
"sayang" panggil Bayu tiba-tiba masuk kedalam ruangan tersebut.
"ada apa mas?" tanya Rita dengan mengembangkan senyum melihat sang suami memasuki ruangan tempat ia melakukan perawatan.
"itu ada bapak dan ibu didepan, kamu udah ketemu mereka" tanya Bayu yang langsung dijawab anggukan oleh Rita.
"udah kok mas, belum lama kan mereka dari sini ngambil keena mas. ini makanya aku bisa sedikit nyantai, oiyaa kamu jadi kan jemput bu sari?" tanya Rita membuat Bayu langsung menganggukan kepala ragu.
"iyaa jadi, tapi mas takut nanti dia justru masalah membuat masalah sayang. mas ngga mau sebenarnya membawa dia kerumah ini, kamu tau sendiri lah sifatnya bagaimana" jawab Bayu membuat Rita tersenyum kecil.
"tak apa mas, dari pada ia tak kita undang. nanti apa kata kolega kamu kalo ngga ada bu sari ditengah-tengah kita, aku yakin melihat para orang yang datang ibu ngga akan berbuat yang macam-macam mas" jawab Rita yang terpaksa membuat Bayu menganggukan kepala.
"yasudah mungkin hampir Maghrib nanti mereka sampai disini" jawab Bayu dengan pelan.
"terus kamu ngapain kesini, emang kamu udah selesai?" tanya Rita dengan dahi menyerit.
"belum, tapi tadi aku denger suara ibu makanya aku langsung keluar. yaudah kalo gitu aku balik lagi ya" kata Bayu yang langsung melangkah kan kaki keluar dari ruangan tersebut tanpa menunggu jawaban dari Rita.
"dasaarr dia itu" gumam Rita yang masih bisa didengar oleh Mona.
"namanya juga lelaki Bu" kata Mona dengan pelan.
__ADS_1
"iyaa, kadang aku heran dia itu tegas tapi juga ya begitulah" jawab Rita dengan mengangkay bahunya.
"yasudah saya teruskan ini ya Bu, biar cepat ibu sambil merem aja biar ngga berasa nanti kalo semuanya udah selesai saya kasih tau untuk kita pindah melakukan perawatan lainnya" kata Mona yang langsung diangguki oleh Rita.
"yaudah kalo gitu saya merem ya mbak" kata Rita membuat Mona tersenyum dan menganggukan kepala.
Mona pun terus mengerjakan pekerjaannya dari kaki pindah ketangan dengan hati-hati agar tam membangunkan Rita yang tengah terlelap, dia pun membangun kan Rita dengan hati-hati ketika sudah selesai melakukan perawatan pada kuku kaki dan juga tangan tersebut agar bisa kembali menata rambut dan wajah Rita agar terlihat lebih fresh.
setelah hampir empat jam bersiap akhirnya Rita pun selesai dengan semua rutinitasnya dan hanya tinggal berganti pakaian yang akan dilakukan nanti setalah sholat Maghrib.
"Alhamdulillah udah pada fresh semua kan, semoga hari ini acaranya berjalan lancar." kata Rita menatap semua orang yang ada diruang keluarga.
"assalamualaikum" terdengar suara salam didepan pintu ruang keluarga yang langsung membuat Rita mendongak menatap perempuan paru baya dengan pakaian lusuh datang memasuki ruangan tersebut.
"waalaikumsalam" jawab Rita serentak dengan yang lainnya, Rita pun berdiri dan melangkah kan kaki menghampiri ibu mertuanya lantas menyalami tangan tua tersebut yang hanya dibalas dengan decakan sinis.
"pura-pura baik kamu mentang-mentang dihadapan ibu dan bapakmu" kaya ibu sari pada Rita yang langsung membuat perempuan tersebut membelalakan mata dan langsung menggelengkan kepala.
"ngga Bu, Rita hanya seneng akhirnya ibu datang kerumah ini" jawab Rita dengan senyum dan mata berkaca-kaca.
