
Bayu pun segera meninggalkan tempat penuh ketegangan tersebut tanpa menunggu jawaban dari sang ibu, baginya jawaban apapun yang akan sang ibu ambil tak akan mengubah keputusan yang sudah Bayu persiapkan untuknya.
dengan diikuti oleh Rita, Bayu pun melangkah mendekati pintu utama rumah tersebut. ia pun berpamitan pada sang istri dan mewanti-wanti sang istri agar berhati-hati selama masih ada sang ibu dirumah tersebut.
"iyaa mas, tenang aja. oiyaa mas, gimana soal asisten rumah tangga dan juga satpam untuk rumah ini?" tanya Rita pada Bayu yang langsung menyeritkan kening.
"mas serahkan urusan itu sama kamu ya sayang, mas percaya sama pilihan kamu. cuma mas mau ingatkan, cek seluruh dokumen mereka secara baik-baik. mas gamau mencari pekerja yang abal-abal" jawab Bayu yang langsung membuat Rita menganggukan kepala.
"iyaa mas, mas hati-hati dijalan kalo gitu. jangan lupa hubungi aku ya mas" kata Rita mencium punggung tangan sang suami yang langsung dibalas senyum lembut dan juga ciuman dikening oleh Bayu.
"iyaa sayang, kamu juga baik-baik dirumah" jawab Bayu berjalan melangkah menuju mobilnya yang didalamnya sudah ada Andi yang menjemput sang bos sekaligus sahabatnya tersebut.
setelah kepergian Bayu, Rita pun kembali kedalam rumah. ia melihat sang mertua tengah duduk berhadapan dengan Naura dimeja makan, dengan Naura yang menatap sang ibu dengan pandangan yang sulit diartikan.
melihat kedatangan Rita, ibu Bayu pun langsung bangkit dan menatap Rita dengan mata tajam.
plaaakkk
tamparan tangannya mendarat dipipi mulus Rita hingga ia pun terhuyung kebelakang hampur jatuh dan terkena ujung meja makan, Naura yang melihat kelakuan sang ibu pada kakak iparnya pun menatap marah.
"puas kamu! kamu berhasil menguasai anakku, menguasai hartanya!! tak cukupkah dengan nafkah yang sangat banyak hingga black card yang sudah Bayu berikan untukmu hingga kamu harus menyuruh Bayu untuk mengambil alih pula segala asetku? serakah kamu Rita!!" bentaknya dengan suara nyaring.
"setelah apa yang sudah mas Bayu lakukan pada ibu, seharusnya ibu sadar dengan kesalahan ibu. lagipula semua itu memang hak mas Bayu Bu" jawab Rita semakin membuat sang mertua naik darah mendengar apa yang Rita katakan.
"andai kamu ngga menghasutnya, ngga akan ia memperlakukan aku dan juga Maura sampai seperti ini. kamu itu memang musibah untuk kami, pembawa sial!!" kata ibu Bayu menghardik Rita dengan begitu kejam menurut perempuan tersebut.
"lebih baik ibu pulang Bu, sebelum mas Bayu mengecek cctv dirumah ini dan mengetahui apa yang ibu lakukan pada mbak Rita. aku yakin mas Bayu pasti akan bertambah murka pada ibu" kata Naura membuat sang ibu terdiam, sepersekian detiknya ibu Bayu pun melangkah mendekati Rita dan berusaha untuk meraih rambut Rita Namum keburu ditepis oleh Naura yang berada didekat kakak iparnya.
"jangan macam-macam Bu, atau aku akan buat ibu merasakan dinginnya penjara seperti apa yang aku dan mas Bayu lakukan pada Maura!!" jawab Naura dengan tegas menatap sang ibu dengan mata tajam.
"udah merasa hebat sekarang kamu nau, kamu dikasih apa sama perempuan ini hingga kamu bisa memihak padanya dan melupakan semua yang ibu lakukan untukmu. jangan jadi anak durhaka hanya untuk membela orang lain, seperti apa yang sudah mas mu lakukan pada ibu" jawab ibu Bayu membuat Naura langsung menggelengkan kepala.
__ADS_1
"andai ibu bisa menjadi ibu yang baik untukku, aku pasti akan membela ibu. nyantanya ibu justru lebih membela anak yang sudah jelas salah dan membenci yang benar hanya deminya. apa ibu gamalu dengan apa yang sudah ibu lakukan pada mbak Rita hari ini, setalah semua kebaikan yang sudah mbak Rita berikan pada ibu?" kata Naura dengan mata berkaca-kaca, menatap tak percaya pada ibunya yang semakin menjadi-jadi.
"jangan ngajarin ibu kamu nau, kamu itu hanya anak kemarin sore yang ibu lahiran. sebaiknya kamu turuti dan ikuti apa yang ibu inginkan, sekarang juga kamu bilang pada mas mu itu untuk membebaskan Maura dan jangan coba-coba mengancam ibu dengan hal seperti tadi!! ingat, harus berhasil. jika tidak, ibu akan kembali lagi kerumah ini!" kata ibu Bayu sebelum melangkahkan kaki keluar dari rumah besar tersebut.
Rita dan Naura yang melihat kelakuan ibu yang semakin menjadi-jadi pun merasa tak perrcaya jika ini sifat asli dari seorang ibu kebanggaan keduanya. setelah kepergian ibu Bayu, bi Surti yang sejak tadi berada tak jauh dari tempat ketiganya berdebat pun menghampiri Rita yang masih memegangi pipinya yang memar.
