
"sudah-sudah sana kalian persiapkan apa aja yang kalian butuhkan untuk camping, untuk tenda kalian pakai aja punyaku satunya lagi. Naura, kamu ambil ya ada digudang belakang" kata Bayu pada keempat remaja tersebut. mereka pun langsung mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Bayu, sedangkan Bayu sendiri menyiapkan alat panggang didepan rumah. bayu pun juga sudah menjelaskan pada Rita tentang rencana yang di lakukan oleh Naura, Rita pun menyambut dengan antusias apa yang dikatakan Bayu. kini ia pun merasa lega dengan kejadian yang sebenarnya.
"mas" sapa Rita ketiga melihat Bayu sedang menyiapkan acara barbeque mereka.
"yaa sayang" jawab Bayu tanpa mengalihkan pandangan dari apa yang sedang ia kerjakan.
"eemm, dimana Maura juga ibu mas?" tanya Rita dengan berbisik.
"ada apa?" tanya Bayu mendongakan kepala mendengar apa yang ditanyakan oleh Rita.
"oohh, gapapa. aku hanya penasaran aja apa ibu juga Maura tau kalo Naura dan teman-temannya sebenarnya akan mengadakan camping disini" jawab Rita dengan lancar. merasa sangat antusias karna Rita yakin sudah banyak rencana yang disusun oleh Maura ketika mendengar Naura dan teman-temannya akan mengadakan camping, sayangnya Maura tidak tau jika Naura dan temannya akan mengadakan camping dihalaman rumah. Rita tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Maura nanti melihat kelakuan Naura yang tentu saja membuatnya jengkel.
"entah, sudahlah biarkan saja. yang penting acara yang Naura lakukan ini ada untungnya juga untuk kita, iyakan?" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.
"ini mas tolong bangunin tenda kami" kata Naura, Bayu pun segera mengambil tenda yang masih belum terbentuk itu dan segera membangunkannya untuk adik juga teman-teman adiknya itu.
"disini aja ya?" tanya Bayu setelah mendapatkan posisi yang pas untuk membangun tenda tersebut.
"boleh mas, yang penting yang kuat ya bangunnya jangan sampai roboh" jawab Naura membuat Bayu menganggukan kepala.
"mbak Rita, keena nya udah wangi banget sih. boleh aku gendong ga?" tanya Salma, Rita pun segera memberikan keena pada Salma yang diterima antusias olehnya.
"duuhh, jangan deh mbak nanti keena bisa sawan kalo digendong sama Salma" kata Naura membuat Salma mencebikkan bibir, sedangan Nana dan dini sudah cekikikan mendengar perkataan Naura.
"yeee kamu pikir aku hantu apa" jawab Salma dengan nada kesal, wajahnya pun dibuat-buat seolah merajuk.
"bisa aja ngeliat muka kamu keena langsung sawan sal" kata dini membuat Salma semakin mencebikkan bibirnya.
"udah-udah kalian ini selalu aja godain Salma, kasian loh kalo beneran keena sawan. kasian keenanya" jawab Nana, membuat orang-orang yang mendengarnya pun tertawa.
__ADS_1
"Nana, kok kamu gitu sih" kata Salma merajuk, ia pun mengembalikan keena pada Rita dengan wajah kesalnya.
"sudah-sudah kalian ini, tuh kan lihat Salma jadi merajuk beneran" kata Rita menengahi keempat remaja tersebut.
"tenang aja mbak, Salma ngga akan marah kok kalo cuma diledekin kaya gitu. kita udah biasa saling ledek" jawab nana membuat yang lain pun mengganggukan kepala.
"yaudah, terserah kalian kalo gitu. tapi ingat, jangan berlebihan ya" kata Rita, ketiga remaja itu pun menganggukan kepala dan menyusul Salma masuk kedalam rumah.
tak lama keempatnya pun kembali keluar dan segera menyiapka segala keperluan untuk acara barbeque mereka, tepat menjelang Maghrib semuanya pun selesai. mereka pun bergegas membersihkan diri secara bergantian, setelah semua selesai mereka pun memulai acara barbeque setelah azan isya berkumandang.
"keluarkan semua yang tadi kalian beli nau, biar aku siapkan bumbunya untuk bakar-bakar nanti" kata Rita membuat keempatnya menyeritkan kening.
"mbak yakin mau menyiapkan bumbu? mendingan mbak jagain keena aja" jawab Naura.
"ngga apa, keena sama ibu dikamar mbak kok" jawab Rita membuat Naura mendelik heran menatap kakak iparnya.
"apa ada Maura juga mbak?" tanya Naura dengan penasaran.
"mbak, lebih baik Dede keena sama aku aja disini kalo mbak mau meracik bumbu. maaf bukan aku ga percaya pada ibu mas Bayu, tapi mbak tau sendiri laah bagaimana nanti jika masih ditangan ibu mas Bayu. Maura pasti lebih gampang untuk melakukan apapun pada anak mbak, maaf mbak, nau jangan tersinggung" kata Nana membuat Salma dan juga dini menganggukan kepala membenarkan apa yang dikatakan oleh Nana.
