Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus2.


__ADS_3

"sudah, cukup nau. tidak baik bicara begitu pada ibumu" kata Rita menghentikan Naura yang mengatakan hal yang tidak baik pada ibu kandungnya.


"kenapa mbak? biarkan ibu merasakan apa yang aku rasakan selama ini mbak, bukannya selama ini ibu selalu berbuat hal yang tidak baik dan itu semua berimbas padaku mbak. biar ibu sadar jika apa yang ia lakukan pasti akan selalu ada balasannya, meskipun bukan langsung padanya" jawab Naura menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


"tapi biar bagaimana pun beliau tetap ibu kandungmu Naura, kamu ga boleh berkata seperti itu pada beliau. seburuk apapun perlakuannya beliau tetaplah orangtua nau, jangan kamu balas perlakuan buruknya. suatu saat kamu pun akan menjadi orangtua, tugas mu hanya menghormatinya sebagai seorang ibu. itu saja, agar kelak kamu pun tetap dihargai oleh anakmu." jawab Rita yang langsung membuat Naura menitikan air mata.


"kurang apa aku menghormati dan menyayanginya mbak, baiklah biar kita keluarkan saat ini juga mbak. sudah ga nafsu makan, silahkan lanjutkan sarapan kalian. aku akan menunggu untuk menyelesaikan masalah ini" jawab Naura yang langsung pergi meninggalkan meja makan dengan nada yang begitu kesal.


"puas ibu membuat Naura seperti itu? sebaiknya ibu cepat bersihkan diri ibu, aku pun jijik makan dengan orang jorok seperti ibu!!" kata Bayu yang langsung membuat Bu sari melangkah dengan kesal menghentakkan kakinya.


"Ayuk mas kita lanjutkan sarapan" ajak Rita pada suaminya, lalu menatap kedua orangtuanya dan juga bi Surti lalu menganggukan kepala.


kelima orang tersebut pun melanjutkan sarapan mereka, begitu pun Bayu yang juga menunda keberangkatannya kekantor karna masalah yang terjadi dirumah itu.


"Andi, aku akan berangkat agak siang. karna ada suatu hal yang terjadi dirumah, kamu langsung pergi kekantor dan tolong handel semua pekerjaanku hingga aku datang nanti" kata Bayu mengirimkan pesan pada asisten pribadinya.


Bayu pun menaruh kembali ponsel miliknya diatas meja makan, kemudian ia pun memulai sarapannya dengan wajah tenang dan menatap istrinya untuk mengontrol emosi yang masih bersarang dalam hatinya.


tak lama ibu sari pun datang kemeja makan dengan kondisi yang sudah rapi dan terlihat segar, ia pun menatap Bayu dengan kesal.


"dimana kamu menyimpan semua barang-barang ibu Bayu? kenapa semuanya ngga ada dirumah ini?" tanya ibu sari pada Bayu yang menggelengkan kepala.


"barang apa yang ibu maksud?" tanya Bayu dengan nada datar.


"jelas semua barang-barang ibu, tas, sepatu, pakaian bahkan perhiasan ibu semuanya" jawab ibu sari dengan nada jutek.

__ADS_1


"tak ada, semuanya ngga ada disini. semuanya sudah tersimpan ditempat yang aman dan ngga mungkin ibu jangkau, lagipula untuk apa ibu dengan semua benda itu. ibu sudah tidak membutuhkan itu semua" jawab Bayu membuat ibu sari membelalakan mata.


"enak saja!! jelas ibu sangat butuh semua barang itu! selain itu barang kesayangan ibu, barang itu pun bisa ibu jual agar ibu bisa bertahan hidup ditempat terpencil itu!!" jawab ibu sari dengan berteriak, membuat Bayu langsung menatap tajam ibu tirinya tersebut.


"apa kamu lupa jika kamu masih dalam masa hukuman Bu? aku tidak akan mengizinkan ibu untuk membawa semuanya" jawab Bayu dengan nada tegas membuat Bu sari tak lagi berani berkutik.


Bu sari pun mengambil makanan yang terhidang dimeja makan dengan kesal, ia pun menyantap sarapannya sedikit demi sedikit sambil menahan rasa kesal didadanya.


"aku tunggu diruang keluarga bersama Naura pak, Bu. sayang, aku duluan" kata Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.


