Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus65.


__ADS_3

dua jam sudah setalah kepergian Naura dan ketiga temannya, kini Rita dan juga bi Surti masih berada diruang keluarga sambil menonton tv sinetron ikan terbang yang selalu tak pernah lupa ia tonton.


"duuhh itu gimana si suaminya malah belain ibunya, udah jelas ibu nya salah. iihh amit amit deh ya" kata bi Surti yang sedari tadi terus saja mengoceh tak jelas ketika melihat adegan yang menurutnya sangat menyebalkan.


"apaan si bu, heboh sendiri begitu. namanya juga sinetron bi. wajarlah dialognya seperti itu kok bi" jawab Rita dengan terkekeh kecil.


"abis ibu juga jadi geregetan tau nak Rita jadinya, apalagi perempuannya juga ngga sama sekali ngebales. ibu kalo diposisi dia, beehh udah abis ibu cincang-cincang suami kaya gitu" jawab bi Surti kembali membuat Rita terkekeh kecil.


"sabar Bu sabar, nikmatin aja tontonannya. lagian kan emang cuma acara tv Bu, yaa wajar ceritanya agak gimana gitu. tapi nanti kan pasti ada ujungnya yang mereka terlihat baik-baik aja seperti mertua dan menantu pada umumnya bu" jawab Rita dengan senyum menatap bi Surti yang menganggukan kepala.


"iyaa makanya ibu juga jadi kesel disitu, kenapa ujungnya selalu ada azan untuk orang yang salah. kenapa ngga dilanjutin dulu aja ceritanya sampai ada drama-drama lain, biar lebih panjang aja gitu. jadi kan ngga cuma sampai dia jam doang" jawab bi Surti kembali membuat Rita terkekeh.


"namanya juga cerita pendek bi, kalo kebanyakan drama nanti ngga selesai-selesai kaya sinetron jaman dulu itu yang sampai beribu-ribu episode" jawab Rita membuat bi Surti menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"iyaa juga ya, tapi itu seruloh. justru yang kaya gitu yang diminati, banyak yg menonton dan penasaran dengan ceritanya" jawab bi Surti yang juga dibenarkan oleh Rita.


"iyaa itu lah anehnya orang kita Bu, selalu menunggu cerita yang memang seharusnya membosankan karna sampe beribu episode. tapi justru cerita yang seperti itu yang paling ditunggu sedangkan cerita yang menjelaskan secara singkat namun detail pun tak begitu dihiraukan" jawab Rita Membuat bi Surti menganggukan kepala.


"itu lah bedanya orang Indonesia nak Rita, tapi memang ceritanya yang menarik makanya penggemarnya pun banyak. ngga salah si, karna kualitas akting dari pemainnya juga bagus dan jalan ceritanya juga luas dan ngga monoton, makanya peminatnya juga banyak" jawab bi Surti dengan mulai serius.


"iyaa juga ya bi" jawab Rita singkat yang dibalas senyum dan anggukan kepala oleh bi Surti. tak lama terdengar suara dering handphone milik Rita, ia pun segera meraihnya diatas nakas yang tak jauh dari tempat ia duduk. terpampang nama bi asih yang menelponnya.


"assalamualaikum bi" jawab Rita setelah menggeser tombol hijau diponselnya.


"waalaikumsalam mbak Rita" jawab bi asih disebrang telepon.


"ada apa ya bi, tumben jam segini menelpon. ada yang penting?" tanya Rita pada bi asih.

__ADS_1


"oohh ngga ada sih mbak, cuma saya mau kabarin kalo saya udah dapatin orang yang akan jadi satpam di rumah mbak Rita dan mas Bayu begitu juga dengan supirnya mbak" bi asih membuat Rita melebarkan senyum merekah.


"yang bener bi?" tanya Rita memastikan.


"bener mbak, kapan bisa saya antarkan? kalo bisa jangan lama-lama mbak karna ngga mungkin juga mereka menunggu lagi" jawab bi asih membuat Rita menyeritkan kening.


"emang orangnya ada disini bi? terus gimana sama yang bibi bilang suami istri itu? apa udah ada kepastian mau kerja dirumah saya atau ngga?" tanya Rita pada bi asih.


"iyaa mau mbak katanya hari ini juga dia akan berangkat kekota, makanya saya hubungi mbak Rita. biar besok bisa langsung saya antarkan semuanya kerumah mbak Rita, gimana?" tanya bi asih membuat Rita menganggukan kepala.


"boleh-boleh bi, besok bibi boleh anterin aja nanti kesininya bisa naik taksi online biar saya yang bayar ongkosnya ya bi" jawab Rita membuat bi asih tersenyum senang.


"boleh Bu kalo gitu, biar nanti saya kumpulkan dirumah ini besok pagi baru saya antar kerumah mbak Rita" jawab bi asih membuat Rita berbinar.


"makasih ya bi, semoga mereka betah kerja dengan saya." jawab Rita membuat bi asih yang berada disebrang telpon pun terkekeh kecil.


