Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duapuluhdua


__ADS_3

keesokan harinya. pukul setengah ku lihat Maura sudah berada didapur membuat sarapan. tumben sekali, biasanya masih berada didalam dia jam segini.


"tumben sekali kamu sudah menyiapkan sarapan? biasanya juga jam segini masih tidur"


"eeh kamu udah bangun? hahaha kenapa? keduluan ya? gapapa lah ya sesekali kali pinjem dapur kamu, seperti kamu yang akan meminjamkan mas bayu untukku nantinya"


"dasar ga waras, masih aja menginginkan mas mu sendiri. kamu tuh ga sadar atau gimana sih mau?!"


"aku sadar Rita, sangat sadar. makanya hanya aku yang pantas untuk mendampingi mas Radit, sedangkan kamu. kamu itu ga pantes sama sekali Rita!" Maura bicara sampai memelototkan matanya menatapku.


aku pun teramat kesal dengan tingkah Rita, bisa bisanya dia berkata seperti itu yang jelas aku masih istri dari mas Bayu bahkan kami akan dikaruniai seorang anak.


"terus saja bermimpi, semakin kamu bermimpi menggapai mas Bayu semakin gaakan mungkin juga kamu dengan mudah mendapatkannya" kataku dengan suara lantang.


"oke kita liat aja nanti"


aku pun langsung kembali keberlari kedalam kamar dengan perasaan kesal, apapun caranya aku akan berusaha sekuat tenaga melindungi rumah tangga aku dan mas Bayu. tapi bagaimana jika Maura berbuat yang menyakiti bayiku.


aku bergegas mandi dan menyegarkan tubuhku terlebih dahulu kemudian kembali kedapur untuk membuatkan sarapan juga kopi untuk mas Bayu.


setelah sampai, disana sudah tersedia semua yang harusnya aku siapkan bahkan kopi untuk mas Bayu pun sudah tersedia. lancang sekali Maura mengambil tugas yang seharusnya aku lakukan untuk mengurus suamiku.


"maksud mu apa mengambil tugas ku menyiapkan kopi mas Bayu?"

__ADS_1


"heh, seperti yang aku bilang aku akan merebut semua apa yang aku inginkan dengan mudah! seperti ini contohnya"


Maura pun pura menampar pipinya sendiri sambil berteriak kesakitan bahkan hingga jatuh tersungkur atas ulahnya sendiri.


plaak,,, plaaakk, aduuuuhhhh " teriak Maura membuat seisi rumah keluar dari kamar mereka masing-masing.


"Maura, kenapa kamu?" tanya ibu mertua dengan nada khawatir.


"mbak Rita Bu, dia memukul ku karna aku meyiapkan sarapan untuk kita juga kopi untuk mas Bayu Bu"


pintar sekali dia berakting sungguh akting yang sangat bagus didepan ibu mertua dan Naura dia menyalahkan ku padahal dia sendiri yang berbuat seperti itu!


"Rita, nak ada apa? kenapa kamu seperti ini?" tanya ibu mertua dengan lembut kepadaku, aku hanya bisa menggeleng tanda bahwa aku tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh Maura.


"ayok kita kompres dulu, Naura kamu tenangkan Kaka ipar kamu dulu ya nak"


ibu mertua pun membawa Maura kembali kedalam kamarnya sambil membawa alat kompres.


aku tertegun sejenak, Maura benar-benar telah membuat ibu mertua salah faham terhadapku. sebentar lagi pasti banyak drama yang akan dia buat.


Naura menghampiriku dan menenangkan ku.


"mbak Rita gapapa?"

__ADS_1


"gapapa kok nau, lagian mbak emang ga ngapa ngapain Maura nau. mana mungkin mbak menampar Maura sampai seperti itu" kataku menjelaskan pada Naura.


"udah mbak, mbak duduk sini dulu aja ya. nanti kita bicarakan dengan mas Bayu juga ibu"


aku pun hanya mendengarkan tak merespon apa yang Naura katakan, fikiranku kepikiran jika mas Bayu sampai mengetahui soal ini. aku yakin dia pasti akan percaya dengan perkataan ibu mertua.


tak lama terdengar langkah kaki menuruni tangga, mas Bayu bersama ibu mertua kembali ke meja makan dengan bersamaan.


"ada apa Rita? apa benar kamu seperti yang dikatakan Maura?"


"astaga mas, mana mungkin aku berbuat seperti itu. ngga mas, sama sekali ngga"


jawab ku dengan cepat sambil menggelengkan kepala dan mata berkaca-kaca.


"tuh kan Bu, sari ngga mungkin seperti yang ditduh kan oleh Maura. ibu tau sendiri kan Maura itu seperti apa, kita ngga bisa mendengarkan sebelah pihak saja Bu"


mas Radit mencoba membela ku didepan ibu mertua, ntah apa yang dikatakan ibu mertua karna kejadian tadi. aku yakin pandangannya terhadapku berubah, seolah benar aku yang menyiksa Maura.


"tapi Bayu kamu lihat sendiri kan tadi gimana kondisi Maura"


ibu mertua masih kekeh dengan terus membela Maura didepan mas Bayu, aku tak tahan. aku berlari menjauh dari mereka dan tak melanjutkan sarapan pagiku.


"rit, kamu mau kemana? sarapan dulu" mas Radit meneriaki aku dari ruang makan, aku pun tak menghiraukannya.

__ADS_1


kesal bener benar kesal terhadap apa yang Maura lakukan, aku harus melakukan sesuatu untuk Maura. tapi apaa,. pikirku


__ADS_2