Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
enampuluhtiga


__ADS_3

Naura pun membawa segelas kopi dan juga beberapa cemilan untuk tambahan mengobrol sang kakak dengan para bapak-bapak yang berada dirumahnya.


"ini mas" kata Naura menaruh nampan berserta isinya dihadapan Bayu yang sudah berada ditempatnya.


"terimakasih nau" jawab Bayu. Naura pun menganggukan kepala dan masuk kedalam rumah diiringi oleh tatapan Bayu dan beberapa bapak-bapak dihadapannya.


"jadi bagaimana mas Bayu?" tanya pak RT to the point.


"jadi begini pak RT, sebenarnya ini memang bukan kali pertama kami mendapatkan hal seperti ini. tapi karna sebelumnya hak seperti ini terjadi sewaktu kami dirumah ibu saya dan memang tidak begitu mengkhawatirkan karna saya yakin dengan adanya satpam disana bisa teratasi jadi saya ngga pernah melibatkan orang lain. tapi karna saya tinggal disini dan dirumah ini juga hanya ada putri saya, istri dan juga adik kandung saya maka saya sepertinya memang harus memberitahukan ini pada pak RT dan bapak-bapak semua. sebelumnya saya mohon maaf jika ini merepotkan dan membuat kegaduhan dilingkungan ini pak RT" kata Bayu menjeda kalimat yang akan keluar dari mulutnya.


"ini semua adalah ulah adik angkat saya, ia begitu terobsesi membuat saya dan istri saya berpisah sampai melakukan segala cara. ia pernah melakukan hal yang sama sewaktu kami masih tinggal satu rumah, bahkan lebih dari ini. tapi saya dan istri saya dibantu ibu dan juga adik saya Naura masih bisa diatasi sampai akhirnya kami memutuskan untuk pindah dri rumah orangtua saya" lanjut Bayu.


"terus orangtua mas Bayu tinggal dengan adik angkat mas Bayu, betul? apa tidak berbahaya jika begitu mas Bayu?" tanya pak RT mewakili para bapak-bapak yang sedari tadi mendengarkan apa yang Bayu ucapkan.


"itulah pak RT, saya memang merencanakan ini untuk mencari bukti semua yang adik angkat saya lakukan ini. saya terpaksa meninggalkan ibu saya bersama adik angkat saya itu bersama dengan seorang satpam dan seorang asisten rumah tangga untuk menemani sekaligus memata-matainya" jawab mas Bayu.


"lantas bagaimana bisa ia mengintai rumah ini mas Bayu?" tanya salah satu dari beberapa orang disitu.


"itulah pak RT, sepertinya incarannya adalah anak saya" jawab Bayu dengan yakin.


"astagfirullaahh" sebut semuanya mengelus dada dan saling memandang.


"apa ada yang bisa kami bantu mas Bayu? kami siap membantu mas Bayu kapan pun mas Bayu butuh" jawab pak RT.


"saya ngga mau merepotkan pak RT, seperti ini aja sudah cukup" jawab Bayu yang merasa sungkan atas penawaran pak RT.


"tidak apa-apa mas Bayu, kami ikhlas membantu kok" kata salah satu bapak disebelah pak RT.


"iyaa benar mas Bayu" kata yang lainnya menimpali.


"atau begini saja bapak-bapak, bagaimana jika kita bergantian mengadakan siskamling jika malam hari dan siang harinya biar full dijaga oleh satpam perumahan kita. kebetulan rumah ini kan dekat dengan pos satpam, bagaimana bapak-bapak" pak RT memberi saran.


"betul itu, saya setuju pak RT. tapi bagaimana dengan mereka yang kerja pak RT, diperumahan ini kan ngga semua warganya selalu ada dirumah" tanya salah satu warga.


"gampang itu pak, nanti kita tarik iuran saja untuk mereka yang tidak bisa datang untuk ikut siskamling. toh hitung-hitung sekaligus menjaga perumahan kita kan? selama ini kan selalu saja ada yang rumahnya kecurian diwaktu malam hari atau diwaktu rumah sedang kosong" jawab pak RT kembali memberikan pendapatnya.

__ADS_1


"setuju pak RT, nanti lebih baik dibicarakan lebih dulu dengan para warga lainnya. semoga semua warga setuju" jawab bapak disamping pak RT melihat kearah teman-temannya yang menganggukan kepala.


"terima kasih ya pak RT, maaf saya merepotkan" kata Bayu merasa tak enak.


"tenang aja mas Bayu, nanti malam kita mulai siskamling ya bapak-bapak. untuk malam ini, kita-kita saja dulu, mas Bayu bisa kan? besok kan weekend" kata pak RT.


"tentu saja saya bisa pak RT, saya pasti datang. toh posnya cuma didepan situ" jawab mas Bayu diangguki oleh yang lainnya.


"yasudah kalo begitu semuanya sudah jelas ya, kita akan bantu mas Bayu sekaligus memperketat penjagaan diwilayah RT kita ini dengan adanya siskamling" kata pak RT.


"siap pak RT" jawab semuanya serentak.


mereka pun mengobrol sesekali tertawa dihalaman rumah Rita dan Bayu, Naura dan Rita yang mendengar percakapan antara bapak-bapak itu pun merasa lega karna telah mendapatkan solusi untuk kekhawatiran mereka.


