Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
empatpuluhsatu


__ADS_3

Pov Maura


Maura ananda nama yang sejak lahir tersemat padaku, ntah siapa yang memberikan aku nama itu. aku adalah anak angkat dari kedua orangtuaku yang saat ini juga memiliki dua anak kandung, ntah apa yang menyebabkan mereka mengadopsi ku padahal saat itu mereka telah memiliki satu orang anak lelaki yang semakin besar tumbuh sebagai pemuda yang tampan. aku diperlakukan bak anak kandung oleh keduanya, hingga tidak aku sangka aku mulai merasakan perasaan aneh pada kakak angkatku tersebut. tapi harapanku mulai pupus tatkala aku tau bahwa mas ku sudah memiliki kekasih yang akan ia persunting, aku marah dan kecewa pada saat itu. tapi aku tidak bisa melakukan apapun, setiap hari aku mencoba mengambil perhatiannya dengan harapan dapat menggantikan posisi kekasih mas ku itu dihatinya. tapi lagi-lagi kekecewaan yang aku dapatkan.


sampai pada dimana hari kami akan melamar perempuan tersebut, aku baru tau bahwa perempuan itu hanya anak kampung yang merantau dikota kami. aku pun merasa lebih baik dibandingkan kekasih mas ku itu, selain kami selalu satu rumah selalu bersama. penampilanku pun tidak udik dan wajahku pun cukup menarik, sangat berbeda dengannya yang tidak memakai make up sama sekali. terkesan polos dan apa adanya.


disitu kesempatan aku mencoba mendekatinya dan membuatnya terkesan padaku, tapi ternyata jauh dari ekpektasiku. dia bener-bener hanya gadis lemah dan polos, lebih polos dari yang aku bayangkan.


"mbak, biar aku bantu" kataku pura-pura baik untuk menarik simpatiknya dihadapan keluarga besar kami, ia pun mengangguk dan tersenyum. aku pun membantunya mengangkat gelas kotor kebelakang mengikuti langkahnya kekasih mas ku tersebut yang bermana Rita.


"makasih ya Maura udah mau bantuin aku" katanya sambil tersenyum.


"yaa sama-sama, jngan besar kepala" kataku ketus, lalu meninggalkannya sendirian dengan tatapan terkejut dan heran melihat perubahan sikapku.

__ADS_1


beberapa menit kemudian keluarga kami pun berpamitan pada keluarga mbak Rita, kami saling berpelukan terkecuali mbak Rita dan mas Bayu. tepat ketika aku memeluk mbak Rita, aku berusaha mengatakan sesuatu yang tentunya tidak diketahui oleh siapapun.


"mas Bayu hanya milikku, tidak ada siapapun yang dapat mengambilnya dariku. termasuk kamu!" kataku dengan berbisik ditelinga kanan mbak Rita, kalau tersenyum miring didepannya. tentu saja keadaan ini tak terlihat dan terdengar oleh siapapun karna semuanya sibuk berpamitan dengan keluarga yang lain.


ia pun tertegun mendengar ucapanku, sedetik kemudian ia tersenyum. aku pun merasa heran, seperti tidak terpengaruh dengan ucapanku. kami sekeluarga pun melangkah kan kaki menuju mobil yang akan dikendarai oleh mas Bayu sendiri, mas Bayu membunyikan klakson bertanda pamitan karna mobil akan segera jalan. mereka melambaikan tangan yang dibalas mas Bayu dengan bunyi klakson lagi.


setelah sampai dirumah aku mencoba menghasut ibu angkat yang sudah aku anggap ibuku sendiri tersebut.


"Bu, calonnya mas Bayu ngga banget deh. masak kampungan begitu, mas Bayu kan ganteng apa kata orang Bu. penerus keluarga ini masa punya istri yang kampungan begitu" kataku pada ibu.


