
sementara itu Rita yang telah selesai menelpon Bayu pun kembali menghampiri Naura yang masih bersama pegawai toko perhiasan tersebut.
"bagaimana Bu?" tanya si pegawai yang dengan setia menunggu keputusan Rita.
"bungkus mbak semuanya, nai bayar ya pake kartu kamu yang tadi" kata Rita pada Naura yang langsung mengambil kembali black card miliknya yang sudah ia simpan didalam tas.
Naura pun menyerahkan card tersebut pada pegawai toko yang sedari tadi terus mengembangkan senyum menawan, bagaimana tidak pegawai tersebut mendapatkan Jack pot karna berhasil menjual tiga paket perhiasan limited edition terbaru ditokonya. yang mana perhiasan tersebut baru saja selesai ditempuh dan baru saja sampai ditoko tersebut pagi tadi, tapi dalam waktu beberapa jam saja sudah terjual tiga pasang sekaligus. sungguh hari yang membahagiakan bagi pegawai tersebut, ia pun tak bisa membayangkan berapa bonus yang ia hasilkan dengan berhasil menjual tiga paket perhiasan tersebut.
"ini mbak, silahkan dilakukan pembayarannya untuk dua perhiasan ini dan juga yang dipilih kakak saya tadi ya" kata Naura sambil menyerahkan black card miliknya. pegawai toko tersebut pun tercengang melihat kartu yang diberikan Naura.
"in-inii,,,,," katanya tergagap.
"iyaaa, kenapa mbak?" tanya Naura dengan dahi menyerit.
"ohh,, ng-ngga apa-apa mbak, mari mbak saya buatkan surat-suratnya dulu" jawab pegawai tersebut sambil tersenyum. pegawai tersebut pun meninggalkan Rita juga Naura mengambil surat kepemilikan barang limited edition tersebut, pegawai tersebut pun kembali dengan salah seorang lelaki yang berpakaian sangat rapi. lelaki tersebut mengangguk sopan dihadapan Rita juga Naura.
"selamat siang, terimakasih telah berbelanja ditoko kami" kata lelaki tersebut dengan sopan.
"sama-sama pak, kami suka modelnya makanya kami beli" jawab Rita dengan tersenyum.
"terimakasih, Maya tolong kamu layanin mbak-mbak ini dengan baik. saya sudah berikan sertifikatnya sama kamu kan tadi, silahkan diberikan pada mbaknya" kata lelaki tersebut yang ternyata adalah pengelola toko perhiasan tersebut.
"baik ko" jawab pegawai yang ternyata bernama Maya tersebut.
"ini Bu sertifikatnya, silahkan ditanda tangani. sedikit beda memang dengan surat perhiasan yang lain, karna ini limitied edition. ini juga sudah ditanda tangani oleh ko Erik sebagai pengelola toko, jika barang ini sudah terjual. dan disini ibu tanda tangan sebagai hak kepemilikan barang" kata Maya dengan senyum mengembang, Rita pun mulai membubuhkan tanda tangan pada surat tersebut. setelahnya perhiasan-perhiasan tersebut dinyatakan sah menjadi milik Rita.
"terimakasih ya Bu, semoga menjadi langganan ditoko kami" katanya memasang senyum yang sangat menawan.
"sama-sama mbak"jawab Naura dan juga Rita secara bersamaan.
"ini kartunya mbak, sekali lagi terimakasih" jawabnya sambil menangkupkan tangan didada.
"sama-sama mbak, permisi" kata Rita mengekori Naura yang sudah jalan keluar dari toko terlebih dulu mendorong stroler milik keena.
"udah selesai semua nau, kita makan dulu yuk" ajak Rita membuat Naura menganggukan kepala sembari tersenyum.
"ohya ini kartu kamu" kata Rita menyerahkan black card milik Naura. Naura pun mengambil black card tersebut dan tersenyum.
"ngga nyangka ya mbak, sekalinya belanja sampai ratusan juta" kata Naura sembari terkekeh.
__ADS_1
"iyaa ya nau, mbak juga ga nyangka. tapi gapapa lah, toh itung-itung juga untuk investasi kan perhiasan ini. nanti kita samaan bertiga, mbak seneng banget" jawab Rita dengan wajah binar.
"makanya mbak, minta mas Bayu benerin Black card milik mbak Rita. jadi mbak Rita bisa pakai sepuasnya" jawab Naura membuat Rita tersenyum.
"kayanya ngga usah deh nau, lagian mbak kan bisa pake punya kamu. toh kalo mau kemana-mana juga sama kamu kok, mbak cukup pegang ATM ini aja sebagai pegangan sudah lebih dari cukup. nanti kalo mau belanja kaya gini lagi ya pakai punya mu heheheh" jawab Rita, keduanya pun terkekeh bersama.
"mbak ini ada ada aja deh" jawab Naura menggelengkan kepala.
"oh ya kita mau makan dimana ya nau?" tanya Rita yang membawa lima paperbag ditangannya.
"emm gimana kita makan restoran Korea mbak? kita makan all you can it" jawab Naura. Rita pun menyetujui ajak Naura, akhirnya mereka pun menuju restoran all you can itu yang ada didalam mall tersebut.
setelah sampai direstoran tersebut, Naura dan Rita pun mengambil apapun yang ia suka mereka juga memakan semuanya hingga habis tak bersisa.
