Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus42.


__ADS_3

keesokan harinya ibu Bayu pun benar benar dikirim oleh orang suruhan Bayu ketempat dimana seharusnya dia tinggali, ia pun bersunggut sunggut karna ancaman Bayu yang tak main-main terhadapnya.


"tak bisa kah kalian Carikan aku ATM dulu? setidaknya aku ingin mengambil uang untuk aku bertahan hidup disana" kata ibu Bayu pada dua orang suruhan Bayu yang berada satu mobil dengannya.


"tidak bisa! percuma saja Bu, karna semua kartu ATM dan juga kartu kredit ibu sudah dibekukan oleh pak Bayu. jadi lebih baik ibu diam dan tak perlu banyak meminta" jawab salah satu dari keduanya dengan nada tegas dan mengejek.


"makanya Bu, jadi manusia jangan terlalu jahat sama orang. andai aku disuruh membunuhmu kali ini pun aku akan lakukan, karna itu memang pantas didapat oleh seorang pembunuh seperti ibu" kata sang supir yang membawa ibu Bayu Bayu bersama satu orang lagi tersebut.


"jaga ucapan kalian, biar bagaimana pun saya adalah orangtua dari orang yang membayar kalian. jadi tetap hormati saya! sekarang, cepat kalian cari ATM dan biarkan saya ambil uang-uang saya!!" jawab ibu Bayu dengan nada membentak. kedua orang itupun hanya tertawa mendengar respon ibu Bayu.


"jika ibu mau, silahkan saja ibu lompat dari mobil ini. yang jelas saya tak akan memberhentikan mobil ini sebelum kita sampai ditempat dimana ibu akan menikmati hati tua" jawab sang supir yang masih tertawa dengan seorang temannya tersebut.


"sialan, kurang ajar!! aku bisa membayar kalian sepuluh kali lipat dari yang Bayu berikan, asal kalian menuruti semua yang saya katakan. bagaimana?" kata ibu Bayu mencoba memberikan penawaran.


"eemm boleh juga" jawab orang yang duduk disebelah supir tersebut membuat ibu Bayu tersenyum dengan mata berbinar.


"memang berapa yang ingin ibu kasih?" tanya si supir pada ibu Bayu.


"lima puluh juta untuk satu orang, bagaimana?" tanyanya dengan nada sombong.


"boleh, tapi kami minta cash saat ini juga" jawab supir tersebut membuat senyum ibu Bayu kembali memudar, sementara teman disebelahnya sudah menahan tawa melihat perubahan pada wajah ibu Bayu.


"kalian mau coba main-main dengan saya,hah! kalian gatau siapa saya?!" bentak ibu Bayu membuat kedua orang tersebut tak sanggup lagi menahan tawa.


"bu, ibu tadi ibu yang membuat penawaran kenapa sekarang ibu malah marah-marah seperti ini. mana sekarang, keluarkan yang seratus juta baru kami akan lakukan apa yang ibu perintahkan. itupun kalo bisa!!" jawab orang disebelah supir tersebut dengan tawa mengejek.


"Bu, ibu bukan soal berapa uang yang harus ibu bayarkan untuk kami. tapi ini juga termasuk tanggung jawab dan amanah untuk kami, kami hanya tidak ingin mengkhianati pak Bayu. jadi, jangan coba-coba macam Bu!!" jawab si supir dengan nada tegas menatap ibu Bayu dari kaca tengah.

__ADS_1


ibu Bayu pun menatap kesal kepada kedua orang tersebut, ia pun terus memikirkan cara agar dapat lolos dari hukuman yang Bayu berikan.


"baiklah, begini saja. kalian Carikan aku ATM, nanti akan aku transfer pada kalian masing-masing lima puluh juta. bagaimana?" tawarnya kepada dua orang tersebut.


"tidak, kami ingin sekarang! saat ini juga" jawab keduanya serempak membuat ibu Bayu menghela nafas pasrah. ia pun memejamkan matanya yang terasa amat pusing hingga akhirnya ia pun terbangun saat mobil sudah berhenti tepat disebuah gubuk yang terlihat usang dari depan.


terlihat dua orang suruhan Bayu itu berbincang dengan dua orang lelaki bertubuh kekar seperti keduanya, ia pun berusaha untuk keluar dari mobil namun usahanya ternyata sia-sia karna mobil tersebut dikunci oleh pemiliknya.


ia pun berinisiatif untuk menggedor-gedor kaca mobil sebagai tanda jika dirinya minta dikeluarkan.


"anda sudah bangun Bu? silahkan keluar, kita sudah sampai sedari tadi" kata sisupir yang membukakan pintu mobil untuk ibu bayu, ia pun keluar mobil dengan angkuhnya.


"Perkenal kan pak kades, ini ibu sari. Bu, kenalkan ibu pak Rusli, kades didesa ini" kata supir tersebut memperkenalkan salah satu dari kedua orang tak dikenal tersebut pada ibu Bayu.


"saya Rusli Bu, kades didesa ini. ini kenalkan, Mamat asisten saya" kata pak kades yang langsung dibalas oleh senyum tipis oleh ibu Bayu.


