Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
enampuluhsatu


__ADS_3

dirumah Bayu tepat setelah sholat Zuhur Rita dan Naura melepas kepergian ibu dan bapak Rita dengan hati yang ragu, ibu dan bapak Rita masih menenangkan Rita yang sedari tadi membujuk kedua orangtuanya untuk membawanya ikut serta pun gagal karna larangan dari Bayu.


"maafin kami nduk, bapak dan ibu ngga bisa membawa kamu ikut sama kami. kamu tau sendiri kan Bayu melarang, kami ngga berhak melarang Bayu untuk tetap mengizinkan kamu ikut bersama kami" kata bapak Rita yang melihat Rita masih enggan melepas kedua orangtuanya.


"iyaa bapak betul mbak, sudahlah nanti jika keena sudah agak besar kita akan kekampung menengok bapak dan ibu"kata Naura menangkan kakak iparnya.


"bukan soal itu nau, kamu tau sendiri kan kalo disini itu ngga aman untuk mbak dan juga keena. mbak mau ikut ibu sama bapak itu karna disana tempat yang aman, kamu ngerti ngga sih hiks hiks" jawab Rita disela tangisan.


mereka pun saling berpandangan, sejujurnya mereka pun merasakan ketakutan yang sama dengan apa yang Rita rasakan tapi apa yang harus mereka lakukan jika Bayu saja tidak mengizinkan.


"kami tau rit, kami juga merasakan apa yang kamu rasakan. tapi kami ngga bisa melakukan apapun karna Bayu tidak mengizinkan" kata ibu Rita mengingatkan sang anak.


"iyaa Rita, ingat patuhlah pada suamimu. bapak dan ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk keluarga kecilmu, dan yakinlah Bayu pasti bisa menjaga kalian semua dengan baik" kata bapak Rita memberi pengertian pada Rita.


"yasudah kalo gitu ibu sama bapak pulang dulu ya, tuh taksi online kami udah datang" kata ibu Rita. mereka pun meninggalkan ruang tamu mengantarkan ibu dan bapak Rita sampai ke halaman depan tak lupa Rita pun menyelipkan sedikit ongkos pada tangan sang ibu.


setelah kedua orangtua Rita pulang keduanya pun kembali kedalam rumah dan mengunci pintu rumah, berhubung mereka semua sudah makan siang maka mereka pun akan melanjutkan untuk tidur siang sembari menunggu Bayu pulang kerja.


"mbak, Naura tidur siang dulu ya" kata Naura pada kakak iparnya yang hanya menganggukan kepala. kemudian keduanya pun sama-sama memasuki kamar mereka.


didalam kamar Rita pun melihat sang anak yang masih dengan pulasnya tertidur di box bayi, Rita pun tersenyum.


Rita pun memilih menyusul sang anak untuk tidur siang setelah mengunci semua jendela dan pintu rumah.


Rita pun terbangun tepat pukul tiga, ia pun kembali mengecek sang anak yang ternyata sudah terbangun lebih dulu. karna merasa keena masih anteng didalam box bayinya, Rita pun memilih untuk segera melaksanakan sholat asar kemudian membawa keena main dihalaman.


keluar dari kamar Rita dikejutkan dengan Naura yang sudah berada didepan tv menonton siaran kesukaannya.


"nau, kamu udah bangun?" tanya Rita pada Naura yang memutar kepalanya menghadap Rita.


"udah dari jam setengah tiga tadi mbak" jawab Naura.


"ooohh mbak kira malah kamu masih tidur" jawab Rita, Naura pun hanya menggelengkan kepala sebagai tanda.


"kamu udah sholat asar nau?" tanya Rita.

__ADS_1


"belum mbak, sebentar iklan sinetronnya aku sholat" jawab Naura.


"jangan suka nunda-nunda sholat nau, padahal azan udah dari tiga puluh menit yang lalu kan. tuh lihat sekarang udah jam tiga lewat duapuluh" jawab Rita


"iyaaiyaa mbak, kalo gitu aku sholat dulu deh" kata Naura langsung beranjak dri duduknya menuju kedalam kamar untuk sholat asar, Rita pun hanya geleng kepala melihat tingkah sang adik ipar. Rita pun melangkah untuk membuka pintu rumah yang dri tadi masih tertutup dan membuka hordeng sehingga jendela hanya ditutupi tirai putih sebagai penutupnya.


"siapa disana, sepertinya aku baru lihat" kata Rita melihat seseorang yang sangat mencurigakan didepan rumahnya. tanpa menghiraukan, Rita pun kembali masuk kedalam rumah dan mengajak keena untuk bermain.


tak lama Naura pun kembali duduk disamping Rita dan kembali menonton sinetron yang menjadi kesukaannya.


"nau, apa tadi kamu udah buka pintu?" tanya Rita pada naura yang menggelengkan kepala.


"ngga mbak, belum. kenapa emangnya?" tanya Naura.


"tadi mbak buka jendela sama hordeng terus lihat orang yang mencurigakan melihat kearah rumah kita terus nau, mbak jadi cemas" jawab Rita dengan wajah panik.


