Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus13.


__ADS_3

"mbak, ibu dijelasin kaya gimana juga kayanya ngga begitu deh mbak" jawab Naura membuat ibu Rita menyeritkan kening.


"ngga begitu bagaimana maksud kamu nau?" tanya ibu Rita menatap Naura dengan tatapan yang sulit diartikan.


"hehehe ngga, gapapa kok Bu. peaceee" jawab Naura mengacungkan kedua jarinya dengan senyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Rita yang melihat tingkah Naura pun hanya mampu menahan tawa melihat ekspresi dari Naura yang terlihat begitu takut dengan sang ibu.


"udah-udah Bu, ini udah selesai yuk kita turun. ga terasa udah hampir siang ini, coba kita lihat sudah ada makan siang atau belum. Rita kayanya udah lapar nih" jawab Rita yang langsung diangguki oleh Naura dan juga ibunya.


"oiyaa ibu Surti mana mbak?" tanya Naura pada Rita.


"ada dikamar mbak, kamu panggil aja ya ajak makan sekalian bareng-bareng sama kita" jawab Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Naura.


"okeedeh mbak, kalo gitu mbak duluan aja ya kemeja makan. aku keatas dulu" jawab Naura membuat Rita terkekeh kecil melihat adik iparnya yang begitu semangat melakukan pekerjaan apapun pahadal ia tahu bahwa perasaan adik iparnya itu tengah dilanda kegelisahan.


"ibu lihat sendirikan, bagiaman Naura sangat menyayangi ibu Surti sebagai ibu pengganti, itulah kenapa Rita tak berani berfikir buruk tentan ibu Surti bu. lagipula memang sedari dulu ibu Surti sudah kerja dirumah ini sebelum rumah ini menjadi milik Rita dan juga mas Bayu, Bu" kata Rita pada ibu kandungnya.


"iyaa ibu tau rit, tapi entah kenapa ibu merasa ada hal yang disembunyikan oleh ibu Surti. oiyaa apa kamu kenal wanita bernama Sandra?" tanya ibu Rita membuat Rita menyeritkan kening.


"Sandra? dari mana ibu tau nama itu, itu nama wanita yang dulu tinggal dirumah ini sebelum bercerai dengan suaminya hingga akhirnya rumah ini dijual oleh suaminya. memang kenapa Bu?" tanya Rita dengan raut wajah heran.


"oohh tidak apa, ibu hanya bertanya. apa tidak boleh?" tanya ibu Rita membuat Rita menyeritkan kening.


"boleh saja, tapi ibu tau dari mana? seingat Rita, kayanya ibu belum pernah bertemu dengannya?" tanya Rita membuat sang ibu terkekeh kecil.


"memang, tapi,,,,,," jawab ibu Rita terhenti lalu menatap wajah sang anak yang tampak penasaran dengan jawaban sang ibu.


"tapi apa Bu?" tanya Rita penasaran.


"aah, tidak apa. yuk kita makan siang dulu, nanti kita lanjut lagi mengobrol ya. mumpung masih ada waktu sampai nanti sore" jawab ibu Rita yang langsung membuat Rita menganggukan kepala dengan sedikit ragu.


"tapi Rita penasaran loh Bu, apa yang mau ibu bicarakan. kenapa sangat sangat membuat Rita penasaran" kata Rita membuat sang ibu terkekeh lucu.


"sudah Ayuk makan dulu, ibu juga sudah lapar ini rit" jawab ibu Rita mendorong punggung sang anak hingga keluar dari kamar tersebut.


"lagian ibu ini bikin Rita penasaran aja deh" jawabnya dengan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"setalah makan makan nanti akan ibu ceritakan ya nak, sekarang kita makan dulu" jawab ibu Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.


keduanya pun melangkah kan kaki menuju ruang makan yang dimana sudah ada bapak Rita yang menunggu makanan siap dihidangkan.


"bapak tumben banget udah disini duluan, biasanya juga harus ibu panggil dulu didepan baru kemeja makan" kata ibu pada bapak yang langsung dijawab kekehan oleh pria paru baya tersebut.


"bapak sudah lapar bu, ternyata capek juga main sama cucu padahal kita hanya sebentar loh disini. sudah sangat aktif ya si keena, kamu harus hati-hati loh nduk. anak kamu sedang belajar berjalan jadi kamu harus lebih sering lagi memantau" kata bapak Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh sang anak.


"iyaa pak tenang aja, pasti Rita jagain kok dengan ekstra." jawab Rita dengan senyum.


"iyaa masyaallah bapak bener-bener senang banget kalo harus tinggal dirumah ini lebih lama lagi karna rame main sama cucu Bu" jawab bapak Rita membuat Rita terkekeh sementara sang ibu hanya memutar bola mata malas.


"udah to pak, ojo keenakan. wes Nang kampung kerjaanne akeh, wes Podo nunggoni" jawab ibu menggunakan bahasa Jawa.


"iyoo iyoo Bue, weslah Ojo merenggut ngono to Bu. tapi nanti kamu ajak pulang loh nduk anakmu itu, apalagi kalian juga sudah lama tidak pulang kekampung nduk. sodara-sodaamu dikampung pasti seneng kalo kamu pulang, jangan pas lebaran tok kamu muleh." jawab bapak membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa pak, iyaa insyaallah nanti klo mas Bayu punya waktu luang lebih Rita sama keena akan pulang kekampung buat jenguk bapak sama ibu. yang penting kalian harus sehat-sehat disana" jawab Rita sembari tersenyum menatap kedua orangtuanya.


