Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duapuluhtujuh


__ADS_3

beberapa bulan pun berlalu, kini kandungan sari memasuki usia delapan bulan. selama beberapa bulan ini tidak ada kejadian apapun yang menghawatirkan, semuanya berjalan seperti biasa, begitu pun dengan sikap Maura padaku dan mas bayu. ia skrng lebih bersikap biasa saja dengan kami layaknya saudara, bahkan saat ini Maura sudah bisa bicara baik padaku.


"mau kemana mbak?" tanya Maura saat melihatku keluar dari kamar bersama mas Bayu. bukan lagi menanya pada mas Bayu, melainkan menanya padaku sebagai istrinya.


"mau kontrol mau, hari ini ada jadwal kontrol kandungan kedokter" jawabku cepat karna harus mengejar waktu kontrol kandungan.


"oohh gituu, yaudah hati-hati ya mbak" kata Maura sambil tersenyum, aku dan mas Bayu saling berpandangan sebelum aku menganggukan kepala.


aku dan mas Bayu meninggalkan Maura didepan kamarnya, ia masih melihat aku dan mas Bayu dari sana. ntah hanya perasaanku saja atau bagaimana, tapi kali ini tatapannya pada mas Bayu tampak sendu.


pukul setengah lima sore aku dan mas Bayu sampai dihalaman rumah sakit tempatku biasa kontrol kandungan, kami segera memasuki area poli kandungan dan masuk kedalam antian. karna sudah mendaftar saat masih dirumah tadi dengan menggunakan via telepon.


setelah lama menunggu akhirnya nama ku pun dipanggil untuk memasuki ruangan dokter.


"Bu Rita" panggil suster yang berjaga.

__ADS_1


aku dan mas Bayu melangkah kan kaki memasuki ruangan dokter tersebut dan disambut dengan senyuman manis sang dokter.


"silahkan duduk pak, buk" kata dokter yang bernama Sinta tersebut, terlihat dari nametag dijas dokternya.


aku dan mas Bayu pun duduk setelah dipersilahkan.


"bagaimana Bu, apa ada keluhan?" tanya dokter Sinta.


"tidak ada dokter, aman aman aja" jawabku dengan senyum mengembang. memang selama kehamilan ku tidak ada hal yang dialami ibu hamil lainnya, hanya mengidam itu pun masih dikatakan ngidam yang wajar. aku dan masih telah menantikan kelahiran anak kami yang pertama ini, setelah dari dokter kandungan aku dan mas Bayu berencana membeli perlengkapan bayi yang harus ada dirumah.


"nah, ini lihat bayinya sudah pas ya posisinya kepalanya berada dibawah. ari-arinya juga bagus, air ketubannya juga bagus. aman ya semuanya, mau lihat bayinya berjenis kelamin apa?" tanya Bu dokter. karna selama ini kami masih belum mau melihat jenis kelamin bayi yang ada diperutku meskipun sudah berulang kali USG.


"ngga dok, biar untuk kejutan aja. lagi pula, laki laki atau perempuan pun sama aja" jawab mas Bayu.


"baiklah kalo gitu, selesai ya. Alhamdulillah semuanya bagus, jngan lupa senam hamilnya ya Bu biar bayinya cepat turun panggul. minimal sering-sering berjalan aja sudah cukup" kata Bu dokter menasehati.

__ADS_1


"baik dokter" jawabku sambil tersenyum.


"ini vitaminnya, sampai ketemu dua Minggu lagi ya?" kata dokter yang membuatku kaget.


"kenapa dua Minggu lagi dok?" tanyaku heran karna aku biasa kembali ke dokter sebulan sekali, aku belum tau jika memasuki usia kandungan delapan bulan sudah dua kali dalam sebulan untuk kontrol kandungan.


"tentu saja dua Minggu lagi Bu, usia kandungan ibu sudah memasuki delapan bulan. kontrol kandungannya sudah harus sebulan dua kali Bu" jawab Bu dokter yang hanya aku berikan anggukan kepala.


untung saja ibu dokter memberitahuku, jika tidak aku pasti tidak akan tau jika dua Minggu lagi aku harus kembali kontrol.


"kalo gitu, kami pamit ya dok" kataku


"iyaa hati-hati" jawab Bu dokter.


aku dan mas Bayu berjalan keluar dari ruangan dokter tersebut, lalu menebus vitamin dan melanjutkan untuk belanja keperluan bayi dan persalinan untukku.

__ADS_1


__ADS_2