
"Baiklah, aku kan ikuti kemauanmu asal Maura segera kamu bebaskan" jawabnya membuatku tersenyum kecil.
nikmati dulu kesenanganmu Bu, ini baru awal!!
keempat orang itupun saling pandang mendengar jawaban yang diberikan oleh ibu yang rela melakukan apapun untuk kebebasan Maura.
"bagus, silahkan tanda tangani surat perjanjian ini" kata Bayu mengeluarkan surat perjanjian yang sudah ia buat selama semalaman suntuk tadi malam untuk menjerat sang ibu.
ibu Bayu pun membaca dan memahami apa yang tertera dalam surat perjanjian tersebut. sedetik kemudian keninga pun mengerut karna merasa keberatan dengan perjanjian yang sangat merugikan dirinya. bagaimana tidak, dalam surat perjanjian tersebut Bayu menuliskan bahwa dirinya tak diperbolehkan memang uang yang berdasarkan dari perusahaan sedikitpun, ia hanya boleh memakai uang yang sudah Bayu siapkan dan bahkan seluruh dompet dan juga handphonenya disita oleh Bayu.
"kenapa perjanjian seperti ini Bayu? ini ngga adil namanya" kata ibu Bayu memprotes kebijakan yang baru saja Bayu buat.
"kenapa emangnya? kalo ibu ga suka, ibu bisa pikirkan ulang. karna aku gaakan menerima lagi keputusan untuk besok" jawab Bayu dengan santai.
"tapi Bayu, lihat masa tanpa uang sepeserpun dan seluruh kartu kredit dan ATM dibekukan? kamu jngan gila bay, bagaimana nanti ibu akan hidup disana" jawabnya membuat Bayu menyeritkan kening.
"ibu bisa bertani, lagipula disana ngga akan ada fasilitas yang sama seperti dikota seperti ini. sudah aku bilang bukan, kalian akan tinggal di perkampungan terpencil" jawab Bayu membuat sang ibu terdiam dan kembali memikirkan ulang apa yang harus ia lakukan.
"aku itu ibumu Bayu, kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini" kata ibu Bayu membuat Bayu menatapnya tajam.
"katakan sekali lagi!"kata Bayu dengan suara nyaring.
"aku ibumu, tak pantas kamu lakukan semua ini padaku!!" ibu Bayu dengan suara yang sangat nyaring.
"kamu pantas mendapatakan semua ini atas apa yang sudah kamu lakukan pada kedua orangtuaku!!!" teriak bayu membuat semua orang terdiam, termasuk sang ibu yang membelalakan mata mendengar perkataan Bayu.
__ADS_1
"ap-apa maksudmu, apa yang aku lakukan pada orangtuamu? aku sama sekali tak pernah melakukan apapun" jawabnya dengan terbata-bata.
"sudahlah Bu tak perlu kamu berbohong lagi dan berpura-pura didepanku, aku sudah tau semuanya kebohongan ibu. aku sudah tau!!!" bentaknya dengan mata berkaca-kaca.
"maksud kamu apa Bayu, ibu benar-benar tak mengerti" elak ibu Bayu membuat Bayu membuang pandangan seakan muak dengan akting yang ia lakukan.
"sudah cukup Bu, tak perlu berdrama lagi. aku sudah tau jika ibulah penyebab ibuku pendarah disaat seminggu setelah melahirkan aku, ibu mendorong ibuku dengan keras hingga ia pendarahan hebat dan ibu meninggalkannya begitu saja tanpa mau mendengarkan ibuku yang terus meminta tolong. kamu jahat Bu, kamu jahat!!!" kata Bayu membuat Rita dan juga Naura terkejut dengan kenyataan yang baru saja mereka dengar, begitupun ibu Bayu yang tak menyangka jika sang anak mengetahui segala yang telah ia tutupi dari anak dan juga suaminya selama puluhan tahun.
"ba-bagaimana,,,,," ucapnya terhenti.
"bahkan ayahpun terkena serangan jantung ketika mengetahui hal ini karna ia tak sengaja menguping apa yang ibu bicarakan dengan seseorang disebrang telpon saat itu. dan itupun juga menyebabkan ayahku meninggal dunia!! ibu telah menghancurkan hidupku Bu!!!" bentak Bayu dengan mengeluarkan Isak tangis yang sedari tadi sudah ditahannya.
Rita yang melihat sang suami sangat rapuh pun menghampirinya, kemudian ia pun menenagkan suaminya dengan menepuk pelan punggung sang suami yang bergetar.
"Andi, siapkan kepergian orang ini kedesa terpencil dinegara ini. jangan berikan akses apapun terhadapnya, termasuk handphone ataupun uang sekalipun" kata Bayu mendongak menatap sang asisten yang hanya bisa menganggukan kepala mendengar keputusan sang bos.
"terlambat Bu, aku sudah membuat keputusan dan ibu harus menandatangi semuanya. apa yang aku lakukan ini tidak akan sebanding dengan hilangnya dua nyawa orang yang sangat berarti dalam hidupku, andai aku tak melihat ibu orang telah merawatmu maka aku akan menjebloskan ibu kedalam penjara saat ini juga" jawab Bayu tanpa menatap sang ibu yang hanya bisa menundukkan kepala.
