Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
delapanbelas


__ADS_3

tak lama ojek pengantar makanan pun datang. setelah mengambilnya aku pun menata makanan tersebut diatas meja makan dan menyuruh Naura untuk memanggil Maura yang berada dikamarnya.


"nau tolong panggil Kaka kamu kesini ya, kita makan malem bersama" kataku pada Naura.


"iyaa mba" kata Naura, dia pun segera bangkit dari duduknya kemudian berlari menyusuri tangga ke arah kamar Maura.


aku pun menghampiri mas Bayu dan ibu mertua, mengajak mereka makan malam.


"mas, Bu ayok kita kemeja makan. semuanya sudah siap" kataku pada mas Bayu juga ibu mertua.


kami pun melangkahkan kaki menuju meja makan, ibu mertua duduk disebelah kiri mas Bayu sedangkan aku duduk disebelah kanan mas Bayu.


aku mulai mengambilkan makan untuk mas Bayu, kemudian ibu mengambil makanan sendiri tanpa meminta bantuan ku.


tak lama Naura dan Maura pun turun menuju meja makan. kami pun makan tanpa ada yang berbicara sedikitpun. setelah selesai, kami pun kembali kekamar masing-masing begitu pun aku yang sudah merasa sangat lelah. tak lama aku dan mas Bayu pun terlelap didalam kamar.


keesokan harinya seperti biasa, kami memulai hari dengan sarapan bersama. semua sudah mulai kembali ke aktifitas masing-masing.


"mas nanti anter Maura ya kekampus, sekalian jalan bareng" kata Maura, aku dan mas Bayu pun saling pandang mendengar permintaan Maura. kemudian aku pun menganggukan kepala kepada mas Bayu memberi tanda mengiyakan permintaan Maura.


aku masih ingin melihat segigih apa dia berusaha merusak rumah tanggaku.


"boleh, kalo udah selesai tunggu didepan dulu aja" kata mas Bayu yang membuat ibu mertua terheran, aku pun hanya mengedipkan mata pada ibu mertua tanda mengikuti saja permainan yang dimainkan Maura.


setelah selesai sarapan, mas Bayu pun berpamitan pada ku juga ibu mertua.


"aku berangkat ya sayang, hati-hati dirumah" kata mas Bayu sambil mengecup keningku dan mengelus kepala bagian belakangku yang aku balas dengan menyalami punggung tangannya dengan takzim.


"iyaa mas, kamu juga hati-hati dijalan ya" jawabku memberikan senyum terbaik pada mas Bayu.


"Maura, kalo masih mau bareng mas tunggu di mobil duluan" kata mas Bayu tanpa menatap maura yang diangguki olehnya.


"iya mas" jawab maura cepat dengan tersenyum.

__ADS_1


kemudian mas Bayu pun melangkah kan keluar rumah, sedangkan kan aku mengikutinya sampai dihalaman depan rumah. tak lama Maura pun menyusul.


"sudah?" tanya mas Bayu pada Maura lagi.


"sudah mas" jawab maura.


"aku jalan dulu sayang" kata mas Bayu pada ku yang langsung aku berikan anggukan.


mas Bayu pun melangkah memasuki mobil, tak lama mas Bayu dan Maura hilang dipandangan mata dengan mobil yang mulai menjauh dari rumah.


aku pun kembali masuk kedalam rumah, Naura sudah selesai dengan sarapannya sedangkan ibu mertua masih dengan memakan buah setelah memakan sarapannya.


"rit, apa gapapa itu Maura bareng sama Bayu?" kata ibu mertua dengan khawatir.


"gapapa Bu tenang aja, mas Bayu punya strategi sendiri. ibu ga usah khawatir" kataku pada ibu mertua.


"mbak, ibu Naura berangkat kesekolah dulu ya" kata Naura berpamitan.


"iyaa nau hati-hati ya" kataku pada Naura.


aku pun melanjutkan pembicaraan dengan ibu mertua tentang kekawatiran ibu mertua soal mas Bayu.


"ibu khawatir aja kalo Maura berbuat macam-macam terhadap Bayu rit, ibu hafal betul seperti apa Maura rit. ibu takut" kata ibu mertua mengungkapkan ke takutannya.


"ibu tenang ya, percayakan semuanya sama mas Bayu. Rita yakin mas Bayu bisa menghadapi Maura sendiri" kataku menenangkan ibu mertua.


aku pun mengajak ibu mertua kedalam kamarnya untuk beristirahat.


"ibu istirahat saya ya didalam kamar ngga usah mikirin mas Bayu dengan Maura diluar sana, biarkan saja mas Bayu yang mengatasinya" kataku sambil menuntun ibu mertua memasuki kamar.


setelah mengantar ibu mertua aku pun merapihkan kembali meja makan dari sisa sarapan kami, kemudian aku cuci bersih semua bekasnya.


setelah semua selesai aku beristirahat kedalam kamar, kemudian aku coba hubungin mas Bayu. satu kali dihubungin belum ada jawaban, kedua kali pun belum ada jawaban.

__ADS_1


aku menunggu lagi Sampit setengah jam, ada panggilan masuk dari mas Bayu segera aku angkat.


"assalamualaikum mas" kataku pada mas Bayu disebrang telepon.


"waalaikumsalam sayang" kata mas Bayu dengan lirih.


"mas, bagaimana? dia tidak melakukan apapun kan?" kataku pada mas Bayu.


"hehe tentu saja tidak sayang, tapi sepertinya kita hatmrus lebih hati-hati sayang" kata mas Bayu


"mas mas kamu ini seolah-olah sedang harus berhati-hati dengan seorang ******* saja" kataku meledek mas Bayu.


"hehe dia mencoba menggodaku sayang, apa kau tidak khawatir dengan itu?" kata mas Bayu


"mas, tadi katanya tidak ada apa-apa kenapa sekarang berubah. gimana sih kamu mas?" kataku pada mas Bayu.


"hehe maaf sayang, sudah lah kamu tidak usah khawatir aku tidak akan tergoda olehnya" kata mas Bayu meyakinkan ku


aku pun menghela nafas mendengar perkataan mas Bayu.


"sudah sana kerja kamu mas, nanti dimarahi bos kalo kamu telponan terus begini" kataku lagi pada mas Bayu.


"iyaa iyaa sayang tenang saja okee" kata mas Bayu.


"assalamualaikum" kataku mengakhiri panggilan telepon.


"waalaikumsalam" jawab mas Bayu.


aku pun merebahkan diri diatas kasur. tak terasa aku pun tertidur.


pukul sepuluh aku terbangun, bergegas aku keluar dari kamar terlihat ibu mertua sudah ada diruang tv sambil meminum teh .


"ibu sudah disini?" kataku pada ibu mertua.

__ADS_1


"iyaa rit, rasanya ibu ga bisa istirahat dengan tenang" kata ibu mertua.


__ADS_2