
keesokan harinya, pagi-pagi sekali Rita sudah bangun. dikejutkan dengan adanya beberapa pisau dapur miliknya yang berceceran dimeja ruang tamu. dengan sang pelaku yang masih tertidur diatas bangku panjang itu.
"yaampun mas, buat apa pisau-pisau ini kamu keluarkan dari sarangnya" kata Rita yang membuat kaget sang suami dengan suara teriakannya yang menggema.
"yaampun sayang, kamu bikin mas kaget aja si pagi-pagi" jawab Bayu yang langsung terbangun dari tidurnya mendengar suara teriakn Rita yang memekakkan telinga.
"ini lihat, buat apa semua pisau ini.hah?! kamu ngga berbuat macem-macem kan?" tanya Rita membuat Bayu tersadar karna menaruha pisau sembarangan sehingga membuat kaget Rita yang melihatnya pertama kali.
"hah, ng-ngga sayang, serius deh. semalem ituuu,,," jawab Bayu menceritakan apa yang ia lihat bersama bapak-bapak yang melakukan siskamling.
"yaampun maasss, kok rumah tangga kita jadi serem amat kaya gini sih mas pake ada orang kaya gitu!" jawab Rita mengeluarkan air mata.
"ntah lah rit, mas juga bingung. maaf kan mas jika belum maksimal melindungi kamu dan juga anak kita" kata bayu dengan lirih.
"bukan salah kamu mas, mungkin ini emang ujian buat rumah tangga kita. aku gapapa kok, yang penting kamu ada disampingku dan juga anak kita. itu udah cukup" jawab Rita menahan Isak tangis yang keluar dari mulutnya.
"iyaa sayang pasti itu, Ayuk kita sholat subuh dulu minta pentujuk sama Allah" jawab Bayu mengajak Rita mengambil wudhu menunaikan sholat subuh berjamaah.
setelah keduanya selesai berwudhu dilanjutkan dengan sholat subuh, Bayu pun melanjutkan tidurnya. karna tadi ia hanya tidur dua jam setelah jam dua pagi pulang dari ronda.
"mas lanjut tidur dulu ya sayang, nanti tolong bangunkan mas jam tujuh pagi seperti biasanya"kata Bayu pada Rita yang sedang melihat mukenahnya.
"iyaa mas, tidurnya jangan menindih keena ya mas" jawab Rita membuat Bayu menganggukan kepala lemah karna sudah tak tahan mengantuk yang teramat sangat.
setelah menyelesaikan melimpat mukena, Rita pun meninggalkan suami dan juga anaknya yang masih tertidur untuk membuat sarapan bagi penduduk rumah tersebut. Rita pun membuka pintu rumah sebelum menuju dapur, ia bergegas membangunkan Naura yang berada didalam tendanya.
"nau, bangun dulu sudah subuh. sholat subuh dulu nau" kata Rita membangunkan adik iparnya.
Naura yang dari semalam kurang nyenyak tidurnya pun merasa terganggu dengan panggilan Rita diluar tenda, ia pun segera membuka penutup tenta dan memperlihatkan wajah kusut khas bangun tidurnya.
"iyaa mbak, nau sudah bangun kok" jawab Naura dengan mata masih terpejam.
"sholat dulu nau, ajak teman-teman kamu yang lain" kata Rita mengingatkan Naura yang menganggukan kepala.
Rita pun meninggalkan Naura kembali masuk kedalam rumah untuk menyiapkan sarapan, Rita pun mulai memasak nasi goreng untuk sarapannya pagi ini.
setelah semua selesai Rita pun melanjutkan dengan membangunkan sang suami, karna jam sudah menunjukan pukul tujuh kurang sepuluh menit.
"mas bangun mas, udah jam tujuh" kata Rita membangunkan sang suami yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
Bayu pun membuka sedikit matanya dan menggeliat merenggangkan otot-otot tangganya yang merasa pegal karna begadang semalam.
"udah jam berapa sayang?" tanya Bayu setelah seratus persen membuka matanya.
"jam tujuh mas" jawab Rita membuat Bayu menganggukan kepala.
"ibu sama Naura udah bangun?" tanya Bayu.
"ibu, aku gatau mas. tapi emang belum ada keluar sih dari tdi, tapi kalo Naura tadi pagi-pagi udah aku bangunin untuk sholat si tapi ngga ada masuk kedalam rumah. pasti dia tidur lagi" jawab Rita yang segera keluar rumah untuk kembali membangunkan Naura beserta ketiga temannya.
"nau, kamu tidur lagi ya" kata Rita menggoyangkan tenda milik Naura yang kembali tertutup dengan rapat.
"apa mbak?" tanya Naura dibalik tenda menyembulkan sedikit kepalanya.
"kamu tidur lagi? kok belum masuk kedalam dari tadi?" tanya Rita membuat Naura cengegesan.
"belum mbak, tadi aku tidur lagi hehehe" jawab Naura tanpa rasa bersalah.
"yaampun nau, cepet bangun terus sholat subuh dulu. bangunin cepet tiga teman kamu itu, mbak tunggu disini" jawab Rita sambil berkacak pinggang.
Naura pun menuruti perintah kakak iparnya, ia segera membangunkan ketiga temannya untuk melakukan sholat subuh yang sudah kesiangan itu. mereka memasuki rumah dengan tampang wajah yang berbeda-beda.
terlihat dari Naura yang berjalan dengan malas, diikuti dengan Nana yang masih sesekali menguap menahan kantuk sedangkan Salma dan dini yang memainkan handphone Meraka dari setelah bangun tidur tadi.