"ngga usah banyak drama rit, ibu tau sekali sifatmu. karna kamu juga Bayu sudah mengirim ibu ketempat laknat itu, asal kamu tau rit. bahkan ibu ga pernah merasakan makanan nikmat seperti apa yang kamu makan dirumah ini. ibu tersiksa rit" jawab ibu sari menatap Rita dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Rita ngga pernah menghasut mas Bayu untuk mengirim ibu kesana Bu, bahkan Rita pun ngga tau kemana mas Bayu membawa ibu dan kapan waktunya Rita juga ngga tau Bu. kenapa ibu malah menyalahkan Rita, Rita sama sekali ngga pernah terlibat dengan semua keputusan mas Bayu Bu" jawab Rita menegaskan tuduhan ibu mertuanya tersebut.
"alaahh kamu selalu aja memberikan wajah polos dihadapan mereka semua, tapinya nyatanya kamu adalah serigala berbulu domba. kejam kamu rit, kejam!!" jawab ibu sari menunjuk Rita dengan jari telunjuknya membuat Rita langsung terisak mendengar tuduhan dari ibu mertuanya tersebut.
"terserah ibu mau bilang apa, yang jelas Rita ngga melakukan apa yang ibu tuduhkan. semua itu murni memang keputusan mas Bayu, bukan karna Rita" jawab Rita dengan suara isakan yang bergetar.
"benar apa yang dikatakan oleh Rita Bu, Rita sama sekali ngga ada sangkut pautnya dengan aku yang mengirim ibu ketempat itu. ini murni keputusan aku, bahkan asal ibu tau. istriku ini ngga pernah sama sekali dendam dengan ibu, bahkan selama ini ia selalu aja ingin menjenguk ibu namun aku yang selalu melarang." jawab Bayu dengan nada tegas membuat ibu sari menatap putranya dengan wajah tertunduk.
"kenapa kamu lakukan itu pada ibu Bayu, itu semua pasti karna hasutan wanita ini. iyakan, kamu ngga mungkin melakukan semua itu pada ibu jika ia tak menghasutmu. bahkan semua benda berharga ibu kamu sita, kamu tak memberikan ibu apapun untuk bertahan hidup selain rumah dan sebidang tanah disana" jawab ibu sari menatap Bayu dengan raut wajah kecewa.
"seharusnya ibu tanyakan pada hati kecil ibu sendiri, mengapa ibu tega melakukan semua ini padaku dan juga pada keluargaku. andai aku tak menganggap ibu sebagai ibu yang sudah membesarkan aku, mungkin saat ini ibu sudah tidak berdiri dihadapan aku melainkan mengikuti anak ibu yang sekarang berada didalam jeruji besi" jawab Bayu membuat ibu sari membelalakan mata.
"ngga mungkin, kamu ngga mungkin melakukan semua itu sama ibu. kamu pasti bercanda, iyakan Bayu?" kata ibu sari membuat Bayu terkekeh kecil.
"tentu saja ngga bu, untuk apa aku bercanda untuk hal yang sangat serius. apa aku pernah melakukan hal seperti itu, ibu yang jangan bercanda. bahkan jika semuanya aku buka dikantor polisi ibu bisa mendapatkan hukuman mati karna melakukan pembunuhan berencana" jawab Bayu membuat ibu sari memucat seketika.
"tidak Bayu, kamu tidak boleh melakukan itu pada ibu. tidak boleh, ibu ini ibumu Bayu. meskipun bukan ibu yang melahirkan kamu tapi ibu tetaplah ibu yang melahirkan kamu, kamu tak bisa melakukan semua ini pada ibu" jawab ibu Bayu yang sudah dibasahi air mata.
"ibu, ibu. apa dulu disaat ibu melakukan hal buruk pada ibuku, ibu tak memikirkan konsekuensi yang akan ibu dapatkan ketika semuanya sudah terbongkar? kenapa sekolah aku yang jahat dihadapan ibu, padahal aku sudah berbaik hati memberikan tempat tinggal yang layak. ingat Bu, aku hanya mengembalikan ibu ketempat asal ibu. ibu ngga pantas berada ditempat dimana seharusnya ibuku yang menempati singga sana tersebut"........
bersambung......
__ADS_1