
pagi ini, setelah naura dan mas Bayu pergi. aku kembali melanjutkan aktifitas ku. membersih kan piring kotor bekas sarapan kami semua.
setelahnya aku kembali kekamar setelah mengecek keadaan ibu mertua yang ternyata sedang tidur.
aku pun berjalan melewati tangga, sampai depan kamar Maura aku mendengar suaranya yang sedang berbicara melalui telepon sepertinya.
"iyaa tolong bantu gue dong buat misahin mereka,,,"
"..,,,,"
"iyaa tenang aja, nanti kalo berhasil gue kasih lebih"
",,,,...."
"oke, makasih"
begitulah yang aku dengar sekilas percakapan Maura dengan orang yang ditelepon.
aku pun bergegas kembali berjalan melewati kamar Maura. sampai depan kamar, aku bergegas masuk dan langsung duduk dipinggiran kasur.
"untuk siapa Maura merencanakan semua itu, ya tuhan perasaanku tidak enak" pikir ku.
aku pun menyandar kan punggung ku disandaran kasur. kemudian aku coba menghubungi sahabat ku.
Tut,,Tut,,Tut,,,
dua kali panggilan ku tidak dijawab olehnya, aku pun mencoba panggilan ke tiga.
Tut,,Tut,,Tut,,
akhirnya panggilan ketiga pun diangkat oleh sahabatku.
"assalamualaikum" kataku setelah panggilan tersambung.
"waalaikumsalam Rita, gimana kabarmu?" kata Rima Sabahat ku.
"Alhamdulillah aku sangat baik Rima, bagaimana denganmu?" tanya ku pada Rima.
"Alhamdulillah, aku pun juga baik. oh ya ada apa kamu menghubungiku?" tanya Rima dari seberang telepon.
"oh tidak, tidak ada apa apa. aku hanya ingin meleponmu, bukankah kita sudah lama tidak bercengkrama" kataku pada Rima.
"iyaa tentu saja sudah sangat lama, sampai aku fikir kau lupa pada ku" jawab Rima dengan nada kesal.
"tentu saja tidak mungkin, mana mungki. aku melupakanmu, sahabatku" jawabku sambil tersenyum meskipun tidak terlihat olehnya.
disela aku telponan dengan sahabatku aku mendengar suara pintu terbuka dari kamar sebelah, aku memutuskan untuk melihat keluar.
ternyata Maura sudah rapi akan pergi, ntah pergi keluar atau kemana. aku beranikan untuk menegur dan bertanya pada nya.
"aku tutup dulu telponnya ya Rima" kataku pada sambungan telpon yang masih terhubung.
__ADS_1
aku pun memutus sepihak sambungan telpon ku. kemudian aku mengikuti langkah Maura yang mendekati anak tangga.
"Maura" panggiku pada Maura dengan setengah berteriak.
Maura pun menghentikan langkahnya. dia pun berbalik arah menghadap pada ku.
"ada apa?" jawabnya dengan ketus.
"kamu mau kemana mau?" tanya ku pada Maura.
"heh, pertanyaan bodoh macam apa itu. jelas aku mau ke kampus lah mba, masa mau mejeng" kata Maura dengan sinis.
"ooohh, berangkat dengan siapa kamu?" tanya ku lagi.
"apa perduli mu, urusan ku bukan urusan mu. jadi berhenti mengganggu kehidupanku" jawab Maura acuh tapi sinis.
Maura pun berbalik melanjutkan langkahnya,meninggalkan aku yang masih diam berdiri ditempatku.
aku masih mengawasi Maura dari lantai atas hingga dia menghilang dibalik pintu keluar rumah. kemudian aku mencoba menelpon mas Bayu.
Tut,,Tut,,Tut,,
tak lama pangilanku pun langsung diangkat oleh mas Bayu.
"assalamualaikum mas" kataku dalam telpon.
"waalaikumsalam sayang, ada apa??" tanya mas Bayu dri sebrang telpon.
"oh ya, terus sayang? dia ada menyebutkan nama siapa gitu atau tidak?" tanya mas Bayu.
"tidak mas, aku hanya dengar sedikit tidak dengar semuanya. tapi aku bisa pastikan kalo apa yang aku dengar Maura sedang merencana sesuatu yang aku juga tidak tau apa itu mas" kata ku lagi pada mas Bayu.