"iyaa, kamu benar juga na. gapapa kok, memang seperti itu keadaannya. lebih baik kita waspada kan dari pada kecolongan, mbak ayok ambil keena dari ibu mbak" kata Naura menyuruh Rita mengambil keena dari gendongan sang ibu yang berada didalam kamar.
tak lama Rita pun keluar kamar bersama keena dalam gendongannya diikuti ibu Bayu dibelakangnya.
"kenapa si rit, padahal ibu masih mau gendong cucu ibu" kata ibu Bayu dengan wajah dibuat lesu.
"gapapa Bu, biar keena disini juga sama tante-tantenya. lagian biar dia ga sumpek didalam kamar terus, biasanya juga kalo jam segini keena disini kok sama aku dan Naura" jawab Rita menjawab perkataan ibu Bayu dengan hati-hati supaya tidak menyakiti perasaannya.
"tapikan ada ibu rit, ibu juga ga keberatan kalo disuruh tidur dengan keena kok. kamu gausah khawatir gitu kali rit" jawab ibu Bayu mengerucutkan bibirnya. Rita pun jadi serba salah mendengar perkataan ibu Bayu.
__ADS_1
"ibu, udahlah Bu. lagian emang ibu ngga bosen apa dikamar mulu, aku ajaa bosen loh Bu kalo didalam terus" jawab Naura membuat sang ibu terus memutar bola mata jengah.
"itukan kamu, bukan ibu" jawab ibu Bayu dengan ketus, Rita yang mendengarnya pun menyeritkan kening seolah aneh mendengar perkataan ibu Bayu.
"ibu, ibu kenapa ya memaksa sekali untuk memegang keena didalam kamar? maaf Bu, tapi keena biar disini aja sama kami. kalo ibu mau didalam kamar silahkan, Rita ngga masalah" jawab Rita membuat ibu Bayu pun membelalakan mata mendengar perkataan Rita.
"kok kamu ngomongnya gitu sama ibu rit, ibu kan cuma mau menjaga keena. itu aja" jawab ibu Bayu dengan lirih.
"yaa jelas lah Bu, gimana dia mau percaya sama ibu. selama ini kan memang begitu sifatnya jika di belakang ibu, ibu nya aja yang ga pernah sadar" kata Maura yang tiba-tiba sama sudah berada diantara mereka.
"jangan ucapan kamu ya Maura, aku membiarkan kamu masih disini hanya karna ibu. bukan karna aku mengizinkan kamu karna hatiku, aku bisa aja mengusirmu detik ini juga jika kamu masih seenaknya begini" jawab Rita dengan tegas.
"oh ya yakin? coba aja" tantang Maura membuat Rita pun semakin geram dibuatnya.
"ada apa ini?" tanya Bayu memecah ketegangan yang terjadi diantara para perempuan tersebut.
"mas, mending kamu ajarin istri kamu ini biar ngga kurang ajar sama ibu. masa ibu lagi gendong keena terus direbut sama istri kamu, ibu masih kangen sama keena mas Bayu" jawab Maura membuat Bayu menatap sang istri yang menggelengkan kepala.
"Naura, udah selesai. ayok kita kedepan, kita mulai acara barbequenya. sini, keena biar sama aku aja ya sayang. ayok kita kedepan, tenang aja aman kok untuk keena karna apinya mas arahkan ke jalan" jawab Bayu membuat maura pun kesal karna aduannya tak berhasil membuat Bayu menjadi marah pada Rita. Naura yang mendengarnya pun mengulum senyum, ntah karna sudah bisa memulai acara barbeque mereka atau karna mendengar perkataan Bayu yang sama sekali tak merespon ucapan Maura.
"ibu, ayok Bu kita kedepan" ajak Rita pada ibu mertuanya, ibu Bayu mengikuti langkah mereka berenam meninggalkan Maura dengan rasa kesal yang ada didalam hatinya.
"sini duduk sini Bu, rit biar aku bantu Naura dan teman-temannya dulu, kalian mau makan apa? ada jagung bakar, aneka sosis juga ada daging?" jawab Bayu membuat Rita membelalakan mata.
"daging? kamu yang beli mas?" tanya Rita pada Bayu yang terus menyunggingkan senyum.
"nggalah, Naura tadi yang beli kan sama temab-temannya. aku cuma kasih mereka uang aja untuk beli semua itu" jawab Bayu dengan cepat.
"boleh semuanya aja ga bay, ibu kayanya pengen semua itu" jawab ibu Bayu membuat Rita dan Bayu pun saling pandang.
__ADS_1
"ibu serius?" tanya keduanya dengan serempak, ibu Bayu pun menganggukan kepala dan tersenyum.
"yaudah tunggu sebentar ya, aku bakarin dulu untuk kalian" jawab Bayu segera melangkahkan kaki menuju pembakaran membakaran membantu ketiga remaja yang sedang asik menertawakan ekspresi Maura ketika diacuhkan oleh Bayu.