
Naura dan juga Rita pun saling berpandangan melihat ibu Bayu yang melenggang bebas memasuki rumah dengan gayanya yang sangat luar biasa angkuh, apa selama ini memang inilah sikap aslinya. karna selama Rita menjadi menantu sang mertua, sikapnya sangatlah baik bahkan tergolong rendah diri tak seangkuh saat ini.
"apa ibu ngga mau melangkahkan kaki memasuki rumah orang yang selalu ibu maki-maki, bahkan baru saja ibu menampar pemilik rumah ini Bu" kata Naura yang langsung membuat langkah ibu terhenti tepat sebelum memasuki ruang tamu.
"bahkan jika ibu mau tinggal disini pun ngga akan jadi masalah nau, kenapa? karna aku adalah ibu kalian dan kalian adalah anakku" jawab ibu Bayu dengan menekan setiap kalimat yang keluar dari bibirnya.
"ohya? aku pikir anak ibu hanya yang ada didalam penjara itu. ternyata memang ibu yang ga punya malu ya, setelah apa yang ibu lakukan bersama dengan Maura TERNYATAAAA ibu masih bisa menampakkan batang hibung itu kerumah ini" kata Naura memandang sinis ibu kandungnya meskipun dengan mata yang berkaca-kaca.
"itu semua bukan urusanmu, ibu kesini juga ada perlu dengan Bayu. bukan dengan kalian, andai perempuan ini bisa diandalkan ibu juga gaakan pernah Sudi menginjakkan kaki kerumah ini. dasar perempuan ga berguna!!" hardik ibu Bayu dengan kasar.
"astagfirullah Bu, kenapa ibu selalu berkata seperti itu pada Rita Bu? apa salah Rita pada ibu, apa hanya karna masalah Maura ibu sampai begitu membenci Rita?" kata Rita dengan mata yang berkaca-kaca.
"salah kamu itu banyak Rita, awalnya memang saya sangat sangat suka dan menyayangi kamu tapi kenyataannya kamu telah berhasil membuat kedua anak saya menjauh dari saya yang notabanenya ada orang tua mereka. bahkan kamu sudah berhasil mempengaruhi Bayu untuk menjebloskan Maura kepenjara, saya sangat kecewa dengan sikap kamu Rita!" kata ibu Bayu dengan tatapan nyalang.
"yaallah Bu, kenapa ibu ga sadar sadar juga. udah jelas-jelas semua memang karna kesalahan kak Maura Bu, kenapa ibu malah menyalahkan mbak Rita. Bu, berapa kali kita mengetahui jika Maura adalah dalang dari semua kejadian yang menimpa mbak Rita hingga mbak Rita hampir saja kehilangan nyawanya dan juga bayinya Bu" kata Naura dengan suara Isak tangis yang tertahan, suaranya menjadi lebih parau mungkin sesak didadanya teramat dalam melihat bagaimana sikap sang ibu saat ini.
"alaaaahh udah lah kamu ngga usah ikut ikutan nau, seharusnya kamu fokus saja pada kuliahmu nanti jangan terlalu ikut campur kedalam masalah rumah tangga orang" jawab ibu semakin membuat Naura meradang.
"lantas ibu bagaimana? ibu sendiri ikut campur dalam rumah tangga mbak Rita dan juga mas Bayu, seharusnya ibu berkaca Bu" jawab Naura nementang sang ibu.
suara perdebatan keduanya ternyata mengakibatkan bi Surti yang berada didapurpun penasaran dengan perdebatan yang terjadi antara Naura dan wanita paru baya yang tak ia kenal, bi Surti pun menyeritkan kening melihat ibu Bayu yang terus memakai sang majikan.
__ADS_1
"siapa itu yaa, kok kayanya lagi berdebat sama non Naura. duh apa yang harus aku lakukan sekarang ini" gumam bi Surti yang merasa bingung menghadapi situasi yang terjadi dirumah majikannya tersebut. terdengar suara tangis keena, akhirnya bi Surti pun memutuskan untuk menghampiri nonanya sampai menunggu sang ibu selesai melerai perdeban tersebut.
untungnya keena adalah tipe anak yang anteng jika sudah diangkat, jadi ketiga Bu Surti menggendongnya ia pun langsung terdiam.
"husst sayang, sabar ya mamanya masih dibawah. non keena sama bibi dulu ya" katanya menimang keena yang berada dalam gendongannya.
bukan bermaksud lancang karna memasuki kamar majikannya tanpa izin, tapi dalam keadaan genting seperti ini bi Surti tidak merasa tidak memungkin untuk izin pada Rita. akhir ya bi Surti pun terpaksa mengambil keena kedalam gendongannya dan membawanya kearah Rita.
"maaf Bu, ini non keenanya nangis. maaf saya lancang masuk kamar ibu" kata bi Surti dengan sopan sambil menundukkan kepala.
