
ketiganya pun memakan masakan bi Surti dengan sangat lahap, hingga bi Surti pun menggelengkan kepala.
"pelan-pelan aja makannya, ngga akan ada yang mau ngambil sarapan kalian" kata bi Surti yang melihat tingkah ketiga orang tersebut.
"hehehe maaf bu, abis masakan ibu itu enak banget. apalagi kamu juga udah lapar dari tadi, yaa jadi begini deh" jawab Rita setelah selesai mengunyah makanan dalam mulutnya.
"iyaa tapi pelan-pelan loh, orang ini juga masih banyak kok. kaya takut kehabisan aja" jawab bi Surti dengan cengiran memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Alhamdulillah, aku udah selesai" jawab Bayu sambil melihat jam yang berada di tangan kirinya.
"ngga nambah mas, ini enak loh" kata Rita sambil mengunyah makanan miliknya.
"ngga sayang, mas udah kenyang. lagian udah hampir setengah delapan, mas harus cepat berangkat kekantor karna mau ada meeting penting pagi ini" jawab Bayu yang langsung diangguki oleh Rita, sementara Naura masih sibuk dengan makanan yang ada dipiringnya.
"yaudah kalo gitu, sini aku pakaikan dulu dasinya" kata Rita mengambil dasi yang masih hanya menempel dileher Bayu dan memakaikannya.
seteleh selesai, Bayu pun berpamitan dengan bi Surti, Rita dan juga Naura. tak lupa Bayu pun sedikit mencium keena yang berbaring di kereta dorong miliknya.
setelah kepergian Bayu, mereka pun melanjutkan sarapan mereka hingga akhirnya satu persatu dari tiga orang tersebut berhasil menghabiskan makanan yang ada didalam piringnya masing-masing.
"kamu jadi hari ini mau ke kampus nau?" tanya Rita pada Naura yang langsung disambut anggukan kepala olehnya.
"iyaa jadi mbak, nanti Nana sama yang lainnya akan mampir juga kerumah ini. mereka kangen sama keena katanya" jawab Naura yang langsung disambut anggukan kepala oleh Rita.
"jam berapa kalian mau jalan kekampus?" tanya Rita lagi pada Naura.
"sekitar jam sepuluh nanti mbak biar ngga terlalu siang, nanti panas apalagi kita kan nanti mau naik angkutan umum. kebetulan rumah mereka juga ngga terlalu jauh dari komplek ini kok yaa ngelewatin gitu. jadi mereka mau mampir sekalian nanti kita kekampus bareng-bareng" jawab Naura, Rita pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
"nanti pas Naura kuliah kita bakalan kesepian nih bu, karna kan asisten rumah tangga yang baru belum datang apalagi bi asih juga belum ada kabarnya mau gimana. apa kita tarik aja ya bi asih agar kerja dirumah ini, toh rumah ibu kan juga ngga ada yang nempatin" kata Rita membuat Naura menyeritkan kening.
"biarin aja bi asih dirumah ibu lah mbak, biar setidaknya rumah ibu ada yang merawat. masa rumah ibu mau dikosongin begitu aja, itu rumah peninggalan ayah loh mbak" jawab Naura membuat Rita pun berpikir sejenak.
__ADS_1
"iyaa si nau, eemm atau kita kontrakin aja rumah itu. gimana nau? nanti mbak akan diskusikan dengan mas Bayu perihal ini" kata Rita menatap Naura.
"ngga usah mbak, nanti biar Naura aja yang tinggal disana sama bi asih dan juga ibu Surti. ibu mau kan tinggal dirumah peninggalan ayah sama aku?" tanya Naura pada bi Surti yang membelalakan mata.
"ta-tapi nak, bibi ngga enak kalo harus tinggal dirumah orangtua nak Naura. itu kan rumah keluarga besar kalian, kalo emang nak Naura mau tinggal lagi disana ibu ngga usah nak. ibu disini aja" jawab bi Surti menundukkan kepala.
"tapi Bu, Naura ngga mungkin hanya tinggal berdua dirumah sebesar itu dengan bi asih. makanya Naura ajak ibu buat nemanin bi asih disana nanti, biarin aja mbak Rita sama mas Bayu disini nanti dengan asisten rumah tangga yang baru" jawab Naura dengan santai membuat Rita memutar bola mata malas.
"kalo kamu mau tinggal disana yaudah gapapa nau, sekalian aja kamu ajak ketiga temanmu itu tinggal disana. lumayan kan mereka ngga perlu ngekos lagi bisa buat menghemat uang dari orang tua mereka dikampung juga" jawab Rita membuat Naura tersenyum lebar menatap kakak iparnya itu
"iyaa bener juga saran mbak Rita, baiklah aku akan ajak ketiga orang itu untuk tinggal dirumah peninggalan ayah. lumayan jadi rame dan aku ngga kesepian, apalagi sama ketiga anak itu" jawab Naura yang sudah berbinar tak sabar akan segera tinggal dengan ketiga temannya.
