
Rita, Naura dan juga bi Minah pun melanjutkan acara belanja mereka. kini, mereka beralih ke toko elektronik. Rita ingin membelikan bi Surti kulkas dan juga tv baru yang lebih besar, juga mesin cuci yang mungkin akan dipakai oleh bi Minah.
"mbak apa ngga berlebihan, semua ini untuk apa. toh mbak Surti juga kan dijakarta bersama kalian" kata bi Minah membuat Rita dan juga Naura terkekeh kecil.
"Bi, ini semua kan bisa bibi pake untuk sementara. ya mungkin memang dirumah bi surti, tapi kan bisa juga dipakai sama bibi nantinya. iyakan mbak?" kata Naura yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.
"tapiiii,,,," jawab nya terputus oleh perkataan Rita.
"udah gapapa kok Bu, yuk kita masuk" kata Rita yang mendahului Naura dan juga bi Minah memasuki toko elektronik tersebut.
"udah gapapa kok Bu, mbak Rita sama mas Bayu kalo udah punya keinginan memang begitu Bu. ngga mau dibantah" kata Naura pada bi Minah yang hanya tersenyum kecil.
"tapi tetep aja bibi ngga enak mbak, nanti dikiranya bibi yang minta sama mbak Rita." jawab bi Minah yang merasa tak enak pada Rita.
"jangan dengerin kata orang bi, yang penting kan bibi ngga seperti itu. lagian bener apa kata mbak Rita, kita itu udah nganggap ibu Surti sepeti ibu kita sendiri jadi kita juga sekarang ponakannya bibi" jawab Naura membuat bi Minah akhirnya tersenyum dan menganggukkan kepala.
"bi, nau sinii" teriak Rita memanggil bi Minah dan juga Naura yang sudah tertinggal jauh.
"ada apa si mbak?" tanya naura yang menghampiri Rita bersama dengan bi Minah.
"ini loh, mbak bingung mau pilih yang mana. semuanya bagus-bagus. bibi pengen punya kulkas seperti apa?" tanya rita pada bi Minah yang terlihat bingung melihat banyaknya kulkas yang berjejer didepannya.
"duh, bibi jadi bingung ini mbak. bibi terserah mbak aja deh, bibi mah ngga ngerti yang beginian" jawab bi Minah membuat Rita mengerucutkan bibirnya.
"mendingan ini aja mbak, dua pintu kayanya cocok. dan lagi sepertinya bagus" kata Naura memilih salah satu kulkas dengan merek ternama berpintu dua.
"ini sama kaya lunya kita yang dirumah kontrakan lama ngga si nau?" tanya Rita yang langsung diangguki oleh Naura.
"iyaa mbak, persis." jawab Naura membenarkan.
"yaudah deh boleh ini aja ya bi, kita tinggal cari tv sama mesin cuci dan juga kipas angin. eehh atau AC aja sekalian ya nau?" tanya Rita pada Naura.
"yaatuh mbak disini kan udah dingin, masa mau pake AC lagi. kipas angin aja mungkin jarang dipasang, kipas ajalah. iyakan bi?" tanya Naura pada bi Minah yang langsung menganggukan kepala.
"iyaa mbak kipas aja, lagipula kalo AC kami ngga kuat bayar listriknya" jawab bi Minah dengan terkekeh.
__ADS_1
"yasudah lah kalo begitu, yuk kita kedepan tanya sama mas nya" jawab Rita yang langsung menggandeng Naura dan juga bi Minah.
"ada yang bisa saya bantu bu?" tanya salah satu pegawai toko elektronik.
" oiyaa mas tadi saya sudah liat kulkas, dan saya mau ambil kulkas yang nomer tiga dari ujung sana" jawab Rita menunjukkan lokasi kulkas yang ia inginkan.
"oohh baik mbak, lalu apa ada lagi yang ingin mbak cari?" tanya pegawai tersebut lagi pada Rita.
"iyaa mbak. Saya mau cari tv empat puluh dua inc, mesin cuci satu tabung, sama kipas angin yang paling bagus mas" jawab Rita membuat pegawai tersebut mengembangkan senyum.
"ad-ada Bu, ibu mau yang merek apa?" tanya pegawai tersebut.
"sama mau yang merek LG ya mas, semuanya yang paling bagus. saya ngga mau yang kaleng-kaleng ya mas, dan kipasnya saya mau enam buah" jawab Rita membuat pegawai tersebut membelalakan mata.
"en-enam buah? yang benar mbak?" tanyanya dengan nada tak percaya.
"iyaa mas, enam buah. udah deh cepetan disiapin, kelaan kagetnya. kita masih mau beli bahan pokok nih" kata Naura membuat pegawai tersebut menyergapkan mata dan langsung menganggukan kepala.
