
tepat pukul sepuluh pagi rombongan bi asih pun datang, mereka pun langsung dipersilahkan masuk oleh bi Surti yang menyambut kedatangan tamu anak angkatnya tersebut.
"mari masuk ibu/bapak, silahkan" kata bi Surti dengan senyum mengembang.
"terimakasih Bu, mbak ritanya ada?" tanya bi asih pada bi Surti dengan sopan.
"adaaa, silahkan duduk. saya panggilkan nak Rita sebentar ya" jawab bi Surti dibalas anggukan kepala dan juga senyum mengembang oleh bi asih dan juga yang lainnya.
bi Surti pun melangkah kan kaki menuju kamar Rita, wanita paru baya itu pun mengetuk pintu kamar Rita dengan perlahan.
"nak Rita, itu bi asih sama yang lainnya sudah datang. menunggu diruang tamu" kata bi Surti ketika Rita membukakan pintu untuknya.
"oohh iyaa bu, Ayuk kita kebawah. tunggu bentar aku ambil keena dulu" jawab Rita yang langsung melangkah mengambil keena yang berada dalam boks bayinya.
"yuk Bu" ajak Rita pada bi Surti yang langsung mengambil alih keena kedalam gendongannya.
"sini cucu Simbah, gendong sama Simbah ya" kata bi Surti pada keena yang tertawa dalam gendongan wanita paru baya tersebut.
"berapa orang Bu yang datang?" tanya Rita pada bi Surti saat mereka berjalan kelantai bawah.
"lumayan rame lah nak, sekitar tujuh orangan" jawab bi Surti dengan jelas membuat Rita menganggukan kepala.
"yaudah kalo gitu biar Rita buat minum dulu ya Bu, ibu tunggu aja didepan sekalian ajak ngobrol tamunya" jawab Rita dengan senyum mengembang.
"biar ibu aja yang buat minumannya, kamu temui mereka aja didepan. mereka kan tamu kamu, masa ibu yang menemani" jawab bi Surti dengan mengerutkan kening.
"yaudah kalo gitu, maaf merepotkan ya Bu" jawab Rita mengambil alih keena dalam gendongan bi Surti yang tersenyum.
"gak kok, ga merepotkan sama sekali" jawab bi Surti berlalu menuju dapur, sementara Rita menuju keruang tamu menghampiri ketujuh tamunya.
"assalamualaikum bi" salam Rita ketika berhadapan dengan ketujuh orang tersebut yang langsung berdiri menyambut Rita, calon majikan mereka.
"waalaikumsalam mbak" jawab bi Surti serentak dengan keenam orang lainnya.
"silahkan duduk lagi, maaf menganggu lama" jawab Rita yang langsung dijawab kekehan oleh bi asih.
"gapapa mbak Rita, ini loh kenalin calon-calon pegawai mbak Rita yang baru. mereka semua ini yang nanti akan kerja dirumah mbak Rita kalo mbak Rita setuju" jawab bi Surti yang langsung to the point dengan tujuannya.
"oohh begitu, apa bapak dan ibu bawa KTPnya? mohon maaf hanya untuk formalitas saja, nanti akan saya kembalikan" kata Rita membuat keenam orang tersebut tersenyum dan menganggukan kepala.
__ADS_1
"baik Bu, nanti kami kumpulkan" jawab salah satu dari keenam orang tersebut yang langsung diangguki oleh yang lainnya.
"baiklah, kalo sudah nanti tolong kasihkan pada saya ya" jawab Rita dengan senyum tulus dan suara yang begitu lembut.
"baik Bu" jawab mereka serempak.
"saya cuma mengantarkan saja ya mbak, ngga enak kalo lama-lama" kata bi Surti membuat Rita menyeritkan kening.
"ngga enak kenapa bi? kan rumah juga kosong, gapapalah sekali-kali refreshing dirumah ini. rumah sana udah dikunci kan bi? lagian kan ada satpam juga bi" jawab Rita membuat bi asih terkekeh kecil.
"iyaa udah si mbak, tapi saya takut aja nanti dikira saya lalai meninggalkan rumah" jawab bi asih membuat Rita menggelangkan kepala tak percaya.
"ngga mungkin lah bi, kalo semua aman insyaallah keadaan akan baik-baik aja" jawab Rita membuat bi asih terpaksa menganggukan kepala menahan diri dirumah Rita lebih lama lagi.
"baiklah kalo mbak Rita memaksa, bibi akan nungguin non keena disini" jawab bi asih menatap keena yang terlihat sangat imut siang itu.
"makasih ya bi" jawab Rita menirukan suara anak kecil.
"silahkan minum dulu" kata bi Surti yang baru saja tiba membawa memberaoa gelas minuman dingin yang disugukan untuk calon pegawai baru tersebut.
"terimakasih Bu" jawab mereka serempak melihat bi Surti dari atas hingga bawah.
"asih bi" kata bi asih dengan senyuman khasnya.
"Surti" jawab bi Surti dengan singkat.
"bi asih, bi Surti ini asisten rumah tangga bawaan dari rumah ini yang sudah kami anggap sebagai ibu kami sendiri disini. makanya saya mencari asisten rumah tangga baru untuk menggantikan pekerjaan bi Surti karna beliau sudah sangat sepuh" kata Rita membuat bi asih tersenyum dan menganggukan kepala menatap bi Surti yang menundukkan kepala.
