Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duapuluhsatu


__ADS_3

malam hari semua berkumpul dimeja makan, dengan berani Maura memakai pakaian yang terbuat dari bahan yang tipis. semua yang ada dimeja makan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, begitu pun dengan mas Bayu langsung membuang pandangannya fokus pada makanan yang saat ini ada didepannya.


"Maura, bawa makanan kamu kekamar!" kata ibu mertua dengan geram.


"loh emang kenapa si Bu?!" tanya Maura dengan tampak tak bersalah sama sekali.


"kenapa,kenapa! lihat, pakaian apa yang kamu kenakan?!" kata ibu mertua dengan gigi yang mengeretak.


Maura pun langsung melihat pakaian yang ia kenakan.


"Bu, ngga ada yang salah dengan pakaian yang aku pakai. ibu itu kenapa sih" kata Maura yang langsung melanjutkan makannya tanpa berpindah dari posisi duduknya, kami semua hanya geleng kepala karna kelakukan dari Maura.


"kak Maura, baju Kaka itu ketipisan. kaya ngga pake baju, malulah kan ada mas Bayu"kata Naura memberitahu Maura apa kesalahannya, seketika Maura pun menatap baju yang ia kenakan.


"yailaaah bajunya emang modelnya begini kali, mau diapain lagi" jawab Maura dengan santainya.


"makanya itu kak Maura disuruh ibu makan didalam kamar, gimana sih" jawab Naura dengan kesal.


aku yang melihat tingkah Maura pun hanya bisa menggelengkan kepala, sedangkan ibu mertua terus menyuruh Maura untuk balik kedalam kamarnya.


"aku sudah selesai, aku mau keruang kerja dulu ya sayang" kata mas Bayu sambil menatapku penuh kasih.


"iyaa mas, mau dibuatkan kopi atau teh?" tanyaku pada mas Bayu.


"kopi aja, ingat harus kamu yang antarkan ya sayang. mas juga ada yang mau dibicarakan dengan kamu" kata mas Bayu dengan lembut sambil mengusap kepalaku.


semua yang diperlakukan mas Bayu dilihat dengan wajah binar oleh ibu mertua juga Naura, beda halnya dengan Maura yang terlihat sangat jelas tidak menyukainya.

__ADS_1


aku pun membuatkan mas Bayu kopi kesukaannya. setelah itu, aku antarkan kopi tersebut kedalam ruang kerja dimana mas Bayu ada didalamnya.


tok,, tok,, tok


"masuk saja sayang" kata mas Bayu dari dalam ruang kerja.


aku pun melangkah kan kaki memasuki ruang kerja mas Bayu, disana terlihat mas Bayu masih berkutat dengan pekerjaannya sebagai staf kantor.


kadang aku heran, bagaimana bisa seorang staf kantor memiliki segudang pekerjaan apalagi sampai dibawa pulang kerumah. sudah seperti layaknya pemilik perusahaannya saja,. pikirku.


"ini mas kopinya diminum dulu" kataku sambil memberikan kopi mas Bayu tepat disampingnya.


"terimakasih sayang" jawab mas Bayu sambil mengambil kopi tersebut dari tanganku.


"banyak banget kerjaan kamu mas, heran aku kamu staf administrasi atau pemilik perusahaannya sih" kataku pada mas Bayu yang membuatnya terkekeh pelan.


"ya habis masa mas keseringan dapet kerjaan sebanyak ini, ini aja dirumah belum kalo diperusahaan mas" jawabku pada mas Bayu.


"banyak rejeki ditahun ini sayang, banyak tender yang dimenangkan perusahaan. jadi banyak sekali staf yang sibuk saat ini bukan cuma mas saja" jawab mas Bayu yang semakin membuatku mengerucutkan bibir .


"lalu kapan waktumu untukku mas" kataku yang langsung memeluk manja tubuh mas Bayu.


"sabar ya sayang, mas selesaikan kerjaan mas dulu, kalo mau kamu duduk dulu saja disitu sambil menunggu mas selesai" kata mas Bayu sambil menunjuk sofa yang ada didalam ruang kerja miliknya.


"ngga ah mas, aku tunggu kamu dikamar aja sekalian aku istirahat.ingat jangan malam-malam ya mas" kataku pada mas Bayu mengingatkan.


"iyaa sayang, jangan lupa buat dulu susu hamil mu ya sayang" kata mas Bayu.

__ADS_1


"iyaa mas" akupun langsung melangkahkan kaki keluar dari ruang kerja mas Bayu menuju kedapur, saat melewati meja makan ternyata ibu dan Naura sudah masing kedalam mereka masing-masing.


"Mbak Rita, gimana usahaku? aku belum menyerah loh" kata Maura yang masih duduk dimeja makan seketika menghentikan langkah kaki ku menuju dapur.


"kamu mau usaha seperti apapun, mas Bayu ngga akan tertarik padamu" kataku sambil tersenyum sinis pada Maura. merasa kasihan dengan tingkahnya yang semakin membuat malu ibu mertua.


"aku penasaran, apa yang membuatmu begitu semangat menggoda suamiku. apa kamu tidak laku sampai menggoda, Abang angkatmu sendiri" kataku memancing Maura untuk mengatakan alasan yang membuatnya melakukan hal seperti ini.


"kamu ga perlu tau mbak rit, siap-siap saja sebentar lagi mas Bayu akan jatuh ke tanganku dan kamu akan segera diceraikan olehnya" kata Maura dengan senyum mengembang dan tatapan sinis padaku.


"teruslah bermimpi Maura, bahkan kamu tau sendiri kalo disini sudah ada bukti buah cinta kami yang sebentar lagi akan mewarnai rumah tangga kami" balas ku pada Maura.


"itu masih calon, bahkan usianya masih beberapa Minggu. belum tentu dia akan selamat sampai melahirkan" kata maura dengan nada sinis.


"tentu saja dia akan berkembang sampai lahiran nanti, ada aku juga orang rumah ini yang menjaganya. dia akan tumbuh sempurna dengan kasih sayang kedua orang tuanya" kataku sambil mengelus perutku yang masih rata dan menatap maura.


"yayayaya semoga saja" kata Maura yang langsung membalikkan badan melangkah kan kaki menuju kedalam kamarnya dilantai atas.


aku hanya bisa mengelus dada setelah perbincangan dengan Maura, terbesit sedikit khawatir dengan keadaan anak yang ada didalam kandunganku. tapi aku yakin allah akan menguatkan kami dan menjaga kandunganku.


aku pun membereskan sisa bekas makan malam kami, lalu mencuci semua piring yang kotor. kemudian sebelum kembali kekamar tak lupa aku membuat susu ibu hamil untuk aku minum setelah sampai dikamar nanti.


setelah selesai, aku menuju kamarku dan langsung merebahkan diri dikasur dengan kepala yang berada disandaran kasur.


sambil memainkan ponsel, aku pun iseng melihat model pakaian bayi Newborn yang ada diaplikasi belanja online semua ini aku lakukan untuk menghilangkan kecemasanku karna perkataan Maura.


cara itu pun berhasil, aku begitu larut melihat pakaian bayi. rasa tak sabarpu. menghampiri, ingin rasanya segereja membeli pakaian pakaian itu. tapi kata orang pamali membeli pakaian sebelum kandungan berusia tujuh bulan.

__ADS_1


__ADS_2