"saya tinggal dimana?" tanya ibu Bayu dengan nada ketus.


"apaa?? saya tinggal digubuk reot ini! gila! apa kalian ga salah hah ngasih saya tempat tinggal sepeti ini!" kata ibu Bayu membentak kedua ajudan Bayu tersebut.


"memang ini yang diberikan pak Bayu untuk ibu tinggal didesa ini, lagian lihatlah semua penduduk sini memang seperti ini rumahnya! sudah lah pri, aku kita pulang" kata teman si supir yang ternyata bernama Supri.


"sebentar Jak, kamu lupa pesan pak Bayu?" tanya Supri pada Jaka.


"oiyaa hampir lupa! Bu, lepaskan semua emas yang ada ditubuh ibu sekarang, juga ponsel, dan semua yang ada didomoet ibu kecuali KTP"kata Supri meminta semua benda berharga ibu Bayu dengan cara memaksa, ibu Bayu yang kaget pun tak sempat mengelak.


"ini, sekarang sini semua emas yang ibu pakai" kata Surti mencabut satu persatu cincin dan gelang yang bertengger ditangan ibu Bayu.

__ADS_1


"cepat lepas anting dan kalung itu!!" kata Supri sedikit membentak. akhirnya dengan terpaksa ibu Bayu pun membuka kalung dan juga anting yang ia kenakan, setelahnya Jaka pun mengambilkan sekoper milik ibu Bayu.


"cek dulu dalamnya Jak, jngan sampai ada barang berharga yang ia bawa dari rumah besar" kata supri pada Jaka yang langsung menganggukan kepala.


"eehh jangan, masa kalian mau buka-buka koper saya. kalian lupa jika itu koper perempuan pasti ada barang pribadi, memang kalian mau lihat" jawab ibu Bayu membuat keduanya menyeritkan kening.


"buka Jak! aku tidak nafsu jika itu milik ibu!" kata Supri dengan pedas membuat mata ibu Bayu membola dengan sempurna.


Jaka pun mengikuti perintah dari Supri, hingga hasilnya mencengangkan. banyak perhiasan yang dibawa oleh ibu Bayu beserta dengan beberapa sertifikat pemilikan yang harusnya sudah disita oleh Bayu sebagai pemilik yang sah.


"tolong, jangan diambil. semua itu milik saya, bukan milik Bayu" kata ibu Bayu mencoba memberi pembelaan untuk dirinya sendiri.


"iyaa milik ibu yang ibu beli menggunakan uang perusahaan pak Bayu, itu sama saja milik perusahaan Bu. dan saya berhak menyita semua ini untuk dikembalikan kepada pemiliknya" jawab Jaka dengan nada tegas membuat ibu Bayu seketika membeku.


ia merasa tak rela semua aset yang sudah ia siapkan untuk Maura akhirnya hilang dan hangus begitu saja karna kecerobohannya, ia tak menyangka jika Bayu akan sepintar ini menghadapinya.


"sudah selesai semua, sebaiknya simpan ini dulu didalam mobil. oiya, tas ini pun akan saya bawa, karna saya yakin tas ini juga ibu beli hasil uang perusahaan pak Bayu" kata Supri yang masih memegang tas mewah milik ibu Bayu.


pak Rusli dan Mamat yang melihat kejadian didepannya pun hanya diam, karna ia pun tau alasan keduanya melakukan itu pada seorang wanita paruh Bayu didepannya.


"kalian benar benar keterlaluan, suatu saat aku akan membalas kalian semua terutama pada Bayu dan juga istrinya itu!!" bentak ibu Bayu menunjuk nunjuk Jaka dan juga Supri.


"silahkan saja Bu, aku yakin semua itu gaakan terjadi hingga kapanpun! oiyaa, anggap saja desa ini sebagai pengganti penjara, lumayankan masih bisa menghirup udara segar. dibanding Maura yang masih di sel tahanan sana!!" kata Jaka mengejek dan tertawa bersama Supri.


"masih disel? bukannya Bayu berjanji akan membebaskan Maura?! kenapa Maura justru masih ada disel?!" kata ibu Bayu dengan berteriak, untung saja desa tersebut jarak antara rumah satu dengan yang lainnya sangat berjauhan jadi tak adalah tetangga yang mengetahui kejadian yang ada didepan rumah tersebut.


"hahahaha, makanya Bu baca lah surat perjanjian itu dengan teliti. jelas disana tertulis, jika Maura akan dibebaskan setelah ia merasa emmm mati segan hidup pun tak mau!" jawab Supri dengan tertawa jahat melihat ekspresi ibu Bayu yang sangat lucu menurutnya.

__ADS_1


"yuk Jak, balik. udah semua kan!" ajaknya pada Jaka yang langsung menganggukan kepala dan mengikuti langkah Supri menuju mobil.


ibu Bayu pun tak terima dengan apa yang terjadi dal hidupnya, ia pun mengutuk Bayu dan juga Rita dengan banyak sumpah serapah dalam hatinya.


__ADS_2