"Bu, ibu gapapa?" tanya bi Surti mengalihkan pandangan Naura menatap sang kakak ipar dengan mata berkaca-kaca.
"gapapa kok bi, saya gapapa." jawab Rita dengan memberikan senyum terbaiknya mantap Naura yang mehan air mata agar tidak jatuh.
"mbak gapapa nau, bener" kata Rita pada Naura yang langsung menghambur ke pelukan Rita.
"maafin ibuku mbak, maafin" kata Naura dengan Isak tangis yang mulai pecah diperlukan Rita.
"iyaa nau, ngga perlu begini. mbak pasti akan maafkan ibu" jawab Rita mengelus punggung adik iparnya tersebut, memberikan kekuatan padanya.
"ibu benar-benar sudah keterlaluan mbak, aku gatau lagi harus bagaimana agar ibu sadar mbak" kata Naura disela isakan tangisnya.
"doakan saja untuk kebaikan ibu nau, semoga ibu segera kembali kejalannya" jawab Rita membuat Naura melonggarkan pelukannya.
"bibi ambil kompresan dulu ya Bu, ini kayanya bengkak" kata bi Surti menyentuh pipi Rita yang agak membesar.
"auu, sakit bi" jawab Rita ketika bibi menyentuh pipinya yang terasa sakit.
"ma-maaf Bu, sebentar saya ambil kompresan dulu" kata bi Surti langsung mengambil alat kompres dengan masih menggendong keena dalam tangannya.
"maaf ya bi jadi ngerepotin, bawa keena sambil ambil kompresan buat saya" kata Rita yang merasa tak enak pada asisten rumah tangganya tersebut.
"gapapa kok Bu, lagian gampang cuma pake es batu sama air dingin dan handuk kecil aja." jawab bi Surti menyerahkan peralatan kompres tersebut didepan Rita dan juga Naura.
"biar Naura bantu kompres mbak" kata naura mengambil alih handuk yang sudah dipegang oleh Rita.
__ADS_1
"makasih ya nau" jawab Rita dengan senyum yang dipaksakan. Naura pun hanya tersenyum sebagai jawaban.
"yaampun Bu, tega sekali mertua ibu berbuat seperti itu. emm tapi, Maura itu siapa ya Bu?" tanya bi Surti yang tak mengerti permasalahan dalam keluarga Bayu.
"Maura itu adiknya mas Bayu bi, yang baru saja kita semua tau jika Maura adalah anak kandung ibu" jawab Rita membuat bi Surti membelalakan mata.
"iyaa bi, awalnya kita semua taunya Maura itu anak angkat ayah dan juga ibu. tapi ternyata Maura adalah anak kandung ibu dengan lelaki lain, sebenarnya mas Bayu belum tau soal ini bi. tapi sepertinya mas Bayu sudah tau, karna dilihat dari gaya bicaranya tadi seperti orang kecewa yang teramat besar" jawab Naura yang langsung diangguki oleh Rita.
"iyaa bener kamu nau, mas Bayu seperti ya emang udah tau semuanya. dan sepertinya juga ada hal lain yang kita gatau yang disembunyikan oleh mas Bayu" jawab Rita yang langsung dibenarkan oleh Naura.
"iyaa mbak, ga biasanya mas Bayu semarah itu menghadapi ibu. apalagi sampai membuat keputusan seperti itu" jawab Naura dengan wajah menyerit bingung.
"sudahlah, apapun yang dilakukan pak Bayu yang penting semua itu hanya untuk kebaikan kalian semua. agar masalah kalian cepat selesai dan dapat jalan keluar yang terbaik" jawab bi Surti diamin kan oleh Naura dan juga Rita.
"sudah selesai mbak, masih sakit kah?" tanya Naura yang sudah selesai mengompres bekas tamparan sang ibu dipipi Rita.
"lumayan lah nau, udah ga sesakit tadi" jawab Rita dengan pelan.
"Alhamdulillah kalo gitu, semoga lebih baik saat mas Bayu pulang nanti sore. aku yakin mas Bayu akan lebih murka jika tau pipi mbak Rita sampai sepeti ini" kata Naura yang langsung membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.
"makasih ya udah perhatian sama mbak" jawab Rita membuat Naura mengerucutkan bibirnya.
"mbak kaya gini juga karna ulah ibuku, dan mbak adalah tanggung jawabku selama dirumah" jawab Naura membuat Rita mengusek kepala sang adik ipar.
"iyaaiyaa terimakasih ya" kata Rita memeluk Naura yang juga membalas pelukannya.
"sama-sama mbak" jawab Naura dengan senyum mengembang.
bi Surti yang melihat pemandangan didepannya pun ikut tersenyum menatap keena yang sudah tidur dalam gendongannya.
"Bu, ini saya taruh non keena dimana ya? udah tidur lagi nih" tanya bi Surti pada Rita.
__ADS_1
"eemm taruh diruang keluarga aja bi biar sama Naura, aku pengen bikin kue brownis keju untuk kita. gimana? kamu mau kan nau?" tanya Rita pada Naura yang langsung dibalas anggukan kepala oleh nya.
"jelas maulah mbak, masa aku gamau. rugi laah" jawab Naura yang langsung membuat ketiganya tertawa mendengar perkataan Naura.