Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
enampuluhempat


__ADS_3

tepat pukul sembilan malam Bayu pun berpamitan pada Rita dan juga Naura yang masih menonton tv diruang keluarga untuk melakukan siskamling bersama para bapak-bapak yang lain juga pak RT tentunya.


"sayang, aku ikut siskamling dulu ya? nau, mas titip mbak mu sama ponakan kamu ya?" kata Bayu pada kedua perempuan yang sangat ia sayangi tersebut.


"beres mas, tenang aja. pasti Naura akan jagain, mas pergi aja temukan orangnya biar kita bisa tau apa tujuannya mengintai rumah ini" jawab Naura menggebu.


"iyaa insyaallah nau, doakan saja mas mu ini" jawab Bayu.


"yasudah sana mas, pasti udah ditunggu sama bapak-bapak yang lain. jangan lupa kopi di termos kecil itu udah aku siapin diatas meja makan dibawa ya" kata Rita pada sang suami.


Bayu pun segera mengambil termos berisi kopi tersebut untuk menemaninya malam ini, mungkin untuk cemilannya nanti biar Bayu yang akan beli sendiri di warung atau minimarket terdekat dari rumahnya.


"aku keluar ya sayang, kunci pintu dan semua jendela ya nau" kata Bayu kembali berpesan.


"iyaa iyaa mas" jawab Naura malas. keduanya pun menyalami punggung tangan Bayu, kemudian baru pun bergegas keluar rumah dan pintu segera kembali dikunci oleh Naura.


Rita pun bangkit dari duduknya, ia masuk kedalam kamar bersama keena sang anak yang terlihat sudah mengantuk.


"mbak tidurin keena dulu ya nau, cek lagi jendela belakang dan depan sudah terkunci atau belum pintu juga jngan lupa. langsung susul mbak dikamar ya, malam ini kita tidur bareng-bareng aja" kata Rita sebelum membuka pintu kamarnya.


"iyaa mbak, sebentar lagi aku susul mbak. aku selesaikan menonton ini dulu ya mbak" jawab Naura yang diangguki oleh Rita. setelahnya Rita pun menyusui sang anak hingga tertidur pulas ia sendiri masih dengan aktifitasnya membaca novel kesukaannya di aplikasi yang ada dihandphonenya.


tak lama Naura pun masuk kedalam kamar dan berbaring disebelah kiri keena yang sudah tertidur.


"sudah selesai kah film mu?" tanya Rita pada sang adik ipar.

__ADS_1


"sudah mbak, aku kira mbak sudah tidur. ternyata masih main handphone" jawab Naura yang membuat Rita mengalihkan pandangannya menatap Naura yang juga bersiap untuk berbaring tidur.


"iyaa, mbak lagi menyelesaikan membaca novel mbak ini bagus ceritanya" jawab Rita dengan senyuman.


"oh ya, ternyata mbak juga suka baca novel? aku kira mbak ngga suka baca" jawab Naura.


"mbak tuh suka baca nau, cuma gimana ya namanya sudah nikah pasti waktu lebih banyak untuk urus rumah. buktinya mbak ini, jarang bisa megang hp begini apalagi baca novel" jawab Rita yang diangguki oleh Naura.


"iyaa ya mbak, kadang ada orang yang bilang kerjaan ibu rumah tangga itu cuma beberes rumah, masak, mencuci itu gampang. padahal mah, masyaallah" jawab Naura sambil menggelengkan kepala.


"iyaa itulah nau, kadang seorang perempuan yang hanya ibu rumah tangga terlalu disepelekan padahal mereka ngga tau kerjaan ibu rumah tangga itu dari pagi sampe malem sampe ketemu pagi lagi itu pasti ada aja kerjaannya" jawab Rita, sedangkan Naura hanya menganggukan kepala.


"bukan berarti yang perempuan yang bekerja setelah menikah juga salah loh ya, ngga begitu konsepnya nau. sebetulnya sah-sah aja jika ibu rumah tangga mau bekerja, asal suami mengizinkan dan lagi jika suami ridho apabila sang istri tidak bisa maksimal dalam mengurus rumah" jawab Rita melanjutkan perkataannya.


"iyaa betul mbak, apalagi Naura juga pernah denger nih mbak. jika sebetulnya segala urusan rumah tangga adalah kewajiban suami, emang betul mbak? mulai dari nafkah sampai urusan rumah seperti mencuci, mengepel, masak seperti itu contohnya" kata Naura bertanya.


"bagaimana caranya? ya itu tadi, dengan mencuci, memasak dan membersihkan rumah dari ujung sampai ujung merupakan cara kita sebagai istri membantu meringankan beban suami dan mendapatkan ridho darinya. jadi salah ya, jika ada suami yang bilang jika kodrat seorang istri mengurus pekerjaan rumah dsb itu. tapi bukan berarti dengan adanya persepsi ini kita juga bisa malas malasan loh ya nau, kadang kita jika tinggal dengan mertua banyak diuji dengan mertua yang selalu menekan agar kita bisa melakukan segala hal. itulah kenapa mbak selalu bilang sama kamu, dan membantu mbak ataupun ibu sewaktu dirumah. apa kamu ngerti nau?" tanya Rita pada Naura yang hanya menganggukan kepala.


