
acara pun telah selesai, kini Bayu dan juga seluruh keluarga tengah bersiap untuk pulang kerumah mereka. begitu pun ibu sari yang akan langsung diantar kedesa terpencil, namun ia menolak dan bersikukuh untuk tetap pulang lebih dulu ke rumah Bayu hingga akhirnya Bayu pun terpaksa memperboleh kan.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga dirumah, udah malem banget ternyata sudah jam sebelas loh" kata Rita yang langsung diangguki oleh Bayu dan juga yang lainnya.
"iyaa sayang sebaiknya kamu langsung tidur aja, ngga baik tidur terlalu malam. kasihan keena" jawab Bayu dengan senyum kepada istrinya.
"tunggu Bayu, lantas malam ini ibu tidur dimana? apa kamu sudah mempersiapkan kamar untuk ibu?" tanya ibu sari membuat bayu menyeritkan kening.
"kamar? tidak ada! ibu tidur diruang tamu, karna tidak ada kamar khusus untuk ibu dirumah ini" jawab Bayu dengan nada tegas membuat ibu sari membelalakan mata.
"maksud kamu apa bayu?" tanyanya dengan nada heran.
"apalagi? ibu tidur dikamar tamu, karna ngga ada kamar khusus untuk ibu dirumah ini. apa kurang jelas apa yang Bayu katakan? masa Bayu harus mengulang lagi bu?" tanya Bayu membuat ibu sari menggelengkan kepala tak percaya dengan apa yang keluar dari mulut anak lelakinya.
"kamu ngga salah berkata seperti itu pada ibu bay? ibu yang selama ini sudah membesarkan kamu, kamu tega memperlakukan ini pada ibu? kamu saja bisa menganggap bi Surti sebagai ibu kamu yang notabane nya hanya seorang pembantu, tapi kamu menganggap ibu yang sudah merawatmu selama puluhan tahun ini sebagai orang asing!" jawab ibu sari dengan nada membentak.
"aku menganggap Bu Surti sebagai ibuku karna memang ia pantas Bu, bahkan dulu pun aku memperlakukan ibu sama seperti aku memperlakukan Bu Surti. apanya yang beda? tapi apa yang aku dapatkan Bu? kenyataan yang sangat pahit yang aku dapat, ibu fikir aku diam tapi tak memiliki perasaan dan rasa sakit pada ibu? ibu salah, aku terluka Bu sangat terluka atas apa yang ibu lakukan!!" jawab mas Bayu dengan memebenatak ibu sari membuat perempuan paru baya itu membelalakan mata.
__ADS_1
"kamu membentak ibu bay?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.
"iyaa, kenapa? Bayu fikir selama ini bayi mengasingkan ibu, ibu sudah berfikir jauh lebih baik. tapi ternyata Bayu salah, ibu justru merasa diri ibu benar, andai Bayu jahat Bu Bayu pasti akan mengirim ibu ke neraka. sama seperti apa yang ibu lakukan pada ayah dan juga ibu kandung bayu Bu!!!" teriak bayu dengan mata melotot sempurnya.
Rita pun menenamgkan sang suami yang sudah sangat terbawa emosi, ia mengelus pundak suaminya agar menyalurkan energi positif.
"tenang mas tenang, sudah malam jangan teriak teriak ngga enak didengar sama tetangga mas" kata Rita pada suaminya dengan nada lembut.
"aku sudah muak rit, dari dia datang selalu ada saja ulahnya. bahkan aku langsung suruh kembali kedesanya dia pun tak mau, aku sudah berbaik hati mengizinkannya menginap dirumah ini. tapi lihat sendiri, bahkan dia terus mengkambing hitamkan orang lain. bukannya berfikir tapi malah justru semakin memojokkan orang lain rit" jawab Bayu tanpa menatap sang istri dan terus menatap tajam ibu yang sudah membesarkan nya.
