Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus37.


__ADS_3

esok harinya, pagi-pagi sekali saat semua orang sedang melakukan sarapan. ketiga dikejutkan dengan kehadiran ibu Bayu yang kembali datang masuk ke dalam rumah tanpa salam dan juga tanpa permisi, ia pun menghampiri Bayu yang duduk santai dimeja makan menghabiskan sarapannya sebelum berangkat kekantor miliknya.


"Bayu, ibu mohon. tolong bebaskan Maura bay, ibu ga tega melihatnya berada dibalik jeruji besi seperti itu. bagaimana pun dia adikmu bay, jika kamu tidak melihatnya sebagai adik tolong lihatlah ibu sebagai ibu kamu Bayu" kata ibu Bayu mengiba pada anak lelakinya tersebut.


Bayu pun tak menggubris perkataan ibu nya, ia pun masih terus melanjutkan sarapan paginya hingga habis tak tersisa. setelah selesai, baru lah Bayu melirik ke arah sang ibu dengan tatapan sinis serta senyum yang tak kalah sinisnya pada sang ibu.


"sudah?" kata Bayu singkat membalas perkataan sang ibu yang saat memuakkan baginya.


"aku akan membebaskan Maura, asal dengan syarat!" lanjutnya memberikan keputusan.


"syarat? syarat apa! kenapa harus pake syarat segela, Maura itu adik kamu Bayu. lagipula, seharusnya kamu berfikir jika ingin memenjarakan bagian dari Adipura. pasti akan berdampak pada kemajuan bisnis kamu Bayu, apa kamu ngga malu jika para kolega kamu tau jika adik seorang pewaris Adipura corp berada dalam jeruji besi karna dilaporkan oleh kakaknya sendiri" kata ibu Bayu memberikan pendapatnya, bukannya membuat Bayu menjadi simpati justru membuat Bayu semakin menyeritkan kening.


"apa hubungannya Bu? bahkan Maura sama sekali ga menyandang nama Adipura, karna dia memang bukan keturunan Adipura. apa yang harus membuatku malu? seharusnya ibu yang malu, kenapa anak salah selalu ibu bela? atau memang urat malu ibu sudah habis?!" jawab Bayu membuat sang ibu memelototkan mata mendengar jawaban yang keluar dari mulut Bayu.


"kamu berani berkata seperti itu sama ibu Bayu? mau jadi anak durhaka kamu? apa yang bikin kamu berani sama ibu sampai sepeti ini, ingat Bayu jika aku adalah ibu kamu!! ingat!!" katanya dengan berteriak membuat Naura dan juga Rita menutup kedua telinganya mendengar teriakan ibu Bayu.

__ADS_1


"Bayu ga pernah lupa Bu, jika ibu adalah ibu bagiku dan juga Naura. bukannya selama ini ibu yang lupa jika ada anak ibu selain Maura, hingga ibu terus saja membelanya tanpa menghiraukan perasaan anak ibu yang lainnya?" jawab Bayu dengan santai, semakin membuat sang ibu meggeram kesal dengan balasan yang diberikan olehnya.


"Bayu ibu gapernah lupa denganmu dan juga Naura, hanya kali ini ibu membelanya karna ia berada dalam jeruji besi. itu juga karna kamu dan istri kamu itu, harusnya kamu mendengarkan apa yang ibu katakan bukan terus membantah seperti itu. kamu sudah terlalu banyak dihasut oleh istri kamu itu makanya kamu sampai membenci ibu dan juga tega menjebloskan adik kamu sendiri ke jeruji besi!!" bentak ibu Bayu menatap Rita dengan tatapan tak suka.


"cukup Bu!! jangan pernah salahkan istriku dengan apa yang terjadi pada maura, ibu ingat ini baik-baik. aku menjebloskan Maura bukan karna dipengaruhi oleh Rita, tapi karna memang semua kesalahan ada pada Maura dan itu semua sudah terbukti dengan semua yang sudah Bayu serahkan pada pihak kepolisian!! jadi, stop ibu salahkan istriku!!" bentak Bayu membalas kerasnya bentakan sang ibu, membuat bi Surti yang berada ditamab bersama nona kecilnya pun berhampur menuju ruang makan dan melihat keributan yang terjadi.


"lihatlah, bahkan dengan mudah kamu membentak ibumu sendiri Bayu. ini semua juga pasti karna hasutan istri ga berna itu, bagaimana nanti anaknya jika ibunya sendiri aja gabisa mendidiknya dengan baik. bahkan akhlak sang ibu sendiri amat buruk!!" kata ibu Bayu membuat Rita menahan sakit hati atas apa yang mertuanya katakan tersebut.


"sudah cukup Bu, jika ibu kesini pagi-pagi hanya untuk membuat keributan. sebaiknya ibu pulang, karna kami ngga menerima tamu yang tidak penting sama sekali" kata Naura membuat sang ibu membelalakan mata mendengar apa yang dikatakan sang anak.