"gapapa bi, makasih ya bi" jawab Rita dengan sedikit senyum, bi Surti pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
"oiyaa bi, tolong ambilkan minuman untuk ibu mertua saya. kenalkan ibu ibunya mas Bayu bi" kata Rita memperkenalkan majikannya pada bi Surti, bi Surti pun mengulurkan tangannya. namun, ibu Bayu tak sama sekali menggubris apa yang bi Surti lakukan. akhirnya bi surtipun kembali menarik tangannya dan berpamitan kembali kedapur untuk meneruskan memasak makan makan.
"mau apa lagi ibu kerumah ini?" tanya Bayu pada ibunya dengan suara kencang dan tegas, sangat nyaring ditelinga orang hingga membuat keena gelagapan dalam gendongan Rita.
Andi, sang asisten pribadi pun harus berada didekat majikannya dan memastikan jika majikannya tak lepas kontrol terhadap sang ibu.
"maksud kamu apa Bayu, jelas ibu kesini mau menengok cucu ibu. apakah salah?" tanya ibu Bayu dengan tampang tak berdosa.
"oiya? yakin untuk menjenguk anakku. bukan karna ada hal lain?" tanya Bayu dengan memicingkan mata.
__ADS_1
ibu Bayu pun sampai gelagapan mendengar perkataan Rita, ia pun menatap tajam sang anak yang juga menatapnya dengan pandangan tak kalah tajam.
"ibu kesini dan menampar mbak Rita mas, dia bahkan menuduh mbak Rita membuat kita jauh dari ibu dan membuat mas Bayu memasukkan mbak rita kedalam penjara mas. ibu ngga rela jika anak kesayangannya itu masuk penjara" jawab Naura dengan meneteskan air mata.
"ooohh jadi ini maksud kedatangan ibu kesini? setelah aku dan Rita sama-sama menolak untuk melepas gugatan itu, ibu rela mengemis kesini agar Maura dapat bebas dari segala tuduhan begitu?" tanya Bayu dengan tepat sasaran.
"bukan begitu Bayu, apa salahnya masalah ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Maura kan juga adik kamu Bayu, ngga seharusnya kamu memperlakukannya seperti ini. dan untuk tamparan itu ibu Mita maaf, ibu khilaf" kata ibu Bayu berdalih, memperlihatkan raut wajah merasa bersalah membuat Naura memutar bola mata jengah dengan akting sang ibu.
"ibu, ibu ntah apa yang Maura katakan pada ibu sampai ibu begitu membelanya. kenapa Bu? apa ada sesuatu yang ibu sembunyikan dariku?" tanya Bayu membuat ibunya terbelalak kaget, begitupun dengan Naura yang juga merasa detak jantungnya tak beraturan. namun, ia berhasil menormalkan detak jantung tersebut agar tidak terlihat jika ia merasakan jantungnya akan melompat keluar.
"kamu ngomong apa si bayu, ngga adalah tentu saja ngga ada yang ibu sembunyikan dari kalian. maksud kamu apa bertanya seperti itu pada ibu, hah!" kata ibu Bayu balik memberikan pertanyaan pada sang anak yang menggeleng tak percaya dengan apa yang ibunya katakan.
"kalau begitu, kenapa ibu sangat tidak rela jika penjahat yang aku penjarakan itu mendekam dalam sel. seharusnya ibu dukung aku, bukan berpindah haluan seperti ini. sebenarnya apa yang ibu sembunyikan?" tanya Bayu dengan tatapan tajam pada ibunya, sementara Naura dan juga Rita pun hanya mampu mengalihkan pandangan kearah lain dan juga menunduk melihat murka Bayu terhadap ibunya.
"te-tentu aja ngga ada Bayu, apa lagi Yang ibu sembunyikan. ngga ada Bayu" jawab ibu Bayu dengan terbata-bata.
"baiklah kalo gitu, lebih baik sekarang ibu pulang. karna kami dirumah ini ingin istirahat" jawab Bayu melenggang pergi melangkah kan kaki menuju kamarnya.
"kamu mengusir ibu Bayu?" tanya ibu Bayu membuat Bayu menghentikan langkahnya kemudian membalikkab badannya menatap sang ibu yang menatapnya dengan angkuh.
"lantas untuk apa lagi ibu kesini? apa ibu masih mau menyuruhku membebaskan Maura, begitu mau ibu? jangan mimpi!!" jawab Bayu dengan tegas membuat Naura merasa senang atas keputusanyang Bayu ambil, Naura pun tersenyum lega melihat Bayu dan juga Rita yang melangkahkan kaki menuju kamar mereka.
__ADS_1
"bagaimana Bu? puaskan dengan jawaban mas Bayu? jadi lebih baik sekarang ibu pulang, oh atau ibu mau menemani anak kesayangan ibu itu kedalam penjara?!" kata Naura dengan senyum sinis tersungging diwajahnya.
ibu Bayu yang merasa kesal dengan tingkah Bayu dan juga Naura pun merasa rencananya semua gagal, bahkan disaat ia belum memulai. alhasil ia harus memikirkan cara lain untuk membebaskan Maura.