Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
sembilanpuluhsatu


__ADS_3

tak lama kemudian Bayu kembali keluar kamar menggunakan pakaian kerja yang lengkap, sedangkan Rita sudah selesai dengan sarapan dan juga urusan perdapurannya. kini mereka bertiga tengah berada diruang tamu dengan sesekali mengajak celoteh keena yang mulai bisa menanggapi meski hanya dengan senyuman, sedangkan Bayu terlihat masih sibuk mengenakan sepatu kerjanya.


"mas berangkat dulu ya, kalian hati-hati dirumah" kata Bayu setelah selesai memakai sepatu miliknya.


"iyaa mas, hati-hati juga kamu" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"nau, jangan lupa nanti antar mbak kamu ke rumah sakit buat imunisasi keena ya" kata Bayu berpesan pada Naura yang hanya menganggukan kepala.


Rita pun mengantarkan Bayu hingga kehalaman rumah, setelah dirasa Bayu sudah tak terlihat ia pun kembali masuk kedalam rumah dengan menggendong keena.


"kita mau kerumah sakit jam berapa mbak?" tanya Naura setelah melihat Rita yang masuk kedalam rumah.


"nanti jam sembilan aja ya nau, biar masih pagi jadi masih seger" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala.


"pulang dari rumah sakit kita ke mall yuk mbak, bosen aku dirumah mulu" kata Naura.


"kenapa tadi kamu ga bilang sama mas Bayu nau?" tanya Rita membuat seketika Naura menaruh handphone yang berada ditangannya.


"kalo bilang sama mas Bayu pasti dia ga izinin mbak, mending nanti bilangnya saat kita menuju ke mall" jawab Naura membuat Rita mengerucutkan bibirnya.


"yaa kalo mas Bayu nanti marah gimana? tadi mbak izinnya cuma ke rumah sakit doang loh" jawab Rita membuat Naura menggelengkan kepala.


"ngga akan mbak, percaya deh sama aku. toh kita juga udah sedikit tenang kan" jawab Naura dengan yakin.


"yasudah lah liat nanti saja, yang jelas mbak pasti akan memastikan dulu izin dari mas Bayu" jawab Rita membuat Naura mencebikkan bibirnya.


"yasudahlah terserah mbak aja, semoga aja dikasih izin sama mas Bayu" jawab Naura kembali kedalam kamarnya meninggalkan Rita yang masih berdiri ditempatnya.


setelah Naura masuk kedalam kamarnya, Rita pun menutup pintu dan menguncinya. ia pun kembali kedalam kamar untuk menyusui keena yang sudah terlihat kembali mengantuk, ia rebahkan keena diranjang miliknya kemudian mulai menyusuinya. keena pun melahap asi yang diberikan Rita dengan susah payah, setelah sangking mengantuk ya keenapun tertidur hanya dalam waktu dua puluh menit menyusu.


Rita pun melepas asi dengan pelan agar keena tak kembali bangun, begitu bergeser asi tersebut sudah lepas sendiri karna keena memang sudah sangat pulas tidur.


Rita pun bingung ingin melakukan apa lagi setelah ini, ia pun hanya membaca novel berbagai gendre di handphone miliknya. hanya sebentar saja, karna tepat pukul setengah delapan Rita pun harus bersiap untuk kerumah sakit dimana keena dilahirkan.


setelah semua siap, ia pun mengetuk pintu kamar Naura memastikan Naura sudah siap atau belum. tiga kali ketukan belum juga dibukakan pintu oleh Naura, saat ketukan ke empat pintu baru saja dibuka olehnya dengan wajah bantal.


"yaampun, kamu belum bersiap nau? lihat udah jam berapa itu, kenapa kamu tidur lagi?" kata Rita membuat Naura seketika mengalihkan pandangan pada jam yang berada didalam kamarnya.


"masih jam delapan lewat lima belas menit mbak, masih ada waktu buat bersiap kan" jawab Naura dengan santai.


"yaudah sana siap-siap, mbak tunggu dikamar. nanti kalo udah selesai ketuk pintu kamar mbak jangan keras-keras, keena masih tidur" jawab Rita dengan ketus, kesal dengan tingkah sang adik ipar nya itu.


"iyaa iyaaa, tapi mbak udah telpon mas Bayu kah?" tanyanya dengan menggaruk kepala yang tak gatal.


"belum, ini baru mau bilang nanti dikamar mbak telpon" jawab Rita sambil melangkahkan kaki masuk kedalam kamarnya meninggalkan Naura yang menganggukan kepala dan kembali menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


begitu Rita berada didalam kamar, ia pun langsung menghubungi Bayu yang sudah mulai bekerja diruang kerjanya.


"assalamualaikum sayang" jawab Bayu dari sebrang telepon.


"waalaikumsalam mas, lagi sibukkah?" tanya Rita dengan hati-hati.


"lumayan sih, ada apa kah?" tanya Bayu.


"aku mau jalan kerumah sakit mas" jawab Rita dengan pelan.


"yasudah, sama Naura kan?" tanya Bayu lagi memastikan.


"iyaa mas, tapi,,,,??" jawab Rita dengan terputus.


"tapi kenapa?" tanya Bayu penasaran.


"aku mau minta izin ke mall sama Naura mas" jawab Rita dengan lirih, membuat Bayu yang berada disebrang telepon menyeritkan dahi mendengar perkataan Rita.


"kenapa tiba-tiba sayang?" tanya Bayu dengan lembut.


