Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus76.


__ADS_3

"yaudah itu udah jadi keputusan kamu, ingat ya nau. mas akan tetap awasi kamu dan ketiga temanmu tanpa celah" jawab Bayu membuat Naura lagi-lagi hanya menganggukan kepala dengan pasrah.


"iyaa mas, tenang aja. Naura pasti akan jaga kepercayaan mas sama mbak Rita kok, lagian ini kan memang murni karna Naura pengen mengisi rumah itu mbak, mas. sayang kan kalo rumah itu ngga ditempatin, kasian juga bi asih kalo hanya sendiri disana. makanya Naura pengen sekalian nemenin bi asih" kata Naura membuat Rita dan Bayu menganggukan kepala.


"yasudah kalo begitu, sudah malam. sebaiknya kamu masuk kamar dan tidur, karna besok kamu harus masuk kuliah kan? ingatloh masih ospek" jawab Rita yang langsung disetujui oleh sang suami.


"bener kata mbak kamu nau, istirahatlah. kamu juga akan istirahat setelah ini" jawab Bayu menatap Naura yang menganggukan kepala.


"yaudah iyaa mas, aku masuk kamar duluan ya." kata Naura langsung disambut kesenyum oleh kedua orang didepannya.


Naura pun melangkah kan kaki menuju kamarnya dilantai dua, sementara Rita dan juga Bayu masih berada diruang keluarga karna mereka masih menunggu keena yang masih berada didalam kamar bi Surti.


"kamu serius mau membiayai kuliah mereka mas?" tanya Rita pada Bayu yang langsung menganggukan kepala dengan dahi menyerit.


"tentu aja sayang, kapan aku pernah ragu" jawab Bayu membuat Rita langsung tersenyum lebar.


"iyaaiyaa aku tau suami aku pasti berkata dengan benar dan menepati perkataannya, tapi aku bener-bener ngga nyangka kalo kamu beneran mau menguliahkan mereka bahkan sampai selesai. aku salut sama kamu mas, kamu ngga pernah sombong dan selalu rendah hati. pertahankan ya mas" kata Rita memeluk sang suami dengan erat.


Bayu yang mendengar perkataan Rita pun tersenyum dan membalas pelukan sang istri.


"sayang, biar bagaimana pun mereka bertiga pernah membantu kita dan ada disaat kita membutuhkan pertolongan. lagipula apa kamu lupa siapa yang menangkap orang bernama Reno itu? jelas mereka bertiga kan sayang, jadi mungkin itu semua ngga ada artinya dengan apa yang udah mereka lakukan untuk keluarga kita. aku semata-mata hanya ingin membalas Budi kebaikan mereka sayang, apa aku salah?" tanya Bayu langsung membuat Rita menggelengkan kepala.


"tentu saja ngga mas, aku justru bangga dengan sikap kamu mas. andai semua orang didunia ini seperti kamu, pasti ngga akan ada orang susah yang bertambah susah mas" jawab Rita membuat Bayu tertawa kecil.

__ADS_1


"apaan si kamu sayang, orang susah bertambah susah. gimana maksudnya itu" jawab Bayu membuat Rita mengerucutkan bibirnya.


"aah mas kamu ini, maksudku ngga akan banyak orang yang sudah dalam hal pendidikan. kamu tau sendiri kan banyak orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa mementingkan orang lain, nah karna kebaikan kamu ini aku yakin akan banyak orang yang terbantu mas. eemm mas apa diperusahaan ada menerima beasiswa siswa berprestasi dan juga siswa yang kurang mampu?" tanya Rita pada Bayu langsung disambut gelengan kepala oleh lelaki tersebut.


"ngga ada sayang, setau mas dulu sempat ada. tapi ntah karna apa akhirnya diberentikan sama ayah, mas juga ngga ngerti" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.


"oohh kalo gitu kenapa ngga kamu coba buat bikin seperti itu lagi mas, lumayan kan bisa membantu sesama mas. kasian loh mereka yang masih ingin melanjutkan kuliah tapi terkendala biaya mas" kata Rita membuat Bayu sedikit terdiam.


