emm ngga ah mas, Naura mau mengejar mimpi Naura aja. jadi designer itu cita-cita Naura dari kecil mas" jawab Naura dengan mengerucutkan bibirnya.


"yasudah kalo emang keputusan kamu kaya gitu" jawab Bayu pasrah dengan jawaban yang diberikan Naura.


"iyaa lagian mas Bayu juga pasti bisa mengurus perusahaan itu, aku gamau ikut ikutan cukup mas Bayu aja yang terjun keperusahaan itu" jawab Naura yakin.


"tapi perusahaan itu kan juga hak kamu nau, biar gimana pun tetap saja kamu jga salah satu pemilik perusahaan itu" jawab Bayu membuat Naura mengerucutkan bibirnya.


"yaa biarin aja si mas, kan udah ada mas Bayu yang mengelolanya. aku gamau ah mas, beban kayanya kalo mengelola perusahaan. biarkan aku menggapai cita-cita aku dulu ya mas, pleaseee" kata Naura memohon.


"biarin ajalah mas Naura sama citacitanya, lebih baik kita dukung aja dulu. urusan perusahaan kan bisa mas yang handel sebagai lelaki" kata Rita yang juga disetujui oleh Naura.


"iyaa bener itu mbak Rita emang the best banget" jawab Naura memuji Rit, sementara Bayu hanya memutar bola mata jengah mendengar perkataan yang keluar dari mulut Naura.


"sudahlah, dua lawan satu. aku bisa apa" jawab Bayu membuat ketiga orang perempuan itu tertawa kecil mendengar responyang diberikan olehnya.


"tapi kan mas, apa kamu benar-benar yaki akan membebaskan Maura dari sel?" tanya Rita penasaran.


"menurutmu apa aku akan benar-benar melakukan hal itu, atas semua yang sudah ia lakukan pada keluarga kita?" tanya kembali Bayu menjawab pertanyaan Rita.


"tapi surat perjanjian itu??" tanya Rita dengan ragu.


"maafin mas nau, mas ngga bermaksud,,,," lanjut Bayu terhenti dengan perkataan Naura.


"gapapa kok mas, Naura ngerti apa yang mas rasain. Naura udah bilang kan, Naura pasti akan ngelakuin hal yang sama bahkan lebih jika Naura yang ada diposisi mas Bayu" jawab Naura memberikan senyum terbaiknya seolah berkata bahwa ia tak masalah dengan apa yang dilakukan Bayu terhadap ibu kandungnya.


"makasih ya nau, kamu udah ngertiin mas" jawab Bayu dengan tersenyum lembut menatap adik beda ibu itu.


"sama-sama mas" jawab Naura singkat.


"sudah-sudah kita kan mau happyfun, kenapa malah melow begini si. ga seru tau" kata Rita mengerucutkan bibirnya.


"iyaa iyaa maaf ya sayang" kata Bayu masih fokus menyetir.


"lagian tadi kan mbak Rita duluan yang bahas itu, gimana sih" jawab Naura terkekeh mendengar perkataan Rita


"iyaa tapi ga perlu bahas sampai kesana-sananya, mbak kan cuma pengen tau kelanjutannya aja. lagian mbak juga sebenarnya penasaran sama isi dari surat perjanjian itu" jawab Rita membuat Naura pun menganggukan kepala.

__ADS_1


"iyaa si mas, aku juga penasaran loh. oiyaa, apa benar mas mengirim ibu ke desa terpencil tanpa fasilitas? kalo betul, waahh pasti ibu akan ngamuk disana" kata Naura yang sudah membayangkan reaksi sang ibu yang dikirim ke desa terpencil oleh kakak lelakinya tersebut.


"iyaa bener, bahkan setau mas disana itu masih jarang sekali rumah penduduk. ada si tapi ngga berdekatan" jawab Bayu membuat Naura dan juga Rita membulatkan bibir.


"berarti masih asri banget dong ya mas, kalo gitu malah enak dong ibu tinggal ditempat yang asri. eehh tapi mas bakalan kirim uang ke ibu kah?" tanya Naura membuat Bayu langsung menggelengkan kepala.


"nggalah, untuk apa? mas mengirim ibu kesana kan agar tau bagaimana hidup susah dalam kemiskinan. kalo mas tetap kirim uang kesana keenakan dong ibu" jawab Bayu membuat Naura menganggukan kepala.


"apa ngga keterlaluan seperti itu mas?" tanya Rita dengan khawatir.


"keterlaluan gimana maksud kamu? jelas ngga lah sayang, dibanding ibu harus mendekam dipenjara lebih baik hidup bebas tanpa fasilitas" jawab Bayu disetujui oleh Naura.


"iyaa bener mbak apa yang dibilang mas Bayu, lagian kalo ibu di penjara. kasus itu kan udah lama, ngga akan semudah itu juga si mbak. yaa lebih baik kita kasih hukuman sendiri aja kan" Jawa Naura membuat Rita menganggukan kepala.


"terserah kalian aja deh" jawab Rita santai.


mendengar perkataan Rita, kedua orang itu pun terdiam. akhirnya mobil yang mereka tumpangi pun akan segera sampai di tempat rekreasi yang mereka tuju.


"sepertinya udah mau sampai ini, tau-tau udah hampir dua jam diperjalanan aja kita ya" kata Bayu diangguki oleh Rita.


"iyaa cepat banget ga berasa ya mas" jawab Rita dibalas senyum oleh Bayu.


"sebentar lagi kita masuk wahana sayang" kata Bayu diangguki oleh Rita.


"yeee , keena jalan-jalan perdana nih" kata Rita menggoda keena yang terbangun.


"udah mau sampai ya Bu?" tanya bi Surti yang sejak perjalanan tertidur lelap.


"iyaa bi, Alhamdulillah kita udah mau sampai. nanti kita langsung cari makan dulu aja ya mas, udah hampir siang nih" kata Rita diangguki oleh Bayu.


"yaudah kalo gitu kita langsung singgah restoran dulu aja kali ya" jawab Bayu membuat ketiga orang itu menganggukan kepala.


"iyaa mas, Naura juga udah lapar ini. mana kita juga ga bawa cemilan dari rumah, iyakan?" kata Naura membuat Rita dan juga Bayu tertawa kecil.


"eehh siapa bilang, tadi bibi ada bawa kue bawang sama biji ketapang waktu itu loh non" jawab bi Surti membuat Naura berbinar.


"yang bener bi?" tanya Naura memastikan kebenaran dari apa yang dikatakan oleh bi Surti.

__ADS_1


"iyaa bener lah non, udah nanti kita makan sama-sama sambil jalan-jalan" jawab bi Surti yang disetujui oleh Rita dan juga Bayu tak ketinggalan pun dengan Naura.


__ADS_2