"sepertinya ibu yang sudah tak waras, membela orang yang salah dan menemis kerumah orang hanya untuk membebaskan penjahat, mana datang marah-marah dan membuat keributan! Bu, ibuu apa Maura yang menyuruh ibu? kasian sekali ibu selalu dijadikan umpan Maura!!" kata Naura dengan gayanya yang memanasi ibu Bayu dengan doktrin seolah Maura hanya memanfaatkannya.


"sebaiknya ibu pulang, karna aku gaakan membebaskan Maura sampai kapanpun. mau ibu menangis darah sekalipun aku gaakan pernah membebaskan Maura, kecuali ibu mau menandatangi persyaratan yang sudah aku siapkan!!" jawab Bayu membuat sang ibu terdiam seolah menimbang apa yang menjadi keputusannya.


"silahkan pikirkan dulu Bu, aku sudah tak punya waktu banyak untuk berdebat dengan ibu. lebih baik ibu segera pulang untuk memikirkan tawaran yang aku berikan" jawab Bayu membuat sang ibu menatapnya dengan tatapan datar.

__ADS_1


"baiklah, apa syarat yang kamu berikan?" tanya ibu Bayu membuat senyum tipis terbit dari mulut Bayu.


"ibu harus melepaskan semua aset yang ada pada ibu, terutama rumah peninggalan ayah. aku tau, ibu telah membeli beberapa aset atas nama ibu dengan menggunakan uang mendiang ayah secara diam-diam. dan aku ingin ibu mengembalikan itu pada perusahaan miliku" jawab Bayu membuat sang ibu membelalakan mata, tak menyangka jika Bayu mulai mengetahui apa yang ia lakukan pada perusahaan sang ayah.


"kedua, ibu harus terima jika aku mengirim ibu kedaerah terpencil bersama dengan Maura. dan ibu akan memulai hidup baru kalian disana tanpa sedikitpun harta peninggalan ayah" lanjut Bayu membuat ibunya semakin melebarkan matanya.


"ap-apaaa?? jangan gila kamu Bayu, maksud kamu apa melakukan itu semua pada ibu? kamu sengaja mau mengambil semua harta itu untukmu sendiri, jangan serakah Bayu. bagaimana pun itu juga ada hal ibu!!" jawab ibu Bayu membela dirinya sendiri.


"terserah, jika memang ibu tidak mau tidak masalah. segeralah angkat kaki dari rumah ini, dan nikmati setiap pemandangan menyedihkan yang anak kesayanganmy terima itu!!" jawab Bayu dengan senyum sinis diwajahnya.


"oiyaa satu lagi, sebaiknya ibu mengakui kejahatan ibu pada kepolisian sebelum aku yang menyerahkan semuanya lebih dulu kepada pihak kepolisian. emm sepertinya tawaranku berlaku juga untuk mu jika tidak ingin ikut dengan anak kesayanganmu itu didalam jeruji besi, enak bukan? kamu bebas, anakmu pun bebas. kalian akan hidup bersama hanya dengan kekurangan materi disana!" kata Bayu dengan lancar mengingat laporan anak buahnya dini hari tadi yang membuat mata ya berkaca-kaca mengingat kejahatan yang sudah dilakukan oleh orang yang dianggap ibu olehnya tersebut.


"andai ayah masih ada, mungkin ia pun akan melakukan hal yang lebih dari apa yang aku lakukan!! pergi dari sini Bu, sebelum aku bertindak lebih dari apa yang aku lakukan sekarang!!" kata Bayu dengan memejamkan mata menahan gejolak amarah yang ada didadanya, tentu saja sebagai seorang anak ia merasakan sakit terlebih pada orang yang ternyata menjadi penghianat dalam keluarganya yang sebenarnya.


yaa, Bayu telah mengetahui jika orang yang ia sebut ibu bukanlah ibu kandungnya melainkan hanya ibu sambung yang ayahnya nikahi beberapa bulan setelah kepergian sang ibu seminggu setelah melahirkannya. bahkan Bayu juga tau jika Maura adalah anak kandung sang ibu dari lelaki lain yang sengaja ia titipkan di panti asuhan hingga akhirnya entah bagaimana ceritanya ayahnya menemukan Maura tengah mondar mandir didepan komplek perumahannya pada saat itu menurut cerita sang ibu.

__ADS_1


dan yang paling mengejutkan adalah, Bayu pun mengetahui penyebab ibunya meninggal bukan lain adalah karna ibu sambungnya ini yang dengan sengaja mendorong sang ibu hingga mengalami pendarahan pasca melahirkan saat dirumah tersebut tak ada orang bahkan asisten rumah tangganya terdahulu pun berkolaborasi dengan ibu sambungnya tersebut untuk mengkhianati ibu kandung bayu yang waktu itu adalah majikannya sendiri, sedangkan meninggalnya sang ayah karna mengetahui fakta tersebut langsung dari mulut sang ibu saat tak sengaja mendengar percakapan antara ibu sambungnya dengan orang disebrang telepon hingga akhirnya ayah Bayu meninggal karna divonis terkena serangan jantung.


__ADS_2