Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus18.


__ADS_3

tak lama setelah Rita kembali kedalam kamar, Naura pun menghampiri bi Surti yang tengah sibuk membereskan peralatan memasak dan juga beberapa piring kotor ketempatnya masing-masing.


"pagi bi" kata Naura yang melihat bi Surti yang tengah sibu tersebut.


"astaga" jawab bi Surti terkaget dengan kedatangan Naura yang sangat tiba-tiba. membuat Naura menyeritkan kening mendengar reflek sang asisten rumah tangganya tersebut.


"kenapa bi? emang aku ngagetin ya" tanya Naura pada bi Surti yang masih mengatur rasa kagetnya.


"yaampun non, bibi emang kagetan. jadi agak kaget Naura datang tiba-tiba begitu" jawab bi Surti membuat Naura terkekeh kecil dan menganggukan kepala.


"hehehe maaf ya bi" jawab Naura seketika membuat bi Surti menganggukan kepala dan tersenyum.


"gapapa non, non mau sarapan?" tanya bi Surti yang diangguki oleh Naura.


"silahkan duluan non, tadi kata ibu non Naura disuruh sarapan aja lebih dulu kalo sudah sampai disini" kata bi Surti dengan lancar.


"emang mbak Rita kemana bi?" tanya Naura sambil mengambil nasi goreng seafood yang dibuat oleh Rita.


"lagi panggil bapak kekamar non" jawab bi Surti pelan.


"oohh, yaudah. bibi udah sarapan?" tanya Naura sambil memasukan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya.


"sebentar lagi non, bibi selesaikan ini dulu" jawab bi Surti yang langsung diangguki oleh Naura.


"jangan sampai ga sarapan ya bi, nanti sakit" kata Naura memperhatikan asisten rumah tangga itu, bi Surti pun tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa siap non" jawab bi Surti dengan mata berbinar, beruntung memiliki majikan yang sangat baik dan memperhatikan dirinya.


terdengar suara langkah kaki mendengar membuat Naura mengalihkan pandangannya kearah suara tersebut, begitu pun bi Surti yang sudah selesai dengan perkerjaannya menatap takjub pasangan yang baru saja menuruni tangga dengan Rita menggendong keena dalam pelukannya.


"pagi nau, pagi bi" kata Bayu sambil tersenyum dan sedikit menganggukan kepala.


"pagi pak, pagi mas" jawab Naura dan bi Surti serempak membuat Rita dan juga Bayu terkekeh pelan.


"kompak banget" kata Rita membuat keduanya tersenyum malu.


"sini Bu biar non keena sama bibi dulu, ibu silahkan sarapan dulu" kata bi Surti mengambil alih keena dalam gendongan Rita membuat Rita tersenyum dan menyerahkan keena agar digendong bi Surti untuk sementara selama ia sarapan.


"makasih ya bi" kata Rita, bi Surti pun menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum.


"saya bawa ketaman belakang ya Bu" jawab bi Surti diberi anggukan oleh Rita. setelah mendapat persetujuan dari Rita, bi Surti pun mengajak keena ketaman belakang dihalaman rumah tersebut.

__ADS_1


sedangkan Rita mulai melayani sang suami mengendokkan nasi goreng yang ia buat dengan tangannya sendiri disertai senyuman yang membuat Bayu tak bisa berpaling dari sang istri, Naura yang melihatnya pun memutar bola mata malas.


"biasa aja mas lihat mbak Rita ya, kata tiap hari ngga ngeliatin aja sampe segitunya" kata Naura membuat Bayu menatapnya dengan alis terangkat.


"memang nya kenapa, istri mas kok. emang mas lihatin kamu apa" jawab Bayu dengan ketus, mulai menyuap satu persatu sendokan nasi goreng kedalam mulutnya.


"hargain dong aku yang jomblo ini" jawab Naura mencebikkan bibirnya.


"yee itu si masalahmu" jawab Bayu acuh tak acuh sambil memasukkan sesuapan nasi goreng kedalam mulutnya.


ketiganya pun kembali melanjutkan sarapan mereka, setelah selesai Bayu pun berpamitan pada sang istri yang juga turut mengantarnya hingga kedepan pintu utama rumah baru tersebut.


"aku berangkat kekantor dulu ya sayang, kamu hati-hati dirumah. nanti akan ada yang antar barang-barang kita dari kontrakan lama" kata Bayu membuat Rita menganggukan kepala dan tersenyum.


"iyaa mas, kamu hati-hati dijalan" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"iyaa sayang, carilah supir dan juga satu asisten rumah tangga lagi untuk membantu bi Surti biar kamu fokus pada anak kita biar kamu tidak kecapean ya. dan carilah dua satpam untuk berjaga dirumah ini, kasihan pos satpam masih kosong" kata Bayu berpesan pada Rita, Rita pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


"yaudah mas pergi dulu, assalamualaikum" kata Bayu membuka pintu mobilnya dan melajukan mobil hingga tepat didepan rumah, setelah Bayu tak kelihatan Rita pun masuk kembali kedalam rumah menemui Naura yang masih berada dimeja makan.


Rita pun menghela nafas panjang setelah duduk tepat berhadapan dengan Naura, membuat adik iparnya tersebut mengerutkan dahi melihat sang kakak ipar yang tampak sekali raut wajah bingungnya.


"kenapa si mbak?" tanya Naura penasaran.


"yasudah tinggal minta tolong bi Surti untuk Carikan kok" jawab Naura dengan santai.


