
setalah Sandra pergi dan semua anggota keluarga telah siap dengan barang bawaan mereka, Bayu pun mengajak semuanya untuk memasuki mobil travel yang sudah ia sewa.
Naura mendapatkan mobil travel yang memiliki fasilitas lumayan lengkap, sepeti kamar mandi dan juga satu buah tempat membaringkan tubuh yang hanya muat untuk satu orang.
mereka pun memasuki mobil travel tersebut dengan suka cita, sebelumnya Naura sudah memberi tahukan Bayu jika mobil tersebut difasilitasi seorang sipir untuk mengantar kannya kemana pun atau bisa juga sebagai supir pengganti dari penyewa.
"apa semuanya sudah siap? kalo sudah sebaiknya kita jalan sekarang" kata Bayu menatap seluruh keluarganya yang sudah menempati posisi mereka masing-masing.
"udah kok mas, semuanya udah lengkap" jawab Naura yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Bayu.
"yaudah kalo begitu, sekarang kita menuju ke kampung ibu dan bapak dulu ya nanti baru kita kekampung ibu Surti sekalian pulang ke Jakarta. gimana?" tanya Bayu.
"yaaahh terus bapak sama ibu ngga bisa ikut ke kampung bi Surti dong, padahal kan kita juga pengen ke guci. ya kan pak" kata ibu Rita yang langsung diangguki oleh sang suami.
"oohh jadi bapak sama ibu mau main ke gucinya?" tanya Bayu yang langsung direspon dengan anggukan kepala dan mata berbinar oleh bapak dan juga ibu Rita.
"kalo begitu kita kekampung ibu Surti dulu aja mas, baru kekampung bapak sama ibu. gapapa kan Bu?" tanya Rita pada bi Surti yang hanya menganggukan kepala seraya tersenyum kecil.
"iyaa gapapa kok nak, tapi bibi harus memberikan kabar dulu pada saudara bibi dikampung kalo kita akan berkunjung" jawab bi Surti dijawab anggukan kepala oleh Bayu dan juga Rita.
"yaudah kalo begitu silahkan ibu hubungi kerabat dikampung, agar mereka tak kaget dengan kedatangan kita yang tiba-tiba" jawab Bayu dengan tersenyum.
bi Surti pun langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Bayu, ia menghubungi salah satu kerabat dekatnya untuk mengabarkan jika ia akan kembali kekampung halamannya bersama Bayu dan juga keluarganya. keluarga bi Surti dikampung halamannya pun menyambut baik kedatangan dari majikan bi Surti.
"baiklah kalo begitu, kita jalan sekarang" kata Bayu setelah bi Surti selesaiemberi kabar pada orang dikampung halamannya.
"perjalanan dari sini kekampung ibu jauh ya bu?" tanya Rita pada bi Surti.
"ngga jauh kok nak, hanya lima sampai enam jam jika kita melewati tol Cipali. ya masih agak Deket dibanding kekampung halaman ibu sama bapak" jawab bi Surti menjawab pertanyaan Rita.
__ADS_1
"yaa jelas lah rit, kampung bi Surti itu kan masih daerah pinggiran jawa tengah sini loh perbatasan Cirebon sama Brebes." jawab ibu Rita, sementara Rita hanya menganggukan kepala mendengar jawaban kedua ibu nya.
"iyaa bener mbak, tapi kalo bapak sama ibu mau ke guci itu katanya sekarang udah bagus loh mbak. bagus banget deh" jawab Naura membuat Rita memicingkan mata.
"tau darimana kamu kalo bagus, emang kamu udah pernah lihat?" tanya Rita heran.
"yaa belum si mbak, tapi kan aku bilang tadi katanya. hihihi" jawab Naura sambil tertawa.
"yee mbak kira kamu udah pernah kesana, mbak juga belum pernah kesana si. mbak juga penasaran, sebagus apa sih guci" jawab Rita menatap bi Surti meminta jawaban.
"ibu juga ngga tau si nak, karna kan selama pembangunan baru ibu belum pernah pulang kekampung. tapi terakhir waktu ibu pulang itu ya masih air terjun biasa belum apa-apa palingan ya ada lah tempat untuk membeli oleh-oleh khas sana, gitu aja si" jawab bi Surti yang langsung mendapat anggukan dari Rita.
"nah berarti nanti kita wajib kesana, eehh tapi gimana sama keena. apa boleh ya anak kecil kesana, setau aku kan kalo air terjun gitu kan rawan ya ada penunggunya" kata Bayu yang juga diangguki oleh Rita.