"sudah mas, bagaimanapun ibu sari tetap ibu kita mas. jangan berbicara keras dihadapannya mas, ngga pantas rasanya kita sebagai anak memperlakukan orangtua seperti ini. apalagi dihadapan ibu dan juga bapakku mas" jawab Rita dengan pelan pada Bayu.
"dia sudah keterlaluan pak, bapak lihat sendiri kan. bahkan baru datang saja dia sudah membuat Rita menangis pak, sekarang dia justru memojokkan Bu Surti sebagai kambing hitamnya. andai aku bertemu lebih awal dengan Bu Surti aku lebih baik diurus olehnya dibanding oleh ibu yang sudah jelas sangat-sangat jahat padaku dan juga keluargaku pak" jawab Bayu mengeluarkan seluruh emosinya malam ini.
"astagfirullah nak Bayu, kita sebagai manusia rasanya tak pantas berbicara seperti itu, semua yang terjadi pada kita itu sudah digariskan oleh Allah nak. Allah menguji kita karna Allah tau kita pasti mampu untuk melewatinya, nak Bayu tak boleh mengingkari apa yang sudah ditakdirkan" jawab bapak yang langsung membuatku menganggukan kepala.
"benar apa yang dikatakan bapak mas, sebaiknya kita istirahat. semuanya pasti sudah sangat lelah, mas juga harus istirahat karna besok harus pergi kekantor kan?" kataku menatap mas Lukman yang masih terlihat sangat emosi.
__ADS_1
"udah mas, suatu saat orang jahat pasti akan menerima karmanya kok. ntah mungkin terjadi padaku atau pada dirinya sendiri, kita tinggal liat saja nantinya" kata Naura membuat Bayu menatap adik dengan dahi menyerit sempurnya, begitupun Rita yang juga heran dengan apa yang dikatakan oleh Naura.
"maksud kamu apa Naura, tolong jangan perbesar semua ini?" tanya Rita pada Naura yang langsung menatap kakak ipar dan juga ibu kandungnya secara bergantian.
"benar kan apa yang aku katakan? bukannya kejatahan yang dilakukan orangtuanya pasti akan berimbas keanaknya, sekarang siapa lagi kalo bukan aku yang akan kena imbas dari apa yang ibu lakukan? mas Bayu, ngga mungkin karna mas Bayu bukan anak kandung ibu. Maura? bahkan Maura aja sekarang ngga tau keberadaannya dimana, iyakan?!" jawab Naura dengan mata berkaca-kaca.
"kamu ngga boleh berbicara seperti itu Naura, ucapan itu adalah doa. berdoalah yang baik-baik agar kehidupan mu pun berjalan dengan baik" kata ibu Rita menasehati Naura.
"Naura kecewa bi, Naura sakit hati. banyak orang yang bicara soal karma, dan Naura terlalu takut jika apa yang dilakukan ibu dan juga kak Maura terjadi pada Naura Bu" jawab Naura yang berada dalam dekapan ibu Rita.
"kamu ngga boleh berkata seperti nau, semuanya pasti akan baik-baik aja. kakak kamu pun pasti akan melakukan hal yang terbaik buat kamu" jawab ibu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.
"iyaa benar apa yang ibu katakan nau, semua yang udah terjadi biarlah menjadi kenangan nau. kamu tinggal berjalan sesuai syariat aja agar kamu pun tak luput dari kesalahan yang sudah diperbuat kakak dan ibumu" jawab Rita yang langsung membuat Naura meneteskan air mata.
"iyaa mbak, Naura juga tau. makanya Naura cuma takut mbak, takut banget kalo Naura yang akan menanggung karma atas apa yang dilakukan ibu dan juga Kak Maura" jawab Naura dengan terisak.
"lihat kan Bu, lihat apa yang ibu lakukan menimbulkan trauma untuk anak kandung ibu sendiri. apa ibu sudah puas? harusnya ibu berfikir Bu, kenapa Bayu sampai menyingkirkan ibu dari kehidupan kita. ibu seharusnya instrospeksi diri Bu, bukan malah menambah masalah dengan bertambah buruknya sikap ibu" ......
__ADS_1
bersambung....