"mbak cuma kepikiran bukannya mas Bayu udah minta bi asih buat nyari orang untuk tambahan dirumah ibu, itu jadi atau ngga ya. tadi mbak lupa tanya sama mas Bayu" jawab Rita menggaruk kepalanya yang tak gatal, Naura pun terkekeh melihat tingkah sang kakak ipar.


"ya jelas ngga jadilah mbak, orang kita aja ngga jadi tinggal dirumah ibu kok. mending mbak cari pembantu untuk dirumah ini aja, atau kalo ngga mbak tanya sama bi asih udah dapat orang belum yang mau kerja dirumah ibu itu. kalo udah ya minta pindain kesini aja" jawab Naura memberikan sarapan pada Rita.


"iyaa kamu bener juga nau, coba nanti mbak telpon bi asih deh. semoga aja dia belum dapat orangnya, biar kita tutup aja buat masukin dirumah ibu jadi kita cari untuk kerja dirumah ini aja. iyakan?" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala membenarkan perkataan sang kakak iparnya tersebut.


Rita pun menyelesaikan sarapannya, ia pun memanggil bi Surti untuk mengambil alih keena dalam gendongan sang asisten rumah tangga nya tersebut.


"bi Surti, biiii" teriak Rita dengan suara yang lembut.


"iyaa Bu" jawab bi Surti menghampiri Rita dengan keena yang berada dalam gendongannya.


"sarapan dulu bi, biar keena sama saya. jangan sampai ngga sarapan ya bi, nanti bibi sakit" kata Rita membuat bi Surti tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa Bu, terimakasih sudah perhatian sama bibi. bibi bereskan meja makan dulu baru bibi sarapan nanti dibelakang" jawab bi Surti yang langsung diangguki oleh Rita.

__ADS_1


"kalo gitu saya kekamar dulu ya bi, nau kamu mau kemana hari ini?" tanya Rita pada adik iparnya.


"mau kemana si mbak, ngga kemana-kemana lah. kuliah aja kan belum mulai" jawab Rita dengan nada kesal.


"hehe iyaaa, terus kamu mau ngapain?" tanya Rita penasaran.


"ngga ngapa-ngapain si, palingan nanti aku ngedrakor aja kaya biasa. kenapa? mau nemenin?" tanya Naura membuat Rita tertawa menunjukkan deretan gigi putihnya.


"nanti ya, mbak telpon bi asih dulu" jawab Rita membuat Naura segera menganggukan kepala.


"bi, nau aku keras dulu ya" lanjutnya membuat kedua orang yang disebut namanya itu tersenyum dan menganggukan kepala.


bi Surti pun segera membereskan mejala makan, sedangkan Rita menuju kamarnya untuk mengambil salah satu VCD Drakor yang masih belum sempat ia tonton. setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Naura pun kembali menuju ruang keluarga dan mempersiapkan segala yang ia butuhkan untuk menonton tayangan kesukaannya tersebut.


sedangkan Rita didalam kamar mencoba untuk menghubungi bi asih, namun hingga dua kali panggilan bi asih pun belum juga mengangkat telpon dari Rita.


Rita pun mencobanya satu kali lagi berharap asisten rumah tangga ibu nya itu mengangangkat panggilan telpon darinya, akhirnya setelah tiga kali panggilan bi asih pun mengangkat panggilan telpon dari Rita.


"assalamualaikum bi" kata Rita setelah panggilan terjawab oleh bi asih.


"waalaikumsalam mbak" jawab bi asih disebrang telepon.


"bagaimana keadaan ibu bi?" tanya Rita berbasa-basi.


"baik kok mbak, saya baru aja selesai menemani ibu sarapan. sepertinya hari ini ibu mau menemui non Maura mbak" jawab bi asih membuat Rita tersenyum kecil.


"yaudah gapapa bi, yang penting ibu baik-baik aja. oiya bi saya mau tanya, untuk lowongan yang kemarin disuruh mas Bayu apa udah ada yang minat bi?" tanya Rita pada bi asih.


"udah untuk satpam si mbak, tapi kalo untuk supir sama asisten rumah tangga belum mbak" jawab bi asih dengan terbata-bata.


"oohh begitu, begini bi. maksud saya telpon bibi itu untuk menutup lowongan itu, saya kan ngga jadi tinggal disana. jadi mungkin dua satpam dan juga bi asih cukup lah ya untuk membantu ibu. jadi saya rencananya mau narik mereka yang sudah masuk untuk bekerja dirumah saya bi" jawab Rita membuat bi asih yang berada disebrang telpon pun menganggukan kepala


"baik mbak, nanti saya tanyakan dulu. memang rumah mbak Rita didaerah mana?" tanya bi asih.


"di perumahan alam Nusantara bi" jawab Rita membuat bi asih menganggukan kepala mengerti.


"yaudah kalo gitu nanti bibi kabari lagi ya mbak" jawab bi asih mengakhiri telpon.


"iyaa bi terimakasih, assalamualaiku" kata Rita menutup telpon, setelah puas menghubungi bi asih Rita pun membawa keena untuk menghampiri Naura diruang keluarga. mereka pun menikmati keduanya dengan menonton Drakor yang ditunjuk oleh Naura.


________________________________________

__ADS_1


Alhamdulillah terimakasih untuk segala bentuk dukungan kalian๐Ÿ™ jangan lupa terus like, komen dan vote ya๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2