"baiklah kalo gitu biar mas yang cari tau sendiri ya sayang" jawab mas Bayu.
"baik mas, oh ya mas boleh kah aku bertemu Rima siang ini diluar mas?" tanya ku pada mas Bayu.
aku selalu meminta izin jika ingin keluar rumah pada mas Bayu.
"boleh saja sayang, tapi bagaimana dengan ibu. siapa yang akan membantu nya" tanya mas Bayu.
"emm, aku akan memastikan ibu makan siang dan minum obat dulu setelah itu baru aku keluar menemui Rima. bagaimana mas?" jawab cepat pada mas Bayu.
"baiklah kalo gitu, kamu hati-hati ya sayang. aku tidak bisa keluar untuk menjemputmu karna kerjaanku juga sangat banyak hari ini" kata mas Bayu.
"iyaa mas tidak apa-apa, makasih ya mas. aku tutup dulu telponnya, assalamualaikum" kataku mengakhiri panggilan ku.
"waalaikumsalam" jawab mas Bayu dri sebrang telepon yang masih sempat aku dengar sebelum mematikan sambungan telponnya.
kemudian aku kembali bergegas menghubungi Rima untuk mengajaknya bertemu siang ini.
Tut,,Tut,,Tut,,
__ADS_1
sambungan telpon pertama pun terhubung, langsung diangkat oleh Rima.
"assalamualaikum, ada apa rit?" tanya nya langsung.
"waalaikumsalam, aku ingin mengajakmu bertemu siang ini. apakah bisa?" tanya ku pada Rima.
"bisa saja, jam berapa dan dimana??" tanya Rima .
"jam satu siang, di coffebreak ya rit" jawabku mentukan tempat kami bertemu.
"okee kalo gitu sampe bertemu nanti siang" kata Rima.
"iya, assalamualaikum" jawabku.
"waalaikumsalam" kata Rima sambil mengakhiri panggilan telpon kami.
sedangkan diwaktu bersamaan di kantor Bayu, dia pun semakin heran dengan tingkah laku sang adik akhir-akhir ini.
meskipun begitu Bayu tetap memfokuskan diri mengerjakan setiap pekerjaannya yang menumpuk.
"hei bay" kata Andi menyapanya.
"eh elo ndi, ada apa sih" kata mas Bayu.
"eh ada apa apa, waktunya ngopi nih. mau ngopi ga lu, gue mau bikin nih" kata Andi menawarkan.
"emm, boleh deh ndi. gue suntuk banget hari ini, pusing kepala gue berasa mau pecah nih ndi" kata mas Bayu.
"ada apa sih? eh bentar deh gue bikin kopi dulu, nanti kita lanjut lagi" kata Andi pada mas Bayu.
Andi pun melangkahkan kaki menuju pantry di lantai itu. beberapa menit kemudian Andi pun kembali kehadapan mas Bayu.
"nih bro, btw ada apa sih? cerita-cerita dong" kata Andi.
"ntahlah, gue pusing ga habis pikir dengan tingkah Maura akhir-akhir in ndi. lu tau ndi, semalem dia pergi dan pulang pagi sebelum subuh dengan keadaan mabuk" jawab mas Bayu.
Andi pun melotot mendengar perkataan mas Bayu.
"serius lu bay?" tanya Andi seakan tak percaya.
"serius gue, ntah sejak kapan dia seperti itu" kata mas Bayu dengan frustasi.
"waaahh parah parah ini udah mulai ga bener nih si Maura. ikut-ikutan temennya dia bay, mulai masuk dunia malam. lu harus ekstra memberikan dia didikan bay" jawab Andi.
"itu dia ndi masalahnya, gue bingung harus gimana" jawab mas Bayu dengan wajah lesu.
"yaaahh gampang bay, tinggal lu masukin pesantren atau lu hukum aja. beres" jawab Andi dengan enteng.
mas Bayu pun memikirkan perkataan Andi. kemudia dia pun menyeruput kopi buatan Andi.
"gue balik ketempat kerja gue dulu sob, nanti jam makan siang kita lanjut lagi" kata Andi yang diangguki mas Bayu.
__ADS_1