Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
limapuluhsatu


__ADS_3

keesokan harinya.


pagi-pagi sekali Rita sudah bangun untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya, itu membuat ibu Rita yang baru saja keluar dari kamar tepat pukul lima pagi pun merasa heran. sebab jika ibu baru melahirkan lain, dijam segini pasti masih tidur karna sibuk mengurus bayinya jika malam hari tapi tidak dengan Rita yang sudah bangun juga menyiapkan sarapan.


"sudah bangun kamu rit? apa keena ngga rewel semalam?" tanya ibu Rita mengagetkan Rita yang sedang mengulek bumbu untuk nasi goreng untuk sarapannya nanti.


"iyaa Bu, seperti biasa walaupun keena rewel tapi rasanya kalo habis sholat subuh itu seger. mungkin badanku juga sudah terbiasa bangun jam segini" jawab Rita tanpa meninggalkan pekerjaannya.


"oalaaahh Alhamdulillah kalo begitu, untung kamu melahirkan secara normal ya rit jadi seminggu sudah bisa beraktifitas seperti biasa" kata ibu Rita yang membantu Rita menggoreng telur ceplok dan mengiris sosis untuk campuran nasi gorengnya.


"iyaa Bu, Alhamdulillah. aku fikir aku ngga akan sanggup melahirkan normal Bu, karna rasanya itu sakit banget Bu. tapi katanya kalo sesar itu lebih sakit ya Bu?" tanya Rita pada ibunya.


"emm gimana yaa, ada sebagian yang bilang kalo sesar itu enak ngga ngerasain sakitnya mau melahirkan tapi ada yang bilang juga sesar itu sakit setelah bius ditempat operasi sesar itu sudah habis. tapi ibu ya ngga tau rit, orang ibu ngga pernah sesar loh" jawab ibu Rita.


"iyaa si Bu, Rita juga pernah denger kaya gitu. bahkan sampai ada yang bilang kalo melahirkan operasi sesar itu ngga bisa merasakan nikmat menjadi seorang ibu, padahal kan sama sama sakit. menurut Rita sih sama ya Bu, karna sama aja mau melahirkan normal atau sesar sama-sama bertaruh nyawa untuk kelahiran nyawa baru didunia. iya ga sih Bu? cuma bedanya jika normal sakitnya akan plong jika anak sudah keluar, tapi kalo sesar rasa sakit setelah dibius itu yang katanya bikin susah untuk bergerak" jawab Rita.


"iyaa betul itu rit, makanya sayang sekali kalo ada yang berfikiran kalo melahirkan sesar ngga bisa menjadi ibu yang sesungguhnya" jawab ibu Rita.


"iyaa iyaa Bu, yah namanya juga pemikiran orang itu beda Bu. kita ngga bisa buat orang sesuai dengan pemikiran kita kan Bu!" kata Rita pada ibu nya. ibu Rita pun hanya mengangguk membenarkan perkataan Rita, mereka pun melanjutkan acara memasak hingga selesai.

__ADS_1


Rita yang telah selesai mengulek bumbu nasi goreng pun segera menumisnya setelah sang ibu selesai menggoreng telur, Rita pun meminta tolong sang ibu untuk menyiapkan piring untuk ditata dimeja makan kecil yang berada dirumah itu. walaupun kecil tapi cukup untuk mereka berlima, meja makan bundar dengan lima kursi yang mengelilingi.


tak lama nasi goreng sosis pun siap dihidangkan, kemudian Rita melanjutkan menggoreng kerupuk udang untuk menu tambahan sarapan mereka. setelah semua siap terhidang diatas meja makan Rita pun kembali kedalam kamarnya untuk membangun kan suami dan juga mengecek putri kecilnya.


saat sampai dikamar ternyata Bayu sudah sedang mandi didalam kamar mandi, dan putrinya pun sudah membuka mata. Rita pun menggendong sang anak dan membawanya keluar kamar untuk mendapatkan udara baru. tak lupa Rita membuka jendela kamar dan hordeng agar mengganti udara yang masuk kedalam kamarnya.