"iyaa bi, itu tandanya mas Bayu sudah sangat percaya pada bi asih. makanya jangan sesekali bibi buat mas Bayu kecewa, bisa bahaya bi" jawab Rita menakut nakuti bi asih, sementara bi Surti yang sedari tadi menjadi pendengar pun hanya menggelengkan kepala mendengar Rita yang habis mengejek orang disebrang telpon tersebut.


"duuhh mbak Rita jangan nakutin saya dong, nanti kalo saya buat mas Bayu kecewa saya pasti akan dikirim seperti ibu. saya ngga mau mbak" jawab bi asih sudah merasa ketakutan.


"haha yaa makanya jangan sesekali membuat mas Bayu kecewa bi, biar bibi aman dan tentram" jawab Rita disambut kekehan oleh bi asih.


"iyaa pasti mbak, yaudah udah dulu ya mbak saya mau nyiram tanaman dulu didepan. sudah hampir sore" kata bi asih.


"oohh yaudah kalo gitu bi, titip rumah ya bi. assalamualaikum" kata Rita mengakhiri sambungan telepon. tanpa menunggu jawaban dari bi asih Rita pun mematikan sambungan telpon tersebut.


"bi asih Bu, orang kepercayaan mas Bayu untuk menjaga rumah peninggalan kedua orangtuanya" kata Rita pada bi Surti yang menganggukan kepala.

__ADS_1


"Alhamdulillah masih ada orang yang bisa dipercaya dimana sekarang, padahal banyak loh orang yang mungkin memanfaatkan kebaikan orang lain hanya untuk keuntungannya sendiri" jawab si Surti diangguki oleh Rita.


"iyaa bu Alhamdulillah saya juga ga nyangka jika bi asih bisa sebaik itu pada keluarga kami, makanya kami sayang juga dengan dia. dan dari pada dia harus kami pulangkan, lebih baik kami biarkan aja bi asih menjaga rumah itu. lumayankan, dari pada ngga ada yang menempati" jawab Rita membuat bi Surti menganggukan kepala.


"iyaa saya juga salut dengan nak Rita dan juga nak Bayu yang mau memberikan kepercayaan sebesar itu pada yang notabanenya orang lain" jawab bi Surti membuat Rita terkekeh kecil.


"kadang lebih baik kita percaya dengan orang lain yang sudah jelas dapat dipercaya dibanding dengan keluarga sendiri yang kita tau dia seperti apa, bukan malah baik-baik aja justru bisa saja kita memelihara serigala berbulu domba" jawab Rita dengan nada serius.


"iyaa bener juga nak Rita, tapi tadi ngomongin asisten rumah tangga. gimana apa sudah dapat? terus ibu nanti bagaimana?" jawab bi Surti dengan suara lirih.


"yaa ibu tetap tinggal sama kita disini lah, kan ibu sudah kami anggap sebagai ibu kandung kamu sendiri" jawab Rita membuat bi Surti kembali terdiam.


"tapi, mohon maaf nak Rita. ibu juga butuh uang untuk kehidupan ibu disini, apalagi ibu juga harus mengirim uang kekampung" jawab bi Surti membuat Rita kembali terkekeh.


"tenang aja bi kalo itu kan sudah kita bicarakan kalo kami akan tetap memberikan bi Surti uang bulanan seperti biasanya, jadi ibu ngga perlu khawatir lagi. yang penting ibu bisa istirahat dimasa tua ibu, emm atau memang ibu mau tinggal dengan Naura nantinya? disana ibu bisa bebas melakukan apapun karna fasilitas dirumahnya lebih lengkap dibanding disini" jawab Rita membuat bi Surti menggelengkan kepala.


"aahh ngga usah nak, ibu disini aja sama kamu dan juga nak Bayu. ibu merasa sungkan jika tinggal dirumah seperti itu, ibu tinggal disini aja sudah merasa tak enak hati apalagi jika dirumah sebesar itu" jawab bi Surti membuat Rita semakin terkekeh.


"udah gapapa bi, tenang aja ya. lagipula kami juga senang melakukannya, apalagi aku juga jauh dari ibu dan bapak dikampung. oiyaa sepertinya ga lama lagi ibu dan bapak akan main kerumah ini Bu, nanti ibu bisa berkenalan dengan mereka. ibu mau kan?" tanya Rita yang langsung diangguki oleh bi Surti.


"tentu aja ibu mau, ibu juga ingin tau seperti apa wanita hebat yang sudah melahirkan perempuan sehebat nak Rita" jawab bi Surti membuat wajah Rita memerah malu.


"ibu bisa aja, jangan memuji kaya gitu ah bu" jawab Rita dengan sedikit senyum malu.


________________________________________


terimakasih masih setia menunggu updatean outhor ya guys🙏 doakan agar outhornya cepet puluh dan bisa update dengan normal seperti biasanya😊🙏

__ADS_1


__ADS_2