Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
enampuluhtujuh


__ADS_3

tepat pukul sepuluh pagi, teman-teman Naura pun sampai dihalaman rumah. Naura sebagai tuan rumah pun menyambut kedatangan mereka didepan pintu, dan mempersilahkan mereka masuk kedalam rumah.


teman-teman Naura pun melihat sekeliling rumah Naura yang terlihat jauh dari apa yang mereka bayangkan, meskipun rumah nya tak terlalu besar namun cukup nyaman untuk mereka tempati. itulah yang ada didalam benak teman-teman Naura.


"silahkan diminum ya teman-teman" kata Naura pada ketiga teman sekolahnya.


"terimakasih ya nau" jawab dini.


"iyaa sama-sama, mbak kenalin ini temen-temen aku. Nana, dini sama Salma" kata Naura pada kakak iparnya yang baru saja keluar dari kamar. Rita pun tersenyum pada ketiga teman Naura, Naura pun memperkenalkan kakaknya pada ketiga temannya itu.


"ini mbak Rita, kakak ipar aku" kata Maura menatap nana, dini dan Salma.


"salam kenal mbak" kata mereka sempat dibalas anggukan oleh Rita.


"silahkan mengobrol, mbak dikamar sama Dede bayi" jawab Rita agar ketiga teman Naura tidak sungkan padanya.


mereka pun menganggukan kepala mendengar perkataan Rita.


"kamu punya ponakan ya nau?" tanya Nana.


"iyaa, mbak Rita itu baru melahirkan sebulan yang lalu. makanya aku jarang bisa keluar sama kalian karna bantu mbak Rita menjaga bayinya" jawab Naura, yang lain pun menganggukan kepala tanda mengerti.


"gapapa kok nau, kita semua ngerti. pasti mbak Rita sangat kerepotan kalo harus mengurus bayi sendiri" jawab Salma.


"iyaa betul tuh apalagi mbak Rita ibu baru, pasti masih harus banyak belajar sih" jawab dini.

__ADS_1


"iyaa sebenarnya si kemarin kemarin ada ibu nya mbak Rita yang nemanin jadi aku bisa keluar walaupun sebentar, tapi ibu mbak Rita udah pulang kekampung halamannya makanya aku minta kalian yang datang kerumah ini. maaf yaa??" kata Naura tak enak hati pada ketiga temannya.


"gapapa nau, lagian jarang-jarang kita ketemu dirumah kaya gini. iyaa kan Din, na?" kata Salma.


"iyaa malah lebih seru kan" jawab Nana disetujui oleh dini juga salma, Naura pun tersenyum mendengar perkataan ketiga sahabatnya. ia merasa beruntung memiliki sahabat yang tidak tidak memandang dari segi ekonomi, meskipun keluarga Naura memiliki keuangan yang cukup tapi semua itu sama sekali tak terlihat karna saat ini Naura hanya tinggal dirumah sederhana bersama kedua kakaknya.


mereka pun terus mengobrol dan sesekali tertawa, Rita yang berada didalam kamar pun hanya tersenyum mendengar segara celoteh dan canda keempat remaja dirumahnya itu.


"nau, keluarkan dong film-film darakor kamu. kita nonton laahh disini aja tapi, seru kok, nanti kita tutup pintu sama jendelanya biar lebih estetik gitu" kata Salma memberi saran.


"iyaa bener tuh nau, boleh ya boleh??" kata Nana membujuk Naura.


"boleh kok, yang penting kalian ga rusuh ya. kasian ponakan aku denger suara cerewet kalian" jawab Naura terkekeh pada ketiga sahabatnya. ia pun masuk kedalam kamar mengambil laptop juga beberapa VCD Drakor koleksinya yang belum sempat ia tonton.


"eehh sebentar sebentar, gimana kita nonton sekalian makan pizza pasti enak" kata dini.


"udah-udah kalian tenang aja, aku udah pesan kok makanan untuk kita. kebetulan kan mbak Rita ngga masak, jadi kita juga pesan online kalo makan. disuruh mas Bayu sih" kata Naura membuat ketiga temannya berbinar.


"beneran nau?" tanya ketiganya serempak.