"iyaa mas" jawab Rita dengan senyum mengembang.


Bayu pun melangkah kan kaki menghampiri Naura yang terlihat tengah terisak, ia pun merasa prihatin dengan apa yang dialami oleh adik satu ayah dengannya itu.


"nau, apa kamu baik-baik aja?" tanya Bayu yang langsung menghampiri Naura yang tengah terisak.


"iyaa mas, Naura gapapa kok" jawab Naura dengan berbohong.


"kalo kamu gapapa, kenapa kamu menangis nau?" tanya Bayu menatap mata adiknya yang terlihat sembab.


"ngga mas, Naura ngga nangis kok" jawab Naura dengan sesenggukan.


"nah itu sesenggukan, kamu ngga bisa bohong nau. mas lihat kamu terisak disini, lagi pula mas juga bisa lihat dari mata kamu yang sembab itu" jawab Bayu membuat Naura kembali terisak.


"Naura sedih mas, kenapa setelah apa yang terjadi ibu tidak juga berubah mas. padahal Naura berharap sekali jika ibu bisa berubah" jawab Naura sesekali menghapus air mata yang mengalir dipipinya.

__ADS_1


"itu berarti kita harus bersabar lagi nau, mungkin suatu hari nanti ibu bisa berubah. kamu ngga perlu sampai nangis seperti ini, mas yakin suatu saat ibu pasti akan sadar dengan semua kesalahannya" jawab Bayu menenagkan Naura.


"tapi kapan mas, apa selama setahun ini begitu kurang untuk ibu berubah. kenapa malah semakin menjadi-jadi, Naura sedih mas" jawab Naura tak berani menatap mata kakak lelakinya tersebut.


Bayu pun menyentuh bahu Naura dengan lembut, membuat Naura merasa nyaman. kemudian Bayu pun mendekap Naura kedalam pelukannya, ia membiarkan Naura menangis dipunggungnya. Bayu sangat mengerti apa yang Naura rasakan, pasti sangat sakit ketika orang yang kita sayangi ternyata tidak sebaik apa yang kita pikirkan.


"maass,,,,,," kata Rita terhenti melihat Bayu mendekap Naura dan menyentuh bibirnya dengan satu jari berharap Rita tidak menganggu Naura yang tengah menumpahkan segala rasa sakitnya. Rita pun hanya tersenyum dan menganggukan kepala sebagai jawaban.


Rita pun melangkah kaki dengan pelan, agar tidak mengganggu Naura yang terlihat sangat nyaman di punggung Bayu.


setelah merasa tenang, Naura pun baru sadar akan kehadiran Rita disebelahnya. ia pun menatap Rita dengan terkejut, namun Rita hanya membalasnya dengan senyum mengembang.


"apakah sudah tenang nau?" tanya Rita pada Naura yang masih mengusap air matanya.


"maaf ya mbak, Naura terlalu larut dalam emosi Naura. makanya Naura menumpahkan semuanya pada mas Bayu" jawab Naura membuat Rita tersenyum kecil.


"gapapa nau, mbak ngerti kok apa yang kamu rasakan. mbak cuma minta, tahan lah emosimu. biar bagaimana pun ibu sari tetapkan ibu kamu, ibu kandung bahkan. setidaknya bicarakan baik-baik bukan dengan emosi" jawab Rita dengan bisa membuat Naura akhirnya menganggukan kepala.


"iyaa mbak, makasih sudah selalu mengingatkan Naura. Naura beruntung punya kakak ipar sebaik mbak yang selalu mengingatkan Naura jika Naura melakukan kesalahan" jawab Naura membuat Rita tersenyum lebar.


"tentu saja, bukannya mbak sudah menganggap kamu sebagai adik mbak sendiri. tentu aja mbak akan selalu mengingatkan kamu kedalam jalan kebaikan" jawab Rita membuat Bayu tersenyum mendengar perkataan sang istri.


"mas sangat beruntung memiliki kamu sayang, terimakasih sudah menerima mas yang serba kekurangan ini" jawab Bayu membuat Naura dan juga Rita terkekeh kecil.


"kenapa kalian malah ketawa?" tanya Bayu penasaran.

__ADS_1


"apanya yang serba kekurangan mas, sementara mas Bayu aja uang sera kelebihan" .......


bersambung.....


__ADS_2