Rita keluar kamar betepatan dengan ibu nya yang sedang membuat kopi untuk bapak Rita yang sudah bangun didepan tv, seperti biasa bapak Rita pasti akan menonton berita di televisi setelah melakukan sholat subuh.


"waahh sudah bangun cucu nenek ya, ngga nangis sayang?" kata ibu Rita pada cucunya yang masih belum bisa melihat dengan jelas orang disekitarnya tersebut.


"iyaa Bu, aku masuk tadi keena udah melek di kasur. mas Bayu lagi mandi, untung saja dia belum bisa bergerak banyak jadi ngga begitu khawatir apalagi dikanan kirinya ada bantal yang mengganjal jadi aman" jawab Rita sambil mengelus pipi bayi mungilnya.


"Ndak usah Bu, biar Rita aja. ibu antar dulu kopi bapak, dikulkas juga masih ada kue-kue Bu bisa untuk cemilan" jawab Rita.


"iyaa gampang itu rit, lagian sebentar kita kan mau sarapan biarlah ini dulu ibu bawa kedapan" jawab ibu Rita sambil melangkah menghampiri suaminya.


Rita pun segera memanaskan air untuk mandi putri kecilnya tersebut, sambil menunggu air nya matang. Rita pun kembali kedalam kamar untuk menyiapkan pakaian ganti untuk anaknya, terlihat Bayu yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"aku fikir tadi keena jalan keluar sendiri sayang, aku selesai mandi dia udah ngga ada dikamar" kata Bayu ketika melihat Rita memasuki kamar membawa keena digendongannya.

__ADS_1


"ada-ada aja kamu mas, mana mungkin bayi sekecil ini bisa jalan sendiri" jawab Rita sembari terkekeh mendengar perkataan suaminya.


"hehe bisa saja, iyakan nak? anak ayah kan pintar" kata Bayu mengajak ngobrol anaknya dengan menoel pipinya dengan gemas.


"tolong pegangin sebentar mas, aku mau ambil baju ganti keena dulu" kata Rita pada bayu yang langsung menerima shakenaa kepangkuannya.


Rita pun bergegas menyiapkan segera keperluan keena dan menaruhnya dikasur mereka, mulai dari pakaian, diapers, minya telon sampai bedak yang biasa dipakai keena. setelah selesai, Rita pun mengambil kembali keena kedalam gendongannya dan menaruh keena diatas kasur kemudian membuka pakaian yang dipakai keena satu persatu.


"anak ayah, mau mandi yaa?? biar seger ya sayang mandi pagi biar harum" kata Bayu menggoda anaknya.


"iyaa mas, mas kemeja makan duluan aja ya. Rita udah siapkan semuanya disana, aku selesaikan memandikan keena dulu" kata Rita pada bayu yang sudah siap dan akan keluar dari kamar.


"iyaa sayang, terimakasih masih sempat menyiapkan keperluan mas meskipun sudah punya bayi yang harus kamu urus" kata Bayu mengelus kepala Rita, dan diberikan senyuman oleh Rita.


"itu sudah tugasku mas" jawab Rita dengan senyuman tulus.


"Ayuk kita sama-sama kedapur, sepertinya airnya udah masak. mungkin air mandi keena udah disiapkan ibu dikamar mandi belakang" lanjut Rita memimpin langkah menuju dapur, diikuti oleh Bayu yang menganggukan kepala.setelah sampai didapur, benar saja air untuk mandi keena sudah tersedia dikamar mandi sedang bapak dan ibu Rita sedang duduk dimeja makan menunggu keduanya keluar dri kamar.


"sudah keluar kamar, bapak kita kalian masih lama. bapak sama ibu sudah mau duluan sarapan, karna sudah lapar" kata bapak berkelekar.

__ADS_1


"sarapan lah duluan pak, kami kan ngga melarang. lagian ibu dan bapak orangtua dirumah ini, santai saja pak, Bu" jawab Bayu pada kedua mertuanya.


__ADS_2