"Alhamdulillah kenyang banget ya mbak" kata Naura pada Rita.
"iyaa nau, mbak juga kenyang banget" jawab Rita menganggukan kepala.
"udah mbak bayar, terus kita pulang. aku udah capek nih" ajak Naura , Rita pun segeram membayar pesanan mereka. seteleh selesai keduanya pun keluar dari restoran dengan Rita bergantian mendorong stroler keena dan Naura yang membawa belanjaan milik mereka.
"sambil jalan pesan taksi onlinenya nau, kita tunggu di lobby aja" kata Rita membuat Naura langsung mengambil handphonenya dan memesan taksi online.
keduanya pun hening dama taksi online, Naura yang merasa lelah pun merebahkan punggungnya pada kursi mobil menatap kearah kaca pintu.
"penyakit kalo kenyang nih, ngantuk" kata Rita membuyarkan keheningan keduanya.
"iyaa mbak, aku juga ngantuk" jawab Naura, Rita pun terkekeh lalu kembali menatap sang anak yang masih tertidur pulas.
"ini bayi diajak jalan-jalan anteng banget" kata Rita membuat Naura menatap sang ponakan dengan gemas.
"iyaa ya mbak, yang rewel sama sekali. belum nyusu lagi juga setelah imunisasi tadi ya mbak?" tanya Naura membuat Rita menganggukan kepala.
"iyaa belum, gapapa mungkin nanti dirumah dia bangun terus nyusu" jawab Rita dengan santai. Naura pun hanya menganggukan kepala mendengar perkataan Rita.
setelah satu jam perjalanan mereka pun sampai didepan rumah kontrakan Rita, keduanya pun turun dari taksi online sedangkan supir taksi tersebut mengeluarkan segala barang milik Naura dan juga Rita yang berada dalam bagasi.
"terimakasih ya pak" kata Naura, supir tersebut pun hanya menganggukan kepala. setelahnya keduanya pun masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.
"akhirnya sampai dirumah juga" kata Naura yang langsung duduk disofa ruang tamu.
__ADS_1
"Alhamdulillah, sampai dengan selamat" kata Rita langsung merebahkan keena pada sofa tersebut.
"tidurin aja di boksnya mbak, sini biar aku bawa kekamar kamu" kata Naura mengambil alih keena yang berada tak jauh dari Rita.
"makasih ya nau" jawab Rita membuat Naura tersenyum dan menganggukan kepala. Naura pun memasuki kamar Rita dan menaruh keena dengan sangat hati-hati, kemudian ia kembali lagi keruang tamu.
"dicoba nau perhiasannya, mbak juga mau coba" kata Rita mengambil salah satu kotak perhiasan berwarna biru safir miliknya.
"iyaa mbak, kita pakai aja kali ya mbak biar samaan" jawab Naura, Rita pun menggelengkan kepala mendengar jawaban Naura.
"jangan nau, kita pakai yang biasa aja untuk sehari-hari. yang ini kita pakai kalo ada acara aja, sayang loh limitied edition" jawab Rita terkekeh sendiri.
"iyaa juga ya mbak" jawab Naura mengambil pula kotak perhiasan miliknya yang berwarna biru laut.
"gimana, bagus ga?" tanya Rita memperlihatkan perhiasan yang sudah terpasang pada bagian tubuhnya.
"cantik mbak, cocok banget sama mbak" jawab Naura dengan senyum mengembang, ia pun mengikuti Rita memasang seluruh perhiasan miliknya.
"aku, gimana mbak? cantikkan??" katanya dengan pede.
"cantik kok" jawab Rita singkat.
mereka berdua pun melepaskan kembali perhiasan tersebut kemudian menaruhnya kembali menjadi satu dalam paperbag.
"mbak aja yang simpan punya aku ya, aku takut hilang" kata Naura pada Rita.
"yasudah kalo gitu mbak yang simpen ya, nanti kalo kamu mau pakai bilang aja sama mbak" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala.
"sip deh" jawab Naura sembari terkekeh.
"yasudah kalo gitu mbak istirahat dulu ya nau, sekalian sholat Zuhur. belum sholat loh kita tdi" kata Rita membuat Naura menepuk keningnya.
"oh iyaa ya mbak, Rita juga kekamar deh" jawab Naura membawa belanjaannya kedalam kamar. Rita pun memastikan pintu rumah terkunci lalu ia masuk kedalam kamar miliknya sembari menenteng empat paperbag miliknya.
"hari ini aku belanja banyak juga" gumamnya setelah sampai kedalam kamar.
"udahlah gapapa, sekali-kali. toh aku sudah izin sama mas Bayu dan dia juga ga keberatan" gumamnya lagi karna merasa tak enak hati karna telah belanja mencapai ratusan juta salam satu hari.
lalu Rita pun masuk kedalam kamar mandi setelah memastikan anaknya masih tertidur pulas, ia pun mengambil air wudhu dan melakukan sholat Zuhur yang sempat tertunda. setelah selesai ia pun merebahkan dirinya dikasur, dan tak lama matanya pun terpejam hingga pulas.
__ADS_1