"baiklah sayang, nanti mas coba buatkan lagi. insyaallah kita akan membantu lagi mereka yang kesusahan dalam memasuki masa kuliah" jawab Bayu Rita tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa mas, lagipula ini juga bisa menjadi ladang pahala untuk ayah ada ibu diatas sana karna kita kembali melanjutkan apa yang mereka buat dulu" jawab Rita dengan tersenyum.


"iyaa sayang, makasih ya untuk idenya. insyallah mas pasti akan bicarakan semua ini dengan para staff dikantor nanti" jawab Bayu yang langsung disambut anggukan kepala oleh Rita.


"yasudah gapapa bu, biar sekalian saya bawa kekamar aja. oiya bi asih mana Bu?" tanya Rita pada bi Surti.


"ntah, mungkin dikamar para asisten rumah tangga yang baru nak. coba bentar ibu panggilkan dia dulu ya" jawab bi Surti membuat Rita langsung menganggukan kepala.


"iyaa Bu, makasih ya sekali lagi" jawab Rita dengan senyum mengembang.


bi Surti pun melangkahkan kaki meninggalkan sepasang suami istri tersebut kearah dimana kamar asisten rumah tangga berada dirumah itu.


"asihh, dicari sama nak Rita diruang keluarga" kata bi Surti setelah mengetuk salah satu kamar art perempuan.

__ADS_1


"oiyaa Bu, ada apa ya Bu malam-malam tumben banget saya dipanggil" jawab bi asihembuay bi Surti menyeritkan kening.


"yaa atuh saya ngga tau lah asih, udah sana mending kamu samperin aja" jawab bi Surti yang langsung diangguki oleh bi asih.


bi asih pun melangkahkan kaki mendekati Rita dan juga Bayu dengan langkah tergesa-gesa.


"aduuhh ada apa ya mbak, mas?" tanya bi asih pada Rita dan juga Bayu.


"bibi siapkan rumahnya ya nanti setelah Naura selesai ospek dia akan pindah kerumah itu dengan ketiga temannya, jangan lupa juga siapkan kamarnya" kata Bayu menatap bi asih yang menganggukan kepala


"oalaaahh cuma itu doh mas, kalo itu mah pasti bibi siapkan. tadi juganon Naura udah bilang kok sama bibi, mas Bayu tenang aja" jawab bi asih dengan wajah sumringah.


"oalaah baguslah kalo begitu, tapi ingat juga ya bi. bibi juga harus mengawasi mereka, jangan sampai lengah. anggap saja mereka anak-anak bibi yang butuh perhatian bibi" kata Bayu membuat bi asih tersenyum dan menganggukan kepala.


"siap mas, beres kalo itu mah jangan khawatir. bibi pasti lakuin sesuai sama apa yangas Bayu bilang" jawab bi asih membuat Bayu tersenyum lebar.


"Alhamdulillah kalo gitu, yaudah kalo gitu bibi balik lagi ya kekamar. eehh tapi kok bibi ngga tidur aja sama ibu, kan tadi Rita nyuruh bibi tidur sama ibu" kata Bayu diangguki oleh Rita.


"ga usah mas, mbak saya ngga enak sama ibu. lagian kamar artnya juga cukup luas kok, dan juga nyaman. insyallah cukup untuk kami" jawab bi asih membuat Rita terpaksa menganggukan kepala.


"yasudah jika memang cukup, tapi kalo ngga cukup bibi tinggal kekamar ibu aja ya. pasti ibu juga ngga akan keberatan kalo bibi tidur disana" jawab Rita membuat bi asih tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa tenang aja mbak" jawab bi asih singkat.

__ADS_1


setelahnya mereka pun kembali kekamar masing-masing, bi asih pun kembali kekamar Ary sementara Rita dan Bayu kembali masuk kedalam kamar mereka berdua dengan keena berada dalam gendongan Rita.


__ADS_2