"iyaa iyaa mbak, sebantar saya akan list semua pesanannya dan akan saya totalkan dulu semua yang terbaik yang mbaknya mau" jawabnya dengan nada antusias. pegawai tersebut pun langsung melangkah kan kaki menuju kasih dan berbicara pada pegawai kasir tersebut untuk menotalkan semua pesanan Rita dengan kwalitas terbaik ditokonya.
"baik, ayok mas kita bayar. jangan lupa nanti diantarkan ya mas" jawab rita yang langsung mengikuti langkah pegawai tersebut kearah kasir.
"silahkan mbak, baik nanti kami antar sampai kealamag tujuan. mau pakai cash atau debit mbak?" tanya nya dengan nada sopan.
"debit ya mas" jawab Rita dengan singkat yang langsung diangguki oleh pegawai tersebut.
"makasih ya mbak, semoga menjadi langganan" katanya sambil menyerahkan kartu debit milik Rita.
"sama-sama mas, terimakasih. alamatnya sudah saya tulis dikertas yang diatas meja kasir tadi ya mas" kata Rita membuat pegawai tersebut menganggukan kepala sambil tersenyum.
Rita, Naura dan juga bi Minah pun kembali melanjutkan membeli bahan masakan. Rita membelanjakan banyak sayur, lauk pauk, dan juga bumbu-bumbuan untuk menjadi stok dirumah bi Minah.
"mbak, ini banyak sekali. dimana nanti saya akan menaruhnya mbak" kata bi Minah membuat Rita dan juga Naura terkekeh kecil.
"yaampun bi, kan tadi mbak Rita udah beliin kulkas. ya ditaruh kulkas aja bi," jawab Naura membuat bi Minah menggaruk tengkuknya.
__ADS_1
"iyaa mbak, saya lupa. maklum memang ngga pernah punya barang seperti itu sebelumnya, jadi ya biasanya saya cuma beli seperlunya aja. saya juga jarang beli ayam daging atau ikan seperti ini karna ngga ada tempat untuk menaruhnya, palingan kalo pengen ya beli diwarung sayur dekat rumah" jawab bi Minah membuat Rita tersenyum.
"iyaa sekarang bibi ngga perlu lagi bolak balik untuk beli, bibi bisa kepasar seminggu sekali untuk memenuhi isi kulkas hingga satu Minggu kedepan." jawab Rita yang juga diangguki oleh Naura.
"iyaa mbak, bibi terimakasih banyak loh" jawab bi Minah dengan mengembangkan senyum.
"yaudah yuk kita pulang bi, mbak kayanya udah hampir siang ini kita belum masak untuk makan siang nanti" kata Naura yang juga diangguki oleh Rita.
"iyaaa, kayanya kita udah terlalu lama dipasar. ini malah udah siang banget loh, hampir setengah dua belas. tuh lihat disana" jawab bi Minah menunjuk jam disalah satu toko yang mereka lewati.
"yaampun udah hampir jam makan siang loh ini, ayok ayok kita udah kelamaan ninggalin rumah ini. pasti keena udah kehausan ini karna mbak kelamaan diluar rumah" jawab rita yang jalan terburu-buru keluar dari pasar menuju tempat dimana mobil terparkir.
"pak ayok jalan, udah siang banget ini kasian anak saya dirumah" kata Rita pada supir travel tersebut.
"oohh iyaa mbak, pak Bayu juga sudah menelpon tadi menanyakan mbak. saya mau menyusul juga ngga mungkin ketemu, makanya saya tunggu disini aja" jawabnya sambil menyalakan mobil.
"yaudah ayok cepet mas" jawab Rita dengan singkat.
tak lama mereka pun sampai dihalaman rumah bi Minah dan juga bi Surti, ketiganya langsung memasuki rumah setelah turun dari mobil.
"assalamualaikum" salam ketiganya dengan berbarengan.
"waalaikumsalam, nah itu dia mama udah pulang sayang. cep ya jangan nangis lagi" kata ibu Rita yang menggendong keena.
"kamu kok lama banget si sayang, kita semua udah bingung loh keena ngga mau berhenti menangis" kata Bayu pada Rita.
"maaf mas, tadi kan banyak yang aku beli. masa kamu lupa sih" jawab Rita membuat Bayu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"terus, apa semuanya udah terbeli sayang?" tanya Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.
"udah mas, mungkin sore nanti barangnya datang." jawab Rita. Bayu pun hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"kalian ngomongin apaan sih, kok dari tadi serius banget berdua aja" tanya bapak Rita membuat Bayu dan juga Rita saling pandang.
"nanti juga bapak akan tau sendiri kok, tenang aja bukan yang aneh-aneh kok pak" jawab Rita membuat sang bapak pun terdiam sambil menganggukan kepala.
__ADS_1
bersambung....