"oohh begitu, jangan capek-capek ya Bu. kan sudah ada asisten rumah tangga yang baru" kata bi asih pada bi Surti yang langsung tersenyum menatap bi asih.
"iyaa asih" jawab bi Surti dengan senyum.
"Bu, tolong beri tahu kamar mereka ya." kata Rita pada bi Surti yang langsung dijawab anggukan kepala oleh wanita paru baya tersebut.
"iyaa nak, mari ibu bapak saya antar kekamar. emm tapi nak Rita, kamar art cuma ada 3" kata bi Surti pada Rita.
"emmm apa ada yang pasangan suami istri?" tanya Rita pada beberapa orang didepannya, sepasang suami istri itu pun mengacungkan jari telunjuk mereka. beruntungnya hanya ada sepasang suami istri.
"baiklah Bu, biar yang pasangan suami istri ini bersama. yang perempuan sekamar dengan temannya, dan yang laki-laki juga sekamar dengan temannya. dan ingat kamar ibu dan bapak ini berada ditengah ya bi biar ada pembatas untuk mereka yang bukan mahram" jawab Rita membuat bi Surti tersenyum dan menganggukan kepala.
__ADS_1
"yasudah kalo gitu, Ayuk mati pak Bu istirahat dulu dikamar" ajak bi Surti pada keenam orang tersebut.
"Bu, kami permisi" kata salah satu dari keenam orang tersebut.
"iyaa mari silahkan istirahat dulu, nanti akan dikasih tau apa tugas kalian sama bi Surti setelah asar ya pak Bu" kata Rita pada semua nya.
"baik Bu" jawab mereka serempak.
mereka pun melangkah kan kaki mengikuti bi Surti yang sudah berjalan lebih dulu, Rita pun mengajak bi asih duduk bersantai diruang keluarga yang tak jauh dari ruang tamu tersebut.
"mbak, benar mbak Naura mau tinggal dirumah lama? kenapa mbak, apa ngga betah dirumah ini?" tanya bi Surti yang terlihat sangat penasaran.
"betah kok bi, cuma Naura itu pengen tinggal dirumah itu katanya sayang karna peninggalan dari ayahnya. Naura juga mengajak bi Surti kok sama beberapa temannya untuk tinggal bersama, jadi bi asih ngga kesepian lagi deh" jawab Rita membuat bi asih menganggukan kepala antusias.
"iyaa mbak, emm tapi mbak sebenarnya dimana sih mas Bayu membawa ibu sari? kok kayanya semenjak kepergiannya saya ngga pernah mendengar kabarnya lagi, bahkan handphonenya pun saya telpon ngga aktif mbak" tanya bi asih yang mulai kepo.
"saya juga ngga tau si bi, saya memang pernah meminta mas Bayu buat menunjukkan dimana dia menahan ibu tapi sampai sekarang dia belum mengajak saya kesana. yaa mungkin belum waktunya aja si bi, tapi gimana. rumah sudah aman kan?" tanya Rita pada bi asih.
"aman kok mbak, aman sekali. tapi ya itu tadi saya ngerasa kesepian mbak, memang si mas Bayu sudah menyuruh saya menempati salah satu kamar tamu dilantai bawah tapi tetap aja mbak saya sendirian dirumah itu kok kayanya serem gitu ya mbak hihihi" jawab bi asih terkekeh pelan.
"yaa namanya rumah sebesar itu bi, pasti kelihatannya serem lah bi apalagi bibi sendirian. hihi tapi pasti santai kan bi kaya berasa istana sendiri hehehe" jawab Rita mengejek bi asih yang langsung mencebikkan bibirnya.
"yaa iyaa si mbak, tapi gimana ya. tetep aja saya merasa ngga enak mbak, masa ngapa-ngapain sendiri. masak sendiri makan pun sendiri, huh" keluh bi asih membuat Rita tertawa kencang.
"hmm kayanya seru sekali ngobrolnya, ibu boleh kan bergabung?" tanya bi Surti yang menghampiri Rita dan bi asih setelah mengantarkan keenam orang tersebut kekamarnya masing-masing.
"yaa boleh lah Bu, sini duduk" jawab Rita yang langsung diangguki oleh bi asih.
"iyaa loh Bu, jngan sungkan." jawab bi asih dengan senyum mengembang.
"baiklah Bu" jawab bi Surti menatap bi asih.
"ibu sudah lama kerja dengan mbak Rita?" tanya bi Surti pada bi asih.
"aduuh saya mah atuh baru beberapa bulan Bu kerja sama mbak Rita, emm lebih tepatnya si kerja untuk ibu sari. ibu nya mas Bayu dan mbak Naura, mertua mbak Rita" jawab bi asih dengan malu-malu.
"oohh begitu, betahnya Bu" jawab bi surti membuat bi asih tertawa kecil.
"jelas lah Bu, sebelumnya mereka semua baik sampai kenyataan yang sebenarnya terungkap baru semuanya berubah dan akhirnya sayalah dirumah itu sendirian sampai saat ini" jawab bi asih menundukkan kepala membuat aku dan bi Surti saling pandang melihat respon yang dikeluarkan bi asih.
__ADS_1
bersambung......