Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus15.


__ADS_3

Rita dan juga Naura pun tergelak mendengar perkataan bi asih, ketiganya pun terus membahas hal yang sesekali membuat mereka tertawa.


hingga kumandang azan asar menghentikan kegiatan mereka, bi asih pun memilih kembali kekamarnya dilantai bawah dan ia pun segera menyelesaikan semua tugasnya.


sedangkan Naura pun kembali kedalam kamarnya yang bersebelahan dengan Rita, ia pun melakukan sholat asar dengan khusu'.


setelah selesai, ia pun merebahkan dirinya dikasur yang ada dikamar tersebut sambil memainkan ponselnya mengecek satu persatu pesan masuk dalam aplikasi berlogo hijau diponselnya.


Naura pun membuka grub sahabatnya, sesekali ia pun tertawa membaca balasan pesan antara ketiga sahabat yang saling mencela satu sama lain tersebut. tak lama Rita pun masuk kedalam kamarnya dan menghampiri Naura yang tengah asik mengobrol dengan ketiga temannya.


"lagi ngapain nau?" tanya Rita yang memasuki kamar Naura, Rita pun duduk dipinggiran kasur kemudian meletakkan keena ditengah-tengah kasur tersebut.


"ngga lagi ngapa-ngapain si mbak, cuma lagi chat sama Nana, Salma, sama dini aja" jawab Naura diangguki oleh Rita.


"oohh gitu, emm ibu dari tadi ngga keluar kamar ya nau?" tanya Rita membuat Naura menatap sang kakak ipar dengan dahi menyerit.


"gatau si mbak, kenapa emangnya?" tanya Naura dengan raut wajah heran sambil memainkan ponsel ditangannya.


"gapapa si, aneh aja. padahal tadi juga kamu sempet ngomong dengan keras kan, tapi ibu belum juga keluar kamar. mbak takut terjadi apa-apa sama ibu loh nau" jawab Rita dengan raut wajah heran.


"ngga, ibu ngga akan kenapa-kenapa mbak. percaya deh sama aku, lagi pula ini kan rumah ibu ngga mungkin lah ibu kenapa-kenapa didalam rumahnya sendiri mbak" jawab Naura, Rita pun berusaha membenarkan apa yang Naura katakan. namun, tetap saja hatinya merasa gelisah karena sedari pagi tak melihat ibu mertuanya keluar dari dalam kamar.


"kira-kira nanti apa yang akan kita bilang sama mas Bayu soal kejadian tadi pagi ya nau?" tanya Rita dengan raut wajah bingung.


"jawab jujur ajalah mbak, kenapa mesti bingun segala sih" jawab Naura dengan acuh.


"jelas lah mbak bingung nau, mbak ngga mau terjadi keributan lagi. apalagi mas Bayu anak yang paling disayang sama ibu, mbak ngga mau buat keduanya malah bertengkar" jawab Rita membuat Naura kembali menatap Rita dan memberikan tatapan yang sulit diartikan.


"yaa biarin ajalah mbak. lagipula, aku yakin mas Bayu sebenarnya tau kejadian tadi pagi mbak, tapi mas Bayu berusaha untuk diam. mbak kan tau sendiri setiap rumah ini udah dipasangin cctv yang langsung masuk keponsel dan juga laptop mas Bayu. walaupun ngga tau ya mas Bayu akan ngecek atau ngga, tapi pasti mas Bayu memantau kegiatan kita dirumah ini mbak" jawab Naura dibenarkan oleh logika Rita.

__ADS_1


"iyaa juga si nau, mbak takut jika pulang kerja nanti mas Bayu malah marah-marah sama ibu. mbak ngga tega lah pastinya nau" jawab Rita membuat Naura menggelengkan kepala tak percaya dengan apa yang dikatakan kakak iparnya tersebut.


"yaudah si mbak, kalo pun mas Bayu tau juga mau diapain lagi. toh mbak juga ngga berbuat macam-macam kepada ibu, bahkan ibu yang memulai perdebatan dengan mbak Rita lebih dulu. iyakan? sedangkan aku, aku cumq membela mbak Rita yang terlihat salah Dimata ibu. sudahlah mbak, biarin aja semuanya mengalir sesuai jalannya" jawab Naura dengan panjang lebar.


"iyaa si kamu benar juga, yasudahlah kita bismillah aja" jawab Rita dengan nada pasrah.


"keena udah mandi sore belum nih?" tanya Rita dijawab senyum kecil oleh Rita.


"udah dong ounty, lihat nih aku udah rapi dan wangi begini kok" jawab Rita membuat Naura tertawa kecil melihat sang keponakan yang begitu lucu.


"hehehe, ounty belum sayang. kalah dong ounty sama kamu nih, masih bayi tapi jam segini udah wangi aja" jawab naura membuat Rita terkekeh kecil.


"ounty emang jorok hehehehe" jawab Rita menirukan suara anak kecil seolah keena menjawab pertanyaan Naura.


"biarin wlee heheheh, oiyaa mbak apa yakin mbak akan menetap dirumah ini? saran Naura si, sepertinya jangan dulu mbak. apalagi terlihat sikap ibu yang seperti itu pada mbak Rita, aku ngga yakin jika ibu bisa kembali bersikap baik pada kita seperti dulu" kata Naura membuat Rita mengerutkan kening.