"hayooo ngobrolin apa nih kok kayanya seru banget" kata Naura yang baru saja tiba dimeja makan menghampiri ketiga orang tersebut bersama dengan bi Surti.


"mana ada bapak tua, bapak masih sehat bugar begitu kok pak." jawab Naura sambil mengambil nasi dan juga lauk kedalam piringnya.


Rita yang mendengar perkataan Naura pun menahan tawanya.


"alaah kamu itu bisa aja bikin bapak malu, sudah tua begini kok dibilang masih bugar. mana ada" jawab bapak memicingkan mata.


"loh beneran pak, tanya sama ibu. iyaa to bu?" tanya Naura pada ibu Rita.


"iyoo wes sing awet mudoo, nek dilihat nganggo jarum setitik wes kelihatan muda neh" jawab ibu Rita membuat ketawa Rita pecah dihadapan lima orang tersebut.


"adduuhh pak, nau maaf maaf Rita ngga sengaja loh. lagian kalian ini selalu aja selisih sepeti itu" jawab Rita yang kembali terkekeh.


ibu Rita pun menatap bi Surti yang terlihat menundukkan kepala seraya mengambil nasi dan lauk yang ada diatas meja makan.


"makan yang banyak Bu Surti, tenang aja kan udah dianggap anak sama Rita sama Bayu" kata ibu Rita yang bermaksud menyindir ibu Surti.


"iyaa Bu" jawab bi Surti dengan singkat menampilkan senyum tipis. Rita pun melihat itu, namun ia pun seolah tak melihat perubahan yang ditunjukan oleh ibu Surti terhadap kedua orangtuanya.

__ADS_1


"iyaa Bu, makan yang banyak. Naura lihat ibu sangat bertambah kurus ini, ngga seperti waktu itu" kata Naura membuat Rita memicingkan mata.


"kamu pikir mbak ngga memberikan ibu makan begitu" jawab Rita dengan nada kesal menatap Naura yang hanya terkekeh mendengar perkataan kakak iparnya.


"hehe ngga begitu juga mbak, Naura cuma bercanda kok mbak" jawab Naura mengeluarkan jurus andalannya.


"alaahh tapi maksud kamu memang begitu kan nau?" tanya Rita yang seolah merajuk karna perkataan Naura.


"ooohhh ngga kok mbak, beneran deh. duuh gimana ini" jawab Naura dengan nada panik menghampiri Rita yang berada tepat disebrangnya.


"mbak, bukan begitu maksud Naura. emmm ibu Surti mungkin selalu makan sedikit dan terlalu banyak pikiran, apalagi kan mas Bayu dan mbak Rita belum memenuhi janji untuk kekampung ibu. mungkin ibu Surti sudah sangat kangen dengan suasana kampungnya, yaa kan sudah setahun ia tak pulang. iyakan Bu?" tanya Naura pada ibu Surti yang langsung tersenyum dengan menganggukan kepala.


Rita pun melirik sekilas pada Naura yang berada disebalahnya bergantian menatap ibu Surti yang berada dikursi tepat sebelah kirinya.


"baiklah, lanjutkan makan kamu. nanti kita bicarakan lagi jika mau kekampung ibu Surti, lagian nanti bisa sekaliaj kekampung ibu. iyakan Bu?" tanya Rita pada ibu kandungnya.


"iyaa boleh, jadi kan sekalian jalan juga" jawab ibu Rita melirik ibu Surti yang hanya diam dan tersenyum.


"yaudah nanti Rita bilang sama mas Bayu, biar bisa liburan kedaerah ibu Surti sekaligus pulang kerumah ibu dan juga bapak" jawab Rita membuat semuanya memenganggukan kepala.


"iyaa sudah Ayuk makannya dihabiskan, nanti ngga jadi-jadi loh makannya" kata bapak yang sedari tadi mendengarkan perdebatan para perempuan tersebut.


mereka pun makan dengan tenang kembali, hingga tak lama terdengar suara salam yang sangat mereka semua kenal. siapa lagi jika bukan, Bayu.


"assalamualaikum" salam Bayu menyalami tangan kedua mertuanya dan juga bi Surti.


"waalaikumsalam" jawab kelima orang tersebut menatap Bayu yang tersenyum.


"mas, kok udah pulang?" tanya Rita dengan dahi menyerit menatap sang suami yang tiba-tiba pulang siang hari.


"iyaa hari ini aku sengaja dong mau pulang cepat, karna mau mengantarkan bapak dan juga ibu kebandara. daaaannn,,,,"jawab Bayu sengaja menggantung perkataannya.


bersambung.....


----------------------------------------------------------------


Assalamualaikum guys, mohon maaf ya kalo jarang update. jujur outhor lagi down banget ya baca komenan beberapa orang yang rada gimana gitu ya, tolong ya buat kalian yang ngerasa bosen atau gimana dengan cerita atau alurnya bisa diskip tanpa komen yang menyakiti hati penulisnya. karna apa? karna menulis juga butuh perasaan yang sangat stabil, andai kalian ingin mengeritik sampaikan dengan baik dan lebih bijak tanpa membuat mental penulisnya down. saya sudah tidak menggubris selama dua bulan ini, tapi yang saya heran yang komen menyakiti hati itu pun masih tetap setia membaca. terimakasih loh, itu artinya bukan saya yang salah dalam kepenulisan tapi kalian yang kurang sabar menuju endingnya. wassalamu'alaikum🙏

__ADS_1


__ADS_2