
setelah sampai di mall tak jauh dari rumah sakit, aku dan mas Bayu pun melangkah memasuki gedung mall yang megah itu. kami memasuki salah satu toko perlengkapan bayi yang paling lengkap didalam mall.
"ayok sayang" kata mas Bayu menggandeng tanganku memasuki toko perlengkapan bayi, aku pun tersenyum menyambut uluran tangan mas Bayu.
"mas kita beli yang perlu aja dulu ya" kataku pada mas Bayu.
"iyaa terserah kamu sayang, yang mana baiknya aja. beli semua juga boleh kok" jawab mas Bayu membuat tersenyum.
aku pun memilih pakaian yang nyaman untuk anakku nanti, dengan warna yang netral aku memilih berbagai model untuk bayi yang baru lahir.
tak butuh waktu lama, aku sudah membawa banyak barang hingga troly yang aku bawa penuh dengan pakaian dan peralatan bayi juga untuk persiapan persalinanku nanti.
mas Bayu menyuruhku beristirahat, sedangkan dia sendiri sedang membayar barang yang sudah aku pilih dikasir. setelah semua selesai aku dan mas Bayu memutuskan untuk makan malam sebelum pulang kerumah.
__ADS_1
"kamu mau makan apa sayang?" tanya mas Bayu setelah sampai disalah satu restoran yang berada didalam mall.
"emmm aku samain aja sama kamu ya mas" jawabku
"yasudah kalo gitu kita pesen nasi goreng seafood sama lemontea aja ya" kata mas Bayu membuatku menganggukan kepala.mas Bayu pun memanggil pelayan untuk mencatat pesanan kami. tak lama pelayan itu kembali dengan membawa pesanan yang kami inginkan.
aku dan mas Bayu pun makan dengan tenang tanpa ada suara, hanya suara dentingan sendok yang beradu.
"oh ya kamu mau ngomong apa emang?" jawab mas Bayu menyeritkan kening.
"aneh ga si mas beberapa bulan ini Maura tampak beda dan ga memulai masalah dengan kita, padahal mas tau sendiri bagaimana dia pada kita sebelumnya" kataku pada mas Bayu.
"seharusnya kita Alhamdulillah sayang jika Maura sudah berubah, semoga ia semakin baik lagi" jawab mas Bayu. aku membetulkan ucapan mas Bayu, tapi tetap saja merasa heran juga dengan sikap Maura. sempat terbesit jika ia akan melakukan flying viktim, tapi sampai sekarang pun belum terbukti.
__ADS_1
"iyaa si mas, tapi gimana ya. aku merasa agak heran aja dengan perubahan Maura yang tiba-tiba. bukankah itu aneh" kataku berusaha meyakinkan mas Bayu.
"sudahlah rit, bersyukurlah jika Maura mulai tidak mengganggu rumah tangga kita. bukankah rumah tangga kita jadi aman dan tentram? lebih baik kita memikirkan calon anak kita yang akan lahir" jawab mas Bayu.
"iyaa si mas, tapi aneh aja gitu. lagi pula aku juga harus berjaga-jaga jika suatu saat Maura berbuat macam-macam lagi. aku takut mas, jujur." jawab ku dengan wajah sendu menatap mas Bayu.
"sudah ya kamu tenang aja, lagian apa kamu lupa kalo aku pasang cctv di area rumah dan juga membayar orang untuk selalu mengikuti Maura kemana pun ia pergi. Hem?" kata mas Bayu seketika membuatku tersadar karna kecemasanku yang tak beralasan, mungkin efek hamil besar dan sebentar lagi bayi ini akan lahir jadi aku memiliki ketakutan yang besar jika Maura berbuat yang tidak-tidak pada bayiku.
"iyaa mas, maaf aku lupa. maaf aku memiliki kecemasan yang berlebih, mungkin efek kehamilan yang kian membesar mas" jawabku membuat mas Bayu menganggukan kepala.
"baiklah, sepertinya sudah sangat malam. sebaiknya kita lekas pulang kerumah, kamu pasti lelah" kata mas Bayu.
"iyaa mas" jawabku. mas Bayu pun memanggil pelan dan meminta bill pembayaran makanan kami, setelah selesai mas Bayu menjulurkan tangannya membantuku berdiri. kami pun melangkah kan kaki keluar mall dan menuju parkiran dimana mobil kami terparkir.
__ADS_1