Naura pun terisak mendengar apa yang dikatakan kakak lelakinya tersebut, ia tak menyangka kejahatan sang ibu yang telah diketahui olehnya tak seberapa dengan apa yang telah dilakukannya pada kedua orangtua kandung kakak lelakinya tersebut. Naura merasa kecewa, sebagai anak ia sangat terpukul mengetahui hal yang sangat menyakitkan untuknya.
"maafin mas nau, bukannya mas ga mikirin perasaan kamu. hanya mas ingin keadilan untuk kedua orangtua kandung mas, ayah dan ibu kandung mas nau"kata Bayu pada Naura yang langsung menggeleng.
"gapapa mas, aku ga menyalahkan mas Bayu. aku hanya kecewa ternyata begitu keji perbuatan ibu yang selama ini aku fikir seorang ibu yang teramat baik bagi kita, aku kecewa mas" jawab Naura sambil menatap dalam sang ibu yang menundukkan kepala dan terisak didepannya.
"maafin ibu nau" kata ibu Bayu menghapus kekehan air mata dipipinya.
__ADS_1
"semudah itu ibu minta maaf atas apa yang sudah ibu lakukan, ibu bukan hanya melukai perasaan mas Bayu tapi juga perasaanku sebagai anak kandung ibu. aku ga menyangka bisa terlahir dari ibu yang banyak melakukan kejahatan dimasalalunya" jawab Naura tanpa menatap lagi sang ibu, ia hanya bisa memejamkan mata meresapi kata-kata yang ia keluarkan. begitu sakit rasanya harus mengeluarkan kata-kata tersebut didepan ibu kandungnya, namun ia sadar rasa sakit yang ia rasakan tak sebanding dengan apa yang dirasakan Bayu setelah mengetahui hal ini.
"semua yang anda butuhkan sudah saya siapkan bos, kapan kita akan kesana?" tanya Andi yang sudah selesai mengurus segala kepindahan ibu Bayu didesa terpencil dinegara ini.
"persiapkan untuk besok, aku ingin wanita ini segera menerima hukumannya" jawab Bayu membuat sang ibu semakin terisak.
"tak bisa kah kamu memaafkan ibu bay? biar bagaimana pun ibu juga menyayangi kami dan Naura, lihatlah adikmu kasihan dia jika tak ada ibu" kata ibu Bayu membuat Bayu terkekeh kecil.
"apa ibu yakin kasihan dengan Naura setelah selama ini ibu mengabaikannya dan terus mengurus Maura seolah hanya Maura anak ibu? nau, apa kamu ikhlas mas melakukan semua ini pada ibu? andai kamu yang ada diposisi mas, apa yang akan kamu lakukan dengan tindak kejahatan yang sudah diluar batas hingga menghilangkan dua nyawa?" kata Bayu pada Naura yang langsung menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"aku tidak akan memaafkan apapun yang ibu perbuat mas, andai ada hukuman yang pantas ya nyawa dibalas dengan nyawa. itu semua ngga sebanding dengan apa yang sudah ibu lakukan pada keluarga mas Bayu" jawab Naura membuat ibunya membelalakan mata, bermaksud merayu Bayu agar dapat membebaskannya dari hukuman justru Naura malah menambah dengan kata-katanya yang sakit membuatnya kaget.
"tapi aku tetaplah ibu kalian, kalian tidak bisa melakukan ini semua pada ibu setelah apa yang ibu lakukan pada kalian. menjaga, menyangk dan juga membesarkan kalian dengan kasih sayang yang sama. kenapa kalian tega pada ibu!" kata ibu Bayu memulai sandiwara terakhirnya.
"ibu yang tega pada kami. ibu tega melakukan semua itu pada ibuku, pada ayahku, bahkan ibu dengan tega menyakiti hati istriku. apa itu semua belum cukup Bu? apalagi mau ibu, bukankah aku sudah berbaik hati tidak melakukan apa yang Naura katakan barusan" kata Bayu mengulangi perkataannya.
"tapi Bayu, bagaimana ibu hidup disana nanti. tidak ada fasilitas, uang, kendaraan, ponsel, bahkan ATM dan kartu kredit" jawab ibu Bayu dengan tertunduk.
"ibu bahkan akan kehilangan semua aset-aset ibu, ibu tinggal pilih membebaskan Maura dan tinggal disana atau ibu ikut mendekam didalam penjara bersama dengan Maura. keduanya pun sama, ibu akan kehilangan aset ibu karna jika ibu dipenjara otomatis semuanya akan kembali disita oleh perusahaan" jawab Bayu membuat sang ibu terpaksa memilih menandatangi surat perjanjian tersebut.
"baiklah, ibu akan ikuti apa yang akan kamu lakukan. tapi tolong sediakan rumah yang layak untuk kami tinggal" jawab ibu Bayu membuat Bayu menganggukan kepala dengan wajah datar.
"itu sudah pasti. silahkan keluar dari rumah ini, dan persiapkan untuk kepergian ibu besok bersama anak buahku" kata Bayu dengan nada datar menatap sang ibu yang masih terlihat tak rela dengan keputusan yang diberikan oleh Bayu.
ia sangat berharap Bayu merubah keputusannya. naum, Bayu tetaplah Bayu yang tidak akan dengan mudah merubah semua keputusan yang sudah ia ambil.
__ADS_1
dengan langkah gontai, ibu Bayu pun meninggalkan rumah Bayu dengan memesan taksi online. ia pun akan segera mengamasi pakaian yang akan ia bawa untuk kepergian besok.