"mbak kok bisa tau banyak soal seperti ini sih?" tanya Naura dengan heran.


"yaa karna mbak suka baca nau, bahkan nih ya dinovel itu banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil positifnya jadi bukan hanya sekedar baca gitu aja loh ya. membaca itu juga harus dipahami alurnya dan pesan yang kadan terselip didalamnya. jangan-jangan kamu kalau baca maraton ya nau?" tanya Rita.


"baca maraton? maraton bukannya lari ya mbak?" jawab Naura


"iyaa lari, bacanya ngelari. atau, baca cepat tanpa mengindahkan setiap bait yang ditulis si penulis cerita" jawab Rita.

__ADS_1


"hehe Naura baca ya baca aja mbak, sekiranya ceritanya menarik ya diterusin sampe selesai kalo ngga ya sudah setop aja bacanya" jawab Naura sambil terkekeh.


"duh, nau nau cape deh kalo gitu mah sama aja dong kamu ngga memahami apa yang kamu baca" jawab Rita menepuk kening mendengar perkataan sang adik ipar.


"kadang jenuh juga loh mbak membaca terus begitu, Naura aja kadang bosan. apalagi nih yakalo novel yang kita baca itu isinya flat atau datar gitu, duh bikin ngga semangat bacanya" jawab Naura memanyunkan bibirnya.


"hust, ngga boleh bicara begitu. orang menulis itu ngga gampang loh nau, kamu pun belum tentu bisa. jadi jangan merendahkan tulisan orang yang kamu baca, lagian flat yang bagaimana maksud kamu? yang ngga adanya konflik begitu?" tanya Rita.


"iyaa itu salah satunya, cuma cerita itu lebih seru kalo berisikan soal percintaan lah atau tentang menantu dan mertua yang jahat. Naura suka baca-baca konflik seperti itu yang ada di aplikasi Naura, dan itu lumayan menguras emosi sih" jawab Naura dengan terkekeh membuat Rita menggelengkan kepala.


"sudahlah nau, terserah kamu aja deh. udah mending kamu tidur, mbak masih mau lanjut membaca ini sampai selesai" kata Rita menyelesaikan perdebatan yang belum tentu berujung itu.


"ahk mbak Rita mah ngga asek deh, eehh tapi mbak kalo kisruh rumah tangga mbak Rita sama mas Bayu ini dibuat novel kayanya seru juga loh mbak. hehehe secara konfliknya ngga selesai-selesai hahaha" kekeh Naura dengan perkataannya sendiri.


"hei, yang benar saja. kenapa harus rumah tangga aku yang kamu jadikan sasarannya" jawab Rita membuat Naura semakin tertawa lebar hingga membuat keena terkaget dan akhirnya menangis.


"tuh kan, gara-gara kamu sih jadi nangis kan" kata Rita membuat Naura menutup mulutnya.


Rita pun segera bangun dan menggendong sang anak yang menagis karna kaget dengan suara tawa Naura yang mengganggu tidurnya.


" ya maaf mbak, kan ngga sengaja" jawab Naura dengan wajah dibuat-buat.


"sudah-sudah tidur sana, huh kepending lagi deh baca sampai selesainya" gumam Rita.


Naura pun membalikkan tubuh terlentang dan langsung memejamkan mata dengan lelap setelah mendengarkan setiap perkataan Rita, sedangkan Rita sendiri masih menyusui sang anak yang juga sudah kembali kealam mimpinya. perlahan ia kembalikan keena kedalam box bayinya, setelah tenang Rita pun ikut membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah disebelah Naura yang sudah lebih dulu kealam mimpi.

__ADS_1


sedangkan tak jauh dari tempat Bayu dan juga pak RT dan beberapa warga yang melakukan siskamling terlihat seseorang mengintai dari kejauhan, ia merasa diawasi oleh adanya warga yang melakukan kegiatan tersebut.


"sial, kenapa malam ini mereka adakan ronda sih. pasti pemilik rumah itu sudah tau jika aku mengintai rumahnya, aku harus segera telpon perempuan itu. sebaiknya,aku kembali dulu kerumah dan membicarakan hal ini dengan wanita itu. kalo bukan karna uang,aku juga ngga akan melakukan hal ini. apalagi berurusan dengan anak bayi yang tidak berdosa" gumamnya seorang diri. ia pun melangkahkan kaki meninggalkan tempatnya, kembali ketempat dia selama ini berteduh yang tak jauh dari perumahan tersebut. setelahnya ia pun merogoh kantong jaketnya dan menghubungi seseorang yang menyuruhnya, tak lain adalah Maura. adik angkat dari Bayu sendiri.


__ADS_2