"maaf mas, tadi Naura yang ngajak ke mall katanya bosan dirumah terus" jawab jujur Rita membuat Bayu tersenyum disebrang sana.


"terus pasti kamu ragu dan minta izin dulu sama aku kan? pasti Naura bilang kalo aku ga bakalan izinin, iyakan?" tebak Bayu membuat Rita menganggukan kepala seketika meskipun tak terlihat oleh Bayu.


"iyaa, kok kamu tau sih mas?" tanya Rita dengan penasaran.


"terus gimana mas? boleh kan aku ke mall sama Naura hari ini, ngga akan lama kok" jawab Rita membujuk Bayu.


"emmm gimana yaaa,,,," kata Bayu seolah berpikir.


"ayo laah mas, bener loh kata Naura kalo dia bosen aku juga bosen mas dirumah terus. sesekali boleh lah kita refreshing" jawab Rita mengerucutkan bibirnya.


"iyaaiyaa boleh kok, tapi kamu tetap hati-hati ya. mas gamau kamu, keena ataupun Naura kenapa-kenapa" jawab Bayu membuat Rita seketika tersenyum.


"beneran mas??" tanya Rita meyakinkan.


"iyaa beneran, tapi ingat harus sebentar aja loh" jawab Bayu membuat Rita tersenyum sumringah.


"makasih ya mas, assalamualaikum" kata rita mengakhiri panggilan telpon keduanya tanpa mendengarkan ucapan salam dari Bayu.


"Alhamdulillah mas Bayu kasih izin, lumayan bisa beli baju baru untuk keena juga dan beberapa perhiasan kecil untuknya" gumam kecil Rita sembari tersenyum.


"mbak, aku udah siap nih" terdengar suara Naura yang mengetuk pintu kamar Rita.


"iyaa sebentar, mbak juga udah siap. tunggu ruang tamu dulu, jangan lupa pesan taksi online" jawab Rita sembari teriak. Rita pun mengambil stroler milik keena dan memindahkan keena yang masih didalam boks bayinya tersebut kedalam stroler, kemudian Rita juga mengambil tas kecil yang berisikan tisu basah dan juga Pampers beserta dompet dan juga handphone miliknya tak lupa pula buku pink milik keena yang juga sudah berada didalam tas tersebut.

__ADS_1


setelah dirasa semuanya sudah lengkap, Rita pun bergegas keluar dari kamar menghampiri Naura yang menunggu keduanya.


"lama banget si mbak, katanya mau buru-buru" kata Naura mengerucutkan bibirnya.


"iyaa maaf ya, mbak tadi telpon mas Bayu dulu" jawab Rita sembari tersenyum lebar.


"terus gimana mbak? mas Bayu kasih izin kan?" tanya Naura dengan penasaran.


"iyaa Alhamdulillah mas Bayu kasih izin, tapi ga boleh lama" jawab Rita dengan wajah binar.


"gapapa lumayanlah, abis makan siang kita pulang dapat jarahan banyak. lumayan cuci mata kan sekalian refresing" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala membenarkan apa yang dikatakan oleh Naura.


"taksi onlinenya udah kamu pesan nau?" tanya Rita membuat Naura mengecek kembali aplikasi taksi online pada handphone yang ada ditangannya.


"masih lama mbak, delapan menit lagi" jawab Naura mencebikkan bibirnya.


"yaudah gapapa kita tunggu disini dulu aja, nanti kalo udah mau sampai kita baru keluar rumah. kamu jangan lupa kunci dulu pintunya ya" kata Rita membuat Naura menganggukan kepala.


"assalamualaikum" salam tetangga Rita yang berada beberapa rumah dari rumah Rita.


"waalaikumsalam Bu" jawab Rita dan Naura serempak.


"mau kemana nih Dede keena, eehh beberkan keena panggilnya? kan namanya SHAKEENA" jawab ibu tersebut.


"iyaa bener kok Bu, keena dipanggilnya. kebetulan hari ini ada jadwal imunisasi Bu, jadi kita mau kerumah sakit" jawab Rita sembari tersenyum pada ibu tersebut.


"oohh gitu, iyaa bagus itu harus imunisasi lengkap ya nak ya" kata ibu tersebut yang sangat ramah dan baik.


"iyaa Bu insyaallah" jawab Rita.


"naik apa kerumah sakit mbak?" tanyanya lagi pada Rita.


"naik taksi online Bu, kebetulan taksi nya belum datang" jawab Rita membuat ibu tersebut menganggukan kepala dan tersenyum.


"kalo gitu saya pamit dulu ya mbak, mau ke warung" kata ibu tersebut berpamitan.


"iyaa Bu, hati-hati" jawab Rita.


"assalamualaikum" kata ibu tersebut melangkahkan kaki keluar dari halaman rumah Rita.


"waalaikumsalam" jawab keduanya serempak.


"itu siapa mbak?" tanya Naura yang merasa tak mengenal ibu tersebut.


"itu ibu yang tinggal diujung sana itu loh nau, ga jauh dari rumah Bu Bagas" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala.

__ADS_1


selang lima menit kepergian ibu tersebut, taksi online yang dipesan Naura pun datang. mereka pun mendekati taksi online tersebut setelah Naura mengunci pintu rumah yang memastikan semuanya aman. Rita menggendong keena, sedangkan Naura membatu Rita memasukkan stroler keena kedalam bagasi taksi online tersebut, setelahnya mereka pun melakukan perjalanan menuju rumah sakit sesuai rute yang tertera.


__ADS_2