"ngga si nak Bayu, banyak kok wisatawan yang membawa anak nya kecil-kecil ke guci sana ya meskipun mereka ngga mendekati air terjun si. mereka menunggu dipondokkan gitu lah nak" jawab bi Surti membuat Rita dan juga Bayu menganggukan kepala.
"nah berarti kalo begitu mbak Rita nunggu aja dipondokkannya, atau mbak Rita cari oleh-oleh aja nanti kan ngga bisa mendekati air terjunnya tuh. iya ngga Bu?" tanya Naura pada ibu Rita.
"perjalanan masih jauh Bu, bahkan kita aja baru berangkat udah ngomong oleh-oleh aja. gimana si ibu ini" jawab Rita dengan nada sedikit kesal.
"hehehe maaf nak, abisnya jarang loh kita bisa liburan bareng begini. nanti kalo kamu pulang kekampung, pasti orang kampung pada berbondong-bondong mau melihat Bayu. secara mereka itu selalu menanyakan Bayu setelah ia mengungkapkan jati dirinya sebagai pewaris konglomerat dinegri ini, banyak dari mereka yang menyanjung kamu beruntung mendapatkan Bayu rit" jawab ibu Rita dengan tersenyum dan wajah berbinar.
"alaahh apaan si Bu, biarin aja mereka seperti itu. toh buat ku, mas Bayu ya tetap mas Bayu lah gaada bedanya. iyakan mas?" tanya Rita pada sang suami yang langsung menganggukkan kepala.
"yaa namanya mereka kan orang kampung rit, beda dengan pemikiran orang kota yang beranggapan semua itu biasa aja. mereka hanya takjub dan ngga menyangka jika menantu ibu adalah pewaris konglomerat Adipura grup" jawab ibu Rita dengan mengerucutkan bibirnya.
"yasudah terserah ibu aja lah" jawab Rita yang sudah lelah berdebat dengan ibunya.
"oiyaa Bu gimana nanti kalo kita dikampung, kita berbagi sembako untuk seluruh warga desa. ibu setuju kan?" tanya Bayu pada ibu Rita membuat Rita membelalakan mata.
__ADS_1
"maasss" kata Rita menatap sang suami yang hanya tersenyum.
"yang benar kamu nak?" tanya ibu Rita yang langsung dijawab anggukan yakin dari Bayu.
"boleh boleh banget nak, waahh pasti mereka sangat senang nantinya" jawab ibu Rita dengan wajah binar.
"iyaa hitung-hitung untuk acara syukuran ulang tahun keena kemarin sayang, gapapa dong kita berbagi dengan mereka. biar mereka juga merasakan kebahagiaan kita" kata Bayu pada Rita yang terpaksa menganggukan kepala.
"yaa yaa terserah kamu dan juga ibu aja, aku ikut aja mas" jawab Rita pada akhirnya. semua yang ada didalam mobil pun tersenyum mendengar perkataan Rita.
"kalo sudah setengah perjalanan sebaiknya kita istirahat aja direst area pak, cari restoran terdekat untuk kita makan malam" kata Bayu pada supir yang membawa mereka.
"baik pak, kita baru aja dua jam perjalanan pak. ini masih ditol Cikampek, apa kita cari restoran dires area depan aja pak?" tanya sang supir pada Bayu.
"boleh-boleh pak, sebentar lagi juga masuk waktu Maghrib nanti kita lanjutkan perjalanan setelah sholat isya ya pak" jawab Bayu yang langsung diangguki oleh sang supir.
"mas sebaiknya nanti kita pesan makanan untuk dibungkus, siapa tau nanti malam kita butuh untuk cemilan atau kalo ada yang lapar lagi" kata Rita.
"iyaa sayang, pasti juga disana ada minimarket. nanti kita beli banyak cemilan untuk semuanya ya" jawab Bayu dengan tersenyum menatap Rita yang menganggukan kepala.
"mbak, disana ada sinyal kan mbak? jangan sampai nanti kita sudah sampai malah operator ponsel kita pada ngga punya jaringan" kata Naura membuat Rita menepuk keningnya.
"coba tanya ibu Surti, apa ditegal ada sinyal operator kita atau ngga. mbak juga gatau si" jawab Rita membuat Naura langsung bertanya pada bi Surti.
"Bu, ditegal ada sinyal operator merah tidak Bu?" tanya Naura pada bi Surti.
"ada kok nak, malah lancar kayanya. disana yang ngga ada itu operator tiga, eksis, sama operator matahari kayanya" jawab bi Surti membuat Naura menganggukan kepala.
"aman berarti, jadi tetap bisa internetan deh" jawab Naura mengembangkan senyumnya membuat bi Surti menggelengkan kepala tak percaya melihat tingkah kekanakkan Naura.
__ADS_1
bersambung.....