"iyaa tapi ini mbak Rita loh ya yang bayar, bukan aku. jadi kalo mau berterimakasih, nanti langsung sama orangnya aja. oke?" kata Naura membuat ketiga temannya menganggukan kepala dan tersenyum.


tak lama ojek online yang membawa pesanan Rita pun datang, Rita pun sudah siap membawa beberapa lembar uang merah berada ditangannya untuk membayar pesanannya.


"nau, sepertinya ojek onlinenya udah datang. bisa tolong kamu ambilkan pesanan mbak, ini uangnya. ohyaaa, eemmm jangan lupa dicek dulu ya nau. ini hp mbak" kata Rita dengan pelan diakhir katanya, Naura pun mengerti dengan apa yang Rita maksud. ia pun segera melangkah keluar menemui Abang ojek online tersebut, setelah memastikan makanan juga menyesuaikan ojek online berdasarkan wajah juga plat nomer motor tersebut sama pun Naura langsung membayar sesuai dengan nominal uang yang ada didalam aplikasinya. tak lupa Naura pun memberikan satu bungkus makan siang yang dipesan Rita untuk si Abang ojek online, Rita selalu membeli dengan lebih alasannya untuk tips sipengantar makanan tersebut. setelah semua selesai, Naura pun segera masuk kedalam rumah dan menaruh bungkusan pizza dan juga kotak makan siangnya di ruang tamu.

__ADS_1


"ini makan nasi dulu ya, nanti pizza nya sekalian buat cemilan sambil ngedrakor" kata Naura.


"siap bos, waah banyak banget nau. Alhamdulillah temen-teman, mbak Rita baik banget ternyata" kata salma dengan wajah bahagia


"Alhamdulillah, sebentar aku panggil mbak Rita dulu biar makan bareng kita ya" jawab Naura, setelah itu Naura pun melangkah kan kaki memasuki kamar dimana Rita berada.


"ini mbak hp nya, ayok kita makan dulu. mbak pasti udah laparkan? waaahh ponakan ounty bangun yaa?" kata Naura beralih menatap sang ponakan yang menggeliat.


"iyaa dia baru aja bangun, Ayuk kita keluar sekalian keena cari udara sejuk" jawab Rita, ketiganya keluar dari dalam kamar Rita dengan keena berada dalam gendongan sang Tante.


"waaahh ini ponakan kamu nau? cantik banget anaknya mbak?" kata Nana, ketiganya pun sibuk melihat keena.


"iyaa Alhamdulillah, yuk kita makan dulu" jawab Rita, kemudian ia pun mendahului para ABG tersebut mengambil kotak nasi yang sudah disertai dengan lauk tersebut.


"Ayuk diambil satu-satu ya, maaf mbak cuma bisa menyediakan seperti ini" kata Rita pada ketiga teman Naura.


"gapapa mbak, malah kita yang makasih. akhir bulan begini dapet makan siang gratis" jawab dini diangguki oleh Nana juga salma, sedangkan Naura hanya memutar bola mata jengah terhadap ketiga sahabatnya tersebut.


"makanlah, jngan sungkan. jangan menunggu Naura, ia nanti bergantian dengan mbak makannya" kata Rita membuat ketiganya pun memulai makan mereka mengikuti Rita.


mereka pun makan dengan hening, hanya sesekali terdengar suara canda dan tawa dari Naura yang menggoda sang ponakan membuat ketiga sahabatnya menatap Naura dengan perasaan aneh, karna ia tertawa sendiri sementara bayi kecil tersebut terus saja terdiam tanpa memberi respon.


"kenapa sih kalian ngelihatin aku kaya gitu? ada yang salah?" tanya Naura pada ketiga sahabatnya yang langsung menggelengkan kepala.


"terus kenapa kalian pada bengong begitu?" tanya Naura dengan penasaran. ketiga sahabat Naura pun saling berpandangan, merasa lucu dengan Naura yang berbicara sendiri dengan bayi mungil tersebut.

__ADS_1


"ketiga teman kamu itu heran ngeliat kamu yang ngoceh sendiri sementara yang diajak ngoceh cuma diem aja" kini, Rita yang menjawab rasa penasaran Naura atas tingkah ketiga sahabatnya tersebut.


__ADS_2