" iyaa tapi kamu harus tetap bicarain ini dulu sama mas Bayu, dan ingat jangan macam-macam dirumah itu apalagi sampai bawa lawan jenis. mbak usir kalian dari rumah itu nantinya" jawab Rita membuat Naura mengerucutkan bibirnya.
"mbak ini gimana mau bawa lawan jenis, lah wong kami juga ngga ada yang pacaran kok mbak" jawab Naura mengerucutkan bibirnya.
"bagus itu, lebih baik begitu. fokus dulu buat kuliah kalian udah jangan sampai berbuat macam-macam sebelum kuliah kalian selesai" jawab Rita membuat Naura pun menganggukan kepalanya dengan yakin.
"iyaaiyaa mbak, aku pasti akan ingat apa yang mbak Rita sampaikan. percaya sama aku" jawab Naura mencoba menyakinkan Rita.
"iyaa mbak, tenang aja. Naura kekamar dulu ya mbak, Bu. masih ngantuk gara-gara dibangunin sama mbak Rita tadi, aku juga mau nyiapin keperluan untuk ke kampus nanti" kata Naura yang kandung dijawab anggukan kepala oleh bi Surti dan juga Rita.
setelahnya Naura pun kembali kedalam kamarnya diiringi oleh tatapan dan gelengan kepala dari bi Surti dan juga Rita.
"anak itu kasian sekali, kadang aku ga tega dia seperti ini tapi semoga semua yang terjadi pada ibu dan juga kakaknya menjadi pelajaran untuknya" gumam Rita yang masih didengar oleh bi Surti.
"amiiinn, kelihatannya Naura anak baik nak Rita. dia mengikuti sifat nak Bayu, mungkin karna mereka pun keturunan dari orang baik makanya nak Naura pun terlihat lebih baik ketimbang Maura itu" jawab bi Surti yang disetujui oleh Rita.
"iyaa bisa jadi bi, aku juga ga nyangka kalo didunia ini ada orang seperti Maura dan juga ibu sari yang bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai semua tujuannya" jawab Rita membuat bi Surti tertawa kecil.
"banyak non, sangat banyak. apalagi jika bukan karna harta pemicunya" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala sambil mulai membereskan sisa bekas makan mereka.
__ADS_1
"biar ibu aja nak Rita, nak Rita susui aja keena sepertinya dia haus. lihat udah mulai mencari ibu jarinya" kata bi Surti menunjuk keena yang ternyata menggeliat mencari ibu jari miliknya sendiri.
"yaudah kalo gitu Bu, maaf ya aku ngga bisa bantu. makasih ya Bu, nanti biar aku telpon bi asih untuk secepatnya mencarikan asisten rumah tangga yang baru" kata Rita yang hanya dijawab dengan senyum dan anggukan kepala oleh bi Surti.
Rita pun kembali kedalam kamarnya dan mulai menyusui keena sambil membaca novel kesukaannya yang belum selesai dia baca.
setelah dirasa keena sudah cukup pulas, Rita pun menghubungi bi asih yang berada dirumah lama milik ibu sari.
"assalamualaikum bi" kata Rita setelah sambungan telpon terhubung oleh bi asih.
"iyaa waalaikumsalam mbak Rita" jawab bi asih dengan lesu.
"waaduuhh kenapa nih kok jawabnya lesu begitu bi?" tanya Rita dengan raut wajah heran.
"gimana ga lesu mbak, saya dirumah sebesar ini sendirian loh mbak. walaupun ada satpam tapi kan diluar, kenapa si mbak Rita dan yang lain ngga tinggal disini aja" jawab bi asih dengan nada kesalnya.
"hehehe maaf ya bi, kami udah nyaman tinggal disini. lagipula nanti rencananya Naura juga akan tinggal disana dengan ketiga temannya, bibi ngga perlu khawatir lagi. nanti juga rumah itu akan kembali rame kok" jawab Rita membuat bi asih yang disebrang sana merasa senang.
" beneran mbak?" tanya bi asih dengan antusias.
"iyaa bener lah bi, tapi kapan nih bi asih kirim orang buat kerja disini?" tanya Rita pada bi asih.
"oiyaa yaa saya lupa belum kasih tau mbak Rita, ada mbak suami istri yang mau kerja dari kampung saya. gimana mbak?" tanya bi asih pada Rita yang langsung tersenyum antusias
"boleh bi sangat boleh, nanti suaminya bisa jadi satpam dirumah saya. kalo yang untuk bagian satpam kemarin bagaimana bi?" tanya Rita.
"mereka ngga mau mbak, kejauhan katanya. nanti deh saya Carikan lagi ya mbak" jawab bi asih membuat Rita harus menahan kekecewaannya lagi.
"ooohh gitu ya bi, yaudah kalo gitu gapapa bi. yaudah deh itu aja ya bi, makasih ya bi" jawab Rita.
"iyaa mbak, sama-sama." jawab bi asih.
__ADS_1
"assalamualaikum" salam Rita mengakhiri panggilan telepon pada bi asih.
Rita pun mematikan panggilan terrsebut setelah mendapat jawaban jadi bi asih, setelahnya Rita pun merebahkan diri disebelah keena dan mulai membaca lagi novel kesukaannya.