"ahk ibu nih, ngga asik banget. kasian mas Bayu Bu, masa punya istri udik begitu. duh tampilannya aja ngga banget, mana ngga bisa makeup lagi Bu. bikin malu ih" kataku lagi terus mempengaruhi ibuku, memang ibuku ini tipe orang yang sangat baik pada semua orang dan tidak pernah berfikiran buruk sebelum tahu keadaan yang sebenernya. calon mertua idaman pada wanita muda diluar sana memang.


"ngga boleh bilang gitu sayang, kasian kalo mas mu dengar kan ngga enak" kata ibu lagi membuatku mencebikkan bibir. gagal sudah rencanaku mempengaruhi ibu untuk menggagalkan rencana pernikahan mas ku dan orang udik itu.

__ADS_1


aku pun tak kehabisan akal, aku selalu mencari-cari perhatian lebih dari mas Bayu sebelum ia menikah. toh kata orang selama janur kuning belum melengkung, masih sah saja kan dipepet. tapi sepertinya mas Bayu mulai risih dengan kelakuanku, tak jarang mas Bayu menghindar saat bertemu atau berpapasan denganku dengan tak sengaja.


tibalah saat acara pernihakan mereka, hatiku hancur melihat lelaki yang aku cintai berada di pelaminan bersama wanita lain. aku menangis didalam kamar hotel yang telah disediakan pihak acara untuk para tamu dan keluarga, termasuk aku salah satunya. hatiku sakit melihat tatapan mesra mas Bayu pada mbak Rita yang telah dinikahinya tersebut. aku mencoba mengikhlaskan mas Bayu dengan perempuan pilihannya, hingga seiring berjalannya waktu aku mulai mendekati mas Bayu kembali. kali ini dengan kelemahan mbak Rita yang belum juga hamil setelah satu tahun menikah.


sudah banyak cara yang aku lakukan, puncaknya ketika aku mendekati mas Bayu dengan memberikan kopi yang sudah aku campuri obat perangsang.aku menghampirinya didalam ruang kerjanya, aku senang karna mas Bayu terpancing dengan minuman itu, tapi seketika buyar karena mendengar ketukan pintu. mas Bayu membuka pintu tersebut dan segera keluar dari ruang kerja dan tak kembali lagi, aku kesal karna rencana yang sudah aku susun kembali gagal lagi.


keesokan harinya, aku mencoba memanasi mbak Rita mencoba menceritan apa yang aku dan mas Bayu lakukan semalam. sepertinya usahaku kali ini berhasil terbukti dari wajah mbak Rita yang memerah menahan tangis san marah, aku senang membuatnya seperti ini. semoga dengan ini rumah tangga mereka menjadi retak dan aku bisa masuk kedalam hati mas Bayu.


semakin hari aku semakin gencar mendekati mas Bayu, sampai akhirnya semuanya mengetahui ibu mengetahui kelakuanku. ia pun sangat marah bahkan sampai menamparku, aku terkejut ibu bisa memperlakukanku seperti ini. tapi aku tidak juga menyerah.


aku putuskan berhenti menganggu mereka selama beberapa saat, untuk mengecoh mereka dengan membuat image baik kembali dihadapan ibu. akhirnya aku pun berhasil, ibu selalu membelaku. sampai Naura tak terima dengan perlakuan ibu yang selalu membela aku, padahal aku tau apa yang dilakukan ibu pasti untuk menantu dan cucunya yang sebentar lagi akan lahir itu.


terjadi pertengkaran hebat antara ibu dan Naura, ibu yang selalu membelaku dan Naura yang selalu membuatku tersudut. hingga akhirnya mas Bayu memilih membawa mbak Rita dan Naura pindah rumah, dikawasan dekat dengan tempat kerjanya. aku mengetahui lokasinya karna aku sudah mengikutinya sejak mereka tak lama keluar dari rumah. ibu yang langsung masuk kedalam kamar pun membuatku leluasa untuk keluar dari kamar mengikuti mereka.

__ADS_1


aku tak akan pernah berhenti untuk mendapatkan mas Bayu, sebelum mas Bayu berada dalam genggamanku. apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya meski dengan cara kotor sekalipun.


__ADS_2