"mas Bayu, kalo gitu kami pamit pulang dulu ya sepertinya sudah hampir Maghrib" kata pak RT mewakili yang lain.


"iyaa pak RT, terimakasih untuk pengertiannya mau membantu keluarga saya" jawab mas Bayu.


"sama-sama mas Bayu, itu lah tugas kita sebagai manusia bertetangga. jangan sungkan" jawab pak RT membuat yang lain pun menganggukan kepala.


"sama-sama mas, kami permisi. assalamualaikum" salam pak RT dan yang lainnya melangkah meninggalkan mas Bayu yang mengantar mereka sedikit kedepan.


"waalaikumsalam" jawab Bayu, kemudian Bayu pun melangkah masuk kedalam rumah sambil membawa nampan berisi beberapa gelas kosong sisa minum dari para tamunya.


"nau, angkat bekas cemilan didepan ya. mas mau taruh nampan ini dibelakang" kata Bayu menyuruh Naura yang sedang asik dengan ponsel ditangannya. Naura pun sereka bangkit dan melaksanakan apa yang mas nya suruh, tanpa berlama-lama Naura pun segera kembali kedalam rumah dan menjadikan satu cemilan yang piring-piring tersebut menjadi satu piring penuh sebagai cemilan dan menaruh piring kotor kedapur.


"mbak mu mana nau?" tanya Bayu pada Naura ketika mereka berpapasan dipintu dapur.


"dikamar mas, menyusui keena" jawab Naura terus melangkah kedapur. Bayu yang mendengar jawab Naura pun segera memasuki kamarnya beserta istri, menatap keena yang sedang tertidur disebelah sang ibu.


"bagaimana mas?" tanya Rita dengan penasaran.


"apanya yang bagaimana?" tanya Bayu membuat sang istri mencebikkan bibirnya.


"mas, aku serius loh. aku takut loh jika terus diintai seperti ini, aku ngga nyaman mas" jawab Rita memasang wajah lesu.

__ADS_1


"tenang aja sayang, pak RT dan bapak-bapak yang lain tadi setuju membatu kita menemukan si pengintai dengan melakukan siskamling rutin" jawab Bayu membuat sang istri menghela nafas lega.


"Alhamdulillah, tapi apa tidak merepotkan mas?" tanya Rita kembali merasa sungkan.


"insyallah tidak sayang, mas tadi sudah bicarakan dengan pak RT. itu juga bertujuan mengurangi aksi pencurian yang kerap ada diwilayah ini kata pak RT" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala mengerti.


"Alhamdulillah, semoga masalah kita cepat selesai ya mas" jawab Rita memeluk sang suami yang menganggukan kepala.


"amiiinn, sudah azan sayang. kita ambil wudhu dan sholat ya" kata Bayu yang segera melepaskan pelukan sang istri dan berlalu menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


mereka pun mengambil wudhu dan melakukan sholat Maghrib berjamaah, seteleh selesai keduanya mengajak keena untuk keluar kamar bermain bersama ounty nya yang berada didepan tv.


"Naura, sudah sholat magrib?" tanya Bayu pada sang adik.


"sudah mas" jawab Naura tersenyum mengambil alih keena dari gendongan sang ibu.


"ponakan ounty, udah kenyang tidur yaa" kata Naura menirukan ocehan khas bayi.


"mas, malam ini kita pesan makan aja ya. kebetulan stok keperluan dapur kita dikulkas sudah habis, aku belum bisa keluar rumah kan mas" kata Rita membuat Bayu mengulum senyum mendengar perkataan sang istri.


"iyaa sayang, gapapa kok. kamu ngga usah repot-repot memasak lagi jika sibuk, jika mau masak kamu bisa beli ditukang sayur keliling yang biasanya lewat saja atau jika ngga mau memasak kamu bisa pesan apapun yang kamu mau makan secara online" jawab Bayu membuat sang istri bahagia mendengar perkataannya.


"makasih ya mas, malam ini kalian mau makan apa?" tanya Rita pada adik ipar dan juga suaminya.


"aku terserah kamu aja sayang, aku ngikut" jawab Bayu.


"aku juga sama mbak, yang penting mbak jangan lupa beli untuk sewaktu-waktu jika tengah malam mbak Rita lapar juga. kasian keena kalo nanti tengah malam mbak kelaparan, ASI-nya ngga enak. kata ibu" jawab Naura membuat Rita tersenyum atas perhatian yang adik iparnya lakukan.


"beres nau" jawab Rita mengacungkan kedua jempol tangannya kehadapan Naura, kemudian ia pun memulai memesan makanan secara online dengan empat meni berbeda. tiga untuk malam malam, dan satu lagi untuk persiapan jika Rita merasakan lapar dimalam hari akibat menyusui.


_______________________________________


Alhamdulillah, hari ini bisa update dua episode😊 terimakasih untuk para pembaca yang selalu setia nungguin updatean outhor ya. terimakasih untuk supportnya, mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan😊


jangan lupa kritik dan saran jika ada yang kurang berkenan di hati pembaca, terus like dan dan vote ya readers😊😘

__ADS_1


__ADS_2