"serius mbak? wah kalo gitu kita harus telpon mas Bayu mbak. sebentar aku ambil handphone dulu, mbak tolong mbak gendong keenanya mbak" kata Naura langsung mengambil handphonenya didalam kamar.


kemudian Naura pun kembali kesamping Rita dan menelpon Bayu.


"waalaikumsalam nau, ada apa?" tanya Bayu merasa heran karna biasanya adiknya ini tak pernah menelpon disaat dirinya masih bekerja.


"mas, masih lama kah pulangnya?" tanya Naura dengan nada panik.


"sebentar lagi, ada apa? kenapa kamu panik begitu?" tanya Bayu yang langsung ikutan panik mendengar suar Naura.


"mbak Rita, tadi mbak Rita melihat orang yang mencurigakan didepan rumah kita mas" jawab Naura memberi tahu Bayu.


"terus kalian bagaimana sekarang?" tanya Bayu dengan khawatir.


"kami gapapa mas, tapi kami takut ada apa-apa mas" jawab Naura.


"yaudah sebaiknya sekarang kamu tutup jendela dan juga pintu, terus kalian bersembunyi didalam kamar. jangan lupa telpon pak RT untuk berjaga-jaga sampai mas pulang" jawab Bayu yang langsung dilakukan oleh Naura.


"iyaa mas, Naura langsung telpon pak RT habis ini. assalamualaikum" jawab Naura menutup telpon pada Bayu.

__ADS_1


"ayok mbak sekarang mbak masuk kamar bawa juga keenanya, nanti aku susul kekamar mbak. aku mau nutup dan kunci semua jendela dulu" kata Naura membuat Rita segera melangkah kan kaki menuju kedalam kamarnya.


"assalamualaikum pak RT" kata Naura setelah panggilan telpon pada pak RT setempat diangkat.


"waalaikumsalam mbak Naura, ada apa ya?" tanya pak RT.


"begini pak RT, didepan rumah kontrakan saya ada seseorang yang saya curigai mengintai rumah kami. bisa tolong pak RT pergoki orang itu, karna kami dirumah cuma bertiga dengan mbak rita dan juga keena anaknya yang masih masih sangat kecil. mas Bayu belum pulang makanya saya disuruh telpon pak RT untuk meminta bantuan" kata Naura menjelaskan panjang lebar.


"baik mbak, baik. saya dan beberapa warga akan segera kesana, mbak tutup saja pintu rumah mbak juga amankan kakak ipar mbak dan anak nya" jawab pak RT.


"baik pak RT, terimakasih. assalamualaikum" kata Naura segera mematika telpon yang baru saja terhubung oleh pak RT.


setelah selesai menutup semua jendela dan juga pintu, Naura pun bergegas masuk kedalam kamar Rita.


"sudah mbak kita disini dulu sampai pak RT datang, karna nunggu mas Bayu pasti akan lama sampainya" kata Naura pada Rita yang terlihat cemas dengan mata berkaca-kaca.


"iyaa nau, mbak sangat takut. untung masih ada kamu dirumah ini, bagaimana jika mbak hanya berdua saja dirumah" jawab Rita dengan panik.


"sudah mbak tenang, nanti kita cari solusi ya mbak" jawab Naura memeluk kakak iparnya.


selang lima belas menit kemudian pintu rumah pun ada yang mengetuk, tapi antara Rita maupun Naura sama sekali tidak ada yang berani membukanya. sampai dering handphone Naura pun berbunyi, terlihat pak RT yang menghubungi.


"assalamualaikum mbak, kami yang ketuk pintu didepan mbak. bisa tolong bukakan?" kata pak RT membuat keduanya bernafas lega.


"baik pak RT, sama segera membukakan pintu" jawab Naura meluangkan keluar meninggalkan Rita didalam kamar dan membuka pintu untuk pak RT dan beberapa orang tetangga Rita lainnya.


"silahkan masuk pak RT, maaf merepotkan sore-sore" kata Naura dengan sopan.


"gapapa mbak, tugas kami membuat warga nyaman dilingkungan RT" jawab pak RT dengan senyum.


"baik pak RT, bagaimana dengan orang itu pak RT?" tanya Naura dengan penasaran.


"kami juga belum ketemu mbak, tapi memang sewaktu kami jalan kesini saya sempet lihat seseorang jalan berbelok kegang sebrang sana. sepertinya ornagt itu sudah tau jika kami mendapat laporan dari mbak Naura jadi dia melarikan diri. maafkan kami mbak" jawab pak RT, Naura yang mendengarpun hanya menganggukan kepala tanda mengerti.


"tidak apa-apa pak RT, saya mengerti. namanya juga orang jahat, pasti licin untuk menangkap dan mengetahui motifnya. tapi saya minta tolong, bolehkan bapak-bapak ini tinggal sebentar sampai mas Bayu pulang. kami masih sangat takut pak RT" kata Naura.

__ADS_1


"tentu saja mbak, kami akan menunggu mas Bayu diteras depan saja kalo begitu. mari bapak-bapak kita kedepan" kata pak RT mengajak bapak-bapaj yang lain pindah keteras, Naura pun segera mengambil kan beberapa cemilan dan juga kopi untuk mereka.


__ADS_2