"kenapa begitu?" tanya Rita dengan ekspresi heran.


"ngga mungkinlah ibu seperti itu nau, bukannya kita kenal betul dengan ibu wataknya seperti apa. jadi aku yakin, suatu saat ibu pasti akan berubah baik lagi kepada kita" jawab Rita dengan yakin.


"semoga aja mbak, kita si cuma berharap tapi tetap saja yang menentukan allah. memang saat ini Allah sedang membuat hati ibu membeku, dan semoga suatu saat Allah mengembalikan hati ibu pada posisi semulanya" jawab Naura diberi anggukan oleh Rita, keduanya pun tersenyum kemudian melanjutkan main dengan keena diatas kasur tersebut.


setelah sholat maghrib, tepatnya pukul setengah tujuh malam Bayu baru saja memasuki halaman rumahnya menggunakan mobil mewah kesayangan miliknya sendiri.


ia pun memasuki rumah dengan mengucapkan salam, namun tak ada yang menjawabnya selain bi asih yang mendengarnya dari dapur. kemudian Bayu pun melangkah kan kaki menuju kamar yang ia tempati bersama dengan anak dan istrinya.


"assalamualaikum" kata Bayu membuka pintu kamar melihat sang istri yang baru saja selesai mengaji, sedangkan keena berada ditengah kasur tak jauh dari tempat Rita sholat.


"waalaikumsalam, mas udah pulang?" jawab Rita sambil melangkah menghampiri sang suami yang baru saja memasuki kamar mereka.

__ADS_1


"iyaa sayang, banyak sekali kerjaan mas hari ini" jawab Bayu mendudukan diri dipinggiran kasur tak jauh dari Rita.


"mau langsung mandi atau aku buatkan minum dulu" tanya Rita dengan senyum merekah. inilah yang disukai Bayu dari Rita, yang selalu tersenyum saat menyambutnya pulang bekerja membuat Bayu selalu semangat menghadapi harinya.


apalagi dengan tugasnya sebagai CEO kali ini yang begitu berat menurutnya, yang setiap hari selalu disugukan dengan lembaran lembaran dokumen yang sangat banyak. ia selalu menantikan kepulangan dirinya sendiri agar dapat melihat senyum sang istri dan juga kelucuan anaknya yang saat ini memasuki usia ke dua bulan.


"mas mandi aja dulu, nanti kita turun kebawah sama-sama untuk malam ya?" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala dan sedikit senyum sebagai jawaban.


Bayu pun memasuki kamar mandi didalam kamarnya, kamar mandi luas yang baru kali ini bisa ia rasakan lagi semenjak keluar dari rumahnya ini.


setelah lima belas menit berada didalam kamar mandi, Bayu pun keluar dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya. Rita yang mengetahuinya pun hanya tertunduk malu, sedangkan Bayu pun berusaha biasa saja melangkah didepan sang istri yang terus menundukkan kepala.


"sayang, pakaian ganti ku?" tanya Bayu membuat Rita seketika gelagapan karna ia lupa menyiapkan pakaian bayi yang akan Bayu kenakan saat ini.


"iyaa sebentar mas, aku ambilkan dulu" jawab Rita segera memasuki walk on closed yang ada dikamar tersebut, untung saja pakaian Bayu masih tersedia banyak sekali dirumah ini jadi Rita pun tak perlu bingung.


Rita pun kembali kehadapan Bayu dengan membawa selembar kaos polos dengan celana pendek yang nyaman digunakan oleh Bayu saat berada didalam rumah tak lupa juga dengan **********, Rita pun menyerahkan pakaian tersebut pada bayu yang langsung diterima olehnya.


"makasih sayang" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala dan tersenyum.


"sama-sama mas" jawab Rita dengan senyum lebar tak lepas dari bibirnya.


"gimana hari ini sayang?" tanya Bayu membuat Rita melebarkan matanya, bingung hendak menjawab jujur atau kah bohong pertanyaan yang keluar dari mulut Bayu.


"baik mas, semuanya baik-baik aja kok" jawab Rita membuat Bayu tersenyum tipis sebagai jawaban.


"yakin kah?" tanya Bayu sambil mengenakan kaosnya. Bayu pun selesai mengenakan pakaian, ia pun menyisir rambutnya didepan meja rias kemudian mendekati Rita dan duduk disebelah sang istri.


"iyaa yakin kok mas" jawab Rita tak berani menatap mata sang suami yang menatapnya.

__ADS_1


"baiklah kalo gitu, yuk kita kebawah. keena biar aku yang gendong ya" kata Bayu membuat Rita langsung menganggukan kepala. Bayu pun mengambil keena yang berada tak jauh darinya, kemudian keduanya pun keluar dari kamar dan turun kelantai bawah untuk makan malam bersama dengan Naura dan juga ibu Bayu.


sudah terlihat keduanya dimeja makan, Bayu dan Rita pun segera mengambil posisi duduk mereka, kemudian Bayu mempersilahkan keduanya untuk memakan masakan yang sudah tersedia dimeja makan tersebut.


__ADS_2