"maaf mbak, abis Naura masih ngantuk banget tadi mbak" jawab Naura tanpa rasa bersalah.
"meskipun begitu, kamu harus mengutamakan sholat nau. jangan menunda-nunda sholat, ngga baik nau" jawab Bayu yang keluar dari kamarnya menuju meja makan.
"iyaa iyaa mas, maaf" jawab Naura dengan rasa bersalah.
"mandi dulu, sholat, baru makan sesuai apa yang mbak kamu katakan, begitu juga kalian semua. jangan jadi perempuan jorok, nanti lelaki ilfiel liat kalian" jawab Bayu membuat keempat remaja tersebut saling berpandangan.
"bagaimana mau mandi, kamarku belum ada tanda-tanda kehidupan" jawab Naura yang kamarnya ditempati oleh ibu dan juga Maura masih tertutup rapat.
"ibu belum keluar juga dari tadi sayang?" tanya Bayu pada Rita yang menggelengkan kepala.
"sebentar, biar mas yang coba ketuk pintunya" jawab Bayu melihat para perempuan tersebut tidak ada yang bergerak melangkah untuk mengetuk pintu kamar Naura.
"Bu,,," kata Bayu sambil mengetuk pintu kamar Naura.
__ADS_1
"iyaa Bayu" jawab sang ibu berteriak dari dalam kamar.
"mari sarapan Bu" kata Bayu dengan pelan.
"iyaa sebentar" jawab sang ibu sambil membuka pintu, tak lama pintu pun terbuka menampakkan sang ibu yang sudah siap dengan koper kecil ditangannya. bersama Maura yang sudah rapi dengan pakaian yang ia kenakan.
"ibu mau kemana Bu?" tanya Bayu penasaran.
"ibu mau pulang bay" jawab ibu Bayu sambil tersenyum manis.
"tapi Bu?" jawab Bayu tertahan mendengar perkataan Maura.
"biar penghuni rumah ini puas, iyakan Bu? lagipula untuk apa kami disini kalo ngga dianggap" jawab Maura dengan ketus.
"hei,hei wajar jika kami ngga menganggap kamu. kamu itu bukan siapa-siapa, kenapa kamu harus emosi?!" jawab Naura dengan sinis mendengar perkataan Maura yang merusak gendang telinganya.
"lagipula, kamu memang ngga pantes berada diantara kami semua. manusia berhati iblis seperti kamu lebih baik berada didalam barza!!" lanjut Naura dengan kata-kata pedas yang membuat Maura mengeram marah.
"sudah nau. Bu, apa ibu ngga mau disini aja. biarkan Maura yang pulang Bu, toh Bayu ngga masalah jika ibu menginap beberapa hari disini" jawab Bayu membuat sang ibu tersenyum dan menggelengkan kepala.
"sudahlah mas Bayu, ngga usah membujuk ibu seperti itu. sampai kapanpun ibu akan tetap membela Maura mas, ngga akan mungkin berpihak pada kita kecuali apa yang ibu miliki udah berhasil diambil sama Maura baru ibu akan sadar" jawab Naura membuat sang ibu merasa tertancap belati tajam didadanya, sangat pedas.
"nau, jangan ngomong gitu. biar gimana pun dia ibu kita, ibu kandung kamu" jawab Rita menenagkan Naura yang tersulut emosi.
"memang ibu adalah ibu kandungku, tapi aku merasa seperti anak angkat. sedangkan yang anak angkat seolah menjadi anak kandung, bahkan sangat dianak emaskan. salahpun tetap aja ibu bela, mbak lihat sendiri kan? apa pantas aku masih berbaik hati pada mereka mbak? bahkan ibu rela menukar kita hanya demi wanita gatau diri ini" jawab Naura dengan berteriak didepan ibu dan juga Bayu bahkan didepan teman-temannya.
seketika Maura pun melayangkan tangannya untuk menampar Naura, tapi tertepis oleh Salma yang melihat pergerakan tangan Maura.
"jangan sesekali tangan kotor kamu menempel diwajah sahabatku!" kata Salma menekan setiap kalimatnya.
"jangan ikut campur, kamu bukan siapa-siapa!!" jawab Maura dengan mata memerah.
"jelas aku ikut campur, Naura adalah sahabatku. kamu jangan sesekali menaikkan tangan kotor kamu untuk menyentuh sedikit aja kulit sahabatku!!" jawab Salma menekan tangan Maura yang masih berada dalam genggamannya.
"auuu sakit" kata Maura ketika Salma sedikit mengeluarkan tenaganya untuk menekan tangan Maura.
"aku bisa mengeluarkan lebih dari ini, jika kamu masih melakukan hal yang sama!!" jawab Salma sambil mendorong Maura hingga membentur tembok belakangnya.
"sudah Bayu, sepertinya ibu memang harus pulang. ngga baik menyatukan beberapa kepala yang saling melumpuhkan" jawab ibu Bayu menatap sang putra yang terlihat bingung.
__ADS_1
"tapi Bu" jawab Bayu.
"jaga saja, anak istri dan juga adik mu. ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian, sesekali mainlah kerumah ibu dalam kondisi yang tepat. dan sesuai apa yang pak RT katakan semalam, ibu akan meminta Naura untuk menjemput ibu jika ibu kangen dengan cucu ibu" jawab ibu Bayu